08 Desember 2015

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore


Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Udang goreng berlumur siraman oatmeal yang terasa pedas dan manis ini sangat populer di Singapura dan mudah diperoleh di resto disana. Sayangnya di Indonesia agak jarang di temukan. Nah walau umumnya hidangan ini bernama udang oatmeal namun seringkali bukan kepingan oatmeal yang dipergunakan di bumbu siramannya, melainkan sereal bernama Nestum yang merupakan salah satu produk Nestle. Nestum terbuat dari tepung gandum, bercampur susu dan gula, mirip dengan kepingan sereal yang kita temukan di minuman Energen. Bedanya Nestum benar-benar hanya berbentuk kepingan gandum saja, minus susu bubuk dan gula seperti yang terdapat di dalam Energen. 

Rasa Nestum manis dan milky sehingga sedap di pakai sebagai campuran minuman susu atau coklat hangat. Sayangnya produk ini tidak dijual bebas di supermarket di Indonesia, walau akhir-akhir ini saya sering menemukannya dijual di toko online seperti Tokopedia. Harga Nestum untuk ukuran 500 gram sekitar lima puluh ribu hingga enam puluh ribu rupiah. Menurut saya cukup mahal untuk minuman sereal. ^_^

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT
Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Beberapa waktu yang lalu ketika berkunjung ke Singapura, saya pun tidak melewatkan kesempatan berburu Nestum. Saat itu target saya adalah untuk membuat udang goreng Nestum yang populer. Sayangnya, mimpi tersebut hanya sekedar mimpi. Alih-alih udang goreng Nestum tercipta, sereal tersebut justru saya 'cemil'  begitu saja hingga ludes tak bersisa. Nah kini ketika keinginan untuk membuat udang goreng oatmeal a la Singapore itu kembali saya pun terpaksa sedikit memutar otak untuk mengganti penggunaan Nestum di resep dengan bahan lain yang lebih mudah diperoleh dan rasanya pun tak kalah sedapnya.

Udang goreng oatmeal merupakan hidangan simple yang populer di negara Singapura dan Malaysia. Terbuat dari udang yang digoreng garing kemudian disiram dengan bumbu tumisannya yang terbuat dari bawang putih cincang, cabai, daun kari, Nestum (atau oatmeal) dan garam. Hidangan ini sebenarnya sangat mudah dibuat namun selayaknya menu Tahu Crispy Siram Cabai Bawang Garam yang saya posting kemarin maka memerlukan sedikit trick untuk membuatnya tampil sempurna. Resep Tahu Crispy Siram Cabai Bawang Garam bisa anda klik pada link disini. 

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT
Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Karena Nestum sulit diperoleh, dan membelinya secara online enggan saya lakukan (harganya lumayan mahal juga untuk kantong saya!) maka saya menggantikan peranannya dengan campuran oatmeal (saya menggunakan quick cooking oat dan rolled oat yang memiliki keping lebih besar dan tebal), remahan wafer rasa susu vanilla dan susu bubuk. Penambahan wafer ini bukan tanpa alasan, ketika wafer dihancurkan maka tekstur, aroma dan rasanya mirip dengan Nestum. Jangan khawatir dengan rasa manisnya, karena ketika di campurkan bersama bumbu-bumbu dan garam, maka kolaborasi manis di wafer dan rasa asin akan membuat udang goreng menjadi super delicious!

Karena Nestum terasa milky, dan walau wafer pun sebenarnya sudah cukup milky, namun saya tetap menambahkan sekitar satu sendok makan susu bubuk full cream ke tumisan untuk membuat rasa bumbu siraman lebih gurih. Bagaimana jika saya hanya menggunakan oatmeal saja, tanpa wafer di dalam masakan? Well tentu saja itu bisa dilakukan. Namun satu kelemahan jika membuat hidangan ini dengan oatmeal adalah oat cenderung bergumpal, kurang remah ketika ditumis dan memiliki rasa plain yang menurut saya kurang menarik. Ketika ditambah wafer dan susu maka oatmeal akan berubah remah, dan tentu saja memiliki rasa yang lebih sedap.  Jadi saran saya, gunakan Nestum untuk menggantikan oat dan wafer di resep, atau gunakan campuran oatmeal, wafer dan susu bubuk seperti yang saya lakukan.
 
Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT
Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Daun kari atau daun salam koja mungkin merupakan bahan yang cukup sulit diperoleh di sekitar kita. Saya cukup beruntung seorang tetangga memiliki sebatang tanaman ini dengan daun-daunnya yang rimbun. Nah walau aromanya akan membuat masakan ini menjadi spesial, namun skip saja dari resep jika sulit diperoleh. Jangan gantikan perannya dengan bubuk kari, karena akan membuat hidangan ini berubah rasa dan aromanya. Agar daun kari menjadi kering dan crispy, dan bumbu siraman memiliki tekstur remah sehingga mudah ditaburkan ke permukaan udang goreng, maka anda perlu menumisnya dengan minyak yang agak banyak. Mentega akan memberikan rasa dan aroma yang lebih harum pada masakan, namun saya menggunakan margarine dan sedikit minyak goreng bekas menggoreng bawang putih di resep Tahu Crispy Siram Cabai Bawang Garam. Jadi jika mentega tersedia luber di rumah maka saran saya gunakan mentega untuk menumis.

Tumis daun kari dan bumbu hingga daun menjadi kering, garing dan renyah kala dikunyah. Tes dengan menggigit daun untuk memastikan teksturnya sesuai dengan keinginan. Ketika kondisi ini telah tercapai baru masukkan campuran oatmeal, wafer dan susu bubuk, kemudian masakan di tumis dengan api kecil hingga oatmeal menjadi matang. Tandanya oat berubah warna menjadi kuning coklat keemasan, garing dan tidak terasa mentah  

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT
Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Dengan resep yang saya berikan di bawah sebenarnya telah cukup untuk membuat masakan ini terasa sangat sedap, namun beberapa resep sering juga menambahkan kocokan kuning telur asin yang digoreng dalam minyak yang banyak dan diaduk-aduk