22 October 2012

Ayam Goreng Tulang Lunak: Andai anda bisa turut mencicipinya ^_^


Kegagalan walau menambah satu lagi pengalaman baru tetap saja rasanya menyakitkan jika diingat. Apalagi jika kegagalan itu berhubungan dengan satu ekor ayam kampung ukuran besar yang mahal harganya bagi kantong saya. Sekitar dua tahun yang lalu, satu hari sebelum lebaran tiba, saya bersama adik saya Tedy, bereksperimen membuat ayam tulang lunak, mimpi ini terinspirasi dari ayam tulang lunak restoran Hayam Wuruk yang memang terkenal dan membuka cabang dimana-mana. Demi mewujudkan mimpi menyantap ayam bersama tulang-tulangnya di hari yang fitri maka seminggu sebelumnya saya telah membeli panci presto merk Maxim di Carefour. Itu adalah kali pertama saya menggunakan panci presto dengan tujuan melunakkan tulang, sebelumnya saya sering menggunakan panci presto Ibu saya di Paron, kami memakainya untuk mengempukkan daging dan iga sapi. 


Menggunakan resep asal-asalan dan takaran kira-kira memang bukan jaminan kesuksesan. Tak heran, walau telah didukung dengan pe-de yang segunung, justru musibahlah yang didapatkan. Waktu itu, saya bahkan sama sekali tidak membaca manual book yang disertakan di panci. Sehingga ketika panci berdesis dengan nyaringnya seperti terompet, saya dan Tedy berlari ke dapur dan heboh mengerubungi panci. Kami berdua mengira bunyi mendesis itu berarti tandanya ayam sudah matang. Okay, yep, betul, saya setuju dengan anda bahwa itu terdengar bodoh sekali. Kami lupa, saat itu tujuan kami mempresto bukan untuk mengempukkan daging tapi untuk mengempukkan tulang. Panci lantas saya guyur dengan air untuk mempercepat uap panasnya keluar dan saat penutupnya dibuka tampaklah si ayam yang boro-boro tulangnya lunak, dagingnya bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda empuk sama sekali. Jadi saya menutup panci dan merebusnya kembali kali ini dengan tekad, "Kita akan merebusnya sampai kiamat! Tidak peduli panci ini berteriak-teriak nyaring". Adik saya yang sama minim pengetahuannya mengenai presto-mempresto menganggukkan kepala setuju dan kami pun kembali terkapar di atas kasur sambil sibuk browsing internet di laptop. Hingga Mba Jum, asisten saya yang saat itu masih bekerja di rumah Pete, berteriak kencang, "Mbaaaakkk, ayamnya gosong!".


Sudah pasti proyek abal-abal berjudul 'Ayam Tulang Lunak Untuk Hidangan Lebaran' sirnalah sudah. Ketika panci di buka, separuh ayam bagian bawah menghitam, dan benar-benar gosong seperti arang, dan ajaibnya tulangnya sama sekali tidak lunak! Sementara Tedy meratapi ayam kampung untuk lauk lebaran, maka saya meratapi panci baru saya yang bagian dasarnya berkerak hitam. Butuh tiga hari tiga malam merendam sang panci, segelontor sabun dan abu, serta mengorbankan sepuluh kuku jari untuk membersihkan kerak di dasar panci walaupun hasilnya tetap tak sekinclong semula. Setelah itu panci presto pun masuk ke dalam kotaknya kembali dan tersimpan di dalam lemari terkunci hingga kemarin, Ian Corona seorang pembaca JTT mengirim email ke saya menanyakan resep ayam goreng tulang lunak. Haiya!


Walau eksperimen pertama gagal dan membuat saya menjadi demotivasi, bukan berarti rasa penasaran saya hilang. Jadi ketika Ian meminta saya di email untuk memposting mengenai masakan ini, saya pun teringat kembali dengan panci presto dan pengalaman dua tahun yang lalu. Hmm kali ini saya akan mencobanya sekali lagi dan tentu saja hasilnya harus lebih baik. Saya pun sibuk mencari resep dan tips yang paling oke bahkan hingga menyaksikan beberapa video di internet. Tidak puas, lemari buku pun dibuka dan akhirnya pilihan resep saya lagi-lagi jatuh di buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa. Okeh lantas bagaimana hasilnya? Berhasil! Benar-benar empuk hingga ke tulang-tulangnya. Mantap! Namun sayang kremesan untuk taburan di ayam, hasilnya kurang mengesankan, dari dulu saya selalu gagal membuat kremesan yang aduhai. Walau garing dan renyah namun tampilannya kurang bersarang. Tapi siapa peduli? Poin penting adalah ayam tulang lunak berhasil diwujudkan. Ahh, andai anda bisa turut mencicipinya. ^_^


