31 January 2011

Membuat Roti Gandum Sendiri Di Rumah (100% tepung gandum utuh)



Bagi sebagian orang membuat roti sendiri di rumah merupakan hal yang sangat merepotkan dan terkesan kurang kerjaan. Bagaimana tidak? Kota Jakarta dengan seabrek bakery dan abang tukang roti yang bertebaran hingga ke pelosok kampung, menawarkan aneka roti dengan rasa yang beragam. Mulai dari yang murah meriah hingga yang mahal sekalipun, ada. Well, saya bukan sebagian orang dan bagi saya sekali-sekali mencoba membuatnya sendiri tidak ada salahnya. Rasa roti yang baru keluar dari panggangan tidak ada duanya. Sungguh! Saat si roti masih hangat, fresh dengan bau ragi yang membuat seantero rumah anda bagaikan surga. Hmm....

Mungkin jika kita masih tinggal di kota besar dimana apapun tersedia dan mudah diakses - selama kocek kita mampu - menyiapkan makanan sendiri terutama yang cukup memakan waktu dalam memprosesnya dirasa kurang efektif. Tapi bayangkan, jika tiba-tiba anda harus hidup di kota kecil atau pelosok pedesaan dengan akses yang sulit dijangkau sehingga segala sesuatu butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Satu-satunya cara jika anda ingin menikmati makanan kegemaran adalah dengan membuatnya sendiri. Saat itulah skill memasak anda mungkin akan sangat berguna.  



Saya masih ingat ketika kemarin berbelanja ke pasar membeli ikan tengiri yang rencananya akan saya olah menjadi tekwan dan empek-empek. Seorang ibu paruh baya sibuk berkomentar dengan penjual ikan di sebelah, betapa saya membuang waktu dengan membuatnya sendiri sementara di luaran bertebaran penjual empek-empek dengan harga terjangkau. Si Ibu dengan bersemangat sibuk menyebutkan satu persatu pedagang empek-empek yang layak menjadi referensi bagi saya, dan sayapun hanya tersenyum lebar. Hmm, si Ibu memang tidak bisa disalahkan. Hanya saja seandainya beliau tahu bahwa obsesi utama saya terhadap empek-empek bukan pada bagian menyantapnya tetapi pada proses membuatnya, mungkin si Ibu akan semakin mengoceh tidak karuan dan ujung-ujungnya akan menganggap saya setengah gila :)

Okeh, kita hentikan cerita mengenai si Ibu dengan iringan doa semoga beliau tidak pernah terdampar di kutub dimana yang ada hanya es dan beruang kutub. Kembali ke membuat roti sendiri.  Beberapa kali mencobanya, saya merasa hasilnya kurang memuaskan, setelah saya membaca dengan seksama buku Baking With Passion dari Baker & Spice akhirnya saya baru menyadari bahwa proses yang saya lakukan memang kurang sempurna, terutama pada tahap menguleni adonan. Selama ini saya mengira jika adonan dinyatakan kalis maka adonan tersebut tidak lengket lagi, nah untuk roti ternyata bukan hanya itu  saja syaratnya tetapi adonan yang terbentuk harus elastis, kenyal dan halus. Ketika ditarik maka adonan akan melar dengan sempurna tanpa ada sobekan disepanjang tarikan. Menurut si buku, untuk mencapai adonan yang seperti itu tidak bisa hanya dengan berpatokan pada waktu menguleni tetapi kita juga harus bisa merasakan perubahan pada adonan, dari kasar menjadi smooth dan mudah dibentuk sesuka hati. Tentu saja jam terbang, praktek dan banyak membaca buku-buku yang berhubungan dengan baking akan membuat kita semakin tahu adonan seperti apa yang seharusnya kita hasilkan.



