19 Februari 2013

Homemade Mie Beras dan Ayam Kuah Jahe



Musim hujan di Jakarta sepertinya akan panjang dan lama, memasuki minggu ketiga di bulan Februari ini pun sepertinya hujan deras masih saja terus mengguyur. Hujan-hujan seperti ini membuat saya enggan pergi keluar rumah. Contohnya seperti week-end kemarin, selama dua hari menjelang pukul dua siang dipastikan cuaca mulai mendung dan kemudian hujan super deras mengguyur dari langit. Terperangkap di dalam rumah selama dua hari membuat saya akhirnya mengisi waktu dengan membersihkan rumah dan mencuci setumpuk pakaian. Ketika lapar melanda yang saya inginkan hanyalah hidangan berkuah yang gurih dan sedap. Hmm, bagaimana jika mie rebus dengan cabai yang banyak? Tapi mie instan merupakan bahan yang langka di rumah Pete, dan sebagai informasi sudah lebih dari dua tahun saya tidak pernah menjamah mie ini karena setiap kali menyantapnya maka maag akut saya pasti kumat. Ide pun terlintas untuk membuat mie sendiri saja? Karena tidak ada sebutir telur pun di kulkas sebagai bahan utama membuat homemade mie telur, saya pun lantas bereksperimen membuat mie dari tepung beras. Yeah, hasilnya memang tidak terlalu maksimal namun setidaknya rasanya cukup lezat dan mengenyangkan. ^_^


Awalnya tatkala saya hendak mulai membuat mie beras ini saya begitu sangat percaya diri. Berbekal resep dan cara pembuatan yang mudah, saya pun langsung terjun ke dapur dan yakin hasilnya pasti akan sukses. Bahan mie berupa tepung beras dan tepung tapioka saya guyur dengan air mendidih dan aduk cepat dengan  menggunakan sumpit, saat itu saya merasa seperti Chef Yan yang sedang beraksi. Apalagi kemudian adonan yang terbentuk lembut dan sangat fleksibel untuk di uleni dan digilas, membuat saya semakin yakin gerbang kesuksesan menjelang. Adonan yang terbentuk tidak keras seperti udon yang pernah saya buat sebelumnya - silahkan klik disini untuk resep dan proses pembuatan homemade udon - agak sedikit lengket di meja sehingga saya harus menaburkan banyak-banyak tepung di permukaan meja kerja. Saya sebenarnya mulai sedikit curiga, karena biasanya adonan mie atau pasta cenderung kenyal, elastis dan tidak lengket kala di gilas dengan kayu penggilas. 

Adonan mie yang telah saya iris tipis lantas saya rebus dalam air mendidih dan aduk dengan sumpit, saat itulah bencana dimulai. Mie beras yang tadinya begitu cantik saat masih mentah kini terlihat mencair, patah-patah dan lembek, sehingga buru-buru saya tiriskan dan saya siram dengan air dingin. Syukurnya atau kebetulannya, walau patah-patah dan terlihat lembek, mie ternyata cukup kenyal dan rasanya mirip dengan kwetiau yang selama ini dijual di luaran. Fuiih, saya pun menghembuskan nafas sedikit lega, walau tampilan tidak seperti harapan setidaknya rasanya tidak menyimpang jauh. Saya pun lantas melanjutkan merebus mie berikutnya dan melakukan proses yang sama yaitu meniriskan dan mencucinya dengan air dingin kemudian mie pun saya tumpuk menjadi satu di dalam mangkuk. Adegan selanjutnya saya lantas mempersiapkan ayam kuah jahe, tidak lama, karena bumbunya sangat simple,  hanya cing cing sebentar ayam kuah pun jadi. Saya pun kembali ke mie beras yang tadi saya letakkan di dalam mangkuk dan betapa kagetnya saya ketika melihat mie berubah menjadi gumpalan bola karet yang lengket, ketika nekat saya tarik dan uraikan justru gumpalan karet ini putus dan lengket dimana-mana. Hampir putus asa, saya ceburkan kembali mie ke dalam air dingin yang matang, dan holaaa.... mie terurai dengan mudahnya. 


