Ide resep perkedel ayam kentang ini saya dapatkan dari Mba Marisa Masrur yang mengirim pesan melalui IG JTT. Beliau bereksperimen mengutak-atik resep nugget ayam yang resepnya pernah saya share disini. Resepnya hampir sama dengan resep nugget tersebut, namun kali ini bentuknya berupa perkedel yang terbuat dari campuran kentang dan daging ayam cincang. Dari gambar yang beliau kirimkan, tampilannya terlihat mengesankan, dan menurut Mba Marisa keluarganya justru suka versi kentang dan ayam ini. Tadi malam, penasaran dengan rasa perkedel ayam yang terlihat maknyus itu sayapun berkesperimen membuatnya. Resepnya secara garis besar sama seperti resep nugget yang pernah saya bagikan, yaitu menggunakan mayonnaise, bawang bombay, bawang putih dan aneka saus seperti saus tiram, kecap Inggris, kecap ikan dan minyak wijen. Beberapa saus saya cantumkan optional, artinya anda bisa menghilangkannya dari resep, namun jika ada sebaiknya gunakan saus tersebut karena akan membuat perkedel ini memiliki rasa berbeda dari perkedel kentang umumnya.
22 Juni 2017
20 Juni 2017
Resep Starbucks Double Chocolate Brownies
Hanya ada satu kue yang saya suka jika sedang duduk di Starbucks, apalagi jika bukan Double Chocolate Browniesnya yang nendang. Bahkan menurut saya, kue tersebut merupakan brownies tersedap yang pernah saya cicipi dari sekian jenis brownies yang pernah saya coba, baik yang dibeli di bakery maupun yang saya buat sendiri di rumah. Sejak dulu tekstur dan rasa brownies Starbucks selalu menjadi acuan ketika mengeksekusi satu resep brownies, namun walau sudah membuat aneka brownies berkali-kali belum ada satupun yang mendekati kelezatan si double chocolate brownies tersebut.
Nah beberapa minggu lalu, usai berbuka puasa bersama teman saya, Sintya, kami lantas singgah di Starbucks di Plaza Senayan untuk menghabiskan waktu. Saya memesan segelas hazelnut latte sedangkan Sintya memilih es coklat. Sepotong brownies turut juga dipesan untuk disantap berdua. Double chocolate browniesnya padat namun lembut, fudgy, dan super nyoklat. Kue tersebut dipotong berbentuk persegi panjang sekitar 6 x 10 cm dengan ketebalan hanya 2 cm saja. Tampilannya padat dan terlihat keras ketika masih dipajang di etalase, namun saat telah dipanaskan di microwave akan terlihat super moist, lembut dengan lelehan coklat menghiasi di permukaannya. Rasanya yang manis sangat pas jika disantap bersama kopi atau teh yang agak pahit. Setelah sepotong brownies masuk ke perut, kali ini saya berjanji untuk mencobanya kembali dirumah. Dan kali ini eksperimen tersebut harus, kudu, sukses! ^_^
Label:
Brownies
16 Juni 2017
Resep Es Rujak Buah & Nostalgia SD
Ketika saya duduk di bangku sekolah dasar puluhan tahun yang lalu, es rujak serut adalah makanan sehari-hari. Kantin di sekolah, sebenarnya bukanlah benar-benar kantin melainkan hanya ibu-ibu yang berjualan lesehan di bawah pohon, selalu menyediakan es rujak. Kalau dipikir-pikir jaman dahulu jajanan anak SD jauh lebih sehat, tidak jauh dari nasi pecel, rujak, es buah, gorengan dan kerupuk. Setidaknya inilah jajanan yang saya alami ketika dulu bersekolah di desa Gelung, Paron. Supaya praktis dan mudah dibawa kemanapun maka es rujak buah ini dimasukkan kedalam kantung-kantung kecil dan dibekukan menjadi es lilin. Harganya mungkin hanya 5 rupiah, saat itu. ^_^
Jika berbicara tentang es rujak, saya selalu teringat dengan salah seorang penjual jajanan di depan sekolah, beliau kami panggil dengan sebutan Lek Nah. Usianya waktu itu sekitar 50 tahunan, sangat baik, ramah dan sabar melayani bocah-bocah SD dengan karakter beragam. Jualan andalan Lek Nah adalah pecel dengan kerupuk gendar (kerupuk yang terbuat dari beras), rujak buah dengan sambal rujak yang memakai cincangan buah kawis, dan nasi pecel dengan sambal lethok. Saat itu menurut saya semua masakan buatan Lek Nah super duper sedap, namun sayangnya dengan uang jajan yang sangat minim saya jarang bisa menikmatinya dengan puas. ^_^
Jika berbicara tentang es rujak, saya selalu teringat dengan salah seorang penjual jajanan di depan sekolah, beliau kami panggil dengan sebutan Lek Nah. Usianya waktu itu sekitar 50 tahunan, sangat baik, ramah dan sabar melayani bocah-bocah SD dengan karakter beragam. Jualan andalan Lek Nah adalah pecel dengan kerupuk gendar (kerupuk yang terbuat dari beras), rujak buah dengan sambal rujak yang memakai cincangan buah kawis, dan nasi pecel dengan sambal lethok. Saat itu menurut saya semua masakan buatan Lek Nah super duper sedap, namun sayangnya dengan uang jajan yang sangat minim saya jarang bisa menikmatinya dengan puas. ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)









