10 January 2011

Step by Step Dumpling Ayam & Udang


Dumpling merupakan salah satu jenis dim sum yang banyak penggemarnya. Makanan ini biasanya umum disajikan ketika kita bersantap di resto yang menyajikan dim sum food. Dim sum sendiri adalah istilah dalam bahasa Kanton yang artinya makanan kecil. Variannya selain dumpling antara lain bak pau dan kaki ayam dim sum.  

Dumpling biasanya terdiri atas daging cincang ditambah dengan sayur-sayuran yang dibungkus dengan selembar kulit yang terbuat dari adonan tepung. Jenis dumpling-pun bermacam-macam, misalnya Jiaozi, dumpling ini berisi daging cincang dan sayuran biasanya dimasak dengan cara direbus dan memiliki kulit yang tebal. 

Potstickers, adalah dumpling yang proses memasaknya dengan cara pan fried, dumpling dimasak di dalam pan/penggorengan datar menggunakan air dan minyak hingga air habis sehingga bagian bawah dumpling menjadi berwarna kecoklatan. 

Dumpling udang atau Har Gau, ini merupakan dumpling yang berisi udang dan rebung, keunikan Har Gau adalah kulit pembungkusnya yang licin dan mengkilap nyaris  transparan. Yang paling umum kita kenal mungkin Siu Mai alias siomay, nah dumpling yang ini pasti sering sekali kita makan. Keunikannya adalah bentuknya yang seperti keranjang mungil, biasanya terbuat dari daging ayam, ikan atau udang.  


Nah, berawal dari kegemaran menyantap dumpling udang yang saya suka beli versi bekunya, saya pun jadi ingin mencoba membuatnya. Apalagi dumpling udang (Har Gau) harganya tidak bisa dibilang murah. Membuatnya sendiri tidak terlalu banyak memakan biaya, hanya membutuhkan kesabaran untuk mengolahnya. 

Versi pertama saya membuat dumpling,  beberapa bulan yang lalu, kulit dumpling tidak shiny dan translucent seperti yang dijual di resto dimsum. Cari-cari infonya di buku resep masakan dan internet ternyata tepung untuk membuat adonan kulitnya bukan tepung terigu, tetapi menggunakan wheat starch dan ditambah tepung tapioka. Saya mengganti wheat starch dengan tepung ten mien (tepung khusus dumpling) ditambah terigu dan tapioka. Klik disini untuk melihat resep kulit dumpling yang saya posting di Dasar Membuat Kulit Dumpling & Siomay.

Untuk kali ini dumpling saya anggap 'hampir' berhasil, kulitnya cukup shiny walaupun kurang transparan dan bentuknya masih kurang oke. Yup, soal rasa memang mantap tapi untuk soal penampilannya harus banyak belajar. Again?!  

Isi dumplingnya saya menggunakan daging ayam cincang dan udang. Jika anda tertarik untuk mencobanya di rumah berikut ini saya sertakan resep dan step by step membuatnya. 


Dumpling Ayam & Udang
Resep diadaptasikan dari:
Cook Eat Share by Linda Tay Esposito, Dumpling Dough
Use Real Butter.com, Chinese Dumplings and Potstickers  

Untuk 30 buah dumpling

Bahan isi:
- 100 gram ayam cincang
- 100 gram udang cincang
- 150 gram sawi putih (napa cabbage), rajang halus
- 2 batang daun bawang, rajang halus
- 4 buah jamur shitake, rajang tipis
- 2 sendok makan tepung tapioka 

Bumbu:
- 1/2 sendok teh bawang putih bubuk
- 1 sendok teh soy sauce/kecap asin (saya pakai Kikoman)
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1 sendok teh saus tiram
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh jahe parut
- 1/4 sendok teh kaldu bubuk

Pelengkap:
Saus sambal botolan atau soy sauce untuk pencelup dumpling

Cara membuat:
Siapkan adonan kulit dumpling, gilas dengan kayu penggilas atau menggunakan alat pembuat mie atau pasta. Jangan menggilas adonan terlalu tipis karena kulit menjadi mudah berlubang ketika menyentuh adonan isi. Jangan pula terlalu tebal karena akan membuat kulit tidak transparant ketika dikukus. Cetak lembaran kulit yang telah digilas tipis dengan gelas untuk membuat lingkaran diameter + 8 cm, sisihkan.


Dalam mangkuk besar, campur semua bahan isi dan bumbu, aduk menggunakan jari-jari tangan hingga semua bahan tercampur rata. 


Letakkan satu lembar kulit dumpling di telapak tangan anda, beri satu sendok isi dumpling, tekuk dan satukan kedua sisinya sehingga menjadi setengah lingkaran. 


 Tekan-tekan sisi sambungan agar adonan isi tidak keluar. 


