30 Agustus 2013

Resep Sambal Pecel Ngawi a la My Mom: Mantep Tenan! ^_^


Resep sambal pecel ngawi JTT

Masakan Ibu memang merupakan masakan terenak di dunia, semua anak rata-rata akan mengatakan hal yang sama. Jika saya bertemu dengan teman yang Ibu-nya jago memasak maka mulailah kami menyebutkan satu persatu keunggulan masakan Ibu masing-masing. Mulai dari, "Ibuku jago banget membuat sambal goreng kentang. Sambal kentang terenak yang pernah ada deh." Itu celoteh Sintya yang Ibunya memang jago membuat aneka lauk-pauk. Atau, "Emak gue kalau bikin arem-arem isi daging, wuih maknyus banget rasanya", cerita menggebu-gebu ini datang dari Ani yang arem-arem isi daging buatan Ibunya memang cukup melegenda di kantor. "Ibuku kalau membuat sambal, rasanya tak ada duanya. Padahal bumbunya simple banget", nah yang ini komentar saya yang selalu terkagum-kagum dengan racikan sambal Ibu yang menurut saya mantap walau hanya dengan bumbu sederhana. 

Biasanya kalau sudah urusan pamer-pameran kemampuan Ibu memasak maka hanya teman saya Meta yang diam sambil tersenyum-senyum sendiri. Bisa ditebak, kemampuan memasak Ibunya pas-pasan jadi Meta tidak tahu masakan apa yang harus diceritakan. Namun pintarnya dia tahu memanfaatkan situasi yang kurang kondusif seperti ini, "Kirim-kirim kek itu sambal goreng kentang dan arem-aremnya ke rumah". ^_^

Resep sambal pecel ngawi JTT

Bicara mengenai sambal, maka di keluarga kami, sambal pecel menempati urutan teratas sambal yang sangat digemari. Alasannya, pecel merupakan makanan ngetop di daerah Jawa Timur dan sekitarnya terutama Madiun dan Ngawi. Jika anda kebetulan lewat jalan menuju Ngawi dari arah Solo maka aneka restoran yang menampilkan tulisan menu nasi pecel tak terhitung banyaknya. Nah sejak saya kecil, nasi pecel merupakan santapan sehari-hari. Di kampung halaman saya, Paron, nasi pecel bahkan sepertinya menjadi menu dari pagi hingga malam. Saking seringnya saya menyantap nasi pecel, sehingga terkadang mendengar namanya saja nafsu makan saya bisa hilang begitu saja. Bagaimana tidak? Dulu ketika saya masih sekolah, almarhum Bapak saya selalu memaksa kami semua berangkat sekolah dengan perut terisi, dan selalu, selalu sebungkus nasi pecel super berat dengan lauk sepotong tempe dipaksa masuk ke perut kami. Porsinya bisa membuat megap-megap bahkan jika disantap oleh orang dewasa sekalipun. Anehnya, saat itu badan kami tetap saja kurus kering, mungkin sebagian nasi pecel ini juga disantap oleh cacing-cacing di perut yang tumbuh subur. Hiii.... ^_^


Wokeh kembali ke sambal pecel. Ada satu resep sambal pecel andalan Ibu saya yang kami semua adalah penggemar beratnya. Kali ini alasannya bukan karena 'masakan Ibunda paling lezat di dunia' tetapi karena sambal ini memang nendang rasanya. Setiap Ibu saya datang ke Jakarta, atau jika ada anggota keluarga yang mudik ke Paron, maka bertoples-toples sambal kacang akan dibawa ke Jakarta untuk dibagi-bagikan ke kami. Wiwin, adik saya merupakan konsumen utama. Di dalam kulkasnya sambal ini selalu tersedia. Biasanya jika stok sambal pecel di rumah Pete habis, maka ketika berkunjung ke rumah adik saya, satu toples sambal akan saya sikat diam-diam untuk dibawa pulang. Karena rutinnya Ibu saya menyediakan stok sambal, membuat kami tidak pernah tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri. Bahkan saya yang selalu penasaran dengan resep apapun tidak pernah bertanya tentang resep sambal pecel istimewa ini.  Hingga Lebaran kemarin saat Ibu saya datang ke Jakarta saya pun tak sengaja mendengar, saat Diar, adik ipar saya bertanya ke Ibu. Nah, resepnya yang super mudah membuat saya kali ini tak sabar untuk mencobanya dan membagikannya ke anda semua.  


