30 Juni 2015

Homemade Keecho Fiesta a la JTT



Bagi anda yang memiliki waktu terbatas, super sibuk dan kehabisan energi jika harus memasak setiap hari maka aneka makanan ready made dalam kemasan seperti nugget, pop corn chicken,  karaage atau chicken wings memang menjadi pilihan yang bisa diandalkan. Apalagi aneka merk bertebaran di pasaran dan jenisnya pun sangat beragam, sehingga seakan anda tidak akan pernah kehabisan ide untuk mencobanya satu persatu. Seorang rekan di kantor saya bahkan terkenal suka menyetok makanan ready made ini di freezer dalam jumlah yang banyak,  putri semata wayangnya sangat gemar menyantapnya sebagai lauk setiap hari. 

Padahal jika kita mau sedikit kreatif maka membuat aneka lauk ini sangatlah mudah, jauh lebih murah dan anda bisa membuatnya dalam jumlah banyak untuk disimpan di freezer. Sudah banyak aneka resep makanan seperti ini saya hadirkan di JTT, misalnya saja Homemade Nugget Ayam yang bisa anda lihat pada link disini. Atau Homemade Chicken Wings yang super sedap dan mudah, link resepnya disini. Karaage yang mudah dibuat pada link disini, atau Pop Corn Chicken yang simple pada link disini. Makanan buatan sendiri tentu saja lebih higienis, dengan bahan-bahan fresh berkualitas baik, dan bebas MSG. Jadi jika satu lagi olahan ayam saya sodorkan ke anda untuk menjadi pengisi freezer bernama keecho, anda pasti tidak menolak bukan? ^_^ 

homemade keecho fiesta
Rumput laut kering
homemade keecho fiesta




29 Juni 2015

Resep Ikan Pisang-Pisang Siram Saus Bunga Kecombrang


Ikan pisang-pisang siram saus bunga kecombrang

Berbelanja ikan di pasar merupakan salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan bagi saya. Sejak kecil los ikan merupakan tempat favorit karena saya bisa melihat aneka ikan atau hewan air lainnya yang belum saya ketahui jenisnya. Dulu waktu masih kecil dan tinggal di Paron maka saat hari libur saya selalu merengek meminta agar Ibu bersedia mengajak saya serta ke pasar. Walau pasar Paron terletak persis di depan rumah dan hanya dibatasi oleh sebuah jalan raya tetap saja pergi ke pasar bersama Ibu adalah hal yang menyenangkan karena saya juga bisa meminta jajanan pasar favorit seperti cenil atau gethuk. Mungkin itulah sebabnya mengapa Ibu saya juga tampak ogah-ogahan untuk mengajak saya ke pasar. ^_^

Dulu pedagang ikan di pasar Paron terbatas hanya menjual jenis ikan air tawar saja. Wadher, lele, sili, belut, kuthuk, adalah jenis ikan yang sangat umum ditemukan. Ukuran ikan yang dijual kecil-kecil sehingga mereka menjualnya dalam bentuk gundukan-gundukan kecil yang dialasi dengan daun jati. Agar awet dan bisa dijual dalam beberapa hari ke depan maka sebagian pedagang menjual ikan yang telah dipanggang dan dijepit dengan bambu. Karena jumlahnya yang terbatas maka harganya pun mahal.  Seingat saya, Ibu saya bahkan tidak pernah membelinya, kecuali udang sungai kecil-kecil yang berwarna abu-abu kehitaman. Ibu biasanya menggunakan udang ini untuk campuran bothok bersama tempe, petai china dan daun melinjo. Walau tidak pernah mencicipi rasa ikan sungai ini, saya sudah cukup gembira dengan hanya bercuci mata melihatnya setiap weekend tiba. ^_^

Ikan pisang-pisang siram saus bunga kecombrang
Bunga kecombrang/bunga kantan
Ikan pisang-pisang siram saus bunga kecombrang


28 Juni 2015

Resep Kalio Ayam Tanpa Santan a la JTT


resep kalio ayam padang

Karena tidak ingin repot dan terlalu malas mempersiapkan makanan saat sahur dan berbuka setiap hari, maka saya pun memutuskan untuk memasak satu atau dua masakan dalam porsi yang banyak dan menyantapnya selama berhari-hari. Berhubung Heni mengidap darah tinggi dan menghindari daging merah maka ayam atau ikan merupakan pilihan aman sekaligus pilihan yang lebih murah. Dimulai dari hari pertama puasa, saya membuat sepanci besar ayam woku dari dua ekor ayam. Masakan yang bisa disantap orang sekampung itu membuat setiap sahur dan buka puasa kami diwarnai dengan lauk yang sama selama berhari-hari dan walau di hari ketiga rasa eneg mulai menyerang namun kami tetap berusaha bertahan hingga si ayam habis tak bersisa. 

Tidak kapok dengan pengalaman ayam woku, saya melanjutkan lagi dengan masakan ayam jilid dua yaitu ayam kalio. Seperti biasa, habit saya yang susah memasak dalam porsi kecil, membuat sepanci besar ayam kalio hadir di meja makan. Kembali saya dan Heni mengulang story yang sama namun kali ini dengan aktor pendukung yang berbeda. Walau kalio ayam plus kentang ini terasa sangatlah lezat, namun kali ini kami berdua sampai juga pada titik jenuh dengan masakan ayam. Ketika Heni berkomentar ke adik saya, Dimas, "Kemarin kita berhari-hari makan ayam terus Mas, sampai eneg banget rasanya," maka saya pun merasa cukup sudah. Sepertinya saya harus memutar otak mencari masakan lainnya, tentu saja ehem... Yang bisa dimakan berhari-hari juga. ^_^ 


resep kalio ayam padang
resep kalio ayam padang



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...