19 Mei 2017

Resep 20 Menit Orak-Arik Telur dengan Jamur



Flu menyerang di kantor saya, beberapa teman mulai merasakan panas deman, batuk dan hidung 'meler'. Cuaca yang tidak menentu dan efek dari jalan-jalan ke Thailand mulai terasa di badan. Saya yang tadinya super fit kini mulai tertular juga, sejak tadi malam mulai merasakan sedikit demam, sakit kepala dan tenggorokan kering. Jika sudah seperti ini minum air putih yang banyak dan tidur adalah obat yang super mujarab, plus doping vitamin C dosis tinggi dan susu Bear Brand sebagai booster untuk menambah stamina. Dua tips yang terakhir adalah saran dari Mbak Mirah, rekan kantor yang duduk di sebelah meja saya.  

"Jangan minum obat flu dulu Ndang, minum vitamin C dosis tinggi dan susu beruang kalau masih tahap awal flu," katanya tadi siang ketika melihat saya mulai merogoh Panadol dari dalam tas.  Tapi saya yang tidak sabar dengan kepala pusing dan badan demam tak menghiraukannya dan langsung menegak satu butir obat. Besok Sabtu adalah hari yang sibuk karena adik saya, Wiwin, memesan rendang berkilo-kilo dan nugget untuk bekal sahur kala puasa, yang sebentar lagi akan tiba.  Dan Minggunya saya mendapat undangan talk show dari sebuah brand coklat untuk peluncuran produk chocolate compound mereka yang baru. Jadi saya kudu fit dan sehat untuk dua hari berat tersebut. ^_^

Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur
Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur

Sebenarnya kalau kondisi kurang fit begini maka memasak adalah pekerjaan yang paling saya hindari.  Memasak memerlukan stamina tinggi dan tenaga kuda, apalagi memasak rendang untuk 3 kilogram daging sapi. Membayangkan berdiri berjam-jam sambil mengaduk masakan sebenarnya sudah cukup membuat kepala nyut-nyutan. Tapi untungnya rendang dan nugget adalah dua menu yang resepnya sudah 'ngelotok' dari kepala, dan sudah pernah dimunculkan di JTT, jadi saya tidak perlu berhenti berulangkali ditengah proses memasak demi mengambil gambar. 

Tahukah anda betapa memasak menjadi kegiatan yang panjang dan lama jika harus berhenti disetiap step untuk mengambil gambar? Bahkan walau hanya untuk memasak telur orak-arik dan jamur seperti postingan saya kali ini. Teorinya sebenarnya hanya membutuhkan waktu 20 menit, dan memang hanya 20 menit waktu yang kita perlukan untuk membuatnya ready di meja makan. Tapi plus menenteng sebuah kamera DSLR yang berat untuk mengambil gambar maka waktu memasak bisa 'molor' menjadi satu setengah jam! ^_^

Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur

Resep ini terinspirasi dari adik saya, Tedy, yang suka memasak dan dulu ketika masih tinggal bersama di rumah Pete suka membuatnya. Betapa seringnya dulu kami berantem gara-gara memasak, semata-mata karena adik saya enggan membersihkan dapur dan kompor usai menggunakannya, sementara saya selalu meninggalkan dapur dalam kondisi 'kinclong'. "Dasar perfectionis!" Adalah komentar adik saya jika saya mulai mengoceh-ngoceh dari Utara ke Selatan. Walau cowok, namun Tedy suka mempraktekkan aneka resep dan berkreasi satu menu a la dia yang saya akui rasanya sedap. Nah telur orak-arik ini biasanya dibuat oleh Tedy menggunakan rajangan daun sawi, namun saya suka menggantikannya dengan jamur. Resep ini saya hadirkan juga di buku ketiga JTT "90 Menu Rumahan untuk 30 Hari' yang menurut beberapa pembaca sulit ditemukan di pasaran. Jadi jika anda berminat untuk mendapatkannya saran saya belilah versi ebooknya di Play Store karena buku fisiknya agak susah ditemukan di toko buku.

Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur

Membuat lauk ini super duper mudah. Jamur merang di resep bisa digantikan dengan jenis jamur lainnya seperti champignon, jamur kancing, shiitake atau jamur tiram. Atau anda juga bisa menggantikannya dengan brokoli, kembang kol, rajangan sawi atau pak choy, wortel dan buncis, tentu saja sayuran harus dimasak hingga empuk baru telur orak-arik dimasukkan. Karena masakan ini berbentuk tumisan maka usahakan  jangan menambahkan air ke dalamnya. Masakan ini kering dan bukan berkuah, kondisi kering membuat telur tidak basah atau menjadi semi 'nyemek-nyemek'. 