Sebagaimana layaknya resep sambal pecel lainnya di dunia, maka komponen utama yang berperan disini tentu saja kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih, kencur, daun jeruk purut dan garam. Mudah kan? Nah yang menjadi masalah kenapa rasa sambal pecel yang satu dengan lainnya bisa berbeda-beda? Anda mungkin sering menikmati pecel dengan sambal yang terasa hambar, atau terasa super manis. Jika sempat berkunjung ke daerah di sekitar Ponorogo, Jawa Timur, sambal pecel di sana menurut saya asin sekali, mengikuti selera masyarakat di sana. 

Untuk sambal pecel yang kali ini saya posting, takarannya sudah paten. Artinya setiap kali Ibu saya membuatnya maka takaran inilah yang akan selalu dipakai dan diulang sehingga rasanya akan tetap sama. Ibu saya bahkan telah hafal luar kepala dengan rumusan ini selayaknya Albert Einstein hafal dengan formula E=MC kuadrat-nya. "Jadi bagaimana rumusan sambal pecelnya Ma?" Tanya saya dengan buku catatan dan pulpen di tangan. "Kacang tanah sekilo, gula aren setengah kilo, cabai keriting seperempat kilo, bawang putih setengah bonggol, garam sak enton, kencur sama daun jeruk kira-kira saja." Lho!?

Kencur

Eits, jangan khawatir. Rumusan Ibu saya di atas telah saya terjemahkan ke dalam bahasa yang lebih membumi di resep di bawah sehingg anda bisa langsung mempraktekkannya di rumah. Kalau di Paron, setiap pasar tradisional memiliki kios penggilingan tepung dan biji-bijian - di sanalah Ibu saya menggilingkan sambal pecel ini - hasilnya adalah sambal yang halus dan tercampur dengan baik. Nah bagi saya tentu saja urusan menghaluskan kacang dan bumbu ini saya serahkan ke food processor atau blender di rumah. Cepat dan praktis. Anda bisa menggunakan cobek untuk menghaluskannya, tapi jika anda membuat sambal pecel dengan satu kilo kacang tanah, maka saran saya serahkan urusan ini ke mesin saja. Kecuali jika anda memang bercita-cita untuk membuat lengan lebih berotot. ^_^


Jika anda menggunakan food processor maka hasilnya adalah kacang yang masih berbintil-bintil kasar seperti sambal pecel buatan saya kali ini. Gara-gara malas mengeluarkan gelas blender penghancur biji-bijian dari kotaknya maka terpaksa saya harus menyantap sambal yang masih terasa kasar. Jadi saran saya gunakan gelas blender penghalus biji-bijian untuk yang hasil maksimal. Untuk prosesnya, kacang tanah goreng saya haluskan secara terpisah, gula aren (gula aren akan menghasilkan rasa lebih nendang dibandingkan gula merah biasa) disisir hingga halus dan saya proses juga ke blender agar lebih lembut. Bumbu-bumbu seperti cabai, bawang putih, kencur dan daun jeruk ditumis terlebih dahulu dan dihaluskan terpisah. Semua bahan halus ini lantas diaduk menjadi satu dalam wadah besar, prosesnya agak berat jika anda menggunakan spatula untuk mengaduk. Saya menggunakan jemari tangan yang terbungkus dengan sarung tangah karet (tidak disarankan menggunakan jemari telanjang karena pedas!) untuk meremas dan mencampur adonan agar semua bahan menyatu. Sambal kacang ini tahan hingga berbulan-bulan lamanya di kulkas, saya pernah mencoba meletakkannya di suhu ruang biasa,  dan dalam 1 bulan sambal pecel masih layak untuk disantap. 

Resep sambal pecel ngawi JTT

Untuk rasanya, super yummy dan anda bisa menyantapnya bersama sayuran rebus apapun, seperti gambar di atas saya menggunakan krai - sejenis ketimun dengan kulit tebal dan loreng-loreng, biasanya disantap dalam kondisi telah direbus atau sebagai komponen sayur asem a la Jawa Timur dan kol rebus. Mantap! Thanks Mom atas resepnya, love you so much!

Tertarik untuk mencobanya? Yuk kita lihat resep dan prosesnya di bawah. 

Resep sambal pecel ngawi JTT

Sambal Pecel Ngawi a la My Mom
Resep diadaptasikan dari Ibu saya

Untuk sekitar 1 1/2 kg sambal pecel. Ukuran silahkan disesuaikan dengan banyaknya kacang tanah yang akan anda gunakan.

