26 November 2014

Samosa Daging



Bicara tentang food blogging maka bagi saya hal tersebut erat kaitannya dengan foto makanan; wadah yang digunakan; background saat makanan tersebut ditampilkan dan segala pernak-pernik penunjangnya seperti sendok, serbet, atau sekedar wadah garam. Tentu saja dengan tidak melupakan tokoh dibelakang layar sebelum masakan tersebut siap untuk ditayangkan yaitu resep yang tok-cer dan proses memasak yang detail dengan penjelasan yang mudah. Dulu, sewaktu saya belum terjun dengan gaya bebas menjadi seorang food blogger, tidak pernah terpikirkan dalam benak saya betapa panjangnya sebuah proses mem-posting sebuah resep bahkan yang simple sekalipun seperti sambal bawang. 

Dimulai dari pemilihan bahan yang digunakan, menimbang takarannya, membuatnya, menulis setiap bahan yang dicemplungkan ke dalam cobek beserta takaran pasnya, menyajikannya di wadah yang sesuai dengan si sambal, menata pernak-pernik disekitar wadah misalnya sebuah sendok kecil atau sehelai kain serbet untuk mengalas si wadah sambal, mengambil foto, mengeditnya, melakukan upload ke blog dan menulis resep serta prosesnya. Panjang dan lama, sehingga terkadang saya membutuhkan waktu khusus untuk menampilkan sebuah resep di JTT. Apalagi jika kemudian terkendala dengan masalah seperti, setelah dibuka di laptop semua foto jelek hasilnya, bad mood atau ide menulis tiba-tiba macet mentok tembok gubrak! ^_^


Walau panjang dan lama prosesnya namun ketika semua itu dijalani dengan enjoy maka yang saya rasakan hanyalah perasaan happy dan excited hingga tidak terasa sudah hampir lima tahun JTT eksis dan sudah lebih dari 750 resep yang saya tulis. Tapi saya hanyalah manusia biasa dengan sifat angin-anginan, moody, sering dilanda rasa bosan dan sedikit pemalas. Jadi ketika sifat buruk ini meraja maka bisa dipastikan JTT berhari-hari bahkan bulan akan vakum. Tidak ada postingan baru yang dimunculkan. Anda yang rutin membaca blog ini setiap hari akan mulai bertanya-tanya, sementara saya disini resah dan gelisah berusaha untuk mencari ide namun nafsu besar saya untuk selalu menampilkan resep baru di blog terkadang berbanding terbalik dengan semangat yang ciut. Nah biasanya kalau sudah seperti ini saya pun mulai mencari-cari muse alias inspirasi. Muses menurut mitologi, puisi dan literatur Yunani adalah dewi-dewi yang memberikan inspirasi pada literatur, ilmu dan seni. Muses saya bisa bermacam-macam, mulai dari membaca buku baru tentang masakan, mengasah kemampuan food photography, menonton video memasak di internet atau sekedar berburu alat dapur bekas di pasar tradisional. 


Berbicara mengenai berburu perabotan dapur bekas, maka kegiatan ini paling saya sukai. Mungkin karena barang bekas terkesan vintage dan hal-hal vintage selalu membuat saya 'kesengsem' berat, atau mungkin karena harganya yang murah meriah (jika jago menawar tentunya), atau bisa jadi karena dari lubuk hati yang paling dalam saya berharap menemukan harta karun di balik kusamnya sebuah piring perak bekas. Beberapa waktu yang lalu, teman kantor saya, Pak Kustandi, yang rumahnya berdekatan dengan Pasar Jatinegara, Jakarta Pusat memberikan info mengenai pasar barang bekas disana. Tanpa membuang waktu, saat jam makan siang di kantor,  saya pun meluncur bersama beliau. Setelah menyusuri lorong panjang yang penuh dengan penjual batu akik kami pun tiba di tepian sungai kumuh dimana beberapa penjual barang bekas membuka lapaknya.

