06 Juni 2014

Tongkol Panggang dengan Air Asam



Tongkol merupakan salah satu jenis ikan kegemaran saya, walau kalau mau jujur hampir semua ikan saya sukai. Kecuali ikan hiu, ini karena otak saya telah sukses tercuci dengan film Jaws yang memang melegenda sehingga sulit rasanya membayangkan harus mengkonsumsi ikan predator ini. Ikan lainnya yang tidak saya sukai adalah ikan patin dan ikan lele. Alasannya bukan karena rasanya yang kurang lezat, namun karena saya tidak pernah sukses memasaknya dengan benar sehingga sering kali bau amis ikan masih kuat terasa membuat perut langsung bergolak. 

Nah salah satu masakan ikan tongkol yang saya gemari dan dapat dimasak dalam sekejap adalah tongkol yang direbus di dalam bumbu yang terdiri atas cabai, bawang merah dan bawang putih yang dihaluskan. Bersama air asam, daun salam dan potongan lengkuas, maka tongkol rebus ini terasa luar biasa sedap dan mampu membuat anda menyantap nasi panas berpiring-piring. Selain direbus maka ikan ini juga sedap jika dipanggang sebentar di atas pan dengan balutan sambal dan terbungkus dalam belitan daun pisang seperti yang kali ini saya sajikan. Bersama guyuran sambal air asam yang pedas dan segar saya jamin tidak ada seorang pun yang berani menolaknya! ^_^



03 Juni 2014

Buncis a la Szechuan



Buncis yang ditumis dengan ayam cincang dengan rasa yang sedikit pedas, asam dan manis ini merupakan salah satu resep sayuran yang saya tampilkan di buku Home Cooking yang released bulan lalu. Buku perdana JTT yang memuat 50 resep masakan, 45 diantaranya merupakan resep yang pernah dihadirkan blog dan 5 resep baru yang belum pernah saya bagikan ke pembaca JTT. Tidak perlu khawatir, 5 resep tersebut secara bertahap akan saya bagikan ke anda beserta tentu saja tips memasaknya. 

Nah tumisan buncis ini merupakan makanan favorit saya jika bersantap di restoran yang menyajikan Chinese food. Buncis yang dimasak setengah matang ini terasa crunchy dan untuk mendapatkan rasa terbaik maka saya sarankan anda menggunakan baby buncis yang imut dan terasa manis. ^_^



02 Juni 2014

Khoresh Fesenjaan - Uniknya Masakan Ayam a la Persia dengan Kacang Walnut dan Puree Buah Delima



Sebagai warga negara yang baik selayaknya jutaan penduduk Indonesia lainnya, maka saya mencintai tanah air ini. Bumi yang subur dengan alam yang indah, seni dan budaya yang unik dan beraneka ragam, serta tentu saja cita rasa masakan masing-masing daerah yang tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya karena semua memiliki ciri khas tersendiri. Uniknya, masing-masing masakan tersebut bisa sangat berbeda dalam hal rasa dan tampilan mengikuti daerah dan kebudayaan masyarakat setempat. Sebagai orang Indonesia lahir-batin maka saya berpendapat masakan Indonesia merupakan masakan terlezat di dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan cita rasanya. Selezat apapun pasta a la Italia atau bulgogi a la Korea maka menurut saya masih jauh lebih sedap mie goreng Jawa dan rendang Padang. 

Lantas mengapa masakan Indonesia tidak terlalu populer di mancanegara selayaknya masakan Thailand, Korea, India atau Persia? Menurut saya banyak faktor yang terlibat disana, salah satunya mungkin karena promosi keluar yang kurang gencar dan salah lainnya adalah masakan Indonesia menggunakan banyak rempah dan bumbu yang terkadang membuat gentar para pemula yang hendak mencoba belajar membuatnya. Bahkan bagi orang Indonesia sekalipun. ^_^

Puree buah delima (pomegranate paste)
Kacang Walnut

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...