Seakan sudah menjadi tradisi, setiap bulan puasa rekan-rekan di kantor saya akan patungan membuat es buah jelly. Entah siapa yang memulai tradisi ini, tanpa ada ada-aba, selalu ada yang bersedia menjadi sponsor bahan-bahan yang biasanya kami beli di supermarket di sebelah kantor. Saking seringnya kegiatan itu dilakukan, hingga akhirnya sebuah kontainer plastik ukuran besar ditinggal dipantry kantor, siapapun bebas menggunakannya. Bahan-bahan es buah jelly sendiri super mudah, anak-anak dikantor biasanya hanya menggunakan jelly siap pakai dalam air yang dikemas dalam plastik, sari buah kelapa, cincau, buah kaleng, dan selasih. Semua berupa produk yang sudah siap pakai, cukup diceburkan jadi satu bersama susu kental manis, air, sirup dan es batu, aduk-aduk dan jadi deh es buah jelly nan segar.
31 Mei 2018
30 Mei 2018
Resep Nasi Uduk dan Ceritanya
Saya dibesarkan dengan nasi uduk. Alm. Nenek yang biasa kami panggil dengan sebutan Mbah Wedhok sering mengadakan kendurian dirumah dan nasi uduk adalah makanan wajib menu selamatan. Beliau adalah orang tua jaman dulu yang masih menjalankan adat Kejawen dengan taat. Setiap hari kelahiran dan kematian entah itu orang tua, kakek nenek atau anak selalu dilakukan acara selamatan. Tentu saja Mbah Wedhok menggunakan sistem penanggalan Jawa, dan hari kelahiran disebut dengan weton. Saya tidak begitu mengerti dengan sistem yang dipakai Mbah, tapi saya takjub dengan daya ingatnya yang luar biasa. Ketika beliau masih sehat dan belum terkena pikun, beliau hafal semua hari lahir dan hari kematian anggota keluarga yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit. Mbah Wedhok buta huruf, tidak pernah menulis tanggal-tanggal tersebut di sebuah buku catatan namun beliau memiliki sistem tersendiri untuk mengingatnya.
Saya sendiri terus terang senang ketika Mbah mulai menunjukkan tanda-tanda hendak mempersiapkan acara kendurian. Jauh hari beliau telah menimbun kentang, kelapa yang masih utuh bersama batoknya, kol, mie, dan aneka bumbu. Ayam untuk ingkung tentu saja tidak perlu dibeli karena Mbah memiliki ayam piaraan sendiri. Ayam kampung beliau gendut-gendut dan sehat, padahal hanya sekali diberi makan kala pagi hari, dan sisa hari si ayam mencari makanan sendiri ke penjuru kampung.
Label:
Nasi dan Lontong
28 Mei 2018
Resep Humble Bihun Goreng
Melihat kedua keponakan saya, Rafif dan Fatih, membuat saya bersyukur betapa penuh warnanya masa kecil saya dulu. Kedua bocah tersebut - sepertinya juga hampir semua bocah lainnya yang hidup di kota besar - sebagian besar waktu mereka penuh diisi dengan sekolah, segambreng tugas dan kegiatan sekolah, aneka les tanpa henti dan kemacetan dijalan. Bahkan di Sabtu atau Minggu pun mereka harus les piano, gitar, karate, berenang, dan kursus Bahasa Inggris. Jika masih terdapat sisa waktu untuk beristirahat saya melihat keduanya duduk di depan komputer asyik bermain game, atau bergeletakan di sofa dengan gadget di tangan. Bagi saya, betapa stress dan tidak penuh warnanya kegiatan seperti itu.
Bandingkan kala saya masih kecil dulu. Ketika kami masih tinggal di Tanjung Pinang, rumah kami terletak didekat pantai dan rawa. Jarak antar rumah tetangga cukup berjauhan dan dipisahkan dengan hutan kecil yang tidak terlalu lebat. Pohon bakau memenuhi parit disamping rumah, pohon kelapa menjulang tinggi dengan buah yang bergelantungan. Sebuah parit selebar dua meter mengalir didepan rumah, airnya berasal dari laut dan ketika pasang tiba akan penuh terisi ikan-ikan kecil. Setiap hari sepulang sekolah saya akan menghabiskan waktu dihutan, atau diparit mencari ikan.
Langganan:
Postingan (Atom)