Bagi anda yang sedang malas ke dapur, atau tidak enak badan seperti saya, maka masakan simple namun lezat seperti ini layak dicoba. Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur

Orak-Arik Telur dengan Jamur 
Resep diadaptasikan dari adik saya, Tedy

Untuk 4 porsi 

Tertarik dengan resep tumisan lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Tumis Kangkung Belacan
Tumis Tempe Gembus, Leunca, Teri dan Daun Melinjo
Tumis Cumi-Cumi Asin Cabai Hijau  

Bahan: 
- 20 buah jamur merang, belah menjadi dua atau empat bagian 
- 4 butir telur, kocok lepas + ¼ sendok teh garam
- minyak untuk menggoreng telur

Bumbu tumisan:
- 1 sendok makan minyak untuk menumis 
- 4 siung bawang merah, rajang tipis 
- 3 siung bawang putih, rajang tipis 
- 1 cm  jahe, memarkan 
- 2 buah cabai hijau besar, iris serong tipis 
- 4 buah cabai rawit, iris serong tipis 
- 1 buah tomat merah, iris tipis 
- 1 sendok makan saus tiram 
- 1 sendok makan kecap manis 
- 1 sendok makan kecap asin 
- 1 sendok teh gula Jawa/gula pasir
- 1/4 sendok teh garam

Cara membuat: 

Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur

Siapkan wajan anti lengket, beri 2 sendok makan minyak dan panaskan hingga benar-benar panas. Tuangkan telur kocok dan biarkan hingga telur agar mengeras bagian dasarnya namun permukaannya masih agak basah. 

Aduk telur dengan spatula hingga tercabik-cabik dan membentuk orak-arik, masak hingga telur mengering dan matang. Angkat dan sisihkan. 

Note: jangan aduk-aduk telur jika kondisinya masih sangat basah karena telur akan hancur dan tidak membentuk orak-arik. 

Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan  transparan. Masukkan cabai, jahe dan tomat, aduk dan tumis hingga cabai tampak layu. 

Masukkan saus tiram, kecap manis dan kecap asin, aduk rata dan tumis selama 10 detik. Masukkan jamur merang, aduk dan tumis hingga jamur layu dan matang.

Resep Orak-Arik Telur dengan Jamur

Masukkan telur orak-arik, aduk rata. Cicipi rasanya, sesuaikan asin dan manisnya,  angkat dan sajikan dengan nasi hangat. Super yummy!



10 komentar:

  1. Hai Mba Endang.. jamur merang favorit banget.. dimasak apa saja saya suka ^_^ buat sahur cocok nii.. simple n praktis.. o iya mba kapan ada temu penggemar? Nunggu2 nii.. demo masak gitu mba. Saya ngikutin blog Mba Endang dr tahun 2011 penasaran pingin lihat mba endang iih.. Mba, bikin novel yaa.. atau kompilasi cerpen. Boleh juga diselingi bbrp resep.. suka banget gaya penulisan Mba Endang..
    Sukses selalu ya Mba maaf komentarnya panjang hehe
    Rizi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rizi, thanks ya sudah menyukai dan menjadi penggemar JTT sejak lama. Saya jadi terharu bacanya. Moga bs kerjasama dengan penerbit buat temu teman2 lainnya. Udah ada rencana,ntar dicari waktunya ya. Bikin novel udh masuk dalam list jangka panjang, tapi sayang waktunya belum ada.

      sukses untuk Mba Rizi yaaa!

      Hapus
  2. mb End, talk shownya di tayangin di tv gk,tv mana, mo nontonin idola sy nihhh, live gak, kabarin jam tayangnya donk, komentnya itu dulu, mo lanjutin baca, cepat sehat mb End,salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba, nggak ditayangkan di TV ya, ini hanya launching produk baru coklat Colatta, jadi hanya lingkup kecil saja ya.

      Hapus
  3. Dear mbk Endang.... menu ini seriiing banget hadir di dapur... kalo aku sering campur bakso ato wortel... ini menu sarapan tersering buat suami...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Rini, wah iya campur bakso pasti enaaak yaa.

      Hapus
  4. Favorit banget nih mba, jamur + telur dadar. Mba, biar ngga berair waktu dimasak jamur ngga perlu dicuci dulu kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Herlina, yep biasanya saya cuman lap pakai tissue saja, kecuali saya gak yakin sama kebersihannya (misal beli di pasar) terpaksa saya cuci dan peras kuat2 mba

      Hapus
  5. mbaa..itu wajannya beli dimana, sering lihat wajan itu berseliweran di resep jtt dan kayaknya enak banget gak lengket #gagalfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha, wajan ini historinya gak jelas mba. dulu waktu awal pindah ke rumah pete banyak yg nymbang perabot, nah wajan ini gak tahu siapa nyumbang wakakkakka

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...