Sebuah nampan perak dan piring perak kecil serta beberapa pasang sendok perak kuno akhirnya menjadi koleksi saya. Perlu anda ketahui semua dalam kondisi kusam, hitam dan tidak tampak sama sekali kemilau khas perak disana. Malam harinya saya pun bergumul dengan cuka, baking soda, air jeruk nipis dan aneka sabun pencuci. Mulai menyikat dan menggosok peralatan perak sambil berdoa dalam hati semoga tidak ada jin yang tiba-tiba muncul di dapur saya. Hasilnya anda bisa lihat betapa mengkilapnya piring perak kecil yang saya gunakan sebagai wadah samosa kali ini. Anda tahu berapa saya membeli piring tersebut? Hanya tiga puluh ribu rupiah saja. ^_^


Okeh kembali ke samosa yang kali ini saya hadirkan. Nah jika membahas mengenai samosa - makanan yang aslinya berasal dari Middle East yang kemudian diperkenalkan di Asia Selatan (India, Pakistan) selama Kesultanan Delhi Muslim, saat itu tukang masak dari Timur Tengah dan Asia Tengah bermigrasi untuk bekerja di dapur Sultan dan para bangsawan disana - maka selalu dikaitkan dengan makanan berbentuk segitiga berisikan kentang tumbuk, daging cincang dan sayuran yang dimasak dalam bumbu kari yang kuat. Bentuk segitiga ini dihasilkan dengan cara melipat kulit samosa secara khusus sehingga semua sudut mampu mengatup dengan sempurna. Jika anda baru pertama kali membuat samosa, maka pada awalnya teknik melipat samosa terkesan sulit, namun setelah samosa ketiga dan keempat maka saya yakin anda bisa melakukannya dengan mata terpejam. Okeh mungkin itu terkesan lebay, tapi memang prosesnya sangat mudah.


Saya pernah menampilkan di JTT resep samosa vegetarian sebelumnya, anda bisa klik linknya di bawah. Samosa vegetarian hanya berisikan kentang tumbuk dan sayuran dengan bumbu rempah yang sama dengan yang saya hadirkan kali ini. Sementara samosa kali ini menggunakan daging cincang, kentang dan sayuan. Untuk dagingnya, maka anda bisa menggunakan daging sapi, kambing atau ayam. Samosa umumnya berisikan daging dan kentang, namun anda juga bisa menambahkan kacang polong, wortel dan aneka sayuran lainnya sebagai bahan pengisi. Nah mengingat musim hujan seperti ini selalu identik dengan kegiatan mengemil maka samosa bisa menjadi alternatif yang anda coba di rumah saat weekend, apalagi samosa yang belum digoreng bisa anda bekukan di freezer dan goreng sesaat ketika akan disantap. Makhluk sedap ini yummy  saat masih hangat, bersama pedasnya cabai rawit atau cocolan saus sambal/tomat botolan. 


Vegeratian Samosa dengan Bumbu Kari

Berikut resepnya ya. 


Samosa Daging Cincang dengan Kentang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk sekitar 50 buah samosa

Tertarik dengan resep gorengan enak lainnya? Silahkan klik link di bawah ini ya:
Vegetarian Lumpia dengan Saus Pedas a la Thai
Pisang Goreng Kipas dan Sambal Ikan Roa
Yachaejeon - Pancake Sayuran dan Seafood a la Korea 

Bahan:
- 1 pack kulit spring roll siap pakai ukuran  20 x 20 cm
- 300 gram daging sapi cincang, bisa menggunakan daging ayam
- 3 buah kentang ukuran besar, kupas dan kukus hingga lunak
- 1 batang wortel , serut kasar
- 2 batang daun bawang, rajang jalus
- 2 batang daun ketumbar, rajang halus
- 2 buah cabai merah besar, buang bijinya dan rajang halus
- 2 buah cabai hijau besar, buang bijinya dan rajang halus

Bumbu:
- 1 buah bawang bombay, cincang sehalus mungkin
- 5 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok teh kunyit bubuk
- 2 sendok makan bumbu kari bubuk instan, saya pakai merk Melati
- 1 sendok teh kayu manis bubuk
- 1/2 sendok teh jinten bubuk
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 1/2 sendok makan garam, kurangi jika anda menggunakan kaldu bubuk instan
- 1/2 sendok teh merica bubuk

Cara membuat:


Siapkan semua bahan, lumat kentang hingga halus tapi jangan sampai menjadi terlalu lengket seperti mashed potato. Sisihkan.

