27 Mei 2016

Resep Otak-Otak Tahu (Tanpa Ikan) Favorit Ibu Saya


Otak-otak tahu JTT

Makanan sedap tidak harus dibuat dari bahan yang mahal, asalkan dimasak dengan bumbu dan cara yang tepat maka bahan murah meriah seperti tahu bisa disulap menjadi santapan lezat yang tak kalah dengan makanan yang terbuat dari ayam, daging atau ikan. Nah otak-otak tahu yang saya hadirkan kali ini sebenarnya sama dengan pepes tahu biasa yang sering kita santap, namun menurut Ibu saya rasanya yang  luar biasa sangat pantas menyandang nama otak-otak, dan layak bersaing dengan otak-otak ikan yang harganya tentu saja lebih mahal. ^_^

Ketika Ibu saya berkunjung ke Jakarta beberapa bulan yang lalu, seperti biasa beliau akan menginap di rumah adik saya, Wiwin, di Mampang. Di pagi weekend, saya pun akan berkunjung kesana menjenguk Ibu dan menginap hingga hari Minggu tiba. Berkunjung ke rumah Wiwin tanpa membawa buah tangan bukanlah kebiasaan saya, karena itu sejak pagi saya telah berbelanja ke Pasar Blok A dan memutar otak untuk menciptakan sesuatu di dapur. Karena Ibu saya bukanlah penggemar protein hewani dan sedang berusaha mengurangi makanan berlemak, berminyak dan berkalori berat, maka tahu yang diolah dan dikukus seperti ini merupakan pilihan yang tepat. 

Otak-otak tahu JTT
Otak-otak tahu JTT

Dulu, pepes tahu bukanlah makanan favorit saya. Beberapa kali menyantapnya di rumah makan  Sunda, lidah ini berpendapat rasanya 'B' saja, alias biasa-tidak-istimewa. Pepes tahu yang dijual diluaran teksturnya kasar, kurang moist, kurang lembut, dan rasa bumbunya pun kurang nendang. Ketika Heni, asisten rumah tangga saya, masih bekerja di rumah Pete, iseng saya pun bertanya kepadanya, "Hen, pepes tahu yang enak bahannya kira-kira apa ya"? Jujur saya tidak mengharapkan resep yang spektakuler, mengingat kemampuan memasak Heni yang pas-pasan, namun jawaban yang diberikannya cukup membuat saya ingin segera mempraktekkannya. "Biasanya Heni di kampung bikinnya hanya tahu dihancurkan, dicampur kelapa muda parut. Bumbunya sih cuman bawang, cabai dan garam saja Bu".

Otak-otak tahu JTT

Resepnya terdengar sederhana, namun kelapa parut muda mungkin bisa menjadi kunci rasa pepes yang lebih gurih dan moist. Selama ini kelapa parut tak pernah terlintas di benak. Bumbu a la Heni tentu saja perlu dirombak sedikit agar cita-rasanya menjadi lebih kaya dan sedikit menutupi rasa tahu yang khas. Plus telur akan membuat pepes menjadi lebih gurih dan semua bahan mampu menyatu dengan baik kala dikukus. Tekstur pepes haruslah smooth sehingga bentuk asli tahu benar-benar lenyap, untuk menghasilkannya saya kemudian memproses tahu menggunakan chopper (atau food processor) hingga halus seperti masker. 

Menurut saya memproses tahu dengan chopper/food processor menjadi kunci utama yang akan membuat pepes memiliki bentuk dan rasa yang berbeda. Jadi saran saya jangan skip cara ini. Tidak memiliki chopper/food processor? Tahu juga bisa diproses bersama dengan telur dan bumbu dengan menggunakan blender. 

