23 Agustus 2018

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang


Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Hari Selasa kemarin, saya dan dua rekan kantor pergi ke Cisarua. Kami bermaksud melakukan survey untuk acara outing kantor yang akan dilakukan beberapa bulan lagi. Berangkat di pukul delapan pagi dari kantor, perjalanan luar biasa lancar tanpa hambatan sama sekali karena terjadi dihari kerja. Kondisi ini tentunya akan sangat jauh berbeda pada weekend. Mobil melaju kencang, tol begitu lengang dan perjalanan agak sedikit tersendat saja ketika mendekati pasar Cisarua yang ramai. Tujuan utama kami adalah visit ke Pesona Alam Resort & Spa di jalan Taman Safari, beberapa gambar yang ditunjukkan di website sangat menjanjikan. Tiba di lobi hotel yang terletak dilantai atas sehingga pemandangan pegunungan lepas menghampar didepan mata, kami setuju, hotel ini memang keren.

Sayangnya sales representative yang harusnya menemui kami sedang morning briefing, dan apesnya hari itu mereka melakukan meeting lebih lama dari biasanya. Selama hampir satu jam menunggu di lobi, walau pemandangannya indah dan angin pegunungan semilir tetapi lama kelamaan kami menjadi jenuh juga. "Kita nggak dikasih welcome drink nih?" Tanya Pak Wawan, rekan kantor saya sambil celingukan ke arah bar kecil didepan lobi. Saya nyengir, "Mana dikasih, kan kita visit buat compare harga. Bukan mau menginap," dan kami pun duduk menunggu bersama rasa haus yang mulai mendera di tenggorokan. 

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang
Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Satu hal yang menjadi perhatian kami semua adalah tamu-tamu yang berlalu lalang di lobi. Mayoritas adalah orang Arab, bahkan mungkin 90% adalah orang Arab! Saya hanya melihat satu-dua orang lokal, beberapa orang Chinese, dan hanya satu orang dengan tampang Eropa yang lewat di area lobi. Saya iseng googling di internet mencari info mengapa begitu banyak orang Arab didaerah Cisarua. Tidak perlu memakan waktu lama, sebuah artikel bertengger di nomor satu mengenai fenomena ini. Jika anda berminat membaca beritanya silahkan googling sendiri saja ya. Kami  mengisi waktu membicarakan isi artikel berita di internet, sambil celingukan ke arah lorong menunggu perwakilan hotel yang dicari muncul. 

Akhirnya setelah satu jam berlalu, yang saya isi dengan memotret aneka tanaman yang dirawat dengan cantiknya diseputar hotel, Mas Bayu, sales representative hotel muncul. Wajahnya terlihat penuh sesal dan langsung meminta maaf karena hari itu morning briefing lebih lama dari biasa. Kami langsung mengutarakan tujuan dan sambil menunggu kunci kamar diambil, welcome drink disajikan. "Akhirnya, sudah kering banget tenggorokan," keluh Pak Wawan langsung menyeruput minuman hingga tandas. Saya sendiri tadinya sudah hampir berjalan ke mobil mengambil air mineral yang tertinggal disana, jika tidak teringat harus menuruni dan menaiki tangga lobi yang lumayan tinggi. 

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Welcome drink-nya fresh, perpaduan lemon, serai dan rempah-rempah dengan rasa manis yang membuat saya lupa sedang berdiet keto dan menghindar gula. "Enak ya," tukas saya sambil melongok ke arah bar berharap bisa free flow. Sebelum niat terlaksana dan meminta tambah, Mas Bayu muncul dihadapan kami, "Mau langsung melihat lokasi kamar dan ruang meetingnya?" Tanyanya ramah. Kami langsung beranjak dari sofa dan berjalan memasuki hotel. Pesona Alam Resort secara keseluruhan oke, kamar hotelnya bagus selayaknya hotel bintang 4 umumnya, ruang meetingnya megah dan luas, dengan tinggi ceiling 9 meter dilengkapi karpet super empuk. Selain kamar, mereka juga menyediakan villa yang memiliki 1 hingga 3 kamar. Kami bermaksud mengambil villa sebagai tempat menginap peserta, selain lebih asyik karena lokasi sekitarnya yang menyatu dengan alam juga terdapat kolam renang besar terbentang didepannya, ketersediaan kompor, microwave dan kulkas. Villa tentunya membuat kami lebih bebas dan leluasa mondar-mandir dibandingkan kamar hotel yang memiliki banyak aturan.