Satu kesalahan yang mungkin saya lakukan adalah jika anda menggunakan resep mie beras ini maka sebaiknya adonan tidak digilas hingga tipis. Adonan digilas agak tebal, lebih tebal dari yang saya lakukan, kemudian diiris tipis. Adonan yang terbentuk tidak pipih lebar seperti kwetiau tapi hampir mirip seperti mie kuning atau spaghetti. Mungkin dengan cara tersebut mie tidak akan hancur saat direbus. 

So, jika anda mengatakan mie ini sebagai kwetiau, hmm.... yah mungkin sama. Karena tampilan dan rasanya sama. Tapi setelah saya membaca sana dan sini, dan setelah seonggok mie beras ini saya hasilkan, saya baru tahu ternyata ada cara mudah untuk membuat kwetiau yang dijamin pasti berhasil. Bahan mie tidak dibuat menjadi adonan yang bisa diuleni dan digilas seperti pasta tetapi diberi air yang banyak sehingga menjadi encer seperti adonan kulit lumpia. Adonan encer ini lantas dituangkan tipis-tipis di atas loyang kaca anti panas dan dikukus hingga matang. Lapisan tipis adonan yang telah matang ini kemudian diolesi minyak pada permukaannya, dilepaskan dari loyang dan digulung untuk kemudian diiris dengan ketebalan seperti kwetiau umumnya. Mata saya melotot memandang tayangan video di internet yang menampilkan proses pembuatan kwetiau dan memaki dalam hati melihat caranya yang sangat, sangat mudah, simple dan tentunya tanpa sport jantung sama sekali. Tapi nasi telah berubah menjadi tape saudara-saudara, next saya mungkin akan mencoba kwetiau versi yang mudah ini namun sekarang saya masih punya pe-er yang sangat mendesak: menghabiskan semangkuk besar mie beras yang terendam dengan manisnya di dalam baskom, semoga dia tidak mekar. ^_^ 

Berikut ini resep dan proses pembuatannya ya. 


Homemade Mie Beras dan Ayam Kuah Jahe
Resep diadaptasikan dari Malisa's Food Blog - Laotian Fresh Noodle Soup

Bahan kuah ayam:
- 1/2 ekor ayam ukuran kecil, saya menggunakan ayam negeri
- 3 butir bawang putih, memarkan
- 3 ruas jahe, iris tipis
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja, memarkan  
- 2 sendok makan kecap ikan 
- 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)
- 1 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh garam
- 3 lembar daun jeruk purut, buang batang tengahnya dengan cara disobek
- 2 batang daun bawang, rajang halus
- 2 liter air
- minyak untuk menumis bumbu

Bahan mie beras:
- 75 gram tepung beras
- 100 gram tepung tapioka
- 200 - 250 ml air panas mendidih

Pelengkap:
- irisan jeruk nipis
- irisan cabai rawit

Cara membuat:

Membuat ayam kuah jahe
 

Siapkan ayam, gosok permukaan kulit ayam dengan garam kasar hingga kesat dan bersih. Buang bagian lemak dan lendir yang melekat pada rongga dalam ayam dan kulit. Cuci ayam hingga bersih. Potong ayam menjadi 2 bagian. Kita hanya akan menggunakan setengah bagian saja. Sisihkan. 

Siapkan panci atau wajan cekung seperti saya, panaskan 1 sendok makan minyak sayur. Tumis bawang putih, serai dan jahe hingga harum. Masukkan air dan daun jeruk, masak hingga air mendidih. Masukkan ayam, masak dengan api kecil hingga ayam matang dan empuk. 

Masukkan kaldu bubuk, kecap ikan, merica bubuk, dan garam. Aduk hingga rata dan cicipi rasanya. Tambahkan garam jika kurang asin. Tiriskan ayam, kemudian masukkan daun bawang ke dalam kuah dan aduk sebentar hingga daun bawang layu. Matikan api kompor.

Membuat mie beras



Siapkan mangkuk, masukkan tepung beras dan tepung tapioka. Tuangkan air panas mendidih. Aduk cepat dengan sumpit sehingga terbentuk adonan basah yang kasar.