Otak-otak tahu JTT

Tahu yang telah diproses hingga halus ini kemudian dituangkan ke mangkuk, dan bahan rempah lainnya seperti rajangan halus daun bawang dan daun jeruk lantas dimasukkan. Adonan cukup diaduk rata, dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama 20 menit hingga matang. Susah mendapatkan daun pisang? Tuangkan saja adonan ke dalam loyang kaca tahan panas atau loyang biasa yang telah dialasi dengan kertas baking dan kukus hingga matang. Hmm, mungkin jadinya akan lebih mirip nugget dibandingkan pepes. ^_^

"Wah pepesnya enak banget, Nduk! Mama kalau buat kok nggak bisa seperti ini ya? Bagusnya namanya bukan pepes tahu, tapi otak-otak tahu karena rasanya nggak kalah sama otak-otak ikan yang dijual di Tanjung Pinang." Well, komentar Ibu saya ini sudah cukup untuk membuat saya nyengir lebar dan ya, menurut saya makanan ini memang lebih pas jika disebut dengan otak-otak tahu walau tanpa ikan didalamnya. ^_^

Berikut resep dan prosesnya yang super mudah ya.  

Otak-otak tahu JTT

Otak-Otak Tahu
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk  8 bungkus

Tertarik dengan resep berbahan tahu lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Nugget Tahu dengan Daging Ayam
Bola-Bola Tahu Nan Gurih
Tahu Cincang dengan Sayur dan Telur Puyuh 

Bahan:
- 350 gram tahu, potong kotak atau hancurkan kasar dengan garpu, sekitar 5 - 6 kotak tahu ukuran 3 x 3 cm
- 2 butir telur, kocok lepas
- 150 gram atau ¼ butir kelapa muda parut

Bumbu dihaluskan: 
- 3 cm lengkuas muda, iris tipis
- 5 buah cabai merah keriting
- 6 buah cabai rawit
- 5 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 batang serai ambil bagian putihnya saja
- 5 butir kemiri, sangrai

Bumbu lainnya: 
- 1 batang daun bawang, rajang halus
- 2 lembar daun jeruk, rajang halus
- 1 sendok teh garam (tambahkan jika kurang asin) 
- 1 ½ sendok makan gula jawa yang telah disisir halus
- ½ sendok teh merica bubuk

Bahan lainnya: 
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Cara membuat:

Otak-otak tahu JTT

Siapkan chopper atau food processor atau blender. Masukkan tahu, telur kocok, bumbu yang dihaluskan kemudian proses beberapa detik hingga halus. Jika tidak memiliki chopper/food processor/blender maka haluskan tahu dengan cobek dan ulekan kemudian saring dengan saringan kawat. 

Tuangkan adonan tahu ke dalam mangkuk, masukkan kelapa parut, daun bawang, daun jeruk, garam, gula, merica, dan aduk hingga rata. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin.


Otak-otak tahu JTT

Siapkan selembar daun pisang, ambil sekitar 2 sendok makan adonan. Letakkan adonan di salah satu sisi daun, bentuk adonan memajang dengan punggung sendok. Gulung daun hingga adonan terbungkus, dan semat ujung-ujungnya dengan lidi/steples seperti pepes. Lakukan hingga semua bahan habis. 

Kukus selama 20 menit, hingga matang. Sajikan. Super yummy!

Note: jika anda tidak memiliki daun pisang untuk membungkus maka adonan bisa dituangkan ke loyang anti lengket atau loyang biasa yang telah dialasi dengan kertas baking. Kukus selama 20 menit hingga matang. 



64 komentar:

  1. cuma tulisan resep mba endang yang mampu membuat saya membacanya dari awal sampai akhir tanpa terlewat, prolog resep nya sungguh ciiaamik... ^_^

    resep keseharian yang sering dibuat di dapur rumah menjadi istimewa kalo mba endang yang masak, saaaluuut buat mba endang..

    Terimakasih sudah menginspirasi untuk berani memasak...
    good job.. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Trie sharingnya ya, senang sekali resepnya bisa menginspirasi. sukses selalu!

      Hapus
  2. Waa akhirnya update juga... Hehe baca blog mba endang itu udh spt 'me time' sy tiap harinya... Tiap hri musti cek artikel trbaru dr mba... Btw, mba mw nanya, itu resep diatas mmg ga pake kunyit kah? Knp warnanya spt agak kuning pucat yah, efek foto kah? Trus itu daun pisang jenis apa yah mba... Ijo nya bagus gt daunnya(?)
    Tetap semangat berkarya trs yah mba... Kalo bingung mw masak apa, buka open discussion ajah di ig mba.. Sapa tw dapat inspirasi... Hehe mksh bnyak mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ridha, thanks ya.