Untuk membuat ayam ini maka anda memerlukan panci presto. Pada beberapa artikel yang saya baca, bisa juga dengan merebus ayam selama 3 jam di panci biasa, namun saya kurang yakin dengan hasilnya. Saya menggunakan panci presto Maxim kapasitas 6 liter. Sebelum digunakan untuk merebus ayam, alasi dasar panci dengan daun pisang. Nah, karena saya lupa membeli daun pisang maka saya memanfaatkan daun lengkuas yang pohonnya rimbun di depan rumah Pete. Daun lengkuas memiliki tekstur mirip seperti daun pisang, ukurannya cukup lebar dan aromanya pun harum. Tata daun di dasar panci, baru letakkan ayam yang telah dibumbui dan masukkan santan hingga ayam terendam. Untuk ayamnya, saya menggunakan ayam kampung muda yang saat ini banyak dijual di supermarket, ukurannya tidak terlalu besar. Membutuhkan waktu selama satu setengah jam untuk memasaknya, dan hasilnya ayam benar-benar empuk hingga keseluruh tulangnya. Jika anda menggunakan ayam kampung yang lebih besar dan mungkin lebih tua, maka waktu merebusnya tentunya akan lebih lama. 


Secara keseluruhan membuat ayam tulang lunak bukanlah pekerjaan yang sulit. Selama anda tahu tips dan cara menggunakan panci presto yang anda miliki maka saya rasa mulai sekarang tidak ada lagi waktu dan uang terbuang di resto. Namun yang jelas, bagi yang memiliki kucing di rumah, siap-siap saja ya untuk menerima aksi protes mereka. ^_^

Note:
Takaran santan dan lamanya memasak disesuaikan dengan ukuran ayam. Semakin besar ayam maka semakin banyak santan yang digunakan dan waktu memasak yang lebih lama. 

Berikut resep dan cara pembuatannya ya.   


Ayam Goreng Tulang Lunak
Resep ayam diadaptasikan dari buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa - Ayam Goreng Tulang Lunak
Resep kremesan hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 1 ekor ayam kampung muda
- 1 sendok teh baking powder
- 1 liter santan dari 1 butir kelapa
- daun pisang untuk mengalas panci presto, saya menggunakan daun lengkuas
- minyak untuk menggoreng ayam

Bumbu dihaluskan: 
- 5 butir bawang merah
- 5 butir bawang putih
- 5 butir kemiri, sangrai
- 2 sendok teh ketumbar, sangrai
- 2 ruas kunyit
- 2 ruas jahe
- minyak untuk menumis

Bumbu lainnya:
- 2 ruas lengkuas, memarkan
- 3 batang serai, ambil bagian putih dan memarkan
- 10 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 2 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula pasir
- 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)
- 2 sendok makan air asam Jawa

Bahan & bumbu kremesan:
- 1 sendok makan tepung sagu
- 1 sendok makan tepung maizena
- 2 sendok makan tepung beras
- 400 ml air sisa merebus ayam
- 1 sendok teh baking powder
- 1 butir kuning telur, kocok lepas
- Minyak yang banyak untuk menggoreng kremesan

Cara membuat:
Siapkan panci presto, alasi bagian dasarnya dengan daun pisang. Saya menggunakan daun lengkuas. Oleskan mulut panci dengan sedikit minyak goreng untuk memudahkan kita membukanya saat ayam telah matang. Sisihkan. 


Siapkan ayam kampung, bersihkan dan belah bagian dadanya, jangan sampai putus. Pentangkan ayam. Taburi permukaan dan bagian dalam ayam dengan baking powder hingga merata. Tutupi dengan plastik wrap atau penutup lainnya dan diamkan di kulkas selama 1/2 jam. 