Tertarik dengan resep a la Ibu saya lainnya? Cek link di bawah ini ya:
Gado-Gado Siram a la My Mom
Gurame Acar Kuning a la My Mom
Opor Ayam a la My Mom: The Best Ever Opor Ayam! 

Bahan:
- 1 kg kacang tanah beserta kulit arinya, goreng hingga matang
- 1/2 kg gula aren, sisir hingga halus  (gula aren lebih sedap dibanding gula merah biasa)
- 150 gram cabai merah keriting, potong-potong sepanjang 3 cm
- 10 butir cabai rawit merah (skip jika tidak ingin pedas), iris bagian tengah cabai dengan pisau tajam agar tidak meletus saat di goreng
- 1/2 bonggol bawang putih (sekitar 7 siung)
- 20 gram kencur (sekitar 6 buah kencur ukuran 1 ruas jari)
- 10 lembar daun jeruk purut 
- 3 sendok makan garam, gunakan sendok makan biasa
- 5 sendok makan air asam Jawa yang kental (rendam asam Jawa dengan air panas untuk menghasilkan cairan asam yang kental)
- 100 ml minyak untuk menumis bumbu

Cara membuat:


Siapkan kacang tanah, saya menggunakan kacang beserta kulit arinya untuk menghasilkan sambal yang lebih gelap warnanya. Anda bisa menggunakan kacang yang telah dikupas. 

Siapkan wajan, masukkan minyak agak banyak. Panaskan minyak dan goreng kacang sambil diaduk-aduk agar matangnya merata. Hati-hati, kacang cenderung suka meletup kala di goreng. Goreng hingga kacang terlihat mulai berubah warna menjadi gelap. Jangan goreng kacang terlalu berlebihan karena kacang akan terus melanjutkan pematangannya bahkan saat telah diangkat dari minyak. Angkat kacang dan tiriskan. 


Siapkan food processor atau blender. Karena kapasitas food processor saya yang terbatas maka saya membagi kacang menjadi beberapa bagian. Proses kacang tanah hingga halus, lakukan pada semua kacang dan tuangkan kacang di wadah besar. 

Saya juga menghaluskan gula aren yang telah disisir di food processor. Tuangkan gula ke wadah berisi kacang halus.


Siapkan wajan bekas menggoreng kacang. Tuangkan sebagian minyak ke wadah lainnya, sisakan sekitar 100 ml minyak goreng. Goreng cabai, bawang putih, kencur dan daun jeruk hingga semua bahan layu dan matang. Angkat dan tiriskan dari kelebihan minyak. Haluskan cabai dan bumbu lainnya ini hingga halus. Saya memasukkannya ke dalam gelas blender dan  proses hingga halus. 


Tuangkan bumbu halus, garam dan air asam jawa ke dalam wadah berisi kacang tanah yang dihaluskan. Aduk hingga rata. Saya mengaduknya menggunakan tangan yang terbungkus dengan sarung tangan agar semua bumbu bisa tercampur merata dengan kacang. Aduk dan remas-remas semua bahan sehingga sambal terasa mulai liat, lengket dan menggumpal. Cicipi rasanya. Tambahkan garam jika kurang asin.

Masukkan sambal ke dalam wadah tertutup rapat dan simpan di kulkas hingga 3 bulan lamanya. Santap sambal bersama sayur kukus atau siomay.Yummy!
  



103 komentar:

  1. Mb Endang, ini dia resep yg kutunggu2, bumbu pecel asli Jatim. Tks ya mb, resepnya. Sungkem jg buat Ibu yg punya resep top markotop.
    -ida-

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo Mba Ida, sama2 Mba, moga suka ya. Yep sambel pecel Jatim memang oye hehhehe

      Hapus
  2. Mbak... Krai yg direbus tu klo d kmpung q nmnya 'bendoyo'. Syngx disini aq ckup susah menemukan tu krai.. Pdahal itu faforit kluargaq.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya baru tahu Mba Nophy, wakakka. disini gak ada krai, enak banget dimakan pakai sambel pecel. Bikin perut adem juga loh. Krainya maksudnya bukan sambelnya wakkakkaka

      Hapus
  3. Mantaaaaaaap bener bumbu pecelnya mbak Endang, wajib dicoba nih. Aku cuma bisa makan bumbu pecel yg sedap kalau ke Malang, dibekalin juga sama mertua kalau pulang sulawesi. bisa sampai 2 bulan baru habis saking banyaknya...hehe. thanks for share ya mbak, senang baca cerita dan penjelasannya yang detail ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Hesti, lho kok kita samaaa, suka dapat stock ya hehehhe. Saya beberapa hari makan sambel pecel, keknya asam urat kumat nih, akhirnya saya bagi2 ke temen di kantor wakakka. Thanks sharingnya ya ^_^

