25 Februari 2014

Steak daging sapi dengan saus lada hitam, kentang tumbuk dan sayur rebus



Dimana sih kita bisa menikmati steak daging sapi yang lezat, empuk dengan cita rasa pas di lidah, porsinya pun jumbo dengan harga terjangkau? Ehem, definisi harga terjangkau itu kira-kira tidak lebih dari seratus ribu rupiah seporsinya. Di Jakarta ada beberapa restoran yang menjadi incaran pemburu steak dengan kriteria yang saya sebutkan di atas, misalnya saja Abuba Steak, Andakar, atau Hollycow. Nah untuk Andakar saya bahkan pernah menulis ulasannya di sini. Dua lainnya, saya memang tidak menampilkannya di JTT namun saya rekomendasikan untuk anda coba jika ingin mencicipinya. Di Hollycow anda bisa memilih jenis saus yang digunakan apakah black pepper, mushroom atau barbeque. Sedangkan Andakar dan Abuba mereka hanya memiliki satu jenis saus saja yaitu barbeque. 

Tapi walaupun ketiga restoran ini menawarkan steak yang cukup oke, namun tetap saja rasa penasaran untuk bisa membuat steak sendiri dengan rasa yang mantap dan harga yang lebih bersahabat selalu menggebu. Bayangkan saja, saat hujan deras mengguyur, perut keroncongan dan yang terbayang adalah seporsi steak daging yang hangat dilengkapi dengan kentang tumbuk nan creamy dan crunchy-nya sayuran rebus, walau air liur berleleran tetap saja enggan rasanya menggerakkan badan untuk menembus hujan, mencari angkutan umum dan pergi ke resto steak. Saya belum terlalu gila untuk melakukan itu.  Nah cara termudah dan tercepat untuk mewujudkan impian tersebut adalah dengan meluangkan waktu sebentar di dapur plus sedikit kreatifitas maka seporsi steak hangat a la resto dengan mudah bisa dihidangkan! ^_^

Potongan daging yang telah direndam nanas


Saya pernah menampilkan beberapa resep steak sebelumnya dan semuanya mudah untuk dibuat, namun dua minggu yang lalu sepulang kantor saya begitu ingin menyantap steak daging yang cukup tebal dengan saus lada hitam yang nendang. Untuk itu saya pun lantas terdampar sejenak di sebuah supermarket dan mulai melihat-lihat potongan daging sapi yang harganya mampu membuat saya mengelus dada. Mengapa ya di negara agraris dengan lahan yang luas dan tanah yang subur seperti Indonesia ini tidak memiliki banyak peternakan sapi potong sehingga bisa menyuplai kebutuhan daging dalam negeri? Seingat saya sejak dua tahun lalu harga daging sapi tidak bergeser dari seratus ribu rupiah per-kilonya. Malas berlama-lama di depan counter daging, akhirnya pilihan saya jatuh ke daging jenis top side. Untuk ukuran 425 gram saya harus merogoh kocek sebesar lima puluh ribu rupiah. Saya tahu untuk steak yang hanya di panggang menggunakan pan datar di atas kompor maka kualitas daging yang baik menjadi penentu, agar daging cepat empuk walau hanya dipanggang dalam waktu yang singkat. Tapi daging kualitas baik mahal harganya, jadi kali ini saya hanya menggunakan jenis daging dengan kualitas yang biasa saja namun dengan treatment yang tepat maka daging bisa menjadi empuk tak kalah dengan jenis supernya. 


Setibanya di rumah, jam telah menunjukkan pukul enam sore, saya pun langsung menceburkan diri ke dapur. Beberapa tips yang saya ingat untuk membuat daging empuk adalah dengan merendam potongan daging di lumatan buah kiwi (harganya mahal dan saya sering dikomplain pembaca jika menyarankannya), membungkusnya dengan daun pepaya (pohon pepaya di halaman depan baru tumbuh setinggi 20 cm), menggunakan bubuk papain (getah pepaya yang banyak dijual di supermarket berbentuk tepung putih) atau parutan buah nanas. Pilihan saya jatuh ke nanas, dan kebetulan saya selalu menyimpan potongan buah ini di freezer. Berdasarkan pengalaman, nanas termasuk buah yang oke untuk dibekukan dan biasanya saya menggunakannya sebagai campuran smoothie buah dan sayuran yang sering saya buat di pagi hari. Seperempat buah nanas, sekitar 150 gram saya blender sebentar hingga halus dan saya gunakan untuk merendam potongan daging. 

