28 April 2014

Manisan Belimbing Wuluh - Cara Segar Menyiasati Buahnya yang Super Asam!



"Kalau ada yang mau manisan belimbing wuluh, silahkan ambil di kulkas ya," itu adalah kata pengantar Mba Mirah, rekan kantor saya, kala menawarkan manisan tersebut minggu yang lalu. Kontan tawaran manisnya berbuah asam, kala komentar bermunculan, "Manisan belimbing wuluh mana ada enaknya Mba. Pasti asam"! Kata Yuni yang lokasi duduknya berseberangan. "Mba, kalau nawarin yang manusiawi kek. Pizza, atau comro warung sebelah juga nggak pa-pa. Lah ini belimbing wuluh"! Protes keras ini datang dari Ani yang ikut mendengar tawaran tersebut. "Enak kok, nggak asam. Yah asam-asam sedikit bikin mata melek siang-siang begini", jawab Mba Mirah sambil cengar-cengir. 

Saya yang duduk tiga kursi dari Mba Mirah ikut tertarik mendengarnya. Kebetulan pohon belimbing wuluh di depan rumah Pete sedang sarat dengan buah, namun hujan yang terkadang mengguyur Jakarta di siang bolong membuat niat saya untuk membuat asam sunti dari buah asam ini menjadi terhambat. Beberapa waktu yang lalu saya berhasil membuat asam sunti dari buah belimbing wuluh yang dijemur hingga kering. Prosesnya sangat mudah namun faktor cuaca sangat menunjang keberhasilannya. Asam sunti yang telah jadi ini tahan lama disimpan di dalam kulkas, dan mantap untuk digunakan sebagai penyedap masakan, khususnya untuk masakan yang berasal dari Aceh. Nah sudah sangat lama saya penasaran untuk mengolah belimbing wuluh menjadi manisan namun hingga saat kemarin belum menemukan resep yang benar-benar tepat. Jadi pucuk dicinta ulam pun tiba, tawaran Mba Mirah tidak saya sia-siakan. ^_^

Yuk Mengenal Asam Sunti & Proses Pembuatannya
Asam Keueng Aceh



Buah belimbing dalam gelimangan larutan gula itu dimasukkan oleh Mba Mirah ke dalam botol kaca bekas selai. "Tambahkan air Ndang, biar nggak terlalu manis rasanya, soalnya cairannya konstentrat," saya mengikuti saran tersebut. Mengambil sekitar 2 sendok makan manisan plus cairan keruhnya dan menambahkan beberapa mili air dingin ke dalam gelas. Wow! Rasanya maknyus! Cairan buahnya terasa manis sedikit asam, sementara buahnya sendiri yang dipotong kecil-kecil, terasa segar, renyah dan tidak terlalu asam. Rasa khas belimbing wuluh masih disana namun sama sekali tidak kuat. Tidak heran jika kemudian sisa manisan di dalam botol selai akhirnya saya sikat hingga ludes.

Satu tips yang menurut Mba Mirah membuat buah menjadi tidak asam adalah menambahkan manisan kiamboy ke dalamnya. Ada dua jenis manisan kiamboy di pasaran, berwarna hitam dan merah. Kiamboy hitam memiliki rasa manis, sedikit asam dengan tekstur kenyal, sementara kiamboy merah terasa asam dan sangat asin. Saya menyarankan anda untuk menggunakan yang hitam karena bebas pewarna buatan. Umumnya manisan ini dijual kiloan atau dalam packing rapi seperti yang saya beli di toko buah All Fresh seperti gambar di bawah. Supermarket besar atau toko manisan  biasanya juga menjual buah kering ini. Rasa manisan kiamboy yang khas membuah air buah manisan belimbing yang kita buat menjadi spesial. Nah kiamboy ini sedap juga jika ditambahkan ke dalam es buah yang anda buat di rumah. Tidak ada kiamboy? Skip saja bahan ini karena manisan sebenarnya cukup lezat tanpanya.


