06 Juni 2018

Resep Sayur Godog Betawi


Resep Sayur Godog Betawi

Kantor saya sedang dihebohkan dengan cerita horor, sebenarnya bukan akhir-akhir ini saja tapi selentingan tentang adanya makhluk ghaib ini sudah didesahkan sejak beberapa tahun yang lalu. Cerita selalu dimulai dan diakhiri dengan seorang karyawan yang memiliki indra keenam alias sixth sense, dan berhubung saya tidak memiliki indra nomor enam tersebut maka cerita-cerita horor tersebut tidak terlalu saya pedulikan. Terus terang saya tidak terlalu suka dengan hal-hal yang berbau horor, anti menonton film horor atau mendengar cerita horor. Bukan karena saya tidak percaya hal-hal semacam itu, saya yakin ada banyak jenis makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT baik yang kasat mata maupun yang tak tampak, namun terlalu terlibat didalamnya membuat hidup saya akan dipenuhi bayangan nightmare. Hidup sudah cukup complicated dan susah, mengapa harus ditakut-takuti lagi dengan hal-hal berbau horor bukan? Itu prinsip saya.

Resep Sayur Godog Betawi
Resep Sayur Godog Betawi

Nah ketika karyawan berindra keenam terakhir resign dua tahun yang lalu, maka cerita horor di kantor saya tidak terdengar gaungnya, hingga seorang karyawan baru masuk beberapa bulan yang lalu dan mengaku seorang indigo. Sejak itu hampir setiap hari ada cerita horor yang diobrolin rekan-rekan di kantor. Penampakan makhluk ghaib yang diceritakan bermacam-macam, mulai dari perempuan berambut panjang (cerita klasik), nenek-nenek dengan punggung bungkuk yang berjalan menembus kaca jendela, bayangan gelap yang bergerak, suara perempuan bernyanyi-nyanyi di toilet padahal hanya ada beberapa karyawan yang tersisa, dan banyak cerita aneh lainnya yang berusaha tidak saya dengarkan. Jika rekan kantor didepan saya mulai bercerita ke rekan disebelahnya, saya segera mengambil earphone dan menyumpal telinga ini dengan Phil Collins. 

Resep Sayur Godog Betawi
Resep Sayur Godog Betawi

Tak habis pikir juga bagaimana sebuah gedung terang benderang dan berada nun di lantai 21 bisa terjadi hal-hal horor. Saya sendiri belum pernah mengalami kejadian aneh di kantor ini, atau kejadian aneh di kantor sebelumnya yang jauh lebih horor suasananya, padahal dulu ketika awal kami pindah ke kantor ini setiap Sabtu saya selalu masuk untuk memastikan instalasi sistem trading berjalan mulus. Seringkali pekerjaan dilakukan hingga malam hari dan hanya ada dua atau tiga karyawan di kantor plus seorang office boy, tapi tidak pernah ada hal ganjil terjadi. Mungkin karena perasaan saya jika berurusan dengan makhluk halus benar-benar tumpul sehingga jikalau adapun tidak pernah dirasakan. Entahlah.  

Lucunya sejak penampakan sering terjadi maka rekan-rekan kantor terutama yang wanita jika sudah diatas pukul enam malam mulai takut pergi ke toilet sendirian. Teriakan, "Siapa yang mau ke toilet ya?" Adalah hal yang biasa terdengar. Lebih menggelikan lagi, teman-teman saya para pecinta film horor, yang tidak pernah absen menonton di bioskop sebelah kantor ketika film horor diputar, juga takut pergi ke toilet sendirian. Masih mendingan saya yang tidak suka film horor tapi kalau urusan ke toilet walau tengah malam pun pasti akan dijabanin, batin saya sedikit mencemooh. Jika dulu banyak yang bermalas-malasan pulang dan asyik berkutat di depan komputer walau jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, kini cepat-cepat 'ngacir' ketika rekan lainnya memperlihatkan tanda-tanda pulang. Office boy di kantor tentu saja paling happy dengan kejadian ini, tidak ada lagi karyawan yang pulang hingga larut malam. 😆

Resep Sayur Godog Betawi

Menuju ke sayur godog kali ini. Resepnya sudah pernah saya share sebelumnya klik link disini untuk melihat resep sebelumnya, dan kini direcook dengan sedikit modifikasi. Sejak menampilkan resepnya di blog maka banyak pembaca yang berbagi tips dan resep sayur godog khas keluarganya masing-masing, yang paling banyak adalah memberikan saran menambahkan udang segar yang dihaluskan ke bumbu tumisan. Saya sering menggunakan bubuk ebi (udang kering) ke sayur godog, tapi udang segar lumat belum pernah dilakukan, jadi kali ini saya mencobanya. 