Mengapa buah nanas efektif sebagai bahan pengempuk daging? Nanas mengandung bromelain, merupakan senyawa campuran dari enzyme protease yang memiliki kemampuan untuk mencerna protein. Pada tahun 1890, para peneliti berpendapat bahwa buah nanas efektif untuk memecah protein seperti collagen yang terdapat di dalam daging steak. Walaupun bromelain ditemukan diseluruh bagian buah nanas, namun konsentrasi terbesarnya terdapat di bagian batang nanas. Di pabrik pengalengan nanas, setelah daging buah nanas dipotong, di kalengkan atau dirubah menjadi jus, maka bagian yang tersisa dari buah kemudian dikumpulkan untuk diekstrak bromelain-nya. 


Karena ampuhnya bromelain di dalam nanas dalam mengempukkan daging, maka hati-hati saat anda meredam potongan steak di dalamnya. Jangan gunakan takaran nanas yang berlebihan dan jangan merendamnya dalam waktu yang lama, karena alih-alih anda akan mendapatkan sepotong steak nan empuk maka yang terjadi adalah bubur daging yang tidak keruan rasanya. Berdasarkan pengalaman dan trial error selama ini maka untuk 500 gram daging anda bisa menggunakan 1/4 buah nanas dengan berat sekitar 150 gram yang diparut atau di blender. Lumuri seluruh permukaan daging dengan parutan nanas dan rendam selama 20 - 30 menit. Anda akan temukan tekstur daging sebelum dan sesudah perendaman akan terlihat berbeda. Ikatan jaringan pada daging yang tadinya kompak dan padat akan terlihat merenggang dan lepas. Semakin lama anda rendam maka daging akan tercerai berai menjadi serpihan. Segera cuci daging hingga bersih dan daging siap direndam dalam bumbu marinade favorit anda. Atau anda juga bisa langsung merendam potongan daging dengan parutan nanas dan bumbu marinade sekaligus dalam satu kesempatan, tentu saja jika anda tidak keberatan dengan rasa nanas yang sedikit asam. 


Tidak ada yang lebih sedap dari menyantap sepotong daging steak yang terasa seperti daging. Maksud saya bumbu perendam tidak terlalu berat dan merubah rasa daging secara total. Biasanya steak a la Western hanya dibumbui dengan merica tumbuk dan garam. Lidah Asia saya tentu saja akan memberontak dengan bumbu simple seperti itu, karena itu beberapa bahan saya tambahkan seperti soy sauce (kecap asin), kecap Inggris, cincangan halus bawang putih, dan kecap manis. Anda bisa merendamnya selama minimal 1 jam atau 1 malam di dalam kulkas agar saus marinade benar-benar meresap dan daging siap di pan fried di atas kompor hingga matang.

Tips untuk proses memanggang steak dengan menggunakan pan di atas kompor: Pastikan pan yang anda gunakan kondisinya benar-benar panas. Tujuannya saat daging ditempelkan di pan maka permukaan daging langsung terpanggang dan membentuk lapisan yang mengunci sehingga kaldu sari daging tidak mengalir keluar. Steak yang dihasilkan akan kering di luar namun juicy dan lembut di dalam; Pan yang tebal akan memberikan hasil lebih baik karena panas yang lebih stabil, tidak cepat membuat steak menjadi gosong dan memberikan kesempatan pada daging steak untuk matang sempurna hingga ke bagian dalamnya; Tips lain biasanya saya menggunakan steak dengan ketebalan kurang dari satu sentimeter, alasannya makin tipis potongan maka makin mudah untuk dimatangkan, namun ternyata dengan rendaman nanas maka potongan tebal di atas satu senti pun bisa matang secara sempurna dan empuk; Panggang steak dengan api yang tidak terlalu besar agar steak matang dengan baik. 


Lantas makanan apa yang paling afdol untuk menemani steak? Anda bisa menyebutkan kentang goreng, mashed potato alias kentang tumbuk, atau potongan kentang rebus, aneka salad dan sayuran rebus seperti brokoli dan wortel.  Namun untuk kali ini saya lebih memilih kentang tumbuk - silahkan klik link di sini untuk membuat kentang tumbuk yang super creamy dan lezat yang pernah saya posting sebelumnya. Disantap bersama kucuran saus black pepper yang nendang, saya jamin anda akan enggan untuk sering-sering berkunjung ke restoran steak lagi. Membuat steak sendiri selain lebih murah, mudah, anda bisa menyantapnya dalam porsi jumbo, itu penting! ^_^

Yuk kita lihat resep dan prosesnya. 


Steak daging sapi dengan saus lada hitam, kentang tumbuk dan sayur rebus
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 2 porsi steak 

Tertarik dengan resep steak lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Steak Daging Sapi dengan Saus Jamur, Sayur Rebus dan Kentang Goreng 
Steak Ayam, Salad Sayuran dan Kentang Rebus
Creamy Mashed Potato: Yuk membuat kentang tumbuk laziz a la restoran! 