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Secara overall hotel ini telah membuat hati kami tertambat kencang dan rasanya malas hendak mengecek lokasi lainnya. "Kita kayanya gak perlu ngecek lokasi lain lah ya?" Kata saya sambil menatap kolam renang cantik yang terbentang, tak sabar hendak menceburkan diri kesana. "Iya, kalau si Ibu tidak mau kita pakai hotel ini, kita bilang saja sebaiknya Ibu ganti panitia saja," kata rekan saya, Dwi, dan kami kompak menyetujuinya. Waktu telah menunjukkan pukul 12 siang kala kami mengecek resto hotel yang besar. Aneka hidangan buffet dengan aroma yang membuat perut mengerang terhampar, dan saya melotot melihat tulisan 'fish soup' disebuah gubuk, aroma sup ikan berempah mirip tom yam membuat air liur mengalir. 

"Ini sudah jam makan siang, mau makan diresto? Gratis kok, anggap saja komplimen dari kami sekaligus mencicipi rasa masakan sebelum memutuskan memakai Pesona Alam Resort," tawar Mas Bayu dengan ramah. Kami saling celingukan satu sama lain, dan merasa tidak enak menerimanya. Makan buffet diresto per orang dibandrol Rp. 200 ribu, dan kami yang berjumlah empat orang dirasa terlalu banyak. "Terima kasih Mas, tapi kami mau makan diluar saja sembari pulang ke Jakarta," tolak saya dengan hati berat. Saya melongok ke Pak Wawan, "Mau makan?" Tanya saya berharap rekan saya ini mengiyakannya. "Nggak usah lah, kita kan mau coba resto Bumi Nini di jalan raya Cisaura. Rencananya nanti mau dipakai makan siang peserta ketika selesai acara." Jawabannya membuat badan saya langsung lesu, akhirnya kami pun  berpamitan dan meninggalkan hotel dengan perut perih dan penasaran dengan rasa fish soup hotel. 😄

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Sepanjang perjalanan di jalan Taman Safari berjajar wortel dan sayuran yang terlihat super segar, biasanya sayuran ini dibeli pengunjung Taman Safari yang hendak memberi makan jerapah, rusa dan sejenisnya. Truk-truk bermuatan sawi, seledri dan daun bawang bersliweran tanpa henti. Area pegunungan tinggi seperti ini adalah impian rumah masa depan saya, udaranya yang sejuk cocok untuk berkebun aneka tanaman sayuran. Saya membayangkan sebuah rumah kecil dengan halaman yang luas penuh dengan sayur mayur organik dan ayam yang berlarian bebas. Ah semoga saja impian itu bisa terwujud. 

Wokeh menuju ke resep gulai nangka dengan kacang panjang kali ini. Makanan ini adalah favorit saya, dan tidak akan pernah bosan disantap. Jika tidak teringat proses membuatnya agak ribet ingin rasanya setiap hari saya memasaknya. Bisa juga menambahkan irisan pepaya muda, atau labu siam, plus daging sapi membuatnya lebih gurih. Gulai nangka paling maknyus menemani lontong atau ketupat. 

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Gulai Nangka Kacang Panjang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 10 porsi

Tertarik dengan resep berkuah santan lainnya? Silahkan cek resep dibawah ini:
Sayur Godog Betawi
Sayur Besan
Sayur Lodeh Jantung Pisang dengan Nangka Muda

Bahan:
- 1 kg nangka muda, potong 2 x 2 cm
- 1 ikat kacang panjang (15 batang), potong 3 cm
- 100 ml santan kental instam
- 1500 ml air

Bumbu yang dihaluskan:
- 10 buah cabai merah keriting
- 10 buah cabai rawit merah
- 8 siung bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 2 cm kunyit
- 2 cm jahe

Bumbu lainnya:
- 1 1/2 sendok makan ketumbar sangrai bubuk
- 1/4 sendok teh jintan bubuk
- 1 batang kayu manis, 5 cm
- 3 lembar daun jeruk
- 4 lembar daun salam
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
- 2 sendok makan gula Jawa
- 1 1/2 sendok makan garam
- 1 1/2 sendok teh kaldu bubuk (optional)

Cara membuat:

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Siapkan panci, panaskan 3 sendok makan minyak. Tumis bumbu halus, ketumbar, jintan, kayu manis, daun  jeruk, daun salam, lengkuas dan serai  hingga harum dan rempah layu, bumbu berubah warnanya menjadi lebih gelap dan tua. 

Resep Gulai Nangka Kacang Panjang

Masukkan kacang panjang, aduk dan tumis hingga kacang layu. Masukkan 500 ml air dan masak dengan api sedang hingga kacang empuk

Tambahkan daun melinjo, aduk dan masak hingga daun matang. Masukkan rebusan nangka, dan 1 liter air, masak kuah hingga mendidih.

Masukkan santan, garam, gula, dan kaldu bubuk (jika pakai), masak sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah.  Tambahkan air jika kuah dirasa kurang. Cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garamnya. Sajikan. 



0 komentar:

Posting Komentar

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...