Membuat roti prata (paratha) atau roti cane (canai) memang gampang-gampang susah. Gampang karena bahannya yang sangat minim dan semua cukup diaduk saja. Susah karena hasilnya seringkali tidak sesuai keinginan. Berkali-kali saya mencoba dan berkali-kali berakhir dengan hasil yang mengecewakan. Umumnya penyebabnya karena jam terbang yang kurang sehingga skill pun menjadi terbatas. Untuk membuat roti prata memang yang paling dibutuhkan adalah kemampuan menipiskan adonan hingga setipis kertas agar teksturnya berlapis, lembut sekaligus renyah ketika digoreng di pan.
Terus terang sudah tak terhitung berapa kali saya membuat roti jenis ini. Resep yang bertebaran di internet hampir semuanya sama, bahan utama hanyalah tepung terigu, telur, air, minyak, garam dan jika mau lebih enak ditambahkan sedikit susu kental manis. Tapi membuat roti prata bukan hanya sekedar bahan yang mudah, tapi bagaimana membuat adonan menjadi lentur, elastis, lemas dan bersedia bekerjasama dengan baik ketika digilas, ditipiskan, dilebarkan hingga selebar dan setipis mungkin. Untuk itu semua maka beberapa tips diperlukan.
Mie goreng tek-tek, ah siapa sih yang tidak menyukainya? Mulai dari kanak-kanak hingga mereka yang telah lanjut usia. Teksturnya lembut, rasanya manis gurih dan tersedia dimana-mana. Selama masih ada gerobak si abang yang nongkrong di tepian jalan maka kapanpun dan dimanapun kita bisa menyantapnya. Membuatnya sendiri sebenarnya sangat mudah dan percayalah rasanya tidak kalah dengan buatan abang penjual mie tek-tek langganan. Keunggulan mie goreng buatan sendiri adalah kita bisa membuatnya from scratch, artinya hidangan ini tetap sedap dengan bahan apapun yang tersedia di dapur saat itu.
Membuat makanan sendiri juga menunjang gaya hidup frugal yang saat ini sedang saya giatkan dan menunjang pengelolaan keuangan yang pernah saya bagikan artikelnya disini. Frugal bukan berarti pelit dan super ngirit. Frugal berarti menghemat pengeluaran untuk hal-hal yang tidak perlu, teliti dalam me-manage keuangan, cerdas dalam berbelanja, bebas dari hutang dan konsisten menabung untuk satu tujuan atau masa depan. Banyak diantara kita, terutama yang masih single, ogah memasak sendiri di rumah. Alasan utama biasanya enggan ribet, dan mengira pengeluaran lebih hemat jika jajan di luaran. Padahal banyak sekali resiko mengintai jika kita sering menyantap makan diluar, selain resiko kesehatan (yang mahal harga dan biayanya), juga resiko pengeluaran yang sebenarnya lebih boros. So, tertarik dengan beberapa tips gaya hidup frugal yang bisa kita terapkan sehari-hari? Yuk, lanjut! ^_^
Memang sedikit 'ribet', tapi tampilannya begitu cute. Mungkin alasan itulah yang membuat saya membetahkan diri berkutat bersama semangkuk sayap ayam. Satu persatu sayap dipermak menjadi chicken lolipop yang mungkin pernah anda santap di resto namun enggan memikirkan proses pembuatannya. Tangan pun berlumuran daging ayam dan bau amis menyeruak di dapur. Walau sedikit 'eneg' namun saya tetap nekat. Sudah terlampau lama makanan ini tertunda untuk dipraktekkan sendiri di rumah, walau beberapa kali telah melihat proses pembuatannya yang banyak tersebar di internet. Ternyata tidaklah terlalu sulit, hanya membutuhkan sedikit kesabaran dan tentu saja 'segambreng' waktu luang. Awalnya tentu saja speed sedikit lambat namun makin lama semakin cepat, dan ketika semangkuk sayap telah berubah menjadi pentul kecil yang lucu, saya pun mengambil kesimpulan membuat sayap ayam lolipop ini sangat mudah dan anda harus mencobanya juga di rumah! ^_^