Bahan:
- 2 potong daging sapi dengan ketebalan sekitar 1 cm, masing-masing seberat 225 gram
- 1/4 buah nanas ukuran sedang (sekitar 100 - 150 gram), blender atau parut hingga halus
- 1/2 batang wortel potong kotak panjang
- 1/2 brokoli, ambil kuntumnya potong ukuran layak makan

Bumbu perendam steak:
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh lada hitam, tumbuk kasar
- 1 siung bawang putih dihaluskan
- 1 sendok makan kecap asin
- 1 sendok makan kecap Inggris atau Worcestershire sauce
- 1 sendok makan kecap manis
- 1 sendok makan minyak zaitun atau minyak sayur

Bumbu saus lada hitam: 
- 1 sendok makan mentega/margarine untuk menumis
- 1/2 buah bawang bombay, cincang halus
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok makan saus tiram
- 1 sendok makan kecap manis
- 200 ml air atau air kaldu (jika menggunakan air kaldu tidak perlu menggunakan bubuk kaldu instan)
- 1/4 sendok teh kaldu bubuk instan (optional) 
- 1 sendok teh lada hitam, tumbuk kasar
- 1 sendok teh gula pasir 
- 2 sendok makan bumbu kuah sisa merendam daging
- 1 sendok teh maizena dikentalkan dengan 2 sendok makan air

Pelengkap:
- mashed potato, kentang goreng, kentang rebus. Untuk resep mashed potato silahkan klik link di sini  
- sayuran rebus (silahkan dipilih: buncis, brokoli, kembang kol, wortel, jagung manis) 

Cara membuat:


Siapkan daging sapi, saya menggunakan jenis top side. Masukkan daging ke dalam plastik transparan. Tuangkan nanas yang telah diparut atau diblender hingga halus. Kocok plastik hingga daging terlumuri dengan nanas dengan baik. Ikat erat plastik dan masukkan ke dalam kulkas selama 30 menit. 

Note: jangan merendam daging dalam parutan nanas terlalu lama, karena enzym dalam nanas membantu daging menjadi terurai dan cepat empuk, terlalu lama akan membuat daging menjadi hancur. 


Keluarkan daging dari dalam plastik, cuci daging hingga bersih. Siapkan mangkuk kecil, masukkan semua bahan perendam daging. Masukkan daging, balikkan hingga semua bagian terlumuri bumbu dengan baik, menggunakan ujung pisau atau garpu tusuk-tusuk permukaan daging agar bumbu meresap. 

Tutup mangkuk dan biarkan daging dalam rendaman bumbu minimal 1 jam, maksimal 1 malam di chiller kulkas. Atau anda juga bisa menyimpannya di dalam freezer untuk masa simpan yang lebih panjang. 


Keluarkan daging dari dalam kulkas, tiriskan dari bumbu perendam. Jangan buang bumbu sisa merendam daging, kita akan menggunakannya untuk saus. 

Siapkan pan datar anti lengket, semakin tebal pan yang anda gunakan akan menghasilkan steak dengan matang yang baik karena panas yang stabil dan merata. 

Tuangkan 1 sendok makan margarine atau minyak goreng, saya menggunakan minyak goreng namun margarine akan memberikan aroma dan rasa yang lebih sedap. Panaskan hingga pan benar-benar panas. Letakkan potongan steak, masak dengan api kecil hingga satu sisi terpanggang dan kecoklatan. Untuk mencegah bagian minyak di permukaan pan yang tidak tertutup steak terbakar dan gosong, geser-geser steak selama dipanggang hingga mengenai seluruh permukaan pan dengan penjepit besi atau spatula. 

Cek bagian dasar steak sebelum anda balikkan, pastikan permukaan steak terlihat kecoklatan dan terbakar. Balikkan steak dan masak sisi sebelahnya hingga matang. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi steak untuk matang hingga bagian dalam, karena itu jangan memasaknya terlalu lama. Angkat steak dan letakkan di piring saji. 

Membuat saus lada hitam:  


Siapkan wajan bekas menggoreng steak, beri 1 sendok makan margarine. Tumis bawang bombay hingga layu, transparan dan berubah menjadi kecoklatan. Tambahkan bawang putih dan tumis hingga harum. 

Tuangkan saus tiram, kecap manis, aduk dan masak dengan api kecil hingga tercium aroma harum dan saus matang. Tambahkan air kaldu (jika pakai, jika tidak gunakan air biasa), kaldu bubuk instan, merica hitam, dan gula pasir, masak hingga saus mendidih.


