26 Maret 2021

Resep Pepes Ayam Kampung


Resep Pepes Ayam JTT

Gajian setiap tanggal 25 seakan hanya numpang lewat saja dari rekening saya, saking banyaknya cicilan yang harus dibayar. Swear, saya mulai merasa sesak nafas tiap kali melihat gaji hanya mendekam 10 menit saja di dalam rekening, dan detik berikutnya sudah ditransfer ke aneka kewajiban seperti cicilan KPR, listrik, telepon, internet dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Kapan ya bisa merasakan gaji utuh tiap bulan dan uang tersebut tidak mengalir keluar untuk membayar hutang, benar-benar digunakan hanya untuk kesenangan diri? Hm, tapi dulu ketika usia masih kepala dua, saya seperti itu. Tak memikirkan masa depan, tak memikirkan masa tua, tak memikirkan mengumpulkan asset atau menabung. Uang gaji dipakai untuk membeli aneka barang kesenangan diri seperti sepatu, tas, pakaian dan pernak-pernik aksesoris penunjang penampilan kerja. Setiap kali jalan ke mal, ujung-ujungnya singgah ke toko pakaian atau sepatu dan pulang dengan membawa tentengan. Gaji lenyap begitu saja, dan hanya berakhir menjadi tumpukan pakaian dan sepatu di lemari dan pada akhirnya tidak dipakai juga. Sampai akhir usia kepala tiga, saya tak punya asset sepotong pun!

Resep Pepes Ayam JTT
Resep Pepes Ayam JTT

Saat itu saya sama sekali tidak tertarik mencicil rumah. Membayangkan masa cicilan yang panjang puluhan tahun membuat hati ini berat. Pikiran saya saat itu, betapa hidup penuh dengan tekanan ketika dibebani dengan hutang jangka panjang. Saya tidak bisa resign dari kantor sesuka yang dimau karena ada kewajiban tiap bulan yang harus dibayar. Itu pemikiran saya dulunya. Padahal semakin saya mengulur waktu membeli rumah atau tanah maka harganya akan semakin mahal dan usia semakin menua, artinya jika harus membeli dengan mencicil (karena cash jelas tidak mungkin!), maka jangka waktunya tidak bisa panjang. Maksimal cicilan KPR adalah usia pensiun yaitu 55 tahun, semakin telat saya memulai membeli rumah dengan fasilitas pinjaman bank ini maka jangka waktu cicilan akan semakin pendek dan cicilan bulanan yang harus dibayarkan akan semakin besar, apalagi jika DP rumah sangat kecil. Saya bahkan tak punya tabungan yang layak untuk dijadikan down payment, hingga Ibu saya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya. "Nduk, nduk, itu kerja belasan tahun uangnya kemana? Kok gak ada bentuknya sama sekali?" Bahkan sebuah sepeda motor pun tak ada. Parah memang!

Pada akhirnya, saya tersadar, mungkin karena usia semakin menua dan mulai berpikir, "Apa yang akan kamu lakukan kelak setelah usia pensiun Ndang?" Atau mungkin rasa jealous ketika mendengar rekan kantor yang usianya jauh lebih muda sudah berhasil menyelesaikan cicilan KPR 10 tahunnya. Saya tergagap, terperanjat dan mulai tergebah. Detik itu juga hidup saya mulai fokus dengan urusan membeli rumah. Fast forward, setelah perjuangan panjang bergerilya sana dan sini mencari rumah idaman, saya berhasil bergabung dengan jutaan KPRers lainnya dan melakukan kegiatan mencicil dan mencicil dan mencicil, untuk kasus saya, selama 15 tahun lamanya. Saat itu saya tak peduli hidup akan terbebani hutang besar, atau gaji sebagian besar tidak akan bisa dinikmati setiap bulannya. Saya justru terpacu untuk mengumpulkan asset lagi dan melakukan pembelian apartemen kecil di daerah Cisauk. Kali ini apartemen ini dicicil melalui developer selama 5 tahun. Cicilan bulanannya tidak sebesar rumah, tapi jika keduanya diakumulasikan cukup membuat begah.  Gubrak!

Resep Pepes Ayam JTT

Cicilan memang menyesakkan, demi bisa survived  maka saya stop kegiatan membeli pakaian, baju dan tas, atau urusan penampilan seperti ini lainnya. Jika dulu, salon dan spa adalah kenikmatan hakiki yang harus di-provide setiap bulan maka kini saya gunting sendiri rambut panjang ini dan gosok badan dengan scrub yang dibeli di online shop. Untungnya rambut panjang saya ini berbentuk layer yang tidak harus terlihat rapi jali garis potongannya, versi salon atau versi homemade gak ada bedanya (atau menurut saya seperti itu 😐). Saya cukup membeli gunting bergerigi yang biasa dipakai untuk memotong poni dan ujung-ujung rambut agar tampak seperti layer, kemudian nonton deh tutorial video di You Tube, beres. 

Lima tahun hampir berlalu, kondisi saya masih seperti ini saja, tidak ada perubahan berarti kecuali mungkin sedikit lebih buluk karena faktor U, tapi cicilan apartemen hampir selesai. Saya berpikir jika saja saat itu tidak diniatkan hati mengambil apartemen maka saya yakin uang cicilan itu akan lenyap setiap bulannya menjadi barang tak jelas, tak berwujud, atau hanya berupa tumpukan pakaian dan barang yang tak berharga lainnya. Bahkan seandainya saja uang itu saya investasikan dalam bentuk saham atau tabungan seperti deposito bank, saya yakin akan habis dipakai juga untuk membeli hal-hal tak jelas. Tapi memaksakan diri mencicil asset yang sulit dijual seperti rumah, apartemen, atau tanah akhirnya membuat saya bisa memilikinya. Time goes by so fast, cicilan itu akan berakhir. Saya tidak katakan waktu tersebut tidak berasa, karena sangat berasa, tapi saya masih bisa survived. Saya bahkan berpikir ketika tahun ini cicilan apartemen selesai, saya bermaksud hendak mencicil mobil mungkin untuk jangka waktu 2 atau 3 tahun. Karena jika uang tersebut didiamkan begitu saja di dalam rekening, alamat akan lenyap tak bersisa seperti dulu. 