Berniat membuat roti yang sehat, saya memutuskan membuat roti gandum. Kebetulan saya masih punya tepung gandum utuh (whole wheat) yang saya beli di Titan, toko bahan kue langganan. Biasanya whole wheat ini hanya saya gunakan sebagai campuran tepung terigu untuk cookies atau cake tapi kali ini saya akan membuat roti tawar yang murni dari tepung gandum saja.  Saran saya sebelum anda membuatnya, jika anda tidak memiliki mixer khusus untuk roti seperti produk Kitchen Aid atau Bosch maka persiapkan stamina anda dengan sebaik-baiknya. Berbeda dengan tepung terigu yang relatif mudah diolah maka tepung gandum cukup ulet dan sedikit keras sehingga membutuhkan tenaga kuli untuk membuatnya menjadi adonan yang smooth dan siap dipanggang. Ehem, saya telah membuktikannya :). Untuk hasil rotinya, saya berani menyandingkannya dengan roti gandum yang dijual di toko roti. Empuk dan lezat. Kekurangannya adalah saya menggunakan loyang loaf yang kurang pas, terlalu kebesaran sehingga bentuk rotinya kurang kotak, agak setengah lingkaran. Sebaiknya gunakan loyang loaf yang pas dengan ukuran adonan, sehingga akan mengembang sempurna tinggi diatas permukaan loyang.

Bagi anda yang bergaya hidup sehat dan sangat menjaga asupan makanan yang masuk ke perut, nah tidak ada salahnya membuat roti gandum ini. Selain sehat, anda juga bisa sambil berolah raga ketika menguleninya. Wokeh, sebelum anda menimpuk saya dengan sandal jepit, yuk mari kita intip saja resepnya.



Roti Tawar Gandum (Whole Wheat Bread) 
Resep diadaptasikan dari Blog Whole Wheat Bread Recipe

Untuk 1 loyang loaf

Bahan:
- 330 gram tepung gandum utuh (whole wheat)
- 220 ml air hangat
- 50 ml susu cair
- 6 sendok makan minyak zaitun
- 1 1/2 sendok teh garam halus
- 2 sendok teh ragi instan, pastikan masih fresh dan cek tanggal kedaluarsa
- 6 sendok makan madu atau bisa diganti dengan gula pasir

Cara membuat:
Siapkan mangkuk ukuran besar, tuangkan tepung gandum, tambahkan garam. Aduk dan pastikan garam tercampur rata dengan tepung. 


Dalam mangkuk terpisah campur air hangat, ragi instan, susu cair, minyak zaitun dan madu. Aduk hingga rata dan ragi larut. 



Buat lubang di tengah tepung, tuangkan cairan ragi ditengah-tengah tepung. Biarkan cairan terserap. Dengan menggunakan spatula aduk hingga semua cairan terserap dan tepung menjadi basah. 


Siapkan meja datar atau talenan, taburi dengan tepung. Lumuri tangan anda dengan sedikit minyak atau tepung dan mulailah anda menguleni adonan. Dengan menggunakan ujung jari angkat tepi adonan dan tarik ke tengah kemudian dorong adonan menjauhi badan anda dengan menggunakan pangkal telapak tangan. Lakukan berulang kali dan rubah sudut adonan setiap kali anda menguleninya agar semua adonan mendapatkan perlakukan yang sama. Dengan menggunakan spatula plastik, kikis adonan yang lengket di permukaan meja/talenan. Uleni adonan hingga menjadi halus dan elastis. Jika ditarik adonan masih putus-putus maka teruskan kembali menguleni adonan. Adonan dianggap jadi jika terasa lembut dan mudah untuk dibentuk karena elastis. Karena tepung gandum utuh  maka adonan tidak se-elastis dan sehalus jika menggunakan tepung terigu. 


Bentuk adonan menjadi bola yang halus, olesi permukaannya dengan minyak zaitun. Letakkan di dalam mangkuk dan tutup permukaan mangkuk dengan plastik wrap atau kain bersih. Jika anda menggunakan kain maka pastikan mangkuk cukup tinggi sehingga ketika adonan mengembang tidak akan menempel di kain. Istirahatkan adonan selama + 1 jam atau hingga adonan mengembang 2 kali lipat.


Kempiskan adonan dengan meninjunya, kemudian uleni kembali adonan selama + 15 menit. Lebarkan adonan dengan menekannya menggunakan telapak tangan dan ujung jari. Tekuk sisi kiri dan kanan adonan kemudian gulung adonan hingga menjadi satu gelondongan. Tekan-tekan dan rapikan sehingga adonan agak memanjang dan pas untuk dimasukkan ke dalam loyang loaf. Usahakan tinggi adonan merata dan seimbang. Masukkan adonan ke dalam loyang, tutupi permukaan loyang dengan plastik wrap atau kain bersih. Biarkan selama 30 - 60 menit atau hingga adonan mengembang dan naik kira-kira 13 cm dari permukaan loyang. 