Bulatkan adonan hingga menjadi bola adonan. Letakkan di permukaan meja bertabur tepung dan uleni hingga menjadi adonan yang halus dan smooth permukaannya. Masukkan adonan ke mangkuk bekas adonan, tutup dengan kain bersih dan diamkan 15 menit agar adonan rileks.


Untuk memotong mie, gunakan cutter untuk memotong adonan seperti gambar atau pisau tajam. Adonan lembek, lemas, mudah untuk digilas jadi saya rasa tidak memerlukan pemotong pasta untuk membuatnya. 

Taburi permukaan meja dengan tepung beras secukupnya. Bagi adonan menjadi dua bagian. Bulatkan salah satu bagian adonan. Gilas dengan kayu penggilas yang dilumuri dengan tepung agar adonan tidak lengket. Gilas adonan hingga tipis, sesekali angkat adonan dari permukaan meja untuk memastikan adonan tidak lengket. Jika adonan melekat di meja, kikis dengan pisau, taburi tepung. Rubah posisi kayu penggilas agar setiap permukaan adonan tergilas dengan baik. 


Jika adonan telah memiliki ketebalan yang diinginkan, potong adonan dengan menggunakan pemotong adonan atau pisau yang sangat tajam. Untuk ketebalannya tergantung pada selera masing-masing. Taburkan sedikit tepung pada permukaan adonan yang telah di potong, uraikan masing-masing potongan hingga tercerai berai. Bagian menguraikan ini penting karena jika adonan direbus masih dalam gulungan maka gulungan tidak akan terurai di air panas. 


Siapkan panci berisi air mendidih, masukkan potongan mie mentah ke dalam air, aduk dengan sumpit selama direbus. Tidak memerlukan waktu lama, jika mie tampak mengapung dan air mendidih maka segera angkat dari kompor. Tuangkan mie ke dalam air dingin dan cuci dengan air mengalir hingga mie terasa tidak licin lagi. Tiriskan.

Siapkan air matang dingin di mangkuk besar  tuangkan mie ke dalam air, biarkan mie terendam disana hingga tiba saat dibutuhkan. Mie tidak akan berubah mekar dan tidak meribah rasa. Lakukan kegiatan merebus mie hingga semua adonan habis. 

Note: mie akan lengket jika tidak di rendam di dalam air dingin.  Kondisi mie saat direbus akan sedikit patah-patah dan lembek namun akan menjadi kenyal elastis kala disiram dengan air dingin. 

Penyajian:



Panaskan kuah hingga mendidih. Suwir suwir ayam rebus yang telah ditiriskan menjadi ukuran sesuai keinginan. Tiriskan mie, letakkan di mangkuk, taburkan suwiran ayam di atasnya dan siram dengan kuah panas.

Santap mie dengan kucuran air jeruk nipis, irisan cabai rawit dan irisan daun bawang. So yummy!

Source:
Blog Malisa's Food Blog - Laotian Fresh Noodle Soup   
   



22 komentar:

  1. Halo mbak Endang...walao ga sejago mbak, tapi kayaknya kita punya bbrp persamaan deh....cinta masak,tapi anehnya kadang mo turun ke dapur pake ogah2an, kenyang dikatain kurang kerjaan/ngapain musti bikin, gemar belanja & nyetok bahan makanan di kulkas sampai susah ditutup....hehehe...makasih udah baca curhat ga penting ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waakkk sama hehehe. Kenapa kalau suka masak selalu dibilang kurang kerjaan ya? padahal kan ini buat refreshing dan makanan batin juga, ngilangin stress hehhehe.Thanks ya Mba sharingnya dan 'curhatnya' hehhe

      Hapus
  2. Hi mb Endang,saya ibu irt yg bener2 ga jago masak n sering dikomplain suami krn masakan saya aneh rasanya....he3, tp berkat resep resep yang diposting mb n sudah lumayan byk saya praktekan, sekarang saya tambah disayang suami. Terimakasih ya mb atas resep-resepnya n ga pelit berbagi tip2 yg berguna bgt buat pemula seperti saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, salam kenal dan siiiipp saya senang membaca komentarnya. Jadi makin semangat update blog. Makasih sharingnya disini ya Mba, sukses selalu ^_^

      Hapus
  3. Rajin bener mbak,bikin kwetiaw sendiri, salut deh...