Masukkan kuah sisa merendam daging, aduk rata dan masak hingga mendidih, cicipi rasanya. Sesuaikan rasa asin atau manisnya dengan menambahkan gula dan garam. Masukkan larutan tepung maizena, masak sambil diaduk hingga kental. Angkat. 

Penyajian
Tata mashed potato dan sayuran rebus di piring berisi steak, siram dengan saus lada hitam. Super yummy! 

Source:
Web HowStuffWorks - Why do pineapple enzyme tenderize steak and  your tounge?

TESTIMONI PEMBACA

Esa Isrohaini:
Taraaaa walau ga sesempurna aslinya tapi rasanya endeuss ceunah, soale pake resep punya mba endang Justtryandtaste Blogspot yg menurutku resep anti gagal,makasi makasi ya mba.... Baru tau juga kalo ternyata nanas bisa mengempukan daging. Okelah nexttime coba resep lainnya ya kaka...


Ai Ven'z:
trims mbak endang,saya intip resepnya mbak steak sapi dengan saus lada hitam.cuma di sausnya saya modif dkit,di tambahin nanas parut.steaknya ensk banget mbsk,wangi banget





91 komentar:

  1. Menggoda sekalii...,jd kepengen langsung praktek..Steak ayam ada gk resepnya mba Endang,soalnya kurang bgtu suka dg daging sapi2an hehheehe..saya suka skali resep nugget ayam wortelnyaa,cocok bgt dg slera saya..mksh mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ikka, soook monggo dicoba Mba, enak dan empuk banget wakakkak. Pakai daging ayam oke kok, saya sudah pernah posting sebelumnya, saus lada hitamnya pakai resep diatas saja.
      http://www.justtryandtaste.com/2013/05/steak-ayam-salad-sayuran-kentang-rebus.html

      Hapus
  2. Mbak endang, saya ngiler niiiih.. Jadi mau stok daging ah, biar kl kepingin steak tp malas keluar bikin aja hehehe. Mbak, manggangnya pake happy call bisa kan yah? Terus mau tanya lagi, kalau saya mau simpan dlm waktu lama dalam kondisi sudah di marinate di freezer, kira2 tahan berapa lama yah?
    Trm kasih mbak endang yg baik :-)

    *Dila

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Dila, yep sekalian stock yang sudah di rendam dalam nanas dan di marinade Mba, bisa tahan 1 bulan kok. Tadi malam saya panggang lagi sisa steak yang sudah dimarinade di pan, makan pakai tumis sayuran hmmm nampol wakakkak.

      pakai happy call bisa Mba, saya rasa hasilnya lebih baik karena happy call tebal ya.

      Hapus
  3. Pas banget, lagi pengen makan steak. Itu dagingnya masih merah, tingkat kematangannya medium ya mba? Cara ngecek daging masak medium / well done gimana ya mba Endang? Thanks mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Inta, sebenarnya ini karena kamera saya di set dengan warna yang lebih deep sehingga semua warna terlihat kuat. Aslinya warnanya gak semerah gambar, saya memasaknya well done ya.

      untuk cek tingkat kematangan steak bisa dengan termometer atau dengan sentuhan jari tangan. Ini link gambarnya ya:
      http://www.simplyrecipes.com/recipes/the_finger_test_to_check_the_doneness_of_meat/

      Hapus
    2. Oooh...I see..tapi steaknya memang tampak menggoda mba! Btw terimakasih link-nya ya mba Endang :D

      Hapus
  4. Wah....mba endang kebetulan bgt nih. Selama ini bikin steik tp msh blm "stabil" rasanya. Hehehe ;) apalagi musti beli daging prime biar bisa lbh empuk.
    Langsung praktek besok.
    O ya mba...resep bikin brown sauce ada ga ya. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, rendem nanas waktunya kadang tergantung dagingnya yaaa, kemarin baru bikin lagi, kali ini buat ponakan2, udah 1 jam pakai nanas gak terlalu empuk wakkaakak.

      brown saus yang oke belum ada Mba.