Sayangnya Mba Mirah tidak memberikan takaran resep untuk membuat manisan belimbing wuluh ini, karena beliau sendiri tidak menakar bahan-bahan yang digunakan. Nah weekend kemarin saat saya berusaha mencoba membuatnya saya pun menebak-nebak sendiri porsi bahan yang digunakan. Dimulai dari panen pohon belimbing wuluh di depan rumah yang menghasilkan tepat satu kilogram buah, buah ini kemudian saya cuci dan belah menjadii empat bagian. Mba Mirah membersihkan semua biji-bijinya, pekerjaan yang bagi saya sangat menguras tenaga dan menghabiskan waktu,  karena itu saya hanya membuang biji pada buah yang tua dan berwarna hitam saja. Belimbing kemudian saya rendam dengan 2 sendok makan garam tujuannya untuk membuang cairan asam di dalam buah dan menghilangkan bau langu khas belimbing wuluh. Awalnya saya hanya menambahkan sekitar 200 gram gula pasir, namun rasa manisan masih terlalu asam dan air buah tidak terlalu banyak yang keluar sehingga saya pun menambahkan porsi gula menjadi dua kali lipat. Hasilnya manisan menjadi pas manisnya dan air buah pun keluar sangat banyak seperti gambar yang saya sertakan di atas. 


Sebagaimana manisan lainnya, maka bobot akan menyusut saat manisan telah jadi, menyisakan buah yang mengkerut, mengecil namun masih memiliki tekstur yang cukup keras. Dan berbeda kala membuat manisan mangga dimana air harus di rebus berkali-kali agar kental untuk mencebah manisan basi, maka manisan belimbing wuluh ini bisa anda santap hari itu juga karena prosesnya yang sangat cepat. Tentu saja anda harus menyimpannya di dalam kulkas agar tahan lama. Terus terang saya belum mencoba daya tahan manisan jika ditempatkan di dalam kulkas, namun kemungkinan manisan masih bagus kondisinya dalam waktu satu minggu. 

Hari Sabtu kemarin, manisan belimbing ini saya bawa ke rumah Wiwin, adik saya. Kebetulan Ibu saya juga sedang berlibur ke Jakarta dan tinggal beberapa minggu di rumah Wiwin. Awalnya saya ragu-ragu untuk membawanya, mungkin sama seperti yang dirasakan Mba Mirah kala akan menawarkannya ke rekan-rekan kantor, namun keraguan saya sirna kala Ibu saya mengatakan, "Manisannya enak sekali, dapat resepnya dari mana"? Komentar ini cukup untuk membuat saya langsung menyodorkannya ke Wiwin sambil berkata pe-de, "Harus dicoba. Enak"! Akhir cerita sudah bisa ditebak, dalam waktu dua hari manisan ini pun ludes diserbu. ^_^

Berikut resepnya ya!



Manisan Belimbing Wuluh
Ide resep dari Mirah Sumantri

Tertarik dengan resep manisan lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Manisan Mangga Muda
Manisan Jeruk Kumquat
Manisan Kulit Jeruk 

Bahan:
- 1 kg buah belimbing wuluh
- 2 sendok makan garam
- 400 gram gula pasir
- 10 butir manisan kiamboy hitam

Cara membuat:


Siapkan belimbing wuluh, cuci bersih. Buang bagian pangkalnya, belah menjadi 4 bagian. Jika bijinya terlihat kehitaman atau terlalu besar maka buang bagian tengah buah yang berisi biji dengan cara mengirisnya. Biarkan biji jika buah masih muda. 

Letakkan irisan buah ke dalam mangkuk plastik yang cukup besar, jangan menggunakan panci alumunium karena cairan buah yang asam menyebabkan lubang pada panci. Taburkan 2 sendok makan garam, aduk hingga rata. Hingga semua permukaan buah terlumuri garam dengan baik. Diamkan selama 2 jam. 


Setelah 2 jam, cuci bersih buah beberapa kali dengan air hingga garam hilang dan buah menjadi tidak terlalu asin. Gunakan air matang untuk bilasan air yang terakhir. Tiriskan dan tuangkan kembali belimbing ke mangkuk. 

Taburkan belimbing dengan gula pasir, aduk hingga rata. Diamkan selama minimal 4 jam, sambil sesekali diaduk-aduk. Anda bisa memasukkannya ke dalam kulkas pada tahap ini atau di suhu ruang juga tidak masalah. 


Setelah 4 jam atau lebih, buah akan mengeluarkan cairan yang sangat banyak. Masukkan manisan kiamboy, aduk rata. Manisan kiamboy akan membuat warna air manisan menjadi keruh keputihan karena bedak yang melumuri permukaan manisan. Aduk rata. 