Siapkan wajan, beri dan panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan bumbu lainnya dan tumis hingga daun rempah layu dan matang. Ambil rempah-rempah seperti lengkuas, daun salam, serai dan daun jeruk yang terdapat di dalam tumisan, ketuk-ketuk agar bumbu halus yang melekat terlepas, masukkan rempah daun ini ke dalam panci presto. Sisihkan bumbu tumisannya.


Keluarkan ayam dari kulkas, olesi ayam dengan tumisan bumbu yang kita sisihkan tadi hingga seluruh permukaannya tertutup oleh bumbu. Diamkan ayam selama 1/2 jam, bisa di suhu ruang atau di kulkas.

Masukkan ayam ke dalam panci, tuangkan santan hingga ayam terendam oleh santan. Jika kurang asin tambahkan garam. Tutup panci presto
dan ikuti seksama instruksi yang tertera di buku petunjuk panci presto anda. 


Masak dengan api besar hingga uap keluar dan mendesis dari katup di panci selama 1/2 jam. Kecilkan api dan masak selama 1 jam dengan api yang tidak terlalu besar.  Matikan api kompor, biarkan uap benar-benar menghilang dari panci baru buka penutup panci. Pada tahapan ini air untuk merebus benar-benar habis, karena itu perhatikan baik-baik saat anda merebusnya jangan sampai air habis dan gosong.   



Biarkan ayam mendingin. Siapkan wajan, beri minyak agak banyak. Ambil ayam secara hati-hati karena ayam sangat rapuh, biarkan air sisa merebus dan sisa-sisa bumbu dipanci, kita akan mengguanakannya untuk membuat kremesan. Goreng ayam dalam minyak panas hingga kecoklatan, kemudian balik dan goreng sisi sebelahnya hingga matang. Tidak memerlukan waktu lama untuk menggorengnya. 

Tips lainnya untuk menghindari ayam hancur adalah dengan meletakkan ayam di atas saringan dan menggorengnya. Namun jika kita melakukannya dengan hati-hati dan ayam tidak dibolak balik maka menggorengnya langsung tanpa menggunakan saringan hasilnya juga oke. 

Angkat dan tiriskan ayam. 

Membuat kremesan:


Tuangkan 400 ml air ke dalam panci bekas merebus ayam. Aduk-aduk menggunakan spatula kayu hingga bumbu dan sisa santan yang menempel di panci dan daun rempah larut. Saring air berbumbu ke mangkuk. Masukkan bahan-bahan kremesan lainnya ke dalam air.

Aduk semua bahan kremesan hingga tercampur baik membentuk adonan yang halus dan tidak bergerindil.  Adonan yang terbentuk encer, tidak pekat.


Saring minyak bekas menggoreng ayam. Tuangkan di wajan dan panaskan hingga benar-benar panas. Ambil satu sendok makan adonan, tuangkan adonan dengan jarak cukup jauh dari wajan, kira-kira 40 cm dari permukaan minyak. Cara ini untuk membuat adonan menyebar dan tidak menggumpal. Ulangi dan lakukan hingga di permukaan minyak terbentuk cukup banyak kremesan. Biarkan adonan mengeras, siram-siram adonan dengan minyak panas. 

Goreng hingga warnanya kecoklatan. Karena sangat remah kremesan mudah sekali berubah menjadi kecoklatan  jadi lakukan dengan cepat dan angkat kremesan menggunakan saringan. Tiriskan kelebihan minyak. 

Tata ayam goreng di piring, taburi dengan kremesan pada permukaannya dan ayam siap disantap dengan nasi panas. Saya menyantapnya dengan nasi uduk dan balado teri kacang yang super pedas. Yummy!

Sources:
Buku Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa - Ayam Goreng Tulang Lunak

37 comments:

  1. Hallo mbak endang salam kenal.
    Nama saya santhi, senang sekali rasanya bisa menemukan blog ini. resep yg mbak posting sdh ada beberapa yg saya coba dan hasilx alhamdulillah semuax sukses oh iya tadi malam sy baru mencoba membuat roti burger dan hasilx sangat memuaskan. terima kasih ya mbak kalau sj sy tdk menemukan blog mbak sepertix sy tdk akan mendapatkan hidayah buat terjun kedapur tuk nyoba resep2 dr mbak. skali lagi makasih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Shanti, makasih atas sharingnya ya, wah saya senang blog ini bisa bermanfaat. Saya yakin sebenarnya Mba Shanti udah jago masak hanya butuhs sedikit di provokasi saja supaya terjun ke dapur hahahha. Tetap semangat ya Mba! Sukses selalu.