Siapkan panci/wajan. Panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bawang bombay hingga harum dan transparan, tambahkan bawang putih, tumis hingga harum dan matang. Masukkan semua bumbu bubuk, aduk dan tumis hingga bumbu harum dan matang. Warnanya berubah menjadi sedikit lebih gelap. 


Masukkan daging cincang, tumis dan aduk dengan api sedang hingga daging matang. Tandanya, warnanya berubah menjadi gelap dan tidak pink lagi. Masukkan semua sayuran, aduk dan tumis hingga sayuran matang. 

Masukkan kentang tumbuk, aduk rata dan masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga semua tercampur dengan baik. Cicipi rasanya, sesuaikan garam dan merica. Angkat dan sisihkan hingga agak mendingin. 

Siapkan kulit spring roll, jika anda menggunakan spring roll ukuran 20 x 20 cm maka bagi menjadi 3 bagian dan ikuti step by step membuat samosa yang pernah saya tampilkan di link disini. 


Goreng samosa dalam minyak panas yang banyak hingga permukaannya menjadi kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Santap samosa hangat-hangat bersama cabai rawit dan saus tomat/sambal botolan.

Samosa yang belum digoreng bisa anda bekukan di freezer, caranya letakkan samosa dalam posisi tidak berdempetan di sebuah loyang datar yang lebar. Bekukan di freezer. Jika sudah beku maka samosa bisa anda simpan di tupperware dalam posisi bertumpukan tanpa resiko lengket. Saat akan disantap samosa bisa langsung digoreng, tidak perlu dicairkan. 

Yummy!

Source:
Wikipedia - Samosa



43 komentar:

  1. salam kenal ya, enak bangat samosa nya bikin kak noor teringin sekali mau merasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal ya Kak Noor, silahkan dicuba, semoga suka yaa

      Hapus
  2. Dear Mbak Endang, thanks banget yah atas resep-resepnya. Seneng banget nemu JTT karena detail sekali dan emang niat banget berbagi resep, tips dan bonus cerita pengantarnya. Bahkan step by stepnya juga disertakan lengkap, bener-bener bikin terharu, Mbak Endang sampe segitu niatnya berbagi dengan kami-kami yang masih pemula ini. Eh kepanjangan yak komennya tapi saya selalu doakan Mbak Endang makin sukses atas kebaikan hatinya untuk berbagi dengan kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks ya, senang sekali JTT bisa membantu. Ilmu memang tidak akan ada gunanya kalau tidak dibagi dan bermanfaat bagi orang lain ya. Thanks juga atas doanya, jadi terharu. Sukses juga untuk mba dan keluarga ya.

      Hapus
  3. mbak, itu spring roll nya merk apa yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. merk TYJ ya mba Erza, coba cek resep samosa lainnya yang pernah saya posting ya, disana ada gambarnya

      Hapus
  4. Haloo mba Endang, salam kenal...
    Udah lama ga ngintip JTT, eh ada tampilan baru. Fotonya semakin mantap Mba, semakin "mouth watering". Kalau boleh tau mba belajar food photography nya gimana? Belajar dr teman kah atau dari buku atau internet? Trs fotonya mba Endang pakai kamera apa plus editingnya? Kalau pake kamera iphone 5 hasilnya bisa sebagus itu ga?
    Haduuuu Mba maaf yaa, baru sekali komen tp pertanyaannya segambreng. Mudah2an bisa dijawab semuanya ya, heheheeeee :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Wening, salam kenal ya. Thanks yaaa, akhirnya hasil belajar utak atik kamera ada gunanya juga wakakka. Saya belajar food photography dari buku dan internet mba, trus dicoba2 sendiri dan banyak latihan saja jepret sana sini hahahha.

