07 Agustus 2018

Resep Sambal Mangga


Resep Sambal Mangga

Weekend dua minggu lalu kala ke Bogor bersama Ibu dan keluarga adik saya, Tedy, kami menyempatkan diri mampir di sebuah restoran khas India bernama Indian Royal Cafe yang terletak di Jalan Pandu Raya, Bogor. Rumah  makannya tidak terlalu besar, berada di tepian jalan, namun adik saya menyakinkan kami semua jika resto ini menyediakan masakan otentik India. Pemilik resto yang memang asli India kebetulan adalah salah satu boss di kantor adik saya, jadi kami yakin akan disuguhi dengan menu India bercita rasa asli. Ibu saya yang penggemar segala macam jenis nasi biryani dan nasi rempah khas Timur Tengah sangat antusias diajak kesana. Saya sendiri sebenarnya menghindari resto yang hidangan utamanya mengandung nasi, tapi karena rasa penasaran dengan masakan asli a la India akhirnya bersemangat juga digiring kesana. 

Dulu, lebih dari sepuluh tahun yang lalu, saya pernah makan malam di sebuah resto India terkenal di kawasan Sudirman. Kala itu kantor saya mengadakan acara makan-makan dan si Boss memilih hidangan India. Walau sebagian besar saya lupa dengan jenis masakan yang disantap kala itu, namun satu hal yang masih diingat adalah hidangan India asli sangat kuat akan rempah-rempah seperti kapulaga, jintan, dan adas. Walau saya penggemar rempah-rempah, namun terlalu banyak justru akan membuat rasanya menjadi lebay dan aneh.

Resep Sambal Mangga
Resep Sambal Mangga

Di resto, Ibu saya memesan nasi Biryani dengan kambing.  Tedy memilih butter chicken yang merupakan salah satu hidangan populer kuliner India. Saya sendiri memesan kari kambing tanpa nasi, sementara hidangan lainnya yang kami pesan adalah paratha dan ice cream. Harga hidangan sangat terjangkau untuk restoran khas India, berkisar di 30 ribu hingga 40 ribu rupiah. Satu hal  yang saya suka ketika jalan-jalan ke Bogor adalah banyaknya restoran sedap dengan harga makanan yang terjangkau. Jalan Pandu Raya termasuk lokasi kuliner yang sering menjadi sasaran kami karena banyaknya restoran unik bertebaran di sepanjang jalannya. 

Nasi biryani kambing datang dalam waktu tidak terlalu lama, tumpukan nasi dari beras basmati berempah plus daging kambing yang cukup banyak potongannya membuat saya surprised mengingat harganya yang murah. Walau sedang diet keto dan menghindar nasi, akhirnya satu sendok masuk ke mulut didorong oleh rasa penasaran akan rasanya. Jika anda menyukai hidangan India atau hidangan dengan rempah yang kuat maka nasi Biryani disini saya rekomendasikan. Rasanya lezat dan daging kambingnya super empuk. Karena porsinya lumayan besar, Ibu saya lantas berbagi porsi dengan adik ipar saya, Diar. Sebagian potongan daging kambing bahkan dioper ke piring saya dan Tedy yang menerimanya dengan suka cita. 

Resep Sambal Mangga
Resep Sambal Mangga

Jika nasi biryaninya terasa kuat rempahnya, maka butter chicken yang dipesan Tedy terasa mild. Indian butter chicken mirip seperti kari ayam tanpa kuah, jadi hidangan terlihat nyemek-nyemek berwarna kekuningan. Rasanya sedap dan tidak terlalu strong rempah. Kari kambing datang tidak lama kemudian, saya memesannya tanpa nasi. Dua potong daging kambing empuk bersama kentang dimasak dalam kuah kari kental yang gurih dan sedap. Saya suka kari kambingnya karena mirip dengan kari negara kita dan tidak terlalu kuat akan rempah. Walau lembaran roti paratha terlihat flaky, menggiurkan dan empuk, saya mampu menahan diri untuk tidak menyantapnya. Ibu saya yang mencicipi paratha bersama cocolan kuah kari daging setuju dengan pendapat lainnya, "Iya, parathanya enak! Empuk." Kami pulang dengan perasaan puas, apalagi makan berempat plus minum dan dua mangkuk ice cream buat dua krucil hanya perlu membayar kurang dari dua ratus ribu rupiah. Mantap! Overall, restoran Indian Royal Cafe saya rekomendasikan jika anda penyuka hidangan India otentik dan tidak ingin dihajar harga yang membuat kantong jebol. 