      Delete
  2. Hai mbak salam kenal,
    aku pemula bener didunia masak memasak, rasanya g ada waktu.. diserbu capek duluan hehehe..jg seringnya gagal melulu kalo bikin apa2..(alasan terakhir yg paling tepat)
    tp liat ayam ini jd ngiler lagian ayam adalah kesukaan anakku yg no. 2 tp jg paling sulit kalo disuruh makan..piye iki mbak ??..pas dirumah ada presto hadiah ultah perusahaan n selama ini cuma buat masak nasi aja
    mbak, misalnya gak pake ayam kampung g bisa y?..
    cuma itu sih yg mau ditanyakan tp kepanjangan prolog..tq mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, salam kenal juga. Yep, memasak kadang memang belum terjun dah males duluan, saya yang memang passion disini saja sering banget males, kalau saya baru mikir cucian piring segunung dah demotivasi duluan wakakaka. Bisa pakai ayam potong biasa Mba, justru akan lebih cepat empuknya. Tapi sebenarnya selama masih ada makanan lain bergizi yang dimakan gpp kok, justru kalau dipaksa2 makan dan akhirnnya menjadi doyan makan, nah ini bisa kebablasan. Saya punya keponakan doyan banget makan, malah kegendutan dan sekarang harus diet hahaha.

      Delete
    2. Salam kenal ya mba,,,resepnya sdh sy coba..tp sy ga pake daun pisang dan berhasil...tulangnya lunak....btw kremesnya masih gagal :(

      Delete
    3. Salam kenal Mba Deasy, iyah nihhh kremesnya saya juga suka gatot, saya bahkan sering bikin berakhir jadi peyek hiiiikks

      Delete
  3. mb endang ini tulangnya bener2 lunak ya?tujuan di kasi baking powder supaya apa mb?arie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, nah pertanyaan itu juga saya tanyakan ke diri sendiri saat mencoba resep ini, wakakak, berhubung saya hanya mengikuti resep di buku ya saya jalankan saya perintahnya hahahha. Saya rasa supaya tulang cepat lunak dan crispy ya.

      Delete
  4. Hi mba.... Salam kenal.....terimakasih utk sharing resep ayam tulang lunaknya. Bener-bener cetar membahenol ulalaaa klo kata miss.syahrini (xixixixi...). Ayam nya berhasil aku buat. Pas banget sm siatuasi sekarang yg musim hujan and banjir. Di mn2 syusah nyari ikan laut. Ketemunya ayam2 lagi...ayam lagi. Smpai bingung ayamnya mau dibikin apa. Empuk smpai ketulang2nya. Aku nyoba pake ayam bloiler biasa lho. Tp ga kalah enak tuh... Saking empuknya, anak2 ku smpai bilang gini .."Mamie, ayamnya ga pake tulang ya....?".... Thanks ya mba...... Worth to try dech.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mantap, saya belum pernah coba pakai ayam negeri tapi tapi saya yakin kalau bumbunya medhok rasanya pasti tokcer juga. Yep, ikan lagi mahal dan susah, pakai ayam tulang lunak anak2 pasti suka ya Mba. Thanks sharingnya ya, jadi ngiler juga nihhhhh hahahha

      Delete
  5. met sore mbk endang....
    saya tyaz mbk..,yg pernah nyoba brownies pisang kukusnya mbk endang di blog ini.
    mbk...,saya tuh pernah dikasi resep ayam goreng tulang lunak sama kakak. bahan & bumbunya sama spt punya mbk endang,tapi cuma ga pake baking powder & santan. kucoba sih..,tapi menurutku kurang empuk. trs ada yg bilang ditambahi pake soda kue, juga kucoba tapi masih kurang empuk juga. apa itu berpengaruh ya mbk?? untuk rasa sih sdh pas ya, cuma keempukan tulangnya itu lo...,masih kurang.
    mau coba lagi rasanya kok masih gimanaa gitu...
    kapan2 coba pake resepnya mbk endang aja ahh...,moga2 kali ini berhasil. thx utk resep2nya mbk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus terang saya belum nemu manfaat baking powder di ayam tulang lunak (proses chemistrynya gimana), tapi memang ayam yang saya buat empukkkkkkk banget sampai ke tulang2nya dan resepnya menggunakan baking powder. Jadi ya harus dicoba untuk membuktikannya Mba hehehhe. Moga berhasil dan sesuai keinginan ya. ^_^