Panaskan oven, set di suhu 200'C. Olesi loyang loaf dengan mentega

Jika panas oven telah stabil + 15 menit.  Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven dan bakar selama + 50 menit, setelah 20 menit tutup permukaan roti dengan alumunium foil agar permukaannya tidak terlalu kecoklatan/gosong. Roti dianggap matang jika kita ketuk pada dasar roti maka terdengar seperti suara berongga atau kosong.




Keluarkan roti dari oven, diamkan 5 menit kemudian keluarkan dari loyang dan dinginkan di rak kawat. Setelah dingin, potong-potong roti dengan menggunakan pisau yang tajam. Nah, roti siap anda santap dengan aneka selai atau... dibuat sandwich. Hmm, yummy!

Source:
Whole Wheat Bread Recipe - Whole Wheat Bread
Baking with Passion - Baker & Spice



48 comments:

  1. Salaam,
    Informasi dalam artkel ini lengkap, menurutku.
    Terima kasih atas 'sharing'nya.

    ReplyDelete
  2. Hai salam kenal, thanks ya atas komennya. Semoga artikelnya bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. hai mba, saya rahma, mau tanya klo tepung gandum utuhnya saya ganti dengan oatmeal quaker oat yg sudah di blender sampe jadi tepung bisa ga mba?

    ReplyDelete
  4. Halo Mba, saya belum pernah mencoba menggunakan tepung oatmeal untuk membuat roti, jadi maaf saya belum bisa memberikan jawaban. Tapi saya pernah menggunakannya untuk membuat muffin dan hasilnya oke kok. Tapi saya jadi penasaran juga apakah bisa tepung oatmeal dibikin roti, nanti kalau berhasil saya akan posting ya. Semoga membantu ^_^

    ReplyDelete
  5. Hai Mba Endang... Mba sy penasaran nih pengen bikin roti gandum ini krn sy suka sekali beli roti gandum di toko2 bakery. Cuma masalahnya sy ga pernah nemu tepung gandum utuh di supermarket, belinya di mana toh mba? dan bentuknya spt apa? bener2 ga ada gambaran. Dimana ya bisa beli tepung itu? harganya kira2 berapa mba? Please infonya biar sy bisa segera bikin hehehe... thx before mba.... Salam, juliet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Juliet, tepung gandum utuh memang agak susah mencarinya di Jakarta. Saya selama ini hanya menemukannya di toko bahan kue Titan di jl. Fatmawati, Jaksel, itupun terkadang stock nya habis. Supermarket saya sudah ubek2 gak ada juga. Bentuknya seperti gambar saya diatas, butirannya agak kasar seperti bekatul, hanya warnanya lebih putih, dan ada serpihan kulit ari gandum di dalamnya.

      Delete
    2. Biasanya di packing ukuran 1 kg, harganya sekitar 30 rb an mba, kalau gak salah ya. Karena sudah lama sekali saya nggak beli tepung ini.

      Delete
    3. Yuhuuuu.... Mbak aku udah nemu tepung gandumnya plus wheat bran, ternyata di kelapa gading ada toko TITAN. Deket lagi dr rumah, baru tahu kalo TITAN ternyata ada di klp gading, kalo ke fatmawati jauh bener dr rmhku. Oya mbak, ternyata bener loh kata mbak, sth bisa bikin roti sendiri, skrg aku hampir ga pernah beli roti di toko roti. Kalo bikin sendiri enak, isinya bisa banyak sampe ke pinggir2 hahaha...... Walaupun bentuknya ga sebagus yg dipajang di bakery hehe... Makasih ya mbak, Salam Juliet

      Delete
    4. Halo Jeng Juliet, hahhaha senang mendengar perburuannya sukses. Wah, saya juga baru tahu kalao Titan ada di kelapa gading hehehhe. Hati2 kalo kesana, bisa kalapppppp. Saya udah lama gak bikin roti gandum, karena Titan Fatmawai suka kehabisan stock, hiikkkksss jadi pengen... ^_^. Thanks ya atas sharingnya.