      saya pakai kamera DSLR, editnya gak pakai macam2 hanya pakai microsoft office saja. Kamera iphone 5 setahu saya kualitas gambarnya bagus ya mba, tajam dan warnanya juga oke, saya rasa bs dipakai buat foto makanan. Latihan yang banyak saja ambil gambar dari berbagai sudut ya sama lihat2 gambar2 foto makanan di internet, bisa banyak membantu untuk mengatur posisi makanannya.

      Hapus
    2. Okee mba thanks ya infonya, mudah2an aku jg segera bisa jago food photography tingkat pemula ya.. Amiiin...
      Btw, acara cooking show yg Mba Endang suka tonton atau jadi inspirasi apa? Kalo Sorted Food suka ga? Soalnya aku suka banget tu sama Sorted Food, padahal kenalnya jg secara ga sengaja, ya sama kaya JTT yg ga sengaja kenal (maksudnya tahu) terus lama2 jadi suka gitu deh

      Hapus
    3. Halo Mba Wening, saya yakin bisa mba, modal nekat dulu saja hehehe.

      Suka sama 'Cookalong live'nya Gordon Ramsay dan 'Everyday Food with Sarah Carey' saya suka nonton di utube tayanganya, seru hehheheh.

      Hapus
  5. komen ah... selama ini silent reader... biar mba endang semangat nulis, dan saya tidak kehilangan bacaan resep, awal pembuka resep yang menarik... kadang lucu kaya stand up comedy versi tulisan. Tulisan mba endang itu.... hebat... informatif... tanpa perlu klak klik ngilangin iklan... mantap... buku kedua udah terbit mba???

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, thanks yaaa, hehehhe, wah saya bisa jadi stand up comedy beneran keknya wakkakak. Akhir2 ini rada gak mood nulis tapi tetap dipaksakan setiap bulan minimal 10 resep hehehhe. Buku kedua lagi dalam proses editing yaaa.

      Hapus
  6. Wahh... itu nampan antik & cantik banget, penampakannya seperti barang mahal mbak Endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ertianna, thanks yaa, iya tadinya kusem banget, digosok sampai pegel baru kelihatan kinclong. moga2 beneran antik nih hahhahah

      Hapus
  7. mbak endang bisa nggak bikin kulit samosa sendiri, biar nggak instan, minta resepnya ya...makasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, sebenarnya bisa pakai kulit sendiri hanya saja hasilnya kurang oke ya, karena kulit buatan sendiri kurang tipis, jadi ketika digoreng gak mau garing. Sedangkan samosa ciri khasnya adalah kulitnya yang renyah.

      saya ada resep kulit lumpia mba, tapi gak yakin akan maksimal untuk samosa:
      http://www.justtryandtaste.com/2011/02/lumpia-goreng-isi-sayuran.html