      Hapus
  5. sangat menggoda sekali... bikin ngiler kalo liat daging kayak begini .. :D

    BalasHapus
  6. salam baking mbak Endang :)
    tanya mbak, kalo sy ganti dagingnya dgn ayam bisa kan mbak?? kira2 rasanya mongnyos ( sepupuan dgn maknyus hehe ) jg ngga mbak???
    oy mbak Endang, dari steak ayam & daging yg mbak buat recomended yg mana??? walopun semuanya enyak2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Joni, bisa pakai daging ayam ya, saya pernah posting steak ayam sebelumnya, rasanya oke juga kok, saya suka bagian paha lebih moist ya.

      coba pakai resep ini ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2013/05/steak-ayam-salad-sayuran-kentang-rebus.html

      Hapus
  7. Pengen bikin juga ah... Thank's ya mba... bumbunya ga ribet tetnyats, tadinya takut kalau2 bumbunya ala ala italia yang saya ga ngerti... :D hihi... kalau jadi eksekusi, mungkin akan tambah irisan bawang merah mentah dan cabe rawit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Evi, bumbu steak sebenarnya gak ribet, masalahnya dagingnya ini yang agak2 susah ya treatmentnya. Buat tipis saja irisannya supaya cepat matangnya Mba. Pakai cabai dan bawang merah? kok kaya sate goreng ya wakkakka

      Hapus
    2. hihi... suka pedas n bawang nih Mba... trims ya Mba, tips nya... :F

      Hapus
  8. eeeehhhmmm....nyam nyam nyam, sepertinya enak tuh mba....

    BalasHapus
  9. Mbak ini matang smp kedalam2nya ga ya? Kok masih merah dlmnya? Soalnya kl ibu hamil dilarang makan daging yg setengah matang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ini matang Mba, hanya saja kamera saya di set warnanya lebih deep untuk foto jadinya terlihat merah. Supaya pasti matangnya, iris dagingnya tipis saja Mba, ketebalan 1/2 s/d 1 cm dan panggang sampai benar2 well done ya

      Hapus
  10. Mba, saya pengen nyobain, tapi pake penggorengan teflon bisa gitu bisa Mba? Di atas ditulis "Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi steak untuk matang hingga bagian dalam", nah itu kira2 berapa menit ya? Makasih atas jawabannya Mba..

    -Muslikhah-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, pakai penggorengan teflon bisa kok, sebaiknya memang kalau mau matang sampai dalam irisan daging yang tipis saja. Kalau punya pan yang lebih tebal memang panas lebih stabil dan gak cepa gosong ya.

      Hapus
  11. Mba Endang,

    Setelah mengumpulkan bahan dan menyingkirkan rasa malas (krn banyak acara nunggu rendam-merendam), akhirnya saya eksekusi steak ini. Gak berani banyak2, beli daging yg 1/2 kg, itu pun saya bikin setengahnya dulu krn takut gagal di percobaan pertama. Daging kan lagi mihil... :(. Kalo gagal bisa nangis saya..

    Gak nyangka akhirnya cuma pake penggorengan teflon biasa saya bisa bikin steak yg kata misua: "Enaaak.., gak kalah dr restoran loh. Klo di resto kadang kurang empuk lah, kadang banyak lemaknya lah..". Hehe, alhamdulillah.. Tapii, gara-gara gak patuh sama instruksi guru, saya ngerendem daging pake nanasnya kelamaan, 45 menitan, karena takut gak empuk. Ternyata.. pas dipanggang tiap digeser2 serat2 bagian pinggirnya pada rontok :(. Gak papa lah, yg penting masih tetep enak :). Pas bikin yg kedua, waktu rendamnya dikurangi dan potongannya dibuat agak tebal, lebih dr 1 cm, ternyata masih empuk tapi rontok juga meski lebih sedikit... Saya cuma pake kentang goreng, mo bikin sayur rebus gak sempat, udah ada yg teriak2 "lapar.. ":). Makasih banyak resepnya Mba..

    -Muslikhah-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Muslikhah, thanks sharingnya ya, wah saya ikutan senang steik dagingnya berakhir sukses! next time gak perlu ke restoran untuk bs menyantap steaik yaaa hehehhe

      Hapus
  12. wooowwww,, mantaaappp bgt mba..ampe ngiler gini :D kebetulan saya penggemar berat steak mba.. nah kalo bikin tapi tanpa kecap inggris gmn ya mba? bakalan anehkah rasanya?
    makasih ya mba,,bikin saya pengen makan steak skg juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba eka, skip saja kecap inggrisnya mba, gak papa kok dan steak masih tetap enak rasanya ya

      Hapus
  13. Pas buka om google cari resep mashed potato, langsung website mbak endang yg 1..ehh di dlmnya lgsg ad resep steak nya...thx u mba...wajib dicoba..
    salam kenal mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Tia, salam kenal juga yaaa, sippp moga suka dengan steaknya yaaa, sukses!

      Hapus
  14. Mba endang...mantap aku dah coba tapi gosong......tertep mantap makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, memang gosong menjadi kendala ya ini karena pan yang digunakan kurang tebal.