Tuangkan ke dalam stoples kaca atau tupperware, simpan di kulkas, siap disantap.

Note: Untuk hasil terbaik, karena manisan masih berbentuk konsentrat dengan kadar gula tinggi, maka untuk setiap 1 bagian manisan, tambahkan dengan 4 -5 bagian air, atau sesuai selera anda. Plus es batu maka manisan belimbing wuluh ini akan bertambah segar rasanya. Super yummy!



50 komentar:

  1. Oho...ho....msh Baca aja,liur Sudah di ujung lidah. Langsung terbersit,nanti buat minuman/hidangan pas idul fitri.Sukses ya mbak...sekali lagi makasih inspirasinya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok pikirannya sama ya mbaa, saya juga dah mikir kalau nanti buat idul fitri pasti seru, soalnya seger bangettt hehehhe

      Hapus
  2. siang panas terik di riau ini jadi terasa segar pas baca postingan mbak endang.. ini baru baca aja.. segera lah cusss ke rumah mertua metik belimbing wuluhnya.. yuk mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha, andai ada mertua dengan pohon belimbing wuluh mba ony, pasti saya serbu daahhh. sayangnya pohon depan rumah dah gundul kemarin saya panen, ini lagi ngelirik2 pohon tetangga hahhahah

      Hapus
  3. Ide yang bagus Mbak Endang..belum pernah terfikir belimbing wuluh bisa di bikin manisan yg menyegarkan. Harus di coba ni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak banget mba Fiza, saya juga gak nyangka, selama ini belimbing saya cuekin saja sampai busuk2. apalagi disantap pas hari panas terik, wusss seger banget hehehhe

      Hapus
  4. ckckck.. belimbing wuluh dibuat es? kalo udah baca resep dari JTT yakin mantepnya. Mau cobain jg aah..makasih Mb Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo cobain mba, asli enak bangettt hahaha, memang gak nyangka bisa nikmat seperti ini, saya sampai rebutan sama adik hahahha

      Hapus
  5. salam kenal mbak endang, aku secret admirermu lhooo hehehe..
    aku pernah buat sirup dari blimbing wuluh, sama aja si bahannya cuma ga ada kiamboy, bedanya blimbing aku blender trus di rebus dan di saring ampasnya. kalo mau minum tuang secukupnya tambahkan air dan es..di minum siang yang terik emang seger banget mbaakk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mba esti, iya teman di kantor juga kasih tahu mengenai sirup ini tapi saya belum coba. wah idenya mantap nih, next time saya akan coba sirupnya. thanks ya mba!

      Hapus
  6. Mbak Endang..kalo manisam kiamboynya nggak nemu apa bisa diganti? atau kalo ngak pake apakah ada pengaruhnya ...?
    Thanks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skip saja, walau tentunya memang lebih sedap pakai kiamboy tapi nggak pakai juga masih sedap kok.

      Hapus
  7. lebaran besok hrs bikin manisan belimbing wuluh ini... biar beda dr tetangga lain...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa, jangan main kerumah saya ya, soalnya saya mau bikin juga pas lebaran hahhahah

      Hapus
  8. hallo mbak endang, resepnya sdh saya buat hari ini. Cuma saya tidak sempat beli kiamboy. Saran saya, mungkin kiamboy bisa diganti sama bubuk buah. Menurut saya bubuk buah ini rasanya sama dengan bubuk yang ada di kiamboy. Dulu saya pernah beli untuk ditaburi pada buah.
    Thank a lot buat resepnya yg ueenaak banget ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Veronica, yepp idenya bagus sekali, bisa diganti bubuk buah karena sepertinya terbuat dari kiamboy ya. thanks ya