Jika anda masih muda, sudah memiliki penghasilan tetap dan pekerjaan yang stabil, saran saya hanya satu, gunakan gaji untuk membeli asset seperti rumah, tanah atau apartemen. Kurangi kongkow, ngupi-ngupi mahal di kafe terkenal, kegiatan ini memang menyenangkan tapi tidak sehat bagi financial kita ketika usia makin menua. Jangan terlalu fokus dengan mengoleksi aneka pakaian, tas atau sepatu demi penampilan, mode atau trend. Jikalau harus membeli sepatu, tas atau pakaian, belilah sekalian yang berkulitas, harganya memang lebih mahal tapi tahan lama dan modelnya biasanya lebih ever lasting. Ada seorang teman saya dari Swedia pernah berkata, "Di Eropa, hanya orang kaya yang membeli produk berharga murah dan mudah rusak, dan hanya orang miskin yang membeli produk berkualitas atau branded karena tahan lama sehingga tidak sering berbelanja." Hm, saya setuju. 

Menuju ke resep. Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan pepes ayam, pernah punya pengalaman tidak mengenakkan ketika menyantapnya di sebuah rumah makan di daerah Bandung. Mungkin karena menggunakan ayam negeri maka aroma dan rasanya sangat amis. Sejak itu setiap kali ingat pepes ayam, perut saya langsung bergolak, mual. Tapi ketika  berkunjung ke rumah adik di Mampang, asisten rumah tangganya, Mbak Yati, memasak pepes ayam kampung dengan segambreng bumbu dan kemangi, rasanya maknyus! Adik saya membuat pepes dengan lima ekor ayam kampung sekaligus dan di stok di freezer. Agak terdengar crazy, tapi seluruh anggota keluarganya maniak dengan pepes ayam kampung. Sejak menyantap pepes ayam Mbak Yati, saya jadi keranjingan dengan pepes memepes ayam kampung. Saya suka bumbu yang berlimpah dan banyak kemangi sehingga menggebah aroma amis ayam dan sedap disantap dengan nasi panas. Amboi nikmatnya!

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Pepes Ayam JTT

Pepes Ayam
Resep modifikasi sendiri

Untuk 6 bungkus

Tertarik dengan resep pepes lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:

Bahan:
- 1 ekor ayam kampung/pejantan (berat 800 gram), potong sesuai selera
- 1 ikat kemangi, petik daunnya
- 2 buah tomat merah, iris tipis
- 2 buah cabai merah besar, iris tipis, optional

Bumbu dihaluskan:
- 6 buah cabai merah keriting
- 10 buah cabai rawit merah
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 6 butir kemiri
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya saja
- 2 cm jahe
- 2 cm kunyit

Bumbu lainnya:
- 1 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 5 lembar daun salam sobek kasar
- 2 lembar daun jeruk purut, rajang halus
- 3 cm lengkuas, iris tipis

Cara membuat:

Resep Pepes Ayam JTT

Siapkan ayam yang sudah dipotong, cuci dan tiriskan. Masukkan ke mangkuk. Sisihkan.

Masukkan semua bumbu halus dan bumbu lainnya ke mangkuk, aduk rata. Tambahkan tomat, kemangi dan cabai merah iris, aduk rata. Cicipi rasanya, sesuaikan asinnya. Tuangkan 1/3 bumbu ke mangkuk berisi ayam, aduk hingga bumbu melumuri ayam dengan baik.

Resep Pepes Ayam JTT

Siapkan 2 lembar daun pisang yang sudah dilayukan (jemur atau kukus sebentar) di permukaan meja. Tuangkan sekitar 1 1/2 sendok makan adonan bumbu di permukaan daun. Letakkan ayam, tuangkan lagi 1 1/2 sendok makan bumbu ke atas permukaan ayam. Bungkus daun pisang, dan sematkan ujungnya dengan lidi atau stepler. Lakukan hingga semua ayam dan adonan bumbu habis.

Tata di panci kukusan berisi air. Kukus selama 40 menit atau hingga ayam matang. Keluarkan dari kukusan dan sajikan. Yummy!




8 komentar:

  1. Makasih resep nya mbak endang.. InsyaaAllah sy coba.. Pepes ini setelah dikukus gak di panggang/bakar ya?

    BalasHapus
  2. Halo mb Endang.
    Terimakasih sudah menginspirasi saya dari sejak sebelum saya menikah sampai skrg anak saya udah mau 6 thn. Meskipun skrg ramai IG, tiktok dll, tapi blog mb Endang selalu di hati.

    Sehat sehat terus ya mb :)

    Rinda

    BalasHapus
  3. Mba mau nanya, kalau nyetok pepes di freezer itu sebelum atau sesudah di kukus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesudah dikukus Mbak. Nanti tinggal dipanaskan saja

      Hapus
  4. Hallo mbk Endang.. Saya kira apartemen yg di deket kantor sudah di tempati mbk.. Alhamdulillah sdh nambah asset rmh KPR dan semoga ke depan makin terkabul doa2 nya.. Makasih resep pepes ayam nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dekat kantor tidak pernah ditempati Mbak, kadang2 disewa orang, kadang kosong.

      Amiin atas doanya yaaa

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...