23 Januari 2019

Resep Cuciwis Siram Jamur


Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Pernah atau justru sering menemukan jenis sayuran ini di pasar? Di Jakarta, cuciwis termasuk langka ditemukan di pasar tradisional. Atau mungkin karena memang pasar di dekat rumah saya sangat terbatas jenis sayur segar yang dijual. Cuciwis biasanya justru dijual setiap waktu di supermarket. Banyak yang menyebut sayuran ini adalah kol Brussel atau Brussels sprouts, tapi sebenarnya bukan. Walau kol dan Brussels sprouts berasal dari keluarga yang sama yaitu Brassicaceae bahkan memiliki nama spesies yang sama yaitu Brassica oleraceae, namun dari kultivar yang berbeda. Spesies Brassica oleraceae sendiri sangat luas macamnya didalamnya termasuk kale, kol, kembang kol, brokoli, Brussels sprouts, kai lan, kohlrabi, dan collards green.

Lantas apa sebenarnya cuciwis? Tekstur dan rasanya mirip kol, bentuknya tidak terlalu seperti kol atau Brussels sprout yang padat dan berlapis-lapis. Cuciwis sebenarnya adalah tunas muda tanaman kol. Ketika ujung tanaman kol dipanen dan diambil produk utamanya yaitu kol, sisa batang tanaman dan daun dibagian bawah lantas dibiarkan hidup dan terus tumbuh. Tidak berapa lama maka tunas-tunas muda kol bermunculan di sela ketiak helaian daun, saat itulah panen dilakukan yang kedua kalinya, tapi kali ini dengan nama produk berbeda yaitu cuciwis. 

Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Di Jogya, Solo dan sekitarnya, sayuran ini cukup terkenal dan murah meriah harganya, tapi di Jakarta satu bungkus cuciwis dalam styrofoam berisi 8 buah kuntum imut ini dibandrol sekitar 7 ribu rupiah. Satu bungkus tak akan pernah cukup dalam hidup saya, jadi biasanya dua bungkus masuk kedalam keranjang belanja, untuk er... Sekali makan! Cuciwis biasanya ditumis, disup atau diolah menjadi tumisan siram simple a la Chinese food seperti resep kali ini. Di resto Kopi Klothok, Jogya, saya pernah menyantap versi tumisnya. Cuciwis diiris super tipis hingga menyerupai lembaran bihun dan ditumis dalam bumbu yang terasa pedas manis. Next time saya ingin mencoba versi tumisannya. 

Ketika berlibur ke Batam saat liburan panjang tahun lalu, saya menemukan sayuran ini dijual di pasar Penuin. Ukurannya lebih besar dan jauh lebih segar dibandingkan di Jakarta, super gemas melihatnya. Jika anda berkesempatan jalan-jalan ke Batam, jangan lupa mampir ke pasar tradisional ini. Walau bernama pasar tradisional, namun kondisi pasar sangat bersih dan rapi. Sayur mayur, ikan, ayam dan daging yang dijual super fresh dan berkualitas baik karena sudah melalui proses sortir. Satu hal yang suka membuat saya kalap belanja di Pasar Penuin adalah hasil laut kering seperti ebi, teri, ikan asin, cumi-cumi asin, cabai kering, yang kualitasnya premium. Harganya memang lebih mahal dibandingkan pasar umumnya namun setimpal dengan tampilannya yang wah.

Resep Cuciwis Siram Jamur JTT
Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Kembali ke resep, membuat tumis cuciwis ini sangat mudah. Idenya terinspirasi dari sebuah resto Chinese food di Jakarta yang menyediakan menu serupa hanya menggunakan jenis jamur yang berbeda. Cuciwis yang sudah disiangi dan dibuang daun-daun yang jelek, kemudian dibelah menjadi 2 bagian, dicuci dan dikukus hingga matang. Tumisan jamur kemudian dibuat terpisah dan disiramkan ke permukaan cuciwis yang sudah ditata dipiring saji. Menu ini flexible untuk  dimodif, bisa menambahkan udang segar, potongan daging ayam, daging sapi yang diiris tipis, atau egg tofu. Karena simple maka saya suka menambahkan cincangan ebi pada tumisan agar rasa kuahnya lebih gurih. Selain jamur enoki, maka jamur tiram, merang, jamur kancing dan jamur kuping juga sedap sebagai pengganti. Sementara jenis sayurannya bisa juga menggunakan brokoli, kembang kol, wortel, oyong/gambas, bayam, jenis sawi-sawian dan kailan. 

Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Sebagaimana jenis masakan Chinese food lainnya maka, sajikan kala akan disantap, mengingat proses dan bahannya yang sangat simple maka sebaiknya hidangan dimasak ketika mendekati jam waktu makan dan santap kala masih hangat.

Berikut resep dan prosesnya.

Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Cuciwis Siram Jamur
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 3 porsi

Tertarik dengan resep sayuran lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sapo Tahu dan Jamur
Tumis Kangkung Belacan
Tumis Acar Buncis dengan Ayam Cincang

Bahan:
- 10 - 15 kuntum cuciwis
- 1 bungkus jamur enoki

Bumbu:
- 1 sendok makan minyak untuk menumis
- 3 siung bawang putih, cincang kasar
- 1 sendok makan ebi, cincang kasar
- 1 cm jahe, cincang halus
- 1/2 sendok makan  saus tiram
- 1 sendok teh gula pasir
- 150 ml air kaldu ayam/air biasa
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh maizena, larutkan dengan 2 sendok makan air

Cara membuat:

Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Siapkan cuciwis,  siangi daunnya yang jelek. Belah membujur cuciwis menjadi dua bagian, cuci hingga bersih. Jika banyak ulat-ulat kecil maka rendam sayuran dalam air yang ditambah 1 sendok makan garam kira-kira 15 menit. Buang air rendaman dan cuci sayuran hingga bersih. Kukus cuciwis hingga matang, angkat dan tata di piring saji. 

Note: Sebaiknya   tidak mengukus sayuran hingga terlalu berlebihan sehingga teksturnya menjadi sangat lunak.

Potong pangkal jamur enoki tempat media tanam, suwir-suwir jamur menjadi beberapa bonggol kecil, sisihkan.

Siapkan wajan, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bawang putih, jahe dan ebi cincang hingga bawang harum dan matang.

Resep Cuciwis Siram Jamur JTT

Masukkan saus tiram, gula, garam, air kaldu, merica, aduk dan masak hingga mendidih. Tuangkan larutan maizena dan masak hingga kuah mengental. Masukkan jamur, aduk beberapa detik hingga jamur layu dan matang. Jangan berlebihan memasak jamur enoki karena mudah lunak. Cicipi rasanya, sesuaikan asinnya.

Tuangkan tumisan jamur ke permukaan cuciwis, sajikan hangat. Super yummy!



13 komentar:

  1. Cuciwis... pahit gak ya mbak? Belum pernah coba... enoki sy pernah coba, tp sy lbh suka jamur kancing... atau cara masak sy yg bikin gak enak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuciwis rasanya kaya kol muda mba, tdk pahit sama sekali

      Hapus
  2. Balasan
    1. kayanya sih bisa Mba, hanya teksturnya kurang crunchy kaya kol

      Hapus
  3. Mbak Endang...kl gak nanya ke mbak Endang rasanya gak afdol...ott yaa mbak,fleekseed tu mlanding ya mbak?yg suka dibuat botok mbak?
    Nur_padasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nur, bukan Mba, flaxseed itu biji rami, sejenis tanaman perdu berbunga, tanamannya pendek kok. Warna flaxseed ada yang coklat ada yang golden.

      Hapus
  4. Maaf mbak salah ketik ..flaxseed maksudnya
    Nur_padasan

    BalasHapus
  5. org medan bilangnya pucuk kol, mba, banyak bgt melimpah malah, setengah kilo cuma 3rb rupiah aja, tiap hri ke pasar pun ada, saya jg suka bgt, krenyes2, dicampur dalam mie/bihun goreng saya lebih suka ini ketimbang sawi

    BalasHapus
    Balasan
    1. teksturnya memang lebih crunchy dibandingkan sawi ya, jadi gak membosankan, sayang di jkt mahal hiiks

      Hapus
  6. Hai mba...udah pernah coba ayam aroma di xo suki belum? Di coba donk mba bikinnya....habis tu langsung bagi2 resep yaa....hihi...tq mbak cantiq

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiah saya belum pernah cicip, ayam panggang saus aroma ya? kalau lihat di net tampilannya kaya saus tiram hanya lebih kemerahan ya.

      Hapus
  7. Hall mbak, speaking about cuciwis, di all fresh Cilandak kadang2 Ada mbak..harganya per stereofoam ukuran biasa sekitar 2000-4000

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu kok murah ya Mba Melda, di all fresh dekat kantor isi 5 harganya 7000 an hikss

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...