      Hapus
  4. mba Endang....., kalo liat dari foto bumbu yang ditumis, kencurnya tidak dikupas kulit ari ya? itu kali yang bikin mantap, soalnya kalo rin bikin bumbu pecel taunya dikupas. tks u sharing nya>>>>

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak,apakah memang KENCURnya tidak dikupas ya kulitnya?....
      Mbak minta resep mie lidi siram bumbu pecel,tapi yang maaantap resepnya.thanks mbak

      Hapus
    2. halo, yepp kencurnya nggak saya kupas ya, cuci bersih dan langsung ditumbuk. ehem kalau itu jadi faktor penyebab sambal enak keknya nggak juga yaaa wakak, sambel enak karena komposisi gula dan kacang yang pas.

      Hmm, mie lidi siram belum pernah coba wakakkak. ntar saya cari2 dulu resepnya yaaa

      Hapus
  5. pasti menggugah selera ya mba... Lupakan asam uratmu!!! Hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa Mba Lina, gak bisa dilupakan asam uratnya Mba. Baru makan pecel 2 hari berturut2, kaki langsung sakit2, hikkss.

      Hapus
    2. iya nih mba, susah banget ngilangin kebiasaan nyambel pake kacang... terlanjur demen... hihihi...

      Hapus
  6. wah ngawi juga ya mbak ...eyang saya dr ngawi juga alun alu ( teukuumar) wah kl di ngawi pas musim namanya bendoyo meluber ya mba... buat saya semua sambel pecel daerah mana aja nyam nyam...but ngawi juaranya ( hehehe ) cuma ada yg bilang juga bikin bumbu pecel lebih enak lagi kl di deplok (ditumbuk) katanya sih biar minyak kacangnya keluar ... maturnuwun ya mbak sudah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, Ngawi, tepatnya Paron Mba, kecamatannya. Kemarin memang musim krai, Ibu saya yang bawain Mba hehheh, langsung saya kukus dan santap dengan sambel pecel, mantep. Iyaaa, setuju, memang lebih enak ditumbuk, jadi lebih legit dan hasilnya halusss. setuju Mba. saya pemalas banget, gak sanggup numbuk2 hehhehe. thanks yaaa ^_^

      Hapus
  7. mbak Endang emang top markotop nih..salut saya sama mbak..

    melani

    BalasHapus
  8. halo mbak Endang..kabar baik kan?
    mbak Endang ada referensi gak, utk processor gitu? blender / utk blend adonan? mhn infonya ya mbak. blender saya ko'it kemarin pas eksperimen mashed potato. hahaha :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ossy, kabar saya baik Mba. Thanks ya. kalau mba pakai blender phillips, mba bisa beli choppernya terpisah. chopper ini fungsinya sama dengan food processr, hanya saja ukurannya lebih kecil dan murah sekitar 100 rb an. beli di konter phillps ya Mba. saya pakai blender dan food pro phillips.

      Hapus
  9. Hi mbak, terima kasih banyak buat resep2 nya. Saya Yani tinggal di Kanada, selama ini saya selalu beli bumbu pecel tapi yg namanya brg import ya mahal harganya. Sekarang dengan resep dari mbak ini saya bisa bikin sendiri bumbu pecel, ngirit banyak mbak. Sekali lagi terima kasih banyak dan salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Yani, salam kenal ya. sip, senang bisa membantu. Membuat sambel pecel sendiri super mudah kok hehehhe. Thanks sharingnya ya.^_^

      Hapus
  10. hallo mba,aq dh coba buat,enaak bgt mba,aq buat untk bumbu cilok,aq giling pake blender yg buat biji2an(drymill ya?)makasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Wilda, yep setuju banget. Saya selalu stock bumbu ini, enak buat siomay, cilok, macem2 dah wakakkak

      Hapus
  11. Peyeknya apa ada Mbak? kalo pecel tanpa peyek tu jadi kurang bertekstur, kurang sip, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. peyek belum ada,belum pede bikinnya heheheh, pecel plus kerupuk juga mantep lohhh ^_^

      Hapus
  12. Halo mba, mau tanya memang resep sambal pecel itu ga pakai terasi yah? Di tempat saya tinggal, ga ketemu fresh kencur, adanya bubuk kencur. Bisa tolong kasih tau berapa takarannya kalau pakai bubuk kencur? Thank you ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Evelyne, kalau resep dari Ibu saya nggak pakai terasi dan selama ini bikin sambel pecel setahu saya nggak pernah pakai terasi Mba, pakai terasi rasanya jadi aneh ya.