      Delete
  6. Halo mbak endang, saya mau tanya. Setelah ditaburi Baking Powder dan didiamkan 30 menit, sebelum ayam dicampur bumbu memang tidak perlu dibilas lg y? Kalau tidak dibilas tidak berpengaruh pada rasanya kan? Makasi sebelumnya mbak endang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ayu, tidak perlu dibilas ya Mba dan nggak berpengaruh sama rasanya kok. ^_^

      Delete
  7. Kremesannya super yummy... sukses berat. Anak2ku suka banget..

    ReplyDelete
  8. Hahaha..sama mbak..sekitar 1thn yg lalu saya jg bikin ayam kremes ini krn kepengen ayam suharti yg dibogor ini nggak ada..hasil akhirnya gagal XD..g pake baking soda emang..bwhnya hmpir gosong..tp selamat bs digoreng walopun tulangnya g empuk n kremesannya pun gagal..piye carane bikin kremesan yg oke y..

    Tp saya nyerah mbak..klo bs..untuk ayam kremes ini saya pilih beli aja deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, ini kremesan memang bikin sutris wakakka, sampai sekarang saya belum sukses bikin yang ala resto.

      Delete
  9. mbaa.. aku gagal,, huhuhuhuhu.. bawahnya nyaris gosong, ayam empuk tapi tulangnya ga lunak.. apa karena panci prestonya ya? aku pake oxone 0x2012 yg 12L, takaran airnya aku tambah 200ml

    kira2 salah dimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Sally, untuk memakai panci presto, sebaiknya panci dialasi dengan daun pisang terlebih dahulu supaya kalau gosong bukan makanannya yang gosong ya.

      Saat pertama merebus, gunaakan api besar, jika telah keluar suara desisan, kecilkan api, gunakan api kecil saja untuk merebus hingga empuk. Untuk waktunya, kira2 45 menit sampai 1 jam, air harus menutupi permukaan ayam ya. Kalau apinya terlalu besarm air cepat habis sedangkan ayam belum empuk.

      Delete
  10. hallo mbak.... bersyukur nih aku dapet menemukan blog ini ga cuma bikin senyum sendari malah jd mau beli panci fresto. kebetulan sekali aku memang cari resep tulang lunak seperti yang mbk posting ini terus terang saja saya br sekali makan ayam yang tulangnya lunak itu pun dapet ngasih waktu aku kecil makanya sekarang saya cari resepnya... makasih banyak ya mbk saya akan coba moga2 aja sukses aku cuma bisa masak air sama masak mie saja tp kepengen masak dan makan ayam tulang lunak... di coba ah.. tp nyari dl pancinya nihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Enday, silahkan dicoba mba resepnya, moga suka ya. wah kemarin di lo**te ada diskon panci presto merk ki**in, 50%, dikantor saya buanyak yang borong panci wakakakk. Bikin ayam tulang lunak gampang kok, yang penting diikuti proses dan penggunaan panci dengan seksama. Moga sukses ya ^_^

      Delete
  11. Hai mba...lam kenal..sy ida..panci presto qta sama nih..tp sy lw bikin ayam presto sarangannya(alas yg bolong2)tu sy pake,trus d alasin daun pisang,baru airnya hanya sebatas sarangannya z,jd si ayam gak kerendam,ap itu yg bikin si tulang ayam gak lunak yah...ikan jg gtu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, selama pakai panci presto saya nggak pernah pakai sarangannya. panci saya alasi daun pisang saja dan ayam/ikan saya masukkan ke dalam, air harus penuh sampai bahan kerendam. Kalau untuk waktunya berapa lama, harus trial error, jangan sampai gosong saja. tulang tidak akan lunak kalau air kurang.

