Tampilkan postingan dengan label Masakan Batak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masakan Batak. Tampilkan semua postingan

21 Februari 2020

Resep Ikan Mas Tombur


Resep Ikan Mas Tombur JTT

"Woi Mbak Endang, tuh Bu Dewi bawa ikan mas tombur!" Teriakan Mbak Ani di kantor beberapa minggu lalu membuat kaki saya langsung terbang ke ruangan sales di sebelah. Masakan Batak ini sudah lama sekali saya incar resepnya untuk dicoba dirumah, dan sekarang saya bisa langsung mencicipi rasa masakan aslinya yang dibuat oleh orang Batak. Rekan kantor saya, Dewi, yang bersuku Batak, terkadang membawa masakan khas keluarganya ke kantor, untungnya berkantor dengan rekan sekerja yang berasal dari berbagai daerah adalah, saya tak perlu jauh-jauh mencicipi kuliner berbagai daerah.

Deretan meja dibagian depan ruangan sales permukaannya telah dipenuhi dengan aneka masakan yang dibawa anak-anak kantor. Rupanya hari itu mereka berjanji bertukar masakan rumahan. Mungkin seperti pot luck party, hanya dalam skala kecil. Ada nasi uduk, urap sayur Betawi, puding coklat, tumis ikan asin petai cabai rawit, dan ikan mas Tombur. Dewi menggunakan  ikan mas yang digoreng garing dan ditemani dengan semangkuk sambal tombur alias sambal kecombrang. Tanpa ragu saya meraih sepotong ikan dan beberapa sendok sambal. Aroma harum kecombrang yang menguar membuat air liur saya meleleh dan perut mengerang keras. Ketika saya cicipi, rasa asam pedas mendominasi seakan pecah didalam mulut. Sambal ini top markotop!

Resep Ikan Mas Tombur JTT

20 Mei 2019

Resep Ayam Saksang


Resep Ayam Saksang JTT

Bulan lalu, rekan kantor saya, Tedjo, yang memiliki perkebunan alpukat di Salatiga berbagi hasil kebunnya yang sedang panen raya.  Lima buah alpukat mentega yang masing-masing buahnya berukuran cukup jumbo diberikan dalam sebuah kantung plastik. Saya pernah mencicipi alpukatnya sebelumnya ketika tahun lalu sedang panen juga, sayangnya pada saat itu panen sudah di penghujung akhir sehingga alpukat yang tersisa hanya yang berukuran kecil. Walau ukurannya kecil-kecil namun tekstur buahnya yang creamy dan legit menutupi kekurangan itu. Saya akui rasanya lezat namun tidak terlalu spektakuler. Kini alpukat yang diberikan adalah yang berada pada kondisi prima, buahnya besar-besar, mulus dan sangat tua, dibiarkan sehari saja di suhu ruang teksturnya sudah empuk dan pas disantap.

Ketika menikmati buahnya di rumah, saya takjub dengan cantiknya daging buah yang berwarna kuning cerah. Bersih, tidak ada sedikit pun lubang ulat, tidak ada juga serat kehitaman yang mengganggu, bahkan bijinya pun mulus. Kulitnya super mudah dilepaskan dari dagingnya, seperti saat kita hendak mengupas pisang. Ketika mencicipinya pertama kali saya langsung mengerang keras, "Alpukat terlezat yang pernah gue makan," komen saya langsung ketika bertemu dengan Tedjo keesokan harinya di kantor. Swear, baru kali ini saya menyantap alpukat yang rasanya super creamy, berlemak, lembut dengan rasa gurih kuat dan rasa manis yang samar-samar. Saya bahkan tidak mencampurnya dengan telur rebus, atau bahan lainnya sebagaimana biasa saya menyantap alpukat, takut mencemari rasa aslinya yang mantap.

Resep Ayam Saksang JTT
Resep Ayam Saksang JTT


09 April 2019

Resep Gulai Daun Ubi Tumbuk


Resep Gulai Ubi Tumbuk JTT

Rekan kantor saya, Mbak Fina, yang setiap hari saya ikut nebeng mobilnya sepulang kantor, mengajak makan di resto Mandailing / Tapanuli bernama Bonga Bonga yang terletak di Cipete Raya.  Sudah lama Mbak Fina bercerita mengenai restoran masakan Batak ini, namun baru bulan lalu kami berkesempatan mencicipi rasanya. Bonga Bonga adalah resto Batak yang menyajikan masakan halal dan berada disebuah gedung dua lantai. Restonya sendiri berada di lantai bawah sementara lantai atas dipakai untuk restoran masakan Thailand. Suasana didalam resto cukup cozy, meja-meja kayu besar nan kokoh memenuhi ruangan sementara kain ulos khas Batak tergantung dilangit-langitnya. 