      Delete
  6. Iya bener kata Mbak Endang, kalau ke sana bisa kalap, akhirnya satu keranjang penuh deh isi macem2 keperluan krn isi kepala berputar pgn bikin ini itu. Apalagi letak TITAN searah ama jalan pulang kantor, jadi suka tergoda tuk mampir. Sampai2 bulan ini udah bokek.com buat belanja di TITAN hehehehe..... Di TITAN Kelapa Gading banyak tuh jeng stoknya, ayo ke sini aja (niat benerrr) Justru sth dpt tepung gandum malah gak bikin2, bikinnya malah kue yg lain hihihi..... Mbak bikin bolu green tea donk, kayaknya aku belum liat mbak bikin bolu itu. Kayaknya menarik bgt deh kalo liat resep bolu green tea nyam nyam.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, bener banget. Bokek.com kalo kesana, barang yang gak kepengen dibeli pun pasti disikat. Iya, saya waktu ke TITAN pernah beli green tea, hanya saja lupa taruh itu bubuk dimana. Rencanya mau bikin Japanese Cake yang green tea, keknya enak hehehe. Ntar saya cari-cari lagi dah. Thanks ya.

      Delete
  7. Pny resep roti tawar putih (sandwich?)Ngga mbak? Tlg bagi dong! Tks sblmnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okeh, ntar saya coba praktekkan dulu di rumah ya. Ditunggu saja ya ^_^

      Delete
  8. Mbak, aku seneng bgt ketemu resep roti gandum ini :) Keliatannya gak sulit.
    Aku gak punya minyak zaitun. Boleh diganti dgn minyak sayur atau minyak wijen gak? Makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, yep bisa doganti minyak sayur/minyak goreng ya, tapi jangan menggunakan minyak wijen karena aroma minyak wijen terlalu keras. ^_^

      Delete
  9. hai mba' aku mau tanya dong merek tepung gandum yg mba gunain itu apa ya? terus mba' beli buku baking with passion itu dimana? trims :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mb, saya beli di Titan dan nggak ada merknya, jadi itu packing-an dari Titan langsung.

      Delete
    2. Buku Baking with passion beli di toko buku import, Times ya. waktu itu lagi ada diskon hehehe

      Delete
  10. Hallo JTT,

    salam kenal, ya. Saya akan mencoba resep ini, karena anak bungsu saya alergi dengan tepung terigu. Di tempat kami tinggal sih nggak masalah, karena banyak yang jual roti tanpa tepung terigu. Tapi yang jadi pemikiran saya itu, saat nanti kami libur ke Tanah Air, mau dikasih makan apa anak saya? :-D
    Hihihi, lebay ya?

    Semoga berhasil (karena mau pakai food processor aja, nggak kuat kalau harus ulen pakai tangan, hihihi), supaya nanti pas di Indonesia nggak usah pusing... :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Joan, salam kenal ya. Sip silahkan dicoba dan food processor atau mixer heavy duty adalah alternatif terbaik dibandingkan menggunakan tangan. Hahahha, bisa-bisa lengan jadi segede binaraga. Tapi sepertinya sekarang di tanah air banyak kok yang menjual gluten free bread atau whole wheat bread. Ssssst, saya kalau malas bikin roti suka beli versi praktisnya saja di supermarket hahaah

      Delete
    2. halo mb, saya udah lama kali beli tepung gandum, tapi waktu saya liat kok butirannya gak halus seperti tepung biasa, tapi agak kasar seperti oatmeal, saya jadi ragu. Apa tepung gandumnya harus diblender dulu atau langsung aja kita gunakan seperti itu ya mb?

      Delete
    3. Halo Mba Chanti, tepung gandum (whole wheat) memang butirannya lebih kasar dibandingkan tepung terigu biasa, tetapi juga nggak sekasar oatmeal. Pengalaman selama ini teksturnya hampir mirip seperti bekatul hanya saja warnanya lebih putih. Mungkin sebaiknya diblender dulu ya Mba agar agal halus.