      Pakai kencur bubuk juga bisa, 1/2 sendok teh saja ya.

      Hapus
  13. mba kalo semua bahan dijadiin satu trus di blender bisa? hehehhe...pgnnya praktis nie...(ini pertama kalinya sya baca2 blognya, jadi suka gni :) )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, asalkan blendernya muat dan cukup bisa kok, masalahnya saya membuat dalam jumlah besar makanya saya pisah2kan antar bahannya.

      Hapus
  14. hihi..pantesann mba :) baru sadar ga baca kalo kacangnya 1kg
    ciyus resepnya okeh,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoii, bikin banyak sekalian Mba, awet sampai 1 bulan, paadahal gak didalam kulkas loh

      Hapus
  15. Woah kalo awet 1 bulan di suhu ruangan pas di rumah mendingan bikin banyak yaa mbak buat nyetok di kosan hahaa :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, btw sambal pecel yang saya buat 30 asgustus baru habis minggu kemarin, saya cuman taruh dimeja dapur dalam tupperware. rasanya masih enak2 saja tuh wakakaka

      Hapus
  16. Mbak Endang yang baik hati,
    Matur nuwun sanget resep bumbu pecelnya ya.

    Aku belum pernah bikin sambel pecel sendiri, karena sering nyetok. Kadang bawa dari Indonesia, merek2 yang gak umum. Di sini (Amerika) biasanya beli merek Karangsari. Adanya itu.

    Satu saat temenku bikiin biscotti rasa bumbu pecel. Aku dikasih. Enakkkk banget. Suamiku suka. Lantas aku bikin sendiri. Kebetulan persediaan bumbu pecel abis. Terpaksa deh bikin sendiri. Ubek ubek internet, nemu blog ini. Panduannya lengkap kap kapppp. Langkah langkahnya juga enak diikuti.

    Resep mbak Endang ini, huenakkkk sekali. Baru sekali ini aku bikin bumbu pecel sendiri, dari bahan bahan segar dan enak. Dulu pernah bikin, tapi gak seenak ini. Kayaknya gak pake gula Jawa.

    O iya, mengenai gula aren, di sini gak ada. Adanya gula kelapa. Tapi gak apa apa, itupun rasanya udah nendang.

    Sejak itu, aku selalu nyetok bumbu pecel. Ya buat bikin pecel, ya buat cemilan. Hahahahahaha... bumbu pecel kok dicemil. Enak jeeee...

    Proyek selanjutnya, pengen bikin bakso ikan. Susahhhhhh, beberapa kali bikin teksturnya gak seperti yang diharapkan. Ntar mau coba resepnya mbak Endang deh.

    Sekali lagi matur nuwun nggih.

    Salam
    Evia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Evia, salam kenal ya dan thanks sharingnya yang manis. Waaah ibu saya pasti akan kembang kempis hidungnya nih dapat pujian seperti ini wkakaka. Senang sekali resepnya disuka dan bisa membantu mengobati kangen sambel pecel tanah air ya. Salam

      Hapus
  17. Mbak endang.... Kemarin malam abis nyoba bikin sambel pecelnya ... Makasih banget krn rasanya teteup juara °\(^▿^)/° ... Cocok banget buat cocolan batagor resep mbak endang jg ♈g̶̲̥̅̊ juara ... Jgn pernah bosen bagi2 resep n ilmu ya mbak ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ) ... Buat org ♈g̶̲̥̅̊ gak ngerti masak kayak ӚҞƯ sangat terbantu sekali dgn blog mbak endang ♈g̶̲̥̅̊ sangat sangat detail menulis setiap stepnya .... Makasih mbak endang ( ‾̴̴͡͡ ε •‾̴̴͡͡ʃƪ)

    Eka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Eka, wah makasih sharingnya ya, sangat,sangat senang sekali resep2nya disuka dan bisa membantu memasak. sambal pecel ini tahan sampai 1 bulan disuhu ruang loh, jadi bisa sekalian buat banyak untuk persediaan hehehhe