Masakan yang dijual ditata di piring-piring saji disisi sebelah kiri memanjang hingga ke bagian belakang. Aneka masakan khas Batak seperti ayam saksang, ayam pinadar, gulai salai ikan, gulai ubi tumbuk, arsik ikan mas dan sambal-sambalan diletakkan dalam nampan stainless steel dan tembikar. Kita bisa memilih paket nasi atau memilih sendiri lauk yang dipajang dimeja. Sayangnya karena datang terlalu malam maka kebanyakan masakan sudah habis, termasuk ikan salai yang diincar Mbak Fina. Akhirnya kami memesan nasi dengan ayam saksang, ayam pinadar, ikan bakar, aneka sambal dan seporsi mi gomak yang kami bagi berdua. Rasanya sungguh laziz!

Resep Gulai Ubi Tumbuk JTT
Resep Gulai Ubi Tumbuk JTT


09 Agustus 2017

Resep Arsik Ikan Mas - Bangga dengan Kuliner Indonesia! ^_^


Resep Arsik Ikan Mas - Bangga dengan Kuliner Indonesia! ^_^

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata


~ Lagu Indonesia Pusaka, Ismail Marzuki

Suasana tujuh belas Agustusan mulai terasa di setiap sudut Ibukota, termasuk juga dijalan kecil di depan rumah Pete. Bendera merah putih dan segala pernak-pernik untuk memperingati hari kemerdekaan tampak terpasang di depan gedung perkantoran, mall dan rumah penduduk. Saya sendiri sudah memasangnya sejak minggu lalu, dan kini sang Merah Putih telah berkibar disangga sebuah tiang bambu. Urusan memasang bendera saya selalu tepat waktu, bahkan sebelum Pak RT datang memberikan surat edaran untuk itu. Bagi saya, ada rasa haru dan bangga membuncah didada tatkala melihat bendera merah putih berkibar gagah di terpa angin musim kemarau seperti saat ini. Apa susahnya mengeluarkan bendera setahun sekali dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan yang telah membuat kita merasakan angin kemerdekaan bukan? Walau tentu saja memperingati hari kemerdekaan dan memupuk rasa nasionalisme tidak dinilai dari bendera namun itu adalah cara termudah yang bisa dilakukan.  

Mungkin saya tertular semangat kakek saya, Mbah Lanang, yang dulu semasa hidupnya di Paron tidak pernah lupa memasang bendera merah putih. Dua minggu sebelum tanggal 17 Agustus tiba, Mbah akan mulai berteriak-teriak meminta kita mengeluarkan bendera dan memasangnya di halaman depan rumah, di tepian jalan. Selain bendera di tiang, maka kami juga harus memasang bendera kecil-kecil yang tergantung berderet di tepian atap rumah. Di Paron, dulu, ketika saya masih kecil,  Hari Kemerdekaan selalu dirayakan dengan penuh kegembiraan oleh segenap warga karena pada saat itu banyak acara pawai karnaval dan pasar malam. Selain hari Lebaran, maka tanggal 17 Agustus adalah hari yang selalu saya nantikan dengan penuh suka cita. Entah apakah suasana tersebut masih terasa kini di Paron, saya sendiri sudah lama tidak pulang kesana. 😉




07 Januari 2014

Arsik Ikan Mas - Rasanya Juara! ^___^



"Waktu Mama di Batam, si Rup masak arsik ikan mas,"cerita Ibu saya sebulan yang lalu setelah kunjungannya selama satu minggu di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. "Wah mantap! Enak"? Tanya saya penasaran. "Masaknya sampai empat jam, bumbunya banyak tapi rasanya biasa saja." Penjelasan Ibu saya itu membuat saya tertawa. Saya bisa membayangkan Rup, asisten kakak saya yang disela-sela kesibukannya mengurus Ellan, putra semata wayang Wulan, harus juga berjibaku di dapur membuat masakan istimewa bernama arsik. Dari sisi Wulan, saya tahu dia pasti bermaksud memberikan pelayanan terbaik kepada Ibunda dan dari sisi Rup, saya seratus persen percaya misi terselubungnya adalah memamerkan satu  lagi keahliannya memasak masakan dari daerah lain selain Jawa. ^_^



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...