15 April 2012

Amatir Cooking Class dengan Ririn: Pizza Goreng Isi Tumis Daging Cincang yang Crispy & Super Yummy!


Anda tidak perlu memiliki oven jika ingin menikmati sepotong pizza yang yummy! Masa sih? Yep! Karena pizza goreng yang lezat ini bisa menjadi alternatif solusi bagi yang malas berurusan dengan oven dan rasanya tak kalah sedapnya dengan versi panggangnya. Jika anda masih tidak percaya, saran saya adalah bertanya pada Ririn, sepupu saya, yang pada hari Minggu nan cerah ini berkunjung ke rumah Pete untuk belajar membuat cake dan pizza ^_^. Hmm, another amatir cooking class yang berakhir dengan sukses, menyenangkan dan tentu saja mengenyangkan. Ririn pulang ke kampus tercinta di Bogor dengan membawa hasil praktek berupa pizza goreng dan cake jagung manis serta segudang foto yang dijepretnya menggunakan ponsel untuk di upload di Facebook. Ahh, sweet Sunday indeed. ^_^


Pizza goreng atau fried pizza sebenarnya bukan makanan yang asing, telah cukup lama saya membaca artikel mengenai makanan ini di Wikipedia. Deep-fried pizza merupakan makanan yang umum di jumpai di kafetaria di Skotlandia. Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1970 an dan merupakan jenis pizza cepat saji termurah. Biasanya deep-fried pizza disajikan bersama dengan keripik kentang dalam porsi utuh atau separuh porsi tanpa keripik kentang. Pizza ini umumnya digoreng tanpa melumuri permukaannya terlebih dahulu dengan adonan tepung walaupun varian lainnya yang dikenal dengan nama 'Pizza Crunch' sebelum digoreng dalam minyak panas yang banyak pizza dilumuri terlebih dahulu dengan adonan tepung yang tebal.


Selain Skotlandia, pizza goreng ternyata juga dikenal di Italia. Ada dua versi pizza goreng yang umum disajikan di sana. Jenis pertama adalah jenis pizza goreng yang dibuat dengan melekatkan dua lapisan adonan berbentuk piring lebar yang berisi tomat, keju, daging dan  bahan-bahan lainnya. Sementara versi lainnya berupa piringan adonan pizza tanpa topping sama sekali yang digoreng dalam minyak panas yang banyak dan disajikan dengan taburan garam atau gula. Resep masakan ini memiliki banyak nama di seantero negara Italia (mulai dari pizzarella di Roma, avvotolo di Perugia, ciaccia di Arezo, gnocco fritto di Bologna, torta fritta di Parma dan masih banyak lagi) dengan beberapa modifikasi yang berbeda di setiap resepnya.


Untuk membuat pizza goreng ini sangat mudah dan prosesnya terbilang cepat, bahkan menurut saya lebih cepat dari versi panggangnya. Adonan pizza yang telah mengembang, lantas dipotong-potong menjadi beberapa bagian kemudian masing-masing bagian di tipiskan membentuk piringan yang siap untuk di oles dengan saus dan diberi aneka topping. Saya menggunakan saus sambal botolan untuk mengolesi permukaan adonan pizza dan tumisan daging cincang yang dimasak dengan saus spaghetti, saus tomat dan aneka bumbu sebagai isinya. Taburkan juga keju cheddar atau mozarrela atau keju Kraft mudah meleleh yang selalu menjadi favorit saya jika membuat pizza, karena mirip mozarrela namun dengan harga yang jauh lebih murah. Tutup permukaan pizza yang telah diberi topping dengan adonan lainnya yang telah ditipiskan kemudian tekan dan rapatkan bagian tepinya.


Berbeda dengan versi Skotlandia dan Italia dimana pizza digoreng dalam minyak yang banyak, maka pizza goreng yang saya buat cukup digoreng dengan menggunakan sedikit minyak yang berfungsi hanya untuk membasahi loyang saja. Cara ini tentu saja untuk mengurangi kalori si pizza yang telah cukup berat dan memangkas penggunaan minyak goreng yang berlebihan. Goreng pizza di penggorengan anti lengket hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Pizza goreng ini terasa crispy pada permukaanya kala masih panas dan lembut di bagian dalamnya dengan lelehan keju gurih bercampur tumisan daging yang tasty. Super yummy! 