      Hapus
  8. Mbaaa, hhaaii...sy selama ini gk pernah komen pdhal udh byk resep JTT yg saya cobain di dapur dan smua hasilnya luar biasa....terakhir kmrn sy coba kecombrang di sambel pakai petai itu...omigoshh, pake nasi yg masih panas2 ngepul, nambah pun smpe malu sama rice cooker nya hahaha...udh pernah nyoba kukus pelangi, eggless tofu chocolate cake yg manteeeppp dan gk terasa/tercium aroma tahu nya...brownies pisangnya moist dan lezatos...coklatnya terasa with a slight hint of banana...1 loyang lenyap dlm sekejap...pizza & cinnamon rolls ala Peter Reinhart jg udh pernah coba buat...itu cinnamon rolls adonannya agak membuat emosi jiwa yah sangking lembek nya tp stelah dipanggang bagaikan ngelumer di lidaaahhhh...belum lg aroma kayu manis nya gak tahan bgt, bikin laper dan malamnya bahkan stelah selimutan di kamar sampe terbayang terus rasa dan aroma nya...dan dasarnya emang gampang di godain, akhirnya menyerah dan ke dapur lg nyomot sisa cinnamon rolls yg di rencanakan utk sarapan....hahahaha...yeepp, writing a blog is not as easy as reading it but thank you so very much for your extra effort to write it. Cerita pembuka & foto2 nya bahkan membuat para pemula di urusan masak2 menjadi smakin mudah utk mencerna dan melakukan praktek lapangan nya hehehehe....You are such a blessing for a dummy like me! :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ikop, salam kenal dan thanks sudah menjadi penggemar JTT ya, senang sekali resepnya disuka, thanks sharingnya disni. Setelah baca komentarnya saya jadi bersemangat nih wakkakak

      Hapus
  9. Mba endang salam kenal sebelumnya, kalau untuk bumbu karinya ada resepnya ga mba?atau misal mau diskip baiknya bumbu yg lain ditambah takarannya kah?ngomong2 itu nampan cantik bgt yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Kartini, salam kenal ya, untuk bumbu kari sayangnya saya belum pernah posting homemadenya. Ganti saja dengan jintan, ketumbar, merica,jahe, kunyit, dihaluskan mba. Thanks yaaa

      Hapus
  10. wah mbak endang ini resep nya mantap2 mbak...saya betah resapi ilmu dari web ini, salam kenal mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas raffi, salam kenal juga ya, thanks ya, senang sekali jtt disuka, moga sukses dan suka setelah dicoba yaa

      Hapus
  11. halo mba endang, salam kenal..
    aku seneng banget nih liat-liat website mba endang kalo lagi iseng, buat dijadiin inspirasi untuk nyoba masakan baru. kebanyakan sih cuman hinggap di otak aja jarang eksekusi, hahaaa..
    salah satu yang udah pernah saya eksekusi itu resep ini mba.. takarannya diplek2in sama yang mba bikin dan hasilnyaa... enaaakkkkkk :)))
    jadi sekarang kalo mau nyoba masakan, kiblatnya ke blog mba endang dulu, kalo ga ada jadi ga pede, hihihii..

    btw mbaa.. aku mau bikin lagi nih, tp mau nyoba pake ayam, kata mba kan bisa juga tuh.. tapi apa rasanya akan matching ke kari nya ya mba ? soalnya agak aneh aku ngebayangin ayam pake bumbu kari mba,, temenku pernah bikin samosa juga pake ayam cuman dia hanya pake daun bawang aja mba, dan minum bumbu kari, jadi kaya martabak telor sih jatohnya...
    trus ayamnya lebih baik dihaluskan aja atau disuwir2 ya?
    trus mba endang punya tips n trick biar samosanya tetep garing walopun sudah agak lama (misalnya digoreng pagi dimakan sore)..

    jadi panjang bgt nih post-nyaa.. hehee
    semangat terus ya mba untuk membuat resep2 yang ciamik, sukses terus mba endang untuk kerjaan dan juga bukunya..
    thank you mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rennta, salam kenal dan thanks ya sudah menyukai JTT. Gak papa, resepya dikoleksi dulu saja, ntar kalau sudah buanyak baru dipilah2 mau yang mana dicoba wakakkak

      untuk samosa diatas, bisa pakai daging ayam cincang, dan tumis seperti daging sapi. Pakai bumbu kari tetap enak kok, karena nantinya kan ayam cincangya dicanpur sama kentang. khasnya samosa memang rasa karinya, jadi kalau bumbu kari nya diskip rasanya gak spesial lagi ya.