      Yep nggak pakai kunyit ya, cabai yang membuat warnanya agak kekuningan. Setahu saya yang bagus daun pisang batu dan pisang kepok, hanya saja saya sendiri kurang tahu jenis yang saya pakai ini krn beli di pasar.

      Hapus
  3. Mba Endang, itu dibumbunya kan pake cabai.. Kalo di skip rasanya ga berubah kan ya.. Saya masih punya balita & menyusui si bungsu soalnya.. Tk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Emilia, skip saja mba, tidak masalah kok, hanya tidak pedas saja rasanya ya.

      Hapus
  4. Mbaaaa.. aku ngga punya food procesor atau pun blender hiks... disaring pake saringan gede setelah dimblenyekin bisa kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sandra, yep bisa ya, intinya tahu harus benar2 sampai halus dan smooth ya

      Hapus
  5. Hai mba... makasih y resepnya udah sy coba,,muantap tp setelah di kukus sy panggang mba jd lebih wangi karena daun pisang nya kepanggang...salam kenal y mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep betul banget mba Anggraeni,pasti akan lebih sedap jika dipanggang sebentar ya. thanks ya

      Hapus
  6. wah...membayangkan saja udah maknyossss
    btw kalo laosnya aku ngga ngasih..merubah rasa ngga ya mbak?
    aku tunggu resep2 selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. skip saja jika tidak suka mba, tidak terlalu merubah rasa ya

      Hapus
  7. waduh enak bangat ni Mba Emilia
    pasti di coba nihhh

    BalasHapus
  8. Lengkuas dan serai nya diganti sm kencur sepertinya juga enak dh jeng. Mirip rerempa cuman gk digoreng, tp dipepes.

    BalasHapus
  9. Pepes tahu makanan favorit anak saya mbak ..selama ini saya bikinnya cuma pake lada bawang, gitu aja udah enak kata anak saya. Gimana kalo praktek pepes tahu mbak endang yang ini yah ..pasti saya dipuji setinggi langit����

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip, monggo dicoba Mba Hera, saya doakan semoga dapat pujian setinggi langit yaa hehhehe. Thanks yaa

      Hapus
  10. Mba endang, kalo pakai tahu sutra bisa kah?

    BalasHapus
  11. Hallo mbak endang, makasih udah bagi2 resepnya ya... selalu mengintip resep2 baru dan kalo memungkinkan untuk dicoba langsung dipraktikkan nih resep.... Btw, 350 gr itu berapa banyak ya tahunya,,, maap agak sulit mengira2 kalo ukuran yang dipake timbangan gini,,, Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba Listy, mungkin sekitar 6 kotak tahu ukuran 3 x 3 cm ya, bs dilebihkan dikit gak masalah ya.

      Hapus
  12. Endang, 1/4butir kelapa muda parut kira2 brp gram ya? Di tempatku cuma bisa beli yg frozen sih... please advise.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekitar 150 gram ya mba Tuty, sudah saya perbaiki resepnya ya.

      Hapus
  13. Hai mba kalo aq bs ketemu mba pngen banget deh ngasih tester asinan sayur betawi deket rumahku..itu asinan manteep banget..Siapapun yg nyicipin pasti bakal terkagum2.kali aja mba bs reka2 bumbunya..apa kirim pake gojek aja yaa..hhhaa...
    Ohya mba aq ada resep tahu dan dua sambel ( sambel terasi dan sambel tomat ) ala ibuku..kira2 mba minat ga ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Shoffwatunnida, asinan sayur cemara dan di jatinegara juga ada yang mantep banget rasanya. selama ini saya belum bs mereka2 bahan dan bumbunya hehehhe. Boleh dibagikan ke saya resep tahu dan sambelnya, bisa diemail ke endangindriani@justtryandtaste.com.

      thanks banget yaaa

      Hapus
  14. Mbak Ndang, saya sudah nyoba resepnya. Kemarin itu hampiiir kelupaan kelapanya. Sudah masuk kukusan 5 menit, saya tinggal beres2 peralatan dapur. Lha kok, kelapa parut masih teronggok dengan manisnya disitu. Alamaak... Kayak org kesurupan saya lgs matiin komopor, dan bongkar otak2nya. Untuung keburu. Hasilnya... enaak. Kl masuk dr awal pasti lebih maknyus lagi .

