13 Juli 2016

Resep Es Ketimun


Resep Es Ketimun JTT

Lebaran telah berlalu, aktifitas kembali seperti semula. Walau jalanan di Jakarta masih lancar namun saya yakin minggu depan sudah akan kembali ke kondisi semula. Macet total. Kemana saja anda selama Lebaran tahun ini? Mudik ke kampung halaman dan bertemu dengan sanak saudara tercinta? Atau sekedar di rumah saja menikmati libur panjang dan hari yang tenang? Saya sendiri akhirnya terbang ke Batam, berkunjung ke rumah kakak saya, Wulan, bersama Ibu dan adik bungsu saya, Dimas. Menghabiskan waktu selama seminggu disana. Makan, tidur, dan makan, dan tidur, membuat celana jeans kesayangan saya yang berukuran jumbo mulai terasa sesak. Menyantap makanan berlemak, berdaging, berkuah santan, khas hidangan Lebaran memang berbahaya bagi lingkar pinggang. Sejak kembali ke Jakarta di Selasa kemarin saya kembali ke selera asal, oatmeal dan sup sayur.

Ah sebelum saya meracau kesana kemari seperti biasa, ijinkanlah saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H  bagi yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin ya. Walau terlambat tetapi yang terpenting diucapkan tulus dari lubuk hati terdalam. ^_^

Resep Es Ketimun JTT
Resep Es Ketimun JTT


01 Juli 2016

Resep Empal Suwir Daging Sapi



Beberapa bulan yang lalu, salah satu kantor cabang perusahaan tempat saya bekerja menempati gedung yang baru. Acara syukuran pun dilakukan. Hidangan utamanya adalah nasi kuning yang dipesan di katering Ny. Hendrawan di wilayah Tomang. Makanan tersebut hadir dalam bentuk tumpeng berdiameter 50 cm dan permukaannya penuh disesaki dengan aneka lauk-pauk yang membuat peserta syukuran menelan air liur saat melihatnya. Ayam goreng rempah, kering tempe, sambal goreng hati buncis, balado udang, perkedel kentang, telur balado dan empal suwir daging sapi. Katering Ny. Hendrawan sudah terkenal akan kelezatan masakannya, namun baru kali ini saya mencicipinya, dan semoga rasanya semanis tampilannya. 



29 Juni 2016

Resep Kolak Pisang, Labu Kuning, Kolang-Kaling dan Nostalgia


Resep Kolak Pisang, Labu Kuning, Kolang-Kaling JTT

"Monggo mampir Mas"! Teriakan kencang Mbah Lanang dari kursi reotnya yang nangkring di dekat pintu cukup memekakkan telinga. Teriakan itu diulang, dan diulang berkali-kali setiap kali pengendara sepeda onthel lewat di depan rumah. Beberapa pengendara berhenti dan masuk ke rumah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penitipan sepeda itu, namun banyak pula yang terus mengayuhkan pedal membawa sepeda mereka ke dalam pasar. Saya, Wulan dan Wiwin berdiri di depan pintu menunggu sepeda-sepeda datang. Hari itu adalah hari libur sekolah karena Lebaran akan segera tiba. Biasanya pada hari-hari menjelang Lebaran seperti ini pasar Paron di depan rumah kami menjadi sangat ramai, jalan raya sesak dengan pengendara sepeda dan pejalan kaki yang berlalu-lalang. Tugas kami saat libur panjang sekolah seperti ini adalah membantu penitipan sepeda Mbah Lanang. 

Seingat saya, Mbah Lanang (alias kakek dalam bahasa Indonesia) telah membuka usaha penitipan sepeda ini sejak  jaman kolonial. Okeh, itu mungkin terlalu lebay, namun yang jelas usaha penitipan sepeda ini telah ada sejak kami sekeluarga pindah ke Paron, saat itu saya masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Rumah Mbah Lanang yang besar dan merangkap toko di bagian depannya memang lapang dan pas untuk diisi dengan sepeda. Lokasinya yang strategis dan tepat terletak di depan pasar Paron menjadi kelebihan tersendiri yang membuat pengunjung pasar berbondong-bondong menitipkan sepedanya ke kami. 

Resep Kolak Pisang, Labu Kuning, Kolang-Kaling JTT


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...