rujak buah Bogor JTT
Penjual rujak buah di Bogor

Sepulang dari resto kami melewati deretan penjual rujak buah yang banyak mangkal di Jalan Pandu Raya. Pedagang rujak buah disini memiliki keunikan karena menggunakan buah-buah 'jadul' seperti buni, lobi-lobi dan gowok yang kini telah menjadi buah langka dan susah ditemukan dimana-mana. Dulu ketika saya masih tinggal di Paron, Ngawi, setiap kali musim gowok maka dimana-mana buah ini mudah sekali ditemukan dijual pedagang kacang rebus ditepian jalan bersama buah duwet. Ketika melihatnya lagi dipedagang rujak di Bogor, saya langsung meminta Tedy menghentikan mobil. Tidak tanggung-tanggung, tiga bungkus rujak buah dan sebungkus besar gowok dan lobi-lobi saya bawa pulang ke Jakarta. Lobi-lobi dan buni memiliki rasa super asam, namun ketika diolah dan ditumbuk kasar didalam sambal rujak, cita rasa asamnya membuat rujak menjadi lebih segar. Sayang buah-buah asam ini tidak pernah saya temukan di Jakarta.

Oke, kembali ke resep kali ini. Sambal terasi ini resepnya saya peroleh dari Mba Fatma di Instagram. Beliau bahkan berbaik hati mengirimkan ikan sepat kering berbentuk kipas khas Banjar ini ke Jakarta, sehingga saya bisa menikmati si ikan sepat goreng dengan sambal mangga seperti yang dihadirkan Mba Fatma di IG beliau @fatmadeden. Membuat sambal mangga super mudah, basic-nya hanyalah sambal terasi biasa yang dicampur dengan irisan mangga mengkal. Rasanya super maknyus, apalagi untuk menemani ikan asin goreng.

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Sambal Mangga

Sambal Mangga
Resep diadaptasikan dari Mba Fatma Deden, Banjarmasin

Untuk 4 porsi

Tertarik dengan resep sambal lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sambal Lethok (Sambal Tumpang) a la Paron
Sambal Terasi
Sambal Pecel Ngawi a la My Mom

Bahan:
- 6 siung bawang merah, rajang kasar
- 5 buah cabai merah keriting, belah 2 bagian
- 3 buah cabai merah (optional)
- 1 buah tomat merah, potong dadu
- 1 sendok teh terasi bakar
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan gula jawa, sisir halus
- 1/2 buah mangga muda mengkal, serut tipis
- minyak untuk menumis

Cara membuat:

Resep Sambal Mangga

Siapkan semua bahan. Panaskan 2 sendok makan minyak diwajan, tumis bawang merah, cabai merah keriting, cabai rawit, terasi dan tomat hingga cabai dan tomat layu dan matang. Angkat dan tuangkan ke cobek, tambahkan gula dan garam, tumbuk hingga halus.

Tambahkan irisan mangga, ulek kasar hingga tercampur baik. Cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garamnya, sajikan.



11 komentar:

  1. Mba Endang maaf,tapi jujur saya lebih tertarik kuliner makanan India-nya daripada resepnya :DDD hehehe..pengin liat tampilan makanannya kayak apa :P..Mba Endang bikin liputan kulineran lagi donk,biar ada intermezzo diantara postingan resep2..Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, kemarin saya foto pakai hape tapi fotonya gak ok, jadi saya gak upload.

      Hapus
  2. Baca ulasan Mbak Endang ttg Indian Royal Cafe jadi pengen nyobain ke sana. Pdhl rumah sy di perumahan blkg cafe tsb, sdh puluhan kali sy lewat situ kalo mau naik angkot di Jl Pandu Raya ga ada keinginan bwt kulineran di situ, stlh baca ulasan Mbak Endang jd pengen mampir dh...�� (Liza)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalau dekat cobain dah Mba Liza kesana, sekali2 merasakan masakan india otentik. ratingnya di internet juga oke mba. Parathanya must try

      Hapus
  3. Baca ini pada jam makan siang bikin ngiler, euy. Nanti saya kasih tahu suami ah. Soalnya dia yang doyan bikin sambel di rumah. Hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan lupa siapkan ikan atau tempe goreng, hadooh bisa kalap

      Hapus
  4. halo mbak endang, salam kenal, saya yang tinggal di bogor juga belum pernah ke royal cafe, kalau ke daerah pandu saya biasanya nge bakso di bakso PMI atau ke ranin, ranin punya koleksi biji kopi yang di tanam di sekitaran bogor. untuk masakan india favorit saya nasi briyani dan chicken masala, saya kurang suka kambing. Btw boleh dong sharing lebih banyak tentang diet karbo dan healthy menu nya. thanks ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Salam kenal ya. Wah saya akan ajak adik saya ngebakso di PMI dan ranin hehhehe, penasaran.

      diet keto ala saya sudah sering saya share di posting2 sebelumnya mba

      Hapus
  5. Wah telat banget nih saya baru tau justtryandtaste
    jadi pengen langsung nyobain resepnya

    Salam kenal ya, terima kasih sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba, thanks sudah berkunjung ke JTT.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...