      Hapus
  15. Segera eksekusi :D

    March yakub

    BalasHapus
  16. hai mba, hari ini saya coba saus steakmu.
    alhamdulillah maknyus :)
    cuma saus tiramnya saya ganti dengan saus teriyaki. saus tiramku habis hehe
    tetep enak, mengobati kangen makan steak di jakarta dan anak2 pun makan dengan lahap.

    terima kasih sudah berbagi resep :)
    ellerine sağlik, kata orang turki, artinya tangannya sehat karena sudah memasak dan terus mencoba resep buat para pembaca setiamu (Y)

    salam dari gaziantep

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks sharingnya ya, senang sekali resep steaknya berakhir sukses dan disuka. Sukses dan sehat selalu ya! ^_^

      Hapus
  17. Daging qurban masih beberapa potong. Bingung mau bikin masakan yg beda. Akhirnya ketemu justtryandtaste.com. Jadi pengen nyoba steak-nya. Tapi dagingnya sudah masuk freezer. Apa masih oke dibikin steak? Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, masih oke kok walau dari freezer, marinade saja dagingnya dengan bumbu agak lama supaya meresap ya

      Hapus
  18. coba ah.... oh iya. kalo ga pake kecap inggris, ngaruh ga ama rasanya? Thanks

    BalasHapus
  19. halo mba, mau nanya kalo pake daging bagian has dalam perlu direndam dengan nenas nga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. has dalam sudah empuk mba, jadi gak perlu direndam lagi dengan nanas ya

      Hapus
  20. salam kenal mbak...... aku amatir banget dlm hal masak memasak. ini lg pengen cb bikin steak sendiri. berangkat ke pasar dg pengetahuan minus ttg daging sapi hahaha..... kata penjualnya bagian yg empuk itu 'lulur'. pedagangnya ga tau waktu aku bilang 'has'. pdhl ternyata lulur jg masih alot. Apa ya mbak nama lainnya 'has' ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, memang kalau untuk lokal daging has biasa disebut dengan lulur. namun jenis has/lulur sendiri ada 2 macam yaitu has luar/sirloin dan has dalam/tenderloin. Nah yang empuk itu yang has dalam, karena itu biasanya harganya paling mahal karena biasa dipakai untuk steak.

      memang kalau penjual daging lokal mereka hanya tahu daging has saja atau lulur dan tidak dibedakan dalam dan luar, kalau saya beli di pasar di jakarta saya biasanya bilang daging untuk steak dan penjualnya kebetulan tahu wakakka.

      kalau masih alot rendam pakai parutan nanas saja sebentar, sebenarnya daging has sendiri walau jenis luar sudah termasuk bagus kualitasnya hanya terkadang tergantung jenis sapinya juga ya wakakkak.

      Hapus
  21. Hay mbak endang. Tanya dong. Itu lada hitamnya diganti lada hitam bubuk ok gak ya? Trs takarannya apa sama? Thanks ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pakai bubuk ya Mba Anis, takarannya sama saja ya

      Hapus
  22. selamat sore ?? saya mau tanya kalau untuk daging supaya empuk itu kan direndam nanas ya ? bagaimana kalau nanas nya jika saya menambahkan bawang putih yg halus seperti di blender, apakah itu tidak akan mengurangi atau merubah rasa ??
    mohon saran nya ya :) thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mas raffi, salam kenal ya. boleh tambahkan bawang putih langsung dinanas, dan tidak perlu dicuci setelah direndam. Sebenarnya rasa nanas membuat steak lebih yummy ya.

      Hapus
  23. salam kenal juga mbak, oh gitu ya mbak jadi tidak perlu di cuci lagi ya, baik mbak terima kasih ya info nya :) saya suka masak soal nya heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Raffi, wokeh sipp, sukses dengan steaknya yaaa

      Hapus
  24. keren banget blog n postingannya, bener-bener bacaan bergizi untuk bikin makanan bergizi...keep write more valuable post sista

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba, senang sekali resep dan JTT disuka, sukses buat mba ya

      Hapus
  25. Halo mbak endang, udah beberapa resepnya aku coba dan selalu sukses. saya newbie di dapur, awalnya takut gagal tp alhamdulillah resep ini membantu banget :D
    Mbak, steaknya kayaknya makin sedap pake creamed spinach juga deh, tapi pengen bikin sendiri dari resep JTT. Share ya mbak kalo ada resepnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba sherina, thanks sharingnya dan sarannya ya, next time kalau ada waktu akan saya coba creamed spinachnya ya heheheh

      Hapus
  26. Hai mbk. Salam kenal. Tanya ya, klo mo bkin saos ala kf* original bent*, apa bs pake resep saus td? Ada saran modifikasi resep agar makin mirip k bent* itu ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba apsari, sayangnya saya nggak pernah makan saus yang dimaksud yaa heheheh, jadi nggak bs kasih saran ya mba.

