30 Desember 2012

Apa yang anda ketahui tentang Saffron?



Telah lama sebenarnya saya mengetahui mengenai bumbu masakan bernama saffron, puluhan literatur mengenainya pun telah saya lahap, namun melihatnya dengan mata kepala sendiri belum pernah, apalagi merasakannya. Harganya yang mahal bahkan banyak yang mengatakan setara dengan emas membuat saya sama sekali tidak berminat untuk meliriknya. Tapi itu cerita lalu, sekarang saffron menjadi salah satu bumbu masakan sehari-hari, karena Said banyak membawanya dari Iran. Iran merupakan salah satu negara penghasil saffron dan masayarakat di sana umum menggunakannya sebagai bumbu masakan. Pertama kali merasakannya kala Said memasak ayam saffron, masakan yang sangat sederhana dimana potongan ayam dibumbui dengan bawang bombay, bawang putih dan tentu saja saffron. Rasanya luar biasa lezat! Sungguh sulit mengungkapkan keunikan rasa saffron, namun satu hal yang saya ingat, ayam saffron membuat saya sangat, sangat ketagihan!

Saffron dalam paket yang dijual di Iran
Saffron yang digerus dengan garam


27 Desember 2012

Pedesan Entog a la Indramayu



Dari namanya saja anda pasti sudah bisa membayangkan rasanya, makanan ini memang pedas! Asalnya dari daerah Indramayu dan walaupun beberapa kali saya berkunjung kesana saya belum mendapatkan kesempatan untuk mencicipinya secara langsung. Membaca literatur tentangnya sana dan sini membuat air liur saya pun menjadi menetes dan keputusan pun dibuat, pedesan entog harus bisa diwujudkan. Yenih, rekan kantor saya, yang ayahnya juragan bebek dan entog menjadi pemasok handal unggas ini. Sabtu pagi, minggu lalu, dua ekor entog/itik muda diantarkan langsung dalam kondisi telah bersih dan siap masak, satu ekor saya sulap menjadi nasu palekko yang mantap sedangkan entog lainnya menjadi pedesan a la Indramayu ini.  Bagi anda yang tertarik dengan nasu palekko dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan, silahkan klik di link disini. Kedua masakan berbahan dasar entog ini sedap, membuat nafsu makan  menggila dan perut anda mengamuk. Hati-hati! ^_^


21 Desember 2012

Sup Asparagus dengan Bola-Bola Daging



Jika anda tinggal di sekitar Blok M, Panglima Polim dan sekitarnya, maka anda mungkin mengenal supermarket Papaya di jalan Melawai. Supermarket ini menjual bahan makanan khas negeri ginseng Korea dan Jepang. Sayuran, buah, ayam, daging dan seafood di sini sangat fresh, dan menurut saya lebih fresh dibandingkan supermarket besar lainnya. Bahkan untuk sayuran lokal selain lebih fresh harganya pun juga lebih murah. Papaya bukan merupakan supermarket besar, namun jika anda menyukai bumbu dan saus khas Jepang dan Korea maka disinilah tempat untuk mencarinya. Menurut beberapa informasi, lantai atas supermarket ini berisi peralatan dapur dan pernak-pernik bento khas Jepang yang dibandrol dengan harga seragam, sayangnya setiap kali kesana saya selalu lupa untuk naik ke lantai atas dan mengeceknya. Hmm, terus terang saya penasaran juga karena mungkin ada satu atau dua peralatan dapur yang lucu yang bisa saya bawa pulang untuk melengkapi koleksi di rumah.

 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...