29 April 2020

Resep Choco Chips Raisin Cookies


Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Capek juga dengan kulkas yang penuh berjejal-jejal aneka bahan yang tidak jelas, dua minggu lalu saya duduk mendeprok didepannya dan mulai melakukan sortir. Hasil bongkar-bongkar, saya menemukan banyak bahan kering seperti kismis, biji bunga matahari, kelapa serut atau coconut flakes dan buah kering lainnya. Seingat saya dulu semua itu dibeli gara-gara keranjingan mengudap muesli. Kendala utama food blogger adalah harus selalu siap dengan aneka bahan makanan ditangan, sehingga sewaktu-waktu diperlukan saat satu resep hendak dieksekusi maka bahan tersebut telah ada. Saya punya dua kulkas, satu ukuran besar dan satu lagi agak kecil, keduanya sama-sama dua pintu sehingga kapasitas freezer lumayan besar. Kedua kulkas ini sudah full sesak, bahkan isinya sudah tidak lagi terorganisir rapi. Terkadang saya lupa memberi label bungkusan plastik makanan beku, ketika telah membatu saya kebingungan sendiri dengan isinya. Pernah saya mengira bungkusan plastik berisi kaldu ayam, ketika diceburkan ke kuah sup ternyata putih telur. Untung masih bisa dimakan. 😄

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT
Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Saya sedang menimbang-nimbang hendak membeli chest freezer, kapasitasnya yang lebih besar membuat apapun bisa diceburkan kedalam termasuk bahan kering seperti aneka tepung, kacang-kacangan hingga beras dan pasta kering. Bahan kering ini sebenarnya tahan lama disuhu ruang,  tapi beras yang digeletakkan begitu saja di meja dalam satu bulan telah dipenuhi kutu. Sisa tepung terigu yang masih berada dalam kemasannya bahkan telah disegel rapi dengan mesin pres khusus tetap dimasuki koloni kutu. Jangan ditanya dengan jenis kacang-kacangan karena sebentar saja serbuk putih mulai tampak didasar kemasan tanda kacang mulai digerogoti hewan ini. Saya benar-benar kesal dibuatnya. Tapi jika disimpan didalam freezer semua bahan makanan aman terkendali bahkan tetap aman dimakan walau telah melewati masa expired datenya.

Saya sudah mengecek aneka merk chest freezer, harganya sebenarnya masih terjangkau, tapi membuat saya berpikir ulang. Seharusnya saya mengerem membeli bahan makanan dan bukannya menyediakan ruang lebih besar, sehingga barang yang dibeli semakin banyak demi mengisi ruang tersebut. Sama seperti keinginan saya untuk sukses diet, seharusnya mengerem makanan yang masuk ke mulut, bukannya justru membeli pakaian dengan ukuran dua kali lipat lebih besar agar badan masuk dengan lega dan nafas tidak sesak. Jika saya menyediakan chest freezer (saya berencana membeli dengan kapasitas 200 liter), maka setiap kali melihat masih ada space menyimpan, maka tangan dan mata ini akan gatal untuk belanja dan menimbun. Entahlah, disatu sisi saya merasa benda ini diperlukan, disisi lain akan menyebabkan pemborosan. Arrrgh!

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT
Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Kembali ke resep. Cookies ini sempurna! Super sedap! Walau resep drop cookies ini sudah pernah saya recook berkali-kali tetapi kali ini rasanya berbeda. Saya menambahkan satu bahan yaitu coconut flakes. Iseng awalnya, karena masih ada 2 bungkus serutan kelapa kering ini di kulkas, tapi keisengan ini berbuah manis, kue begitu wangi dan gurih. Kelapa kering memberikan sentuhan rasa dan aroma lezat yang nendang. Banyak yang memuji-mujinya ketika saya edarkan di kantor. 

Kue jenis drop cookies ini paling sering saya buat dibandingkan kue kering lainnya. Prosesnya mudah, bahannya simple dan bisa diceburkan dengan aneka bahan lain seperti oatmeal, sereal, rice crispy, buah kering, potongan coklat dan chocolate chips, serta kacang-kacangan, tidak perlu mengikuti pakem resep dibawah. Semakin banyak isi justru semakin renyah, tidak terlalu melebar dan rasanya menjadi nano-nano. 

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Tektsurnya bisa chewy, sedikit lembab, atau garing dan renyah. Semua tergantung banyaknya bahan isi yang digunakan dan lama memanggang. Semakin banyak bahan pengisi maka kue akan lebih lembab, dan semakin lama dipanggang maka akan semakin crispy. Saya terus-terang lebih suka yang lembab dan chewy dibandingkan crispy. Kue kering yang bercita rasa manis menurut saya kurang nendang jika garing teksturnya, beda jika makanan tersebut adalah camilan asin nan gurih, semakin crispy semakin mantap.

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Choco Chips Raisin Cookies
Resep modifikasi sendiri

Untuk 50 buah cookies

Tertarik dengan jenis drop cookies lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Rice Crispy & Chocolate Chips Cookies
Monster Cookies
Oatmeal Raisin Cookies

Bahan:
- 240 gram mentega
- 200 gram brown sugar
- 2 butir telur
- 2 sendok teh vanila ekstrak
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 20 gram tepung maizena
- 1/2 sendok teh baking powder double acting
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1/4 sendok teh garam
- 200 gram chocolate chips
- 300 gram kismis
- 100 gram buah cranberry kering
- 100 gram coconut flakes (kelapa serut kering)

Cara membuat:

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Siapkan oven, set disuhu 170'C api atas bawah. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang datar untuk memanggang kue kering. Alasi permukaan loyang dengan kertas baking atau silpat. Sisihkan. 