      Hapus
  27. Mbak resepnyaa yahuddd smua. Pling paporit deh. N buat suami bilang wenakk teyus. Oh ya mbak ada option lain gk cara biar daging empuk tnpa rendeman nanas soalnya sya phobia nanas.hehehehhe tlong infonyaa ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba laily, thanks ya, cara lainnya biasanya pakai kiwi, carnya sama dengan nanas ya, buah kiwi dihancurkan. Atau pakai zat pengempuk daging papain, bs dibeli di supermarket. Saya jarang pakai ini.

      Hapus
  28. Masukan Aja nih mba, sebaiknya ketika dipanggang daging gausa dikasi minyak atau mentega lagi, karena daging sudah mendapatkan minyak yang cukup ketika proses marinade.

    Dan ketika di panggang sebaiknya panggangan sudah agak panas dan di teflon anti lengket.. Dan juga daging tidak perlu di geser2 atau ditekan dengan spatula..cukup di diamkan saja sesuai dengan keinginan tingkat kematang yang diinginkan lalu di balik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ayesya, thanks sharingnya ya, pasti berguna untuk pembaca JTT lainnya.

      Hapus
  29. Mbak. Thanks banget tutornya... tapi aku ada praktek. nah porsi untuk 10 orang. apa daging bisa dikurangi seperti ketebalan <1 cm berat <225 g Thaks..
    Fast Respond ya Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai, yep bisa kurangi kok ketebalannya, gak masalah. kalau kualitasnya baik gak perlu pakai rendaman nanas atau kiwi, takutnya malah hancur.

      Hapus
  30. Mb, bumbu perendamnya pakai nanas juga? Kalau utk marinade sejam lbh bs hancur ga dagingnya? Kan pakai nanas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumbu perendam nggak pakai nanas ya mba, saya cuci bersih dagingnya dari nanas, tapi kalau mau pakai juga gak papa, karena nanas di masakan juga sedap rasanya. 1 jam menurut saya masih ok ya, asalkan porsi nanas gak terlalu banyak. Terakhir saya bikin, saya rendam lama tapi karena nanasnya kurang banyak, daging masih alot hiiks

      Hapus
    2. Waaah, mb Endang fast response bgt deh.Trimakasih mb jawabannya. Soalnya di resep, bumbu perendamnya tertulis plg atas ada nanasnya jd sy kira pakai nanas juga. Hehe.

      Hapus
    3. halo Mba, thanks koreksinya ya, sudah saya koreksi di resepnya.

      Hapus
  31. Hai mba salam kenal:). Seneng banget kalo mampir ke blognya mba. Step by stepnya lengkap! Rasanya tuh jadi lebih pede buat nyoba sendiri. Hehehe. Kalo aku biar daging bisa empuk gt dilumurin sama bawang bombay cincang, mba. Kan sekalian nanti bawangnya juga bisa buat saosnya, gt :D. Hemat. Aku tau kalo bawang bombay bisa ngempukin daging dr komik Shokugeki no Souma. Cuman baca pas bagian masaknya doang, soalnya banyak banget tips2nya yang bermanfaat banget.. Salam:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba Meisara, thanks sharing dan tipsnya ya, sangat berguna untuk pembaca lainnya,

      hanya saja pengalaman saya kalau kualitas daging kurang oke bawang bombay kurang mempan juga mengempukkan daging, makanya dihajar pakai yang lebih keras, nanas ^_^

      Hapus
  32. halo mbak endang, terima kasih ya resep ini oke bgt, sy coba masak pakai daging sapi sisa yg sebelumny dibeli bakal semur, tp kebetulan sm bpk tukang dagingnya dikasih potongan yg melebar sprt steak, sy kurang paham bagian2 daging sapi, tp pas dicoba masak steak, oke jg. bumbuny meresap bgt ya krn sudah di marinade semaleman. sy ga pake lada hitam krn lupa beli :) tp tetap enak bgt koq.

    cuma kykny sy kasih metega ny kebanyakan pas dimasak, jd agak berminyak gitu pas mateng steaknya, hehe. ga ngerti juga ap pengaruh krn pake teflon biasa, bukan yg khusus grill.

    overall thx sekali lg, resep2 mbak endang selalu mudah dicoba karena penjelasanny yg mendetail :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba Loria, thanks sharingnya ya, senang resepnya disuka. Yep kalau terlalu banyak mentega maka steak akan sedikit berminyak, sebaiknya steak didiamkan dulu setelah matang mb, jangn langsung disantap, ketika didiamkan maka minyak akan terserap dan steak akan lebih sedap rasanya.