      Delete
  11. Halo Mba, salam kenal dari saya. Saya berniat membuka usaha roti sandwich dari gandum karena di Cirebon blm ada yang jualan sandwich buatan rumah dgn roti gandum. Ada kepikiran membuat roti gandumnya sendiri. Tapi saya blank sekali soal membuat roti, ga kebayang gmn. Setelah membaca artikel Mba yang ini, pikiran saya jd lebih terang sekarang. Doain ya Mba semoga rencana bisnis sandwich gandumnya lancar, dgn roti gandum bikinan sendiri ataupun yg beli jadi.

    Mba, kalau ngga keberatan, Mba follow back ya blog saya www.CirebonKuliner.com siapa tahu bisa menambah inspirasi buat Mba. Terima kasih banyak sebelumnya. Sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Lukman, terima kasih atas komentar dan sharingnya ya. Semoga usaha sandwich roti gandumnya sukses ya. Saran saya, kalau belum pernah membuat roti sebelumnya ada baiknya mencoba menggunakan tepung terigu biasa dulu saja, sehingga familier dulu dengan tekstur dan proses. Membuat roti sangat mudah tetapi memerlukan latihan yang berulang untuk menghasilkan roti yang baik. Tepung gandum akan mmeberikan tekstur berbeda di adonan, jadi perlu uji coba juga. Saya banyak sekali posting mengenai roti dan tips membuatnya, mungkin bisa membantu. Salam, dan sukses selalu ya

      Delete
  12. halo mbak, apakah resep ini bisa dipake untuk membuat roti tawar yang biasa? jadi tepungnya menggunakan tepung yang berprotein tinggi saja. thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, bisa kok pakai tepung terigu oritein tinggi ^_^

      Delete
  13. halo saya baru perdana nih mau bikin roti gandum pgn nanya deh.. ragi nya yg merk fermipan itu bisa? saya udah ke titan juga nih beli tepung wholewheat hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, saya di rumah pakai fermipan Mba, saran saya tepung gandumnya jangan 100% alias sebagian dicampur dengan tepung terigu biasa supaya hasilnya lebih lembut.

      Delete
  14. halo mbak salam kenal dan apa kabar?
    siang ini aku lagi mao coba bikin roti gandum ini, tapi setelah tepung gandum yg sebelumnya udah di campur garam, aku campur pake larutan susu+ragi+minyak zaitun+madu kok adonanya jadi lembek alias becek kayak adonan kebanyakan air ya? sedangkanklo liat di gambar mu tepung gandum yg udah di campur larutan ragi kok ga becek kyk punya ku ya???

    trus klo udah becek gitu saya malah bingung mau diapain hehehe...

    padahal aku pake resep sesuai yg kamu tulis mbak...mohon pencerahannya dong...

    trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mba Wvie, waduh saya juga jadi bingung kenapa jadi becek ya? Hmm, kemungkinan tepung gandumnya jenis yang kasar ya, lebih banyak serat dibandingkan pati. Saran saya campur dengan tepung terigu protein tinggi Mba, jangan menggunakan 100% whole wheat ya. Karena jenis tepung gandum bisa beda2 dan terkadang kandungan persentase whole wheatnya beda. Saran saya pakai juga tepung terigu ya. Thanks sharingnya.

      Delete
  15. Mba ini kalau dicampur sama tepung terigu protein tinggi, berarti takaran tepung gandumnya diganti sebagian pakai tepung terigu ya? Berapa gram baiknya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba Astuti, saran saya untuk hasil lembut memang kudu campur sama tepung terigu protein tinggi, perbandingan 1 : 1 saja ya Mba, jadi separuh gandum separuh terigu. Takaran airnya agak hati2 ya, tapi baiknya bikin adonan agak lembek sih supaya roti gak keras.

      Delete
  16. Mbak, kain penutupnya kering atau setengah basah ya? Dan suhu adonan saat didiamkan apakah suhu ruangan atau suhu chiller, maaf saya cuma memastikan, takut salah nih :).

    Btw, aku seneng banget nemu resep ini versi bhs Ind, maklum Ind tulen :). Makasih banget ya

    Diah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Diah, kalau tertarik dengan resep wholewheat bread saran saya gunakan tepung terigu dan tepung gandum utuhnya 1:1 artinya separuh2 ya Mba. Supaya rotinya gak terlalu alot hehehe.