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, tepung maizena, baking powder, baking soda dan garam, aduk rata. Sisihkan.  Aduk jadi satu chocolate chips, kismis, cranberry kering dan coconut flakes. Sisihkan.

Siapkan mikser, masukkan mentega dan brown sugar. Kocok dengan speed sedang hingga lembut. Masukkan vanilla ekstrak, kocok sebentar hingga tercampur baik.

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Tambahkan telur satu persatu dan kocok hingga menjadi adonan yang pucat dan mengembang. Matikan mikser, masukkan campuran tepung, aduk dengan spatula hingga tercampur baik. Tambahkan campuran choco chips dan kismis, aduk rata. Jangan over mixing, jika adonan sudah tercampur baik segera hentikan mengaduk. Over mixing akan menyebabkan kue menjadi keras. 

Resep Choco Chips Raisin Cookies JTT

Tutup mangkuk dengan plastic wrap, masukkan ke dalam kulkas selama 20 menit, agar adonan mengeras sehingga mudah dibentuk dan tidak melebar ketika dipanggang. Adonan tahan 3 hari didalam kulkas.

Ambil sekitar  2 sendok makan, bentuk bulat. Letakkan di loyang, tekan sedikit adonan agar agak pipih. Beri jarak antar adonan agar ketika kue melebar tidak saling bersentuhan satu dengan lainnya. Panggang kue selama 20 – 25 menit hingga permukaannya mengeras, berwarna kuning kecoklatan. Keluarkan dari oven, diamkan hingga kue mengeras di loyang, pindahkan ke rak kawat dan biarkan hingga benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke stoples.




16 komentar:

  1. Wah pas mau bikin (resep lama Mbak Endang), eh ada postingan baru
    Ntar sore bikin ah, sambil ngabuburit
    Mbak Endang belum pernah bikin ginger cookies ya?
    Kemarin saya bikin pakai resep ngawur, masa tepung 300 gram gulanya cuma 120 gram
    Saya baru nyadar setelah semua udah dibaking, kok Ngga manis 😢😢😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah bikin tapi kurang sip markusip, nanti saya coba bikin lagi hahahhaa

      Hapus
  2. Mbak endang yang baik...apakah brown sugarnya bisa diganti gula pasir?

    Putriachristie

    BalasHapus
  3. Ya ampun mba... kejadiannya ampir sama ama saya, saya pernah nemuin bungkusan plastik putih beku, saya pikir putih telur, udah saya masukin ke adonan dimsum, tapi kok encer banget ya, pas saya cium ternyata itu kaldu aya,... hehehe... betewe, ini isiannya bisa pake granola yang untuk diet gitu ya mba? masih ada sisa2 perjuangan usah die.. wkwkwk,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. waakakakak, iyaa, hadoh diet anchur nih saat PSBB, dirumah mulu kepala isinya makaaan saja, dan gerak minim hiks

      Hapus
  4. Btw ttg freezer aku bgt ini mbak. Freezer saya penuh sesak tp keinginan untuk nimbun blm jg sirna apalagi pandemi seperti ini. Dua freezer rasanya mengerang ketika bahan msh dipaksa dijejali aneka makanan. Untuk resepnya saya pernah bikin, adonan satu bulan di chiller msh oke di panggang dan di makan, tdk mengubah rasa. Maklum rasa malas ngoven selalu datang, mau nyemil baru deh dipanggang hehe.. Oya update mba selalu kunanti diblog, semoga semakin rajin posting ditengah pandemi ini agar mood saya ok, Krn blog mba bnr2 sangat membantu mood masak, ide dan ceritanya sangat menyenangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakka, kok sama seperti saya yaaa, freezer mengerang tapi semangat nimbun tetap tinggi, aduuuuh! kemarin baru saya dijejalkan lagi fillet dada dan paha ayam.

      Hapus
  5. JTT paling top,,, tiap aq praktekin, psti hasilny istimewa, sesuai hrpan bgt,,, berkah ya mb,,, sehat2, di kasi lancar rejekinya,, jgn lupa berbagi resep mb 🤭 mksih bgt nget nget resep2nya mb,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin, thanks yaa, senang resep2nya disuka, sukses dan sehat selalu!

      Hapus
  6. Mbak endang, mau tanya. Cari coconut flakes dmn ya? Bs bikin sndr kah? Makasih replaynya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. beli di online shop Mbak, banyak yang jual dan gak mahal

      Hapus
  7. Hai Mba Endang. Aku termasuk sering coba-coba resep JTT. Terima kasih banyak. Yang aku mau tanya, dari beberapa resep cookies ini, Mba Endang ada pakai tepung nya beda-beda ya, ada yang protein rendah, ada yang protein sedang. Takaran mentega dan gula juga beda-beda. Kira-kira yang resep paling baru ini, yang paling pas takarannya atau gimana? Saya cuma punya choco chips sih untuk campurannya. Mohon pencerahannya ya Mba Endang. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. basicnya sih mirip2, tepung bs protein sedang atau rendah. gula disesuaikan saja dengan selera, hanya jangan pangkas banyak2 karena gula membuat kue crispy

      Hapus
  8. Mba Endang, sy cuma punya baking powder, gak punya baking soda. Minta saran apakah di-skip atau takaran bp nya ditambah? Mksh sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai sesuai resep saja, baking soda gak usah pakai gpp mbak

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...