Ketika bumbu ditumis, aroma udang yang gurih dan khas tercium kuat, berbeda ketika udang hanya dibiarkan dan dimasak utuh begitu saja. Penampilan bumbu memang menjadi terlihat bergerindil karena kandungan daging udang, namun ketika air ditambahkan dan semua bahan matang maka kuah berubah smooth seperti sayur godog umumnya. Bagaimana rasanya? Hmm, mantap! Kuahnya terasa gurih udang, lebih sedap dibandingkan sayur godog yang biasa dibuat. Sepertinya saat Lebaran nanti saya akan membuat sayur godog dengan bumbu ini kembali untuk menemani segambreng ketupat. 😆

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Sayur Godog Betawi

Sayur Godog
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 5 porsi

Tertarik dengan resep sayur berkuah lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sayur Lodeh Jantung Pisang dengan Nangka Muda
Sayur Besan
Sayur Goreng Asam

Bahan:
- 20 buah kacang panjang, potong sepanjang 3 cm
- 1 buah labu siam ukuran besar, potong korek api (atau pepaya muda, iris, remas dengan garam hingga lemas dan cuci bersih)
- 250 gram udang kecil, biarkan kulit dan kepalanya atau protein hewani lainnya (daging sapi, ayam)
- 1 liter air
- 80 ml santan kental instan kemasan

Bumbu dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah keriting
- 4 buah cabai rawit merah
- 3 butir kemiri sangrai
- 50 gram udang segar (biarkan kulit dan kepalanya) atau 2 sendok makan ebi (udang kering) atau 2 sendok makan ebi dihaluskan

Bumbu lainnya:
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk purut
- 1 batang serai, memarkan
- 10 buah cabai rawit utuh
- 10 buah cabai hijau, iris serong tipis
- 1 papan petai, potong sesuai selera (optional)
- 1/2 sendok makan garam
- 1 sendok makan gula pasir

Cara membuat:

Resep Sayur Godog Betawi

Siapkan blender dry mill, masukkan bumbu yang akan dihaluskan, proses hingga halus. Sisihkan.

Siapkan panci, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum, matang dan berubah warnanya menjadi tidak pucat. Masukkan lengkuas, daun salam, daun jeruk, serai, cabai rawit utuh, cabai hijau, dan petai (jika pakai), aduk dan tumis hingga bumbu layu. 

Resep Sayur Godog Betawi

Masukkan kacang panjang, aduk dan tumis hingga kacang menjadi layu, tambahkan 1/2 bagian air, masak hingga mendidih dan kacang setengah matang. Tambahkan sisa air, dan labu siam, masak hingga semua bahan matang dan empuk.

Tuangkan santan, udang, gula dan garam, aduk rata dan masak dengan api kecil hingga kuah mendidih, santan matang dan harum serta udang berubah warnanya menjadi kemerahan. Cicipi rasanya, sesuaikan garam dan gulanya. Angkat dan sajikan dengan ketupat atau lontong. Super yummy!



12 komentar:

  1. Sama mbaaaa, aku jg gak mau denger kalo ada temen yg cerita horor2 gitu. Bener jg sih kalo ketakutan kdg2 cuma ada di pikiran. Kalo aku sayur santan pasti pake ebi biar wangi, trus udangnya aku goreng sebentar. Trauma mba kalo bau amisss

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Herlina tipsnya ya. biasanya juga pakai ebi, tapi ini saya coba cara lain

      Hapus
  2. maaf, mbak, saya skip dulu karena ada udangnya.. :D

    salam kenal mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, tinggal hilangkan udangnya saja, kalau mau lebih gurih tinggal tambah potongan daging sapi

      Hapus
  3. Setuju dengan prinsipnya mbak! Saya juga gak suka film horor. Aku pecinta udang mbak, bakalan suka banget nih

    BalasHapus
  4. Selamat idul fitri mba endend. Maaf lahir bathin ya. Aku biasa bikin juga pake ebi dihaluskan. Pgn coba pake udang segar seperti resep mba ini. Ngomong2 soal horor, dulu aku bisa liat dan rasa. Tp sejak aku cuekin sekarang blas ga bisa. Lebih nyaman sih mba. Dasarnya penakut hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat Hari Raya Idul Fitri juga Mba Harsi, mohon maaf lahir dan batin ya. Wah saya ngeri mba kalau dikasih kemampuan bisa lihat dan rasa, saya juga penakut wkakakka

      Hapus
  5. Halo Mbak Endang, kalo cabe merah keritingnya diganti cabe kering mempengaruhi rasanya ga yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak Mba, saya juga sering pakai cabai kering

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...