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakkaka, iya kalau gak pakai kelapa kurang oke mba Devy, tapi tobat kalau harus bongkar bungkusan lagi yaaa, kalau saya pasti lagsung lanjut sja tanpa kelapa hahhaha

      thanks sharingnya ya mba ^_^

      Hapus
  15. Hohoho udh lama aku ga ke blog mba Endang, woh, mengingat aku ingin punya pola hidup sehat, besok aku eksekusi, gak sabar!!!
    Apalagi bahannya ada di pasar, besok minta mama beliin bahan bahannya, soalnya kalo aku yg beli suka dicuekin, mentang mentang aku masih remaja 14 tahun, fyuh
    Oiya mbak aku silent reader mbak wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhahh, iya ya, susah kalau masih 14 tahun pergi ke pasar. Keponakan saya masih 13 tahun, ke pasar beli cumi2 dikasih sotong, emaknya ngamuk2 wkkakakak.

      silahkan dicoba Non Ika, moga suka yaa, sukses selalu!

      Hapus
  16. aku udah coba mbak, enak, makasih yaa. ..oya mbak punya resep pepes udang edan ala bandar djakarta ? aku ngiler bgt mbak tp gak tau resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Ratna, wah sayangnya sya belum pernah makan pepes udang kalau ke bandar jakarta jadi gak bs ngira2 bumbunya heheheh. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  17. Keluargaku suka banget bikin otak2/pepes tahu kayak gini. Berasa kayak di korea bikinnya rame2 kayak bikin kimchi hahaha.. biasanya biar mantap surantap kita bakar/panggang juga. Aroma daun pisang yang dibakar wangi banget. Susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Susi sharingnya, yep kalau bikin keroyokan pasti cepat selesai yaa, dan seruuuuu hehehh. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  18. mbak endang caranya bedain lengkuas muda sama yg tua gimana ya caranya ? ditempat saya belinya sekalian sama rempah2 yg lainnya udah dibungkus gtu . Apakah kalo gak pake lengkuas dan sere g ngefek banyak ke rasa ? thanks ya mbak untuk selalu sharing resep2 yg ciamik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lengkuas muda berwarna putih dan lunak ketika diiris ya, lengkuas tua biasanya sudah berwarna kecoklatan dan banyak akar2nya. Lengkuas dan sere kunci bumbu rempah diatas mba, karena membuat rasanya lebih sedap dan bumbunya jadi banyak

      Hapus
  19. Besok kudu bikin ini mah...thx y mba endang

    BalasHapus
  20. Mba klo kelapanya pake yang tua bisa g?? Ada sisa 1/4 bekas bikin santan kemaren ..kira2 mrubah rasa ga ya? Makasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak saya sarankan mba santi, rasanya akan kurang ok krn keras

      Hapus
  21. Mbak ini teksturnya nanti kenyal2 kyk otak2 atau lbh ke yg mblenyek kyk tahu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak kenyal, ini sebenarnya pepes tahu, jadi ya lembek ya

      Hapus
  22. Pas sahur buka blognya mba endang,jd terinspirasi buat menu buka ntar..
    Btw,sng bgt baca tulisan2 mba dr awal smpe akhir..seolah2 terhipnotis kdu masakin resep2nya..
    Ditunggu trs resep2 slnjutnya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya mba Erma, senang resep2 JTT bisa menjadi inspirasi, sukses yaaa

      Hapus
  23. Mbak kenapa kalo ditambah telur kyk baunya amis gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. skip saja mba telurnya ya, kalau saya pribadi tdk terlalu merasa amis ya karena banyaknya bumbu yg dipakai

