Berusaha meningkatkan kualitas hidup, minggu lalu saya mencetuskan diri untuk mulai rutin berolahraga. Target saya hanyalah berjalan kaki keliling kompleks diseputar rumah sekitar 30 menit, dan berenang di hari Sabtu atau Minggu. Dulu, hm beberapa tahun nan lampau, saya cukup rajin mengelilingi lapangan di Gelora Bung Karno (GBK). Saya berangkat berjalan kaki dari rumah hingga tempat tujuan, berkeliling lima atau enam putaran dan pulang dengan menaiki TransJ. Terkadang jika malas mengelilingi GBK, saya lantas menuju ke mal Blok M yang terletak tidak jauh dari rumah. Mal Blok M memiliki gedung dengan bentuk berputar yang antar lantainya dihubungkan dengan jalan berupa jembatan kecil (bukan hanya eskalator). Mengenakan sepatu kets, saya akan berkeliling dari lantai dasar hingga puncak dan turun kembali. Ini dilakukan berulangkali hingga kaki terasa gempor. Terkesan aneh, tapi jika ingin jalan sehat, bebas polusi, plus cuci mata maka mal menjadi tempat yang asyik untuk berolahraga. Tak ada orang yang peduli walau kita beputar-putar di tempat yang sama seratus kali sekalipun. 😃
06 November 2017
Resep Bistik Ayam
Berusaha meningkatkan kualitas hidup, minggu lalu saya mencetuskan diri untuk mulai rutin berolahraga. Target saya hanyalah berjalan kaki keliling kompleks diseputar rumah sekitar 30 menit, dan berenang di hari Sabtu atau Minggu. Dulu, hm beberapa tahun nan lampau, saya cukup rajin mengelilingi lapangan di Gelora Bung Karno (GBK). Saya berangkat berjalan kaki dari rumah hingga tempat tujuan, berkeliling lima atau enam putaran dan pulang dengan menaiki TransJ. Terkadang jika malas mengelilingi GBK, saya lantas menuju ke mal Blok M yang terletak tidak jauh dari rumah. Mal Blok M memiliki gedung dengan bentuk berputar yang antar lantainya dihubungkan dengan jalan berupa jembatan kecil (bukan hanya eskalator). Mengenakan sepatu kets, saya akan berkeliling dari lantai dasar hingga puncak dan turun kembali. Ini dilakukan berulangkali hingga kaki terasa gempor. Terkesan aneh, tapi jika ingin jalan sehat, bebas polusi, plus cuci mata maka mal menjadi tempat yang asyik untuk berolahraga. Tak ada orang yang peduli walau kita beputar-putar di tempat yang sama seratus kali sekalipun. 😃
03 November 2017
Resep Urap Daun Kencur
Jika musim penghujan seperti ini daun kencur mulai bermunculan di pasar Blok A didekat rumah. Sayuran ini hadir hanya setahun sekali, bahkan terkadang tidak pernah muncul sama sekali. Tahun lalu si daun kencur absen dari pasar, tapi tahun ini dengan curah hujan yang melimpah, mereka mulai banyak dijajakan penjual sayuran. Saya suka aromanya yang harum segar dan teksturnya yang crunchy, untuk rasanya sama seperti umbi kencur umumnya. Bagi penggila rempah dan sayuran maka daun kencur banyak diburu, saya bahkan harus datang ke pasar dipagi hari sekali karena jika waktu bergeser sedikit ke siang maka sayuran ini telah ludes terjual.
Terus terang baru di Jakarta lah saya menemukan daun kencur dijual dalam ikatan selayaknya daun kemangi atau kangkung. Seumur-umur tinggal di Paron, kampung halaman, atau di Jogya ketika dulu bertahun-tahun kuliah disana, saya belum pernah melihat daun rempah ini dijual seperti ini. Saya tahu daun kencur sedap disantap di dalam urap. Ibu saya dulu sering menambahkan ulekan daun kencur ke dalam bumbu, tapi porsinya sangat sedikit, hanya beberapa lembar saja, itupun dari hasil menanam umbi kencurnya sendiri dibelakang rumah. Tapi kini, si daun kencur menjadi tokoh utama di dalam semangkuk besar urap, dan saya susah berhenti menyantapnya. 😁
Label:
Rempah dan Bumbu,
Sayuran
01 November 2017
Resep (Homemade) Saus Barbecue dengan Cumi Goreng
Lupakan tampilan cumi-cumi goreng aka calamari di gambar-gambar yang saya share pada resep kali ini. Walau terlihat buruk rupa dan tidak menarik namun teksturnya crispy (jika masih hangat!), gurih dan cukup lezat. Fokuskan pandangan kita hanya pada resep saus barbecue yang menjadi pendamping si cumi-cumi goreng, karena resep barbecue sauce inilah yang sebenarnya menjadi andalan saya dipostingan kali ini. Calamari adalah gorengan yang hingga kini saya merasa belum puas dengan hasil eksperimen di dapur. Saya pernah menyantap calamari di sebuah tempat karaoke, restonya menyajikan cumi-cumi goreng balut tepung yang super crispy, dengan daging cumi-cumi yang empuk, gurih dan sedap. Sejak itu tak terhitung sudah berapa banyak resep calamari dicoba, namun saya belum menemukan satu resep tokcer yang layak simpan.
Calamari yang saya inginkan haruslah terbalut adonan tepung (bukan breadcrumbs), berwarna kuning coklat keemasan, dan renyah. Walau cara termudah membuat calamari renyah dengan menutup permukaan cumi-cumi menggunakan tepung roti namun tekstur breadcrumbs yang mudah gosong sementara daging cumi-cuminya sendiri belum matang selalu menjadi kendala utama. Selain itu, walau semua gorengan mengandung minyak yang banyak, tapi breadcrumbs sepertinya menyerap minyak dua kali lipat lebih banyak dibandingkan adonan tepung. Jadi saya lebih tertarik dengan resep yang minus breadcrumbs di dalam komposisi bahannya.
Langganan:
Postingan (Atom)