    BalasHapus
  4. mesti dicoba nih mbak...anak2doyaaam sm mie.tp kami membatasi banhet.sampe2 klu makan mie sprti dpt hidangan istimewa.hahaha.klu mie tep beras ini kan lbh aman dan sehat.makasih untuk sharingnya ya mbak....tetap semngat didapur dan semngat update blog krna blog ini sll menginspirasi...*hughug*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo Mba Venny, kayanya kudu coba versi dikukus pakai adonan encer Mba, hasilnya saya rasa lebih oke. Yep, mie beras buatan sendiri lebih sehat dan gak bikin sakit maag kumat hehehe

      Hapus
  5. plese donk mbak coba resep kwetiaw yang dikukus. aq udh lama banget mau buat itu, tapi lom ketemu resepnya. kalau udah dicoba ma mbak jadi lebih yakin hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, ditunggu ya, soalnya saya juga penasaran hehehhe

      Hapus
  6. http://www.mummyicancook.com/2011/08/homemade-rice-noodle-sheets-chee-cheong.html?m=1

    Hi mbak, itu resep kwetiauw yg dikukus...saya udah coba sih...rasanya jg enak...tp mending piring kukusnya cr bahan yg non stick krn even dah pake minyak tetep lengket..apalagi pemakaian ke 2 n seterusnya...agak rempong...yg pertama mulusss.....nah tp hrs pny 2-3 piringg jd cpt kl ga ngabisinn gas...hihihihi ...
    Itu pengalaman sayaa ya mbakkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Venny, thanks linknya ya, yep saya pernah lihat juga video di u tube mengenai proses pembuatan kwetiaw kukus. kalau ada waktu saya juga kepengen coba hehhehe

      Hapus
  7. Hallo mb E^^ lebih kurang kerjaan mana sama aku yang kebangun mau minum tapi sempet buka2 blog JTT? Hihi... Ada makanan khas Purwokerto yang namanya Sahoun. Agak2 mirip lho sama postingan JTT yg ini. Tapi nanti aku kulik2 review beberapa warung sahoun disini ya hehe..
    Susi-Cilacap (kadang Purwokerto jg)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Susi, wah thanks infonya yaa, pernah dengar2 makanan itu cuman gak pernah cicip dan lihat langsung. Senang sekali kalau bisa dapat original resepya yaa hehehhe

      Hapus
  8. Kalo mie nya cuma pake tepung beras bkalan jadi gak ya, soalnya sya pengen bkin pake tepung beras merah atw hitam

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, saya nggak yakin teksturnya akan oke ya, tapioka membuat teksturnya menjadi kenyal ya

      Hapus
  9. Mba endang, kalau mau nyimpen mie berasnya di kulkas/freezer gimana caranya ya? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di kulkas bwah simpan dalam wadah tertutup untuk 3 hari mba, kalau di freezer simpan dalam wadah tertutup bs untuk 1 bulan ya

      Hapus
  10. halo mba.. aku juga nyoba2 buat kwetiau. sempet ngeliat resep di salah satu website dengan takaran tpung beras 100gr, tpung kanji/maizena 3-4sdm dan air 250ml.

    saya coba dikukus, hasil akhirnya pecah, lengket dan gak tau lagi gimana bentuknya. putus asa, saya coba resel lainnya. tepung kanji:tepung beras 75g:75gr dan air 150ml. hasilnya sama.

    begitu ngeliat resep mba endang, saya jadi malah mau nyoba resep mba. semoga saya berhasil buat kwetiau kali ini ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Mell, memang susah2 gampang ya, kalau menurut saya kurang kenyal mba, jadi itu yang bikin mudah hancur ketika dimasak, keknya memang ada bahan khusus yang membuat dia kenyal

      Hapus
  11. saya pengen coba bikin resepnya mbk endang ini. sepertinya mudah, sepertinyaaaa.. hehehe..menggosok kulit ayam dengan garam kasar? itu fungsinya apa mbk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Disti, kalau ayam negeri saya selalu gosok dengan garam permukaan kulitnya untuk menghilangkan bau2 tdk sedap di ayam ya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...