      Hapus
  24. Mbak endang thank you resep nya, btw mbak mesti tanggung jawab buat saya ngiler dipagi hari sambil baca dari awal ke akhir sambil bayangin rasanya, hahaha pasti bakal buat didapur pas weekend dan gak sabar pengen coba.. Sukses selalu ya mbak endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Tanti sharingnya, senang resepnya dsuka, moga sukses ketika dicoba yaa, sukses sellau

      Hapus
  25. Mbak saya sudah coba resepnya, perjuangan banget cz saya buatnya tengah malem & saya punya bayi yang masih menyusui, begitu food processor dinyalakan anak saya langsung nangis kenceng, adegan memasakpun berhenti sejenak karena saya harus menyusui anak saya sampai dia tertidur kembali, setelah itu adegan memasak dilanjutkan lagi, akhirnyaa... otak otak tahu impian pun jadi, yipiiee. Heehe tapi bungkusanya amburadul alhamdulillah rasanya tidak seperti bungkusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Reny, waah benar2 perlu perjuangan banget membuatnya, untungnya tetap jadi ya hehehehe

      Hapus
  26. Hai mbak endang, thanks resepnya. klo ga pakai telor bisa diganti apa ya mbak? Soalnya lagi diet telor karena alergi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. skip telurnya dan tambah tepung sagu/tapioka atau maizena 2 sdm ya mba.

      Hapus
    2. Thanks mbak endang...segera dicoba ni resepnya ^_~

      Hapus
  27. Mba Endang, makasih resepnya. Pagi ini saya coba bikin, tapi ada beberapa yang saya modifikasi. Telur saya ganti dengan 2 sendok makan tepung tapioka, seperti saran Mba Endang pada komentar sebelumnya. Kelapa muda saya skip, karena susah mendapatkannya di dekat rumah saya. 150 gram parutan kelapa muda saya ganti dengan 150 gram tahu. Jadi, total tahu yang saya gunakan 500 gram. Saya modifikasi karena kadar kolesterol Ibu dan saya tinggi, jadi kami menghindari makanan dengan kandungan kolesterol tinggi. Cabe saya skip karena Ibu ga bisa makan pedas. Gula merah juga saya ganti dengan gula pasir biasa, malas motong-motong gula merahnya hehe. Walau saya modifikasi, rasanya tetap enak tapi teksturnya lembek. Apa teksturnya lembek karena saya skip penggunaan kelapa muda ya, Mba Endang? Anyway busway, nanti saya bikin lagi dengan memasukkan cabe dan parutan kelapa muda (kalau nemu). Pasti rasanya lebih maknyus.

    -- Aisyah --

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Aisyah, tekstur otak2 ini jangan disamakan degan otak2 ikan ya, karena terbuat dr tahu maka kondisinya akan lembek seperti pepes tahu umumnya. menurut saya kelapa parut wajib hukumnya agar tekstur lebih keras dan rasa lebih gurih. Selain itu bahan harus diproses di chopper atau blender supaya teksturnya smooth.

      Hapus
  28. hallo, mba endang... resepnya sudah dicoba untuk menu buka puasa... sukses semua bilang enaaakk pisaannn, walaupun ini postingnya ternyata setahun yang lalu yaaaa....tadi cri cari resep olahan tahu, pas baca bumbunya mirip sama pepes tahu bikinan ibu saya, sama pakai kelapa parut,cuma ga diblender, lebih pedas dan ga dikasih telur, ... langsung cobain, berhubung ga ada kelapa parut tadi dikasih sedikit santan,masih enak mba, makasihhh ya mbaaa, alternatif baru selain pepes tahu ...uhuuuyyy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Kuya sharingya ya, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  29. Mba.. kalau ditambah kemangi merubah rasa gak? Soalnya cii khas pepes umumnya kemangi. Mau nambahin takut berubah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba etha, tetap ok mba, mmg pepes enaknya pakai kemangi ya

      Hapus
  30. Halo mba endang,
    klo kelapa parut diganti dgn santan instan kayak kara gtu, kira2 diperlukan brpa mili ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. resep diatas sebaiknya pakai kelapa karea membantu tekstur pepesnya, kalau pakai santan pakai yang instan sekitar 65 ml mba

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...