      Hapus
  9. Sharing sedikit tg manisan belimbing wuluh. Sudah 7tahun ini selalu mendapatkan limpahan berkah dari si pohon belimbing wuluh. Ukuran batangnya hanya 15cm (diameter batang), tp buahnya ga pernah berhenti. Pemanfaatnya mulai dari dimasak , bagi2 ke tetangga, untuk pembersih kamar mandi (dijamin kinclong), hingga pengolahan menjadi manisan.
    Untuk manisan ini, sy beberapakali sempat menjualnya dan lumayan juga untungnya (hehe...), tapi yg lebih banyak terjadi adalah bagi2 ke teman. Sy hanya menggunakan 1 kg buah yg sudah di cuci bersih + 1 kg gula pasir + sejumput bunga belimbing wuluh. Diamkan dlm wadah plastik tertutup selama 5 - 7 hari. Jangan lupa diaduk sesekali tiap pagi/sore. Pastikan alat2 bersih jd tidak ada jamur.
    Hasilnya adl manisan belimbing yg legit dg tekstur daging yg kenyal. Plus 500 - 700ml air sirup yg berwarna pink cantik. Dan bernilai ekonomis lho :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, waaah makasih sekali atas resep manisannya yang mantap. saya yakin pasti akan sangat berguna untuk pembaca lainnya yang hendak memanfaatkan buah ini. Mantap sekali ide menambahkan bunga belimbing wuluh ke manisan, ibu saya suka merebus bunga belimbing wuluh untuk obat batuk dan hasilnya adalah cairan merah seperti sirup,

      next time saya akan coba resepnya. thanks ya!

      Hapus
    2. Mbak2...Sudah saya coba resepnya,mantap surantap mbak buat buka puasa.ini ada kiriman Dari tetangga belimbing Wuluh lagi..semoga bisa sampai lebaran.

      Hapus
    3. Mau tanya donk...di resep ini, belimbing wuluh nya tanpa di olah ya? Hanya diberi gula pasir saja? Maaf sekedar mau meyakinkan, karena di resep2 lain ada yg direndam air garam, air kapur sirih dan di rendam di air gula yg mendidih.. Thanks.

      Hapus
    4. yep, tidak diolah macam2 ya,hanya direndam gula pasir. Manisan harus disimpan di kulkas supaya gak basi

      Hapus
  10. lihat gambarnya aja udah ncess, hehe.. ayahku dulu juga bikin seperti ini, tapi gak pakai kiamboy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba, silahkan dicoba, kalau ada belimbing wuluh nganguur yaa heheheheh,

      Hapus
  11. Salam kenal mbak Endang sy wati dr Makassar, kebetulan ada pohon belimbing disamping rumah mertua dan buahnya biasanya hanya dibiarkan jatuh dan busuk soalnya bingung mau diapakan kecuali untuk campuran parede ikan (sup ikan ala makassar mbak) atau sambal. Terima kasih mbak Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Wati, silahkan dicoba Mba, hasilnya mantap kok. Pasti ketagihan dan gak sabar nunggu buahnya bermunculan hahahha

      Hapus
  12. Salam mba Endang. Lihat posting manisan ini jadi ingat manisan Terong Ungu. Kalau manisan terong ungu resepnya gimana ya mba? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nia, wah sayangnya saya belum pernah buat manisan terong ungu ya dan belum pernah merasakan juga. Bingung dengan bijinya ya kalau dibuat manisan.

      Hapus
  13. sabtu kmaren panen belimbing wuluh dapetnya lebih dari 5 kg....jadinya 200 butir dibuat asam sunti, sisanya manisan belimbing wuluh ... beberapa buat campuran pepes ikan... panen kali ini tidak terbuang sia-sia. thanks resep belimbing wuluhnya mbk..^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Oka, waaak banyak banget hasil panennya hahhaha. Mantap dah! Ini saya lagi nunggu buahnya besar2 lagi, kalau ditunggunguin jadi lama ya, biasanya jatuh2 busuk di tanah. Thanks sharingnya yaaa.

      Hapus
    2. nenek saya punya 3 pohon belimbing wuluh yang rajin berbuah mbk, kmaren 2 pohon nya yang dipanen... dan hari ini 1 pohon lagi dipanen.... hehehe. semoga pas lebaran ketiga nya panen pada waktu yang sama dan semoga musim panas biar manisannya laris manis...^_^

      Hapus
  14. ngeces...hehe kykna seger bget minum manisan yg asam manis dingin di siang bolong. pengen coba bkin tapi alamak blimbing wuluh di pasar cuma sdkit sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, sekalian bikin yang banyak Mba, solnya jadinya sedikit ya. kalau bikin banyak bisa puas makan berhari2 hehehhe