Ingin mencoba membuat pizza goreng tetapi dengan berusaha memanfaatkan bahan-bahan yang ada di kulkas rumah anda? Nah, pizza ini sebagaimana versi panggangnya sangat fleksibel sekali. Anda bisa mengisinya dengan sosis, ayam suwir, sardin kalengan, tuna bahkan dengan aneka tumisan sayuran, semuanya lezat. Jadi tunggu apalagi? Yuk, kita langsung tilik saja resep dan proses pembuatannya di bawah ini. ^_^

 
Pizza Goreng Isi Tumis Daging Cincang
Resep adonan pizza diadaptasikan dari Peter Reinhart's Napoletana Pizza Dough Recipe dari website 101 Cookbooks Heidi Swanson
Resep isi daging cincang hasil modifikasi sendiri

Untuk 6 buah pizza diameter + 15 cm

Bahan adonan pizza:
- 400 gram tepung terigu protein tinggi (misal Cakra Kembar) + 50 gram untuk menabur meja dan menguleni adonan
- 300 ml air dingin
- 30 ml minyak goreng, saya menggunakan minyak zaitun
- 1 sendok teh ragi instan (7 gram), pastikan fresh, ragi masih aktif dan cek masa kedalursanya

Bahan dan bumbu isi daging cincang:
- 300 gram daging sapi cincang
- 4 butir bawang merah, cincang halus
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 4 sendok makan saus spaghetti botolan siap pakai
- 2 sendok makan saus tomat
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk instan
- 1 sendok makan gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- seujung kuku mixed herbs/Italian seasoning
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan lain:
- saus sambal botolan secukupnya untuk olesan, jika suka
- keju Kraft cheddar atau Kraft mudah meleleh, secukupnya

Cara membuat:
Membuat isi daging cincang



Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. 

Masukkan daging sapi cincang, masak dan aduk hingga daging berubah warna. Tambahkan saus spaghetti, saus tomat, gula, garam, kaldu bubuk dan mixed herbs. Aduk rata. Masak hingga tumisan daging mengering dan matang. Cicipi rasanya. Angkat.

Membuat adonan pizza
Untuk proses pembuatan adonan pizza yang lebih detail, anda bisa klik disini. Adonan tidak perlu dibuat satu hari sebelumnya sebagaimana yang tercantum di resep Pizza Pepperoni yang pernah saya posting di link tersebut.



Siapkan mangkuk, masukkan semua bahan adonan. Aduk rata dengan spatula hingga menjadi adonan basah yang kasar. Siapkan meja datar, taburkan tepung pada permukaan meja. Tuangkan adonan tepung ke atasnya. Uleni adonan hingga lembut, lentur dan kalis. Sesekali taburi permukaan meja dan lumuri tangan anda dengan tepung jika adonan terasa lengket di tangan. 

Adonan yang terbentuk lembek dan lentur jadi jangan menambahkan banyak tepung ke dalamnya. Selalu taburkan tepung pada meja tempat menguleni adonan dan bukan langsung pada adonan.

Jika adonan telah kalis, olesi mangkuk bekas menguleni adonan dengan minyak goreng. Bulatkan adonan dan letakkan di tengah mangkuk. Tutup dengan kain bersih dan istirahatkan selama 1 jam atau hingga adonan mengembang 2 kali lipat.



Kempiskan adonan dan bagi menjadi 12 potong, masing-masing dengan berat sekitar 80 - 100 gram. Bulatkan sepotong adonan dengan menggelindingkannya di telapak tangan. Letakkan di permukaan meja bertabur tepung. Pipihkan bulatan adonan dengan menekannya menggunakan ujung jari dan telapak tangan hingga adonan melebar dengan diameter + 15 - 20 cm. 



Olesi permukaannya dengan saus sambal menggunakan kuas hingga rata. Taburi dengan 2 - 3 sendok makan tumisan daging cincang. Taburi dengan keju Kraft mudah meleleh atau cheddar secara merata di atas tumisan daging. 

Ambil sepotong adonan lagi, bulatkan dan pipihkan menjadi bentuk piring lebar dengan diameter yang sama. Letakkan adonan ini ke permukaan adonan yang telah ditaburi dengan tumis daging dan keju parut. Rapatkan dan tekan-tekan bagian pinggirnya dengan ujung jari agar menyatu rapat sehingga isi tidak berhamburan keluar. 



Menggunakan telapak tangan, tekan bagian tengah pizza secara perlahan hingga melebar dan tidak terlihat gendut di bagian tengah sambil jari-jari tangan merapikan bentuknya agar membulat cantik.



Siapkan pan penggorengan teflon anti lengket, basahi permukaan wajan dengan 1 -2 sendok makan minyak goreng, ratakan. Panaskan wajan kemudian letakkan pizza yang telah diisi ke tengah wajan. Tekan dan rapikan dengan spatula hingga bentuknya bulat rapi.

Goreng dengan api kecil hingga permukaan bawahnya kuning kecoklatan, balikkan pizza dan goreng sisi sebelahnya hingga matang. Angkat dan tiriskan di piring beralas tissue dapur. 