Lipat bagian tepi adonan di mulai dari bagian tengah dumpling ke kanan, balik dumpling dan lipat lagi sisanya. Jangan terlalu kuat menekan bagian kulit yang terkena adonan karena  adonan yang basah membuat kulit mudah sekali berlubang. 




Bentuk dumpling yang bisa anda buat bervariasi, tidak terpaku pada bentuk diatas. Anda bisa juga hanya membuat bentuk setengah lingkaran atau bentuk topi seperti dibawah.


Untuk memasaknya anda bisa menggunakan 2 cara.

Cara pertama dengan mengukusnya menggunakan pengukus yang terbuat dari anyaman bambu berukuran kecil yang biasa dipakai di resto dim sum. Alasi kukusan dengan daun sawi putih agar dumpling tidak lengket. Beri jarak, jangan sampai dumpling bersentuhan. Kukus selama 20 menit. 



Cara kedua adalah dengan metode pan fried untuk membuat potstickers. Tata dumpling di wajan/pan datar anti lengket. Beri 300 ml air dan 2 sendok makan minyak goreng, masak hingga air habis dan bagian bawah dumpling menjadi kecoklatan.  Angkat.


Dumpling siap dinikmati dengan cocolan sambal botol atau soy sauce. Enjoy!


Sources:
Cook Eat Share by Linda Tay Esposito, Dumpling Dough
Use Real Butter, Chinese Dumplings and Potstickers 
About.com, Chinese Food, Delicious Chinese Dim Sum by Rhonda Parkinson
Wikipedia.com, Dim Sum
Wikipedia.com, Jiaozi

13 comments:

  1. Like this sooo much! Thanks for the reciep! :D

    ReplyDelete
  2. Hai, thanks euy! Try the shrimp version in dumpling udang (hakau).^_^

    ReplyDelete
  3. hai hai....
    amazing presentation of you....
    izin nyonter resepnya yach
    soalnya aku msih amatiran banget dlm per_dimsum_an
    http://dentistvschef.wordpress.com

    ReplyDelete
  4. hai..hai....
    Nice presentation
    definitely help the amateur like me
    izin nyontek yach, soanya baru di dunia per_dimsum_an
    http://dentistvschef.wordpress.com

    ReplyDelete
  5. Hai, silahkan dicoba, semoga sukses ya ^_^

    ReplyDelete
  6. , aku ud berhasil smpe tahap bungkus. Ehhh pas dicoba ala potstiker, ga jadiiii. Kulitny malah kyk digoreng, garing2 gtu :'(. Salah dmn y? Mohon pencerahan, he2. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, untuk metode potstickers kalau air sudah habis jangan teralu lama terpanggang, kulit jadi kering dan keras. Asal bagian bawah mulai kuning kecoklatan segera angkat. pakai api kecil saja ya.

      Delete
  7. halo... unn, saya ingin memberi saran tentang bentuk dumpling. untuk dumpling dengan bagian tepi terlipat seperti contoh 1, sebaiknya lipat hanya salah satu tepi sedangkan tepi lain dibiarkan rata sehingga bentuk dumpling dapat terlihat seperti bulan sabit. biasanya saya membuat gyoza, awalnya saya tidak tahu ada cara tersendiri dalam melipat kulitnya. setelah saya mencoba cara tersebut, beberapa hasil awal memang kurang memuaskan tapi lama-lama saya mulai terbiasa dan dapat membentuk seperti bulan sabit. sayangnya usaha saya gagal karena saya terlalu dekat ketika meletakkan gyoza di wajan sehingga saling menempel dan juga lengket di wajan. ^^; terima kasih sudah berbagi resep adonan dasar dumpling, mungkin kapan-kapan saya bisa mencobanya. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, wah senang sekali mendapatkan info tentang dumpling. memang seni pat-melipat ini agak2 susah karena belum terbiasa ya. Masalah lain tentang dumpling adalah kulitnya yang gak seempuk di resto, sampai sekarang saya belum menemukan resep kulit dumpling yang gak terlalu kenyal, rata2 kenyal dan kalau udah dingin malah alot hahhaha. Kalau ada resep yang oke boleh di share ya Mba. Sukses selalu. Salam.

      Delete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. mbak, dimsum resto kan selalu disajikan dlm keadaan hangat makanya empuk aja. mungkin kalo utk acara mis. arisan bs ditarok di majic jar jd empuk terus. bs jg disiasatin menggunakan tepung beras tanpa kanji. kulitnya tetap lembut stlh dingin tp kurang transparan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, di resto dimsum selalu hangat dalam kukusan terus menerus. thanks tipsnya ya, mungkin bisa menyiasati faktor keras di dimsum.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan. Jika anda ingin mendapatkan back link maka anda harus menggunakan OpenId atau Name + Url.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Let's we try and taste! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...