      Delete
  12. Met malam (again) waktu Durham, Mba. Anak2ku dan suami suka sekali dengan ayam kremes, apalagi yg tulang lunak. Jadi pengen buat degh. Masalahnya di sini ndak pernah nemu daun lengkuas, kalau daun pisang sangat mahal (mereka import dari belanda)....jadi gimana yah Mba? Ada saran kah? Lalu kalau ndak ayam utuh, apakah bisa? seperti sayap atau paha potong saja (karna jatuhnya lebih murah) Makasih yah Mba Endang. Motik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Motik, pakai daun salam atau kalau nggak ada juga gak papa, hanya pastikan airnya cukup untuk membuat tulang lunak tanpa ayam gosong ya.

      Pakai bagian2 ayam juga gak papa, gak harus ayam utuh ya Mba.

      sukses untuk Mba dan keluarga ya, moga suka dengan ayam kremesnya hehhehe

      Delete
  13. Malam mba,,kebetulan bgt bru dpt hadiah panci presto dikarnaval kmrin,langsung ubek2 google bwt cari cara pakenya,dan kepincut şαмά blog mba..hehehe oiya mba saya baca dibuku panduannya klo awal make pancinya tutup katup tengahnya dibuka dl,setelah berbunyi dan keluar uap baru tutupnya dipasang,apa mba jg sprti itu menggunakannya?kbtulan merk panci saya şαмά dngn mba..dan kalau masak bandeng apa cara masaknya şαмά? Terimasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, yep dibuku panduan memang seperti itu ya, katup dipasang saat panci berbunyi. Awalnya saya juga begitu, lama2 nggak wakkakak. Saya pakai katup dr awal sampai akhir masak. Saya biasanya pakai api besar, ketika panci bunyi, api saya kecilkan dan masak sampai matang. Untuk semua resep saya yang pakai panci tekanan tinggi semua prosesnya sama, hanya lamanya saja beda2 ya.

      Delete
  14. Mba...saya sudah ćöƀǻ resepnya...dan....terereng......berhasil....xixixixixi tulangnya lunak dan kremesnya berhasil..saya pake baking powdernya 1sdm,(sebenernya g itu g sengaja pas nuanginnya kebablasan) ţŕƲš wktu gorengnya ɑ̤̥̈̊ku tuangin adonannya keatas saringan Ɣƍ bolongnya kecil2 itu,,alhamdulillah berhasil....Jazakillah resepnya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya suka gagal sama perkremesan wakkakakak, tapi senang mendengar Mba sukses membuatnya. thanks sharingnya ya Mba ^_^

      Delete
  15. Mba, kalau ayam nya dipotong2 dulu seperti menjadi 4 bagian sebelum dimasukkan ke presto bisa ga? Terus kenapa pakai santan mba apakah hasilnya akan lain kalau pakai air biasa? Thanks. Evelyne

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok, silahkan kalau mau dipotong dulu ayamnya. santan membuat ayam gurih dan lebih sedap.

      Delete
  16. Dear mba Endang, mau tanya klo pake santan kental takarannya jd brp ya mba? Dan utk rasa apakah berbeda? Trims before. I love Jtt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Dewi, pakai saja santan instan sachet ukuran 80 atau 90 ml, cairkan dengan air 1 liter, gak papa kok, gak akan merubah rasa ya.

      Delete
  17. mba endang ini aku lagi masaknya.. waa, ternyata pas pakai presto di 1/2 jam pertama (dgn api besar) aku gak nutup rapat. walhasil gak bunyi mendesis dan air santan keburu hampir habis.. untung belum sampai gosong.

    terus krn kehabisan santan, aku tambahin susu kira2 600ml hanya spy agak terendam lagi. dan baru mulai pemrestoan lagi.. komentar suamiku waktu ngicip, dia bilang lagi masak soto ya?

    *berdo semoga berhasil.. mayan ni sesiangan cuma ngurusin si ayam tulang lunak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mb, hati2 memakai presto ya, harus ditutup rapat kalau nggak tutup bisa meledak dan terlempar keatas, teman kantor saya banyak yang trauma karena kejadian itu.

      Selain itu tidak rapat nutup membuat ayam gak lunak hingga tulang dan air habis sehingga gosong. Btw, gimana hasilnya ayam pakai santan+susu? hehheheh

      Delete
  18. mbk pernah masak bandeng presto pke maxim? Ko katax durix g bs lunak n malah dagingx hancur?

    ReplyDelete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...