Lakukan hal yang sama hingga adonan habis. 

Pizza siap disantap panas-panas dengan saus sambal. Yummy!

Sources:
Resep adonan pizza diadaptasikan dari Peter Reinhart's Napoletana Pizza Dough Recipe dari website 101 Cookbooks Heidi Swanson 
Wikipedia - Deep-fried pizza

16 comments:

  1. Wahhh... yummyy...
    Untuk adonannya lembut mana dibanding pizza bun mba??

    Oiya, salam kenal
    Saya penggemar blog mba lho, suka masak tapi ga suka yang ribet2 ^_^

    -fitria-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal ya. Untuk adonan lebih lembut pizza bun, yang ini aga kenyal ya, biasanya saya pakai adonan ini untuk pizza panggang dengan toping karena rotinya crispy dan enggak mudah membuat bosan. Tapi kalau mau versi lembutnya pakai yang pizza bun saja ^_^. Selamat mencoba dan sukses selalu ya!

      Delete
  2. pengiiiiin nyoba....oya mb end...brownies crunchy resep dr mb end masih laris manis tiap kl aq nyoba bikin...n beberapa kl jg jadi ada beberapa temen yg pesen buat
    arisan..ktnya ini br brownies beneran...lembut n nyoklat bgt.trims bgt mb end....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wess, silahkan dicoba pizza gorengnya. Gampang banget dan yummy rasanya. Wahhh, borwniesnya kayannya menjadi favorit ya hahaha. Gak nyangka, sippp senang mendengarnya Mba. Sukses bisnis kuenya ya hahhaha

      Delete
  3. Mbak, saya udah coba resep brownies panggangnya. Enak banget. Sekalian mau tanya mbak, mbak pake oven listrik apa ya? Saya ingin beralih ke oven listrik, karena si otang dirumah sudah mau pensiun. Hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Renata, saya di rumah pakai oven Sico, memang wattnya gedhe tapi stabil panasnya dan kuat. Harganya saya kurang tahu karena ini oven dipinjamin sama adik saya hahahha.

      Delete
  4. siang mba, slam kenal,, saya syahrul, pgen bnget nyoba ini, wat adik2 saya,, tpi bahan yg mixed herbs/italian seasoning itu optional ga mba?? bsa di ganti ga ya,,

    newbie bnget di urusan beginian,, ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Syahrul, salam kenal juga ya & thanks. Mixed herbs nya skip saja, jika sudah pakai saus spaghetti botolan sebagai salah satu sausnya, karena saus spaghetti sudah mengandung serbuk rempah ini jadi aromanya udah oke. Resepnya sangat mudah jadi newbie seperti kita pasti bisa hahah. Salam buat adik-adiknya ya. ^_^

      Delete
  5. mba..kalo ragi instannya diganti fermipan bisa ga?
    saya suka liat2 resep di blog mba soalnya yummy-yummy seh

    salam kenal (nita)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Nita, Fermipan dan SAF adalah merk ragi instan yang umum dijual di pasaran. Jadi tentu saja menggunakan Fermipan oke-oke saja ya Non. Saya juga pakai merk itu di rumah hehehe. Sukses dengan pizza gorengnya ya ^_^

      Delete
  6. kemarin pagi saya bikin ini, utk bekal suami ke kantor. pas liat saya bikin, suami bilang mau bawa 2 buah aja, cukup. tp saya kasih 4 buah. pas pulang malamnya, katanya enak banget, 4 dimakan semua, temennya ga ada yang dikasih... hehehe... makasih ya mbaaaakk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okeh, sippp, senang mendengarnya, wah lama2 suami bisa gendut nih hahahah

      Delete
  7. hi mbak endang. Q pengen nyoba resep mbak yang ni tp di tempatku susah nyari saus spageti apalagi mixed herbs. maklum mbak, di kampung hehehe...Kira2 bisa diganti bahan lain nggak mbak? biar tetep enak gitu. btw, makasih resepnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, kalau tidak ada saus spaghetti, skip saja, tambahkan saja takaran saus tomatnya, bisa dicampur dengan saus sambal botolan juga. Mixed herbs gak pakai gpp Mba, hehehe. Asalkan taste asin manisnya sudah pas pasti oke kok rasanya.

      Delete
  8. mbak, mau nanya donk...kira2 kalo bikin pizza goreng ini pake adonan roti yang ga pake diuleni itu..bisa ga ya?hehehe
    maless nguleninnya...
    makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Mba, bisa kok. Btw nguleninya gak susah kok, adonannya lembut dan lemas.

      Delete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...