      Hapus
  33. Mau nyobain resep inii...sering mau masak, cek ke jtt mba endang, baca komen biasanya ada tipsnya jg, trik masaknyaa.. makasih yah mba ;D

    BalasHapus
  34. Hi Mbak Endang, salam kenal.. mau tanya mbak cara penggunaan bubuk pengempuk daging itu gimana ya? takaran penggunaannya gmn dan berpengaruh ke rasa daging itu sendiri gak? Thank's.. Rika :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Rika, bubukya hanya dilumuri ke permukaan daging ya, takarannya ada di kemasan. terlalu banyak biasanya akan membuat rasa daging sedikit berubah (getir). pakai parutan nanas/kiwi oke juga ya.

      Hapus
  35. mbak endang, saya mau nanya nih....

    Kalo saya hanya buat saus lada hitammnya saja, apa perlu pake bumbu kuah sisa merendam daging????

    Atau alternatif lain?

    makasih mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesuai intruksi saya diatas mba, bs pakai air kaldu bs tidak ya, jadi sesuai selera saja.

      Hapus
  36. Kalau steak selain pakai daging sapi bisa tidak ya ? misalnya pakai daging ayam ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya, saya ada steak ayam juga, coba googling sj 'steak ayam JTT'

      Hapus
  37. Kalo Nanasnya di skip, ato diganti dengan yang lain bagaimana, mba Endang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanas hanya untuk mempercepat empuk daging mba, kalau yakin dagingnya bagus dan mudah empuk skip saja

      Hapus
    2. Waaaa.. Baiklah. Makasi, mba Endang. Ini pas dapat daging kurban, mau dicobain resepnya. Makasi.. Senang bisa nyoba banyak resep dari JTT ;D

      Hapus
  38. Wkwkw. .lucu mba, sering di komplain pembaca karna menyarankan menggunakan buah kiwi .:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, hehhehe. Saya baru nyadar kalau kiwi itu mahal ya, waktu bikin steak ini saya dapat kiwi murah banget, lagi meluber sekilo hanya 20 rb hhhehehe

      Hapus
  39. Jadi pengen buat, kira2 berapa menit ya waktu yg pas untuk kematangan daging supaya lembut tapi matang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung jenis dagingnya mba, sandung lamur, sengkel dan has dalam memiliki tekstur berbeda dan wktu masak beda. saya sendiri kurang tahu yaa, pakai feeling saja kadang2 hehhehe

      Hapus
  40. Nyoba resep ini pas malam tahun baru tadi malam, pake daging beku yang aku punya. Karena sudah terlanjur dipotong-potong sebelum dibekukan, jadinya aku pake tusuk sate manggangnya, pake bara arang sekalian manggang jagung tahun baruab. Enak banget, cuman krna potongannya udah gak segede steak, mungkin harusnya nanasnya di skip aja ya mbak? Soalnya jd terlalu renyah, untung gk jadi bubur daging sperti yang mbak endang bilang. Tapi laris maniiiiissss.. trims mbak endang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Kentjana sharingnya yaaa, senang resepnya disuka. Kalau dagingnya cukup empuk tdk perlu diberi nanas Mba, cukup marinade saja sama bumbu semalam di dalam kulkas, bs empuk juga kok. Kalau dagingnya tipe alot dan dipotong2 kecil kurangi nanas dan jangan lama2 direndam nanas, ntar hancur hehehhe

      Hapus
  41. Mba endang hi... saya baru ketemu website JTT mba endang, saya jadi langsung semangat masak karena deskripsi dari mba endang sepertinya terlihat mudah dimengerti.
    sebagai anak rantau jauh dari tanah air jadi semangat belajar masak menemukan website seperti ini :).
    Dan...rencananya sore ini mau bikin steak sapi pakai resep dari mba, tapi sayang bahan yang kurang tinggal pengempuk dagingnya, tidak ada nanas, tidak ada kiwi maupun bubuk pengempuk., adakah saran dari mba supaya daging menjadi empuk selain dari bahan2 tersebut?,
    kerana saya sendiri tidak tau pasti kondisi daging yg saya punya :(
    Buah asam yang tersedia di kulkas hanya jeruk saja :(

    Bagus sekali website nya.. terima kasih atas perhatiannya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Zahra, thanks ya, senang resep2 JTT disuka. Setahu saya untuk bahan alami hanya getah pepaya (papain), kiwi dan nanas, mungkin bs pakai bahan pengempuk daging di supermarket tapi saya belum pernah cob ya.

      salam

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...