      Hapus
  15. Mba makasih resep manisannya..kebetulan belimbing wuluh di belakang rumah melimpah ruang ampe busuk...sayang banget..alhamdulillah ada resep mba ini..jd semangat pen panen belimbing yg biasanya dibiarin busuk hihihi ga sabar pen cepet2 bikin dan cobain rasanya waw ...slurp...udah ngeces nih air luir :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaha, iya, beberaa minggu lalu panen sampai 5 kilo mba, saya buat manisan semua, jadi 1 toples besar. Waah segerrrr yang gak nahan gulanya itu hiiks, biasanya saya encerkan lagi pakai air plus es kalau menyantapnya

      Hapus
  16. mbak,, udah saya coba resepnya,, sayangnya saya ga punya manisan kiamboy nya,, enak mba,, manis-asem seger,, cuma punya saya kok ada sedikit rasa asinnya ya? apa garemnya kebanyakan ya mb? hhe..
    oia,, kalo untuk manisan ini lebih baik pakai belimbing wuluh yang sudah masak betul apa yang masih keras mb?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ariana, thanks sharingnya ya. kayanya garemnya kebanyakan dan cucinya kurang bersih ya heheheh. Sebaiknya pakai belimbing yang masih keras ya mba

      Hapus
  17. Mbak Endang, almarhumah Nenek dan Ibu saya dulu sering membuat manisa ini api direbus. Setelah gula susut lalu dijemur. Belimbing jadi kenyal dan menghitam seperti kismis. Sayang saya tidak punya resepnya. Resep Mbak ini tidak pakai rebus ya. Lebih prakis dan nampaknya segar sekali...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Afifah, thanks sharingnya yaa. Wah manisan belimbingnya keknya sama seperti yang dijual di bogor ya, yang item2 kenyal, saya suka banget itu, pengen bikin cuman gak tahu caranya.

      Hapus
  18. Mba, lihat foto kiamboy hitamnya, kok kayak foto hitam putih ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa betul banget, saya juga waktu itu berpikir hal yang sama wakkakak

      Hapus
  19. Halo mba endang :)
    Nemu resep manisan belimbing wuluh ini, dikala cuaca panaas dan sedang hamil muda..walhasil suami yg kena repotnya nyariin belimbing wuluh, hihihi. Makasih yaa mba resepnya! Saya mau buat tapi dikasih ulekan cabe rawit biar ada pedasnya, kyknya jadi lbh mantap yaa :D Salam, Verra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Verra, thanks sharingnya ya, moga sukses resepnya setelah dicoba sehingga bumil gak penasaran sama rasanya hahaha. Sukses yaaaa

      Hapus
  20. Mba endang...pernah makan manisan pepaya merk Carica dari wonosobo gak? Kalau pernah, itu kuahnya bikinnya Gimana ya, hihi seger banget mba...kalau udah ketemu update yaa ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Dea, yep saya pernah makan tpi gak begitu suka karena pemanis dan pengawet buatannya terasa banget ya. Menurut saya bahannya hanya gula pasir dimasak dan tambah sedikit zitrun bubuk yng bisa dibeli di toko bahan kue. Carica-nya kudu direndam dalam air kapur sirih supaya keras dan gak lembek ketika dimasak bersama air gula.

      Hapus
  21. Alhamdulillah dapet resep ini, pas lagi hunting resep karena liat pohon belimbing di halaman berbuah banyak sekali. Makasih ya mba udah sharing resepnya

    BalasHapus
  22. mbak beberapa minggu yang lalu saya nyobain ini resep,. walah mbak baru kali ini saya gagal nyoba resepnya mbak haduh rasa manisannya terlalu asam padahal sudah saya tambah gula banyak sekali hmpir 1 kilo dengan belimbing wuluhnya sekitar 750gram, dan sampai sekarang manisannya masih tersimpan di kulkas dan ga berani lagi ngicipi,. hehhe.. kira-kira apa ya yang salah,mbak? manisan yang masih di kulkas apa masih bisa dimakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba vera, namanya belimbing wuluh pasti asam ya, jadi memang tdk akan hilang sempurna rasa asamnya. Perendaman garam diawal proses untuk mengurangi rasa asam bukan menghilangkan. solusi saya ya tambah gula lagi mba

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...