      kalau mau tetap enak saat digoreng, kenapa nggak dibekukan saja? Buat yang banyak dan bekukan, pas mau dimakan tinggal goreng saja, saya suka stock samosa beku di kulkas, dalam kondisi beku juga saya goreng oke2 sj kok. samosa yang sudah digoreng harus dimakan saat itu juga supaya tetap kriuk, kalau udah dingin melempem.
      cara membekukan samosa sudah saya sertakan di resep ya

      Hapus
  12. Balasan
    1. beli jadi ya mba, pakai kulit spring roll instan, saya belum bs buat sendiri yang crispy

      Hapus
  13. mba kalau samosa keju gimana buatnya?
    aq suka bgt sama samosa keju
    indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. huaaa mba indah, saya belum pernah buat yaa, jadi nggak bisa kasih saran, takutnya ntar gagal hehehhe

      Hapus
  14. Halo mbak Endang..
    Nge lihat samosa nya mbqk Endang jadi teringat lagi sat di timur tengah.. Jadi pengen kesono lagi..hiks hiks *ambil tisu*

    Mbak ..kalo di tim teng makanan yang berbentuk pastel goreng pun juga dinamakan samosa mbak. Isinya nya pun juga gak harus daging mbak. Kadang juga di isi dengan sayuran . Namanya samosa khudor mbak..khudor dalam bahasa arab berarti sayuran..

    Samosa ini biasanya dibikin saat bulan puasa. Menu wajib untuk berbuka di bulan puasa. 30 hri penuh selalu makan samosa mbak..nggak kebayang kan.. Mblenger kata orang jawa.. Tapi ya begitulah adatnya orang sono mbak. Jadi...Puasa bukanya langsing tapi malah over weight..he..he (ana di kota batik pekalongan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ana, waah thanks banget sharingnya yaa. Yep, saya juga pernah posting samosa isi sayuran, dan rasanya gak kalah dengan yang daging yaaa.

      waak pasti samosa di tim teng lebih mantap karena bumbunya pasti nendang habis hehehe
      thanks yaa

      Hapus
  15. Mbak pake kuulit lumpia yg di pasar itu bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya Mba, yang kulitnya bulat, lebar dan tipis kan ya?

      Hapus
  16. Hai mba endang.. bentar lgi puasa kyknya enak nh nyetok samosa bwt berbuka. Thanks bwt resepnya. Klo gk bisa bikin bentuk segitiga mau bikin roll aja kyk egg roll. Lbh gampang.hehe
    ..
    Dena

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Dena, wah gud idea, tinggal goreng saja, sedaaap! jdi ngiler. Yep, gulung saja kek risol yaa hahhaha

      Hapus
  17. Hai Mbak Endang, salam kenal. Aku salah satu silent fans mbak yg selalu sukses masakannya kalo ngikutin resep mbak. Untuk resep samosa daging ini, aku perhatiin kulitnya lebih tipis ya mbak dibding yg dipake pd resep samosa vegan mbak? Lipatannya dikurangi atau gmn mbak? Atau mataku yg siwer dan sebenarnya sama saja? :D Thanks sebelumnya..sukses selalu buat mbak Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba Dini, thanks ya sudah menyukai JTT. Untuk kulit lumpia sama saja mba, sya pakai spring roll ready made, ada di supermarket, merk spring home ya.

      Hapus
  18. Mba endang..mau tanya dong, hehehe kan di link sebelumnya ttg samisa vegan dibagian step lipat kulitnya setelah dilipat jd 3 terus bs digunting atau ga. Mba endang ga digunting ya mbak? Jadinya tebel bgt atau ga mba? Aduh maap banyak nanya yaa mba abs kepengen bgt bikin ini tp ragu dibagian lipet2nya ituu hehehe makasih mba endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Maya, tdk saya gunting mb, kulit samosa yang saya pakai adalah kulit spring roll instan merk finna, dan lembarannya sangat tipis sehigga sama sekali tidak tebal ketika dilipat double atau triple.

      Hapus
  19. Mba daun ketumbar bs d skip kah?

    BalasHapus
  20. Mba untuk kentangnya kl d gram kira2 brp gram?

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...