      Kalau mau rasa roti gandum yang lebih enak, sebaiknya adonan yang sudah diuleni difermentasikan semalam di kulkas dalam kondisi tertutp rapat (masukkan ke plastik ya), cara ini membuat roti gandum lebih lezat.

      Tapi kalau waktu terbatas ditaruh saja di meja dapur Mba (suhu ruang), tutup pakai kain (saya gak pernah pakai kain basah)asalkan gak kena udara langsung saja gak papa, tujuan ditutup kain supaya adonan lembab.

      Untuk roti gandum 100% tepung gandum utuh, kudu pakai air agak banyak ya supaya gak keras dan bisa mengembang dengan baik.

      Met mencoba ya! ^_^

      Delete
  17. Mbak Endang, saya rencana mau bikin roti tawar gandum ini. Wkt beli di tbk, yg saya terima serpihan2 warna coklat dlm kantong plastik 1 kg, harganya Rp 12.000/kg. Kemasan 1 kg tapi gede, mungkin ringan ya. Krn tdk paham betul, tepung gandum itu bgmn, saya beli juga. Sesampainya di rumah saya ragu apakah itu tepung gandum atau wheat bran. Kalau saya baca penjelasan mbak Endang ttg tepung gandum dan wheat bran, sptnya wheat bran. Kalau memang wheat bran, apa bisa dibuat roti dg porsi wheat bran yg banyak spy cepat habis? Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Sisca, saya rasa yang mba beli itu wheat bran ya bukan whole wheat flour. Bisa dipakai campuran roti, cake atau muffin Mba, tapi harus direndam cairan ya, karena wheat bran ini menyerap air, jadi kalau cairan dalam adonan kurang akan membuat hasilnya menjadi keras. Cara pakainya harus dicampur dengan tepung lainnya, dan jangan terlalu banyak karena seratnya tinggi dan kasar ya.

      Delete
  18. Sesuai dugaan saya. Pegawai tbk dan pembelinya sama2 kurang pintar...he..he... Saya akan coba resep muffin mbak Endang. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mba Sisca, masih bisa dimanfaatkan wakkakka

      Delete
  19. Blog nya bagus bgt, mudah dimengerti buat orang awam sperti saya yang baru belajar masak.... jadi makin suka masak. terima kasih buat blog Just Try and Taste.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dicky, thanks ya, senang JTT sudah bisa membantu bereksperimen di dapur. Tetap semangat cooking ya!

      Delete
  20. Tiap hari makan roti gandum kasar gak suka yg halus..... dgn membaca resep dari ibu Endang jadi pengen bikin sendiri, bersama ini sy mengucapkan, banyak-banyak terima kasih atas info dan cara-cara membuat roti gandum utuh yg sangat lengkap.

    Salam kenal dari Andi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Andi, moga sukses dengan roti gandumnya ya. Thanks sharignnya ^_^

      Delete
  21. Kmrn sore buru2 beli tepung.. mau ambil tepung terigu.. ternyata eh ternyata yg diambil tepung gandum (karena kemasannya sama, hanya tulisannya saja yang membedakan). walhasil.. si tepung gandum masih utuh di dalam lemari. alhamdulillah nemu resep ini.. besok kayaknya si tepung gandum siap di eksekusi.. thank's mbak, resep2nya banyak kasih ilmu memasak buat saya yg masih amatiran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba yosie, thanks ya moga2 resep roti gandumnya berhasil sukses dieksekusi ya.

      Delete
  22. Saya sdh coba dan mmg berhasil. thanks resepnya. Yg saya bngung stelah 2 hari di suhu ruang perlhan2 kok rotinya keras tekstur nya sperti roti prancis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. homemade bread biasanya cepat keras disuhu ruang mba. kalau yang pabrik kan pakai pelembut roti ya. coba pakai metode tangzhong mba, resepnya ada di daftar resep

      Delete
  23. Mbak, ada resep roti dikukus ga? Saya pernah coba bikin tp klo udah dingin jadinya keras gitu..supaya tetep empuk gmn caranya? Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba pipit, coba pakai resep ini ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2011/09/obsesi-roti-9-roti-kukus-isi-ayam-pedas.html

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...