      Hapus
  18. Halo lagi mbak.... hehe
    Dulu jaman kuliah d surabaya...dekat kosan ada mbah2 jual pecel lontong mini. 5 potong lontong plus sejumpit sayuran dan sambal yg melimpah, sejak pindah k maumere.....kangeeeeeennnnn ma pecelnya si mbah?warung jawa disini ga ada yg sama dan cenderung encer plus irit sambalnya, rasanya pun jauhhhh. Mau coba bikin, aduh koq kayanya ribeeett. Tp 3 hari yll akhirnya sy buat juga sekalian dg peyeknya. Walah ternyata cepat dan sama skali g ribet, setengah jam selesai. Goreng2, blender pk dry mill jd 4 tahap karna gelasnya keciillll, trus campur2, jadiiiiiiii deh. Dannnnn rasanya lebih mantap dr pecel mininya si mbah. Mkan pake lontong, sayur suka2, tempe goreng, rempeyek kacang arrrggghhhhhhhhh.....tiap 1 jam laperrrr hihuhi.....makasih resepnya ya mbak.lain kali mau bikin sekilo buat stok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nelly, wah jadi ngiler banget sama mba2 jual pecel yang racikan daun2nya lengkap plus pakai kembang turi, Mantaap bangettt, makan pakai lontong haduuh laper habis. Kenapa ya kalau beli lebih enak dibanding bikin sendiri wakakkaka

      Hapus
  19. Wah ternyata sama-sama wong Ngawi,,huehehehehehehehe.

    BalasHapus
  20. Haloo Mba endang..tadi malam saya sudah buat lho pecelx..mantap dan josss rasax
    ni resep ketiga yg saya buat sebelumx saya buat blackforrest kukus n nuget ayam btw nuggetx kebetulan temanku nyoba dan dia minta dibuatkan juga buat anakx hebatttt ya mba padahal saya masih pemula hehe
    Senang mba bisa menemukanmu :)
    Saya buat bumbu pecel krn niat buat sekalian banyak buat stok klo mo bikin pecel
    Tapi sebelumx gak terpikir klo bumbu pecel dibuat banyak n ditaruh dikulkas
    Biasax klo mo makan pecel saya beli bumbu pecel yg jadi soalx ribet klo mo buat (untuk sekali makan saja)
    Tks buat mba endang yg sudah mo berbagi resepx..
    I love you :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Mia, thanks sahringnya ya Mba! Senang sekali resep sambal pecel ala Ibu saya ini disuka hehehheh. Ibu saya pasti mekar hidungnya kalau baca komentar disini. Bumbu pecel ini diluar kulkas bisa tahan 1 bulan wakakka, tapi supaya aman masuk kulkas saja Mba, bisa berbulan2 lamanya.

      Hapus
  21. tadi pagi barusan selesai bikin bumbu pecel ini. pake jasa penggilingan d psr. krn susah cari gula aren, pake gula merah biasa. tp enak aja tuh. asam, manis, asin nya nge-blend dg sempurna. tp bagiku kurang pedas. pdhal cabe rawit uda ditambahin dr resep lohh. dasar suka pedas sihh.. :D
    ama bapak ku malah bumbunya dimakan keringan gitu loh pake nasi. emg bnr, nih bumbu ok juga buat camilan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Richa, thanks sharingnya ya. Senang sekali resepnya disuka. ^_^

      Hapus
  22. besok q mau nyoba resepnya aaa......

    BalasHapus
  23. Lam kenal mba endang, saya yanti.......sy pengen resep pecel mba, krna sy hoby bngt mawm pecel, thanks y mba resep pecel.a

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mba yanti, silahkan dicoba resepmya yaa, moga suka ya mba

      Hapus
  24. Ini ketiga kalinya saya pakai resep ini untuk bikin bumbu pecel. Menurut saya, ini resep sambel pecel yang paling gampang dan simpel krn tidak memerlukan banyak bahan tapi rasanya mantap sekali. Terima kasih mba endang yang sudah berbaik hati membagikan resep2nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Dhita, thanks sharingnya ya. senang sekali resep sambal pecelnya disuka.

      Hapus
  25. Pas buat saya coba, kebetulan lagi merantau di Lombok ingin rasa kampung kota reog....salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip silahkan dicoba ya Mas Rahmat, moga cocok dengan selera ya

      Hapus
  26. wah sambel pecel ngawinya keliatannya maksyus nih :), bisa dicoba buat nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. monggo silahkan yaa, ini setahu saya sih the best sambal pecel so far yaaa

      Hapus
  27. Melihat gambarnya saya tertarik ingin membuatnya sendiri. Sebelumnya saya hanya tau tentang Ngawi itu hanya Soto Ngawi, kalau pecel Ngawi baru tau. Jadi makin penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba rosima, silahkan dicoba ya dan thanks comment-nya disini.

      Wah sepanjang jalan menuju Ngawi penuh dengan restoran penjual nasi pecel hehehe

      Hapus
  28. terimakasi untuk resepnya Mbak. Mamaku juga ada resep sambel kacang, hampir sama cuma dicatatanya malas karna ilmu kira2. kalo bikin sambel sekalian banyak karena buat dikirim kakak2 di luar jawa. Sambal pecel ini kalo buat aku paling juara dibikin telur didadar diberi potongan tahu putih disiram sambel kacang ini....aduhhh resep darurat lapar tengah malam ku..hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba nora, thanks sharingnya yaa, yep sama kayanya tuh sama ibu saya, suka bikin sambal pecel buanyak buat anak2nya hahhaha.

      resep daruratnya kayaya layak dicoba tuh, thanks yaaa

      Hapus
  29. Mba sambal pecelnya nnti ditambah air lagi ya kalau mau dipakai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, sambal ini bentuknya gumpalan keras, yang tahan berbulan2 lamanya, kalau mau dipakai tinggal ambil secukupnya dan tambah air panas saja

      Hapus
  30. Mba Endang, pakai food processor merk apa? Saya lagi cari tapi karena terlalu baca banyak review jadi kebingungan sendiri.. Maaf ya kalo OOT, =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, saya pakai merk phillips ya, so far sih ok2 saja ya mba

      Hapus
  31. Mbak mau nny kl ngeblender kacang dan bumbunya pkai air ga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak mba, kering ya, saran saya blender sedikit2 saja agar mesinnya mau gerak

      Hapus
  32. Kira kira 5 sdm air asam jawa kental itu seberapa mata asam jawa mba endang? Thanks
    Ayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah kalau pakai brp mata asam mba, mungkin sekitar 1/2 gumpalan bola pingpong ya dikentlkan dengan air panas

      Hapus
  33. makasih banget mbak endang resepnya,, kebetulan lagi cari2 resep bikin pecel n ketemu ini blog...

    segera tak coba ini...

    BalasHapus
  34. Mbak Endang,

    Aku barusan siap buat bumbu ini dengan takaran dari CookPad atas nama Ci Amei. Karena dia buat 1/4 takaran nya jadi aku gampang. Tidak usah membuat pembagian.

    Rasanya enak loh, mbak. Jadi aku tidak perlu lagi membeli bumbu pecal di luaran. Yang ini, kacang tanah nya aku panggang dan bumbu cabe nya aku masak pakai minyak sedikit saja :) Oh iya, mbak Endang mau tanya nih jika aku campurin garam + air asam jawa di dalam food processor beserta bumbu bumbu lain nya apakah akan mempengaruhi rasanya?

    Terima Kasih banyak ya, mbak :) Keep inspiring :)

    Semoga mbak Endang di beri kesehatan yang baik & rejeki yang berlimpah atas kebaikan nyaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Jully, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka. Silahkan dicampur saja mba, menurut saya gak masalah ya, selama bumbu dan takaran sama dengan resep ya. Sukses selalu!

      Hapus
  35. Mbak endang ini jadinya manis apa g? Kurang suka cita rasa manis mau ngurangi gulanya klo iya

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya dan menurut sekian banyak orang yang telah mencicipi sambal kacang ini, rasanya pas ya mba ^_^

      Hapus
  36. Mba Endang, kalo kacangnya disangrai aja kira2 bisa ngga ya? apa mungkin ngga bs tahan lama ya? thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya mba santi, asalkan dipastikan matang kacangnya saat disangrai, pengalaman ibu saya kalau disangrai minyaknya keluar lebih banyak, sedang kalau digoreng malah nggak hehhehe, aneh yaa, untuk daya tahan sama ya

      Hapus
  37. sudah buat bumbu pecalnya berkali-kali, malahan dapat pesanan dari ipar dan mertua. wajib stok di rumah untuk menu darurat, tinggal iris timun tambah telur ceplok ato tahu goreng, siap untuk makan.

    trims mba
    helen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Helen, sama seperti Ibu saya hehehe, sambal pecel buatannya melanglang buana kemana2, yang pesen banyak tapi gratisan semua wakakkak

      Hapus
    2. ya mba.. saya seneng kalau kasih sesuatu dan yang menerima juga seneng.banyak resep mba yang sudah saya coba, dan jadi oleh-oleh kalau mengunjungi keluarga atau hidangan kalau ada acara kecil-kecilan di rumah

      mba berbagi resep dan saya berbagi hasilnya ke keluarga, ha..ha..

      trims

      Hapus
  38. mbak endang, salam kenal dari surabaya. barusan saya eksekusi resep sambel pecel ini, enak banget. mirip sambel pecel buatan mbah putri saya orang tulungagung, tp beliau klo bikin sambel pecel dikasi tape singkong yg digoreng, ga pake asam jawa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba, versi mbah nya sama seperti penjual pecel di kampung halaman saya di paron, tapi mereka pakai singkong rebus digoreng, supaya jumlah sambal jadi banyak dan harga lebih murah.

      Hapus
  39. Sepertinya, ini sudah resep patennya orang ngawi mbak. Baru2 saja aku nanya tetanggaku resep sambel pecel, jawabannya persis, kacang 1 kg, gula merah 1/2 kg, garam sak enton..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nana, yep sepertinya begitu ya, karena ibu saya juga dapatnya dari tukang pecel di pasar hehhehe

      Hapus
  40. Salam mba endang.. itu bumbu peecelnya kalau d suhu ruang tahan berapa lama ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. keknya sampai 1 bulan masih oke ya mba, pengalaman saya sih segitu ya

      Hapus
  41. Mbak Endang.. Kalo takaran garamnya pakau sendok takar kira-kira 3 sdm juga atau dikurangi?
    Hehehe biar paten aja ukurannya ��
    Thank youu

    Ina

    BalasHapus
  42. Halo mba Endang makasih ya utk resepnya. Mbak sy kok kesulitan utk menyisir gula merahnya ya. Sy pake gula yg bentuknya kyk setengah bola, tp keras bgt susah hancur,udh digetok juga masih susah, pake dry mill juga ga bisa (malah sy kuatir nnti dry millnya rusak). Boleh minta saran ya mba? Makasih yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Santi, memang ada jenis gula merah yang susah hancur mba, kalau saya sih digetok pakai ulekan diatas meja marmer hehehe

      Hapus
  43. Assalamu'alaikum mba endang..
    Mba, saya pingin nyoba nih resep handalnya...��
    Cuma yg bikin saya jd tetanya-tanya..., di cerita atas menyebutkan cabenya seperempat kilo (berarti 250gr). Cuma kalo d resep kok 150gr ya mba..??
    Mana satu yg benar mba, soale pingin rasa yg pas banget, pas jg pedasnya. �� Trimakasih mba atas resep2 nya yg jitu. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba, saya combine sama cabai rawit jadi saya kurangi takaranya, menurut saya 150 gram sudah cukup, kalau dilebihkan silahkan

      Hapus
    2. Siip mba endang.
      Trimakasih atas pencerahannya dan terutama resep2 nya. ^_^

      Hapus
  44. Kalo kacang yg udah di blender apa digiling bisa tahan berapa lama ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. tahan 1 - 2 mingguan di kulkas, atau masuk freezer saja kalau mau lbh lama

      Hapus
  45. Mba Endang klo mau yg full dioven kira2 bisa ga ya? Trus klo pengen pedes cukup ditambahi cabe aja ya? Saya dah coba ini dan cocok, tp pengen yg ga berminyak buat suami. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa Mba, kacang 500 gram tambah 1 sdm minyak, aduk rata. panggang 200'c sampai matang, balik2 selama dipanggang. Minyak membantu kacang terpanggang baik.

      mau pedas tambah cabai saja mba

      Hapus
  46. Minggu ini bikin ah buat guyuran nasi pecel ditambah tempe goreng dan peyek rebon 😊

    BalasHapus
  47. Holaaa mba endang.. aku baru aja nyoba bumbu pecelnya, pakai 1/4resep. Berhubung aku lg Clean Eating,jadi cabe bawang dll aku rebus smpe layu, n kacang tanahnya aku sangray ,garam pakai himsalt. Hmmmmm rasanya emang mantep tenan,walaupun ga pakai minyak goreng dlm prosesnya tetap legit lezattt khas kacang. Kalah pecel ibu2 yg lewat2😁😁 Thanks resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mantap, kendala sambal kacang memang gula dan minyaknya yaa, padahal pengen clean eating makan pecel rebus2an

      Hapus
  48. tips yang sangat bermanfaat, ditunggu postingan lainnya

    BalasHapus
  49. Waaauuuu baru tahu kalo mba endang orang ngawi, yeaaaayyyy bner2 gk nyangka saya mbk , salam dari saya se sama ngawi yg tinggal nya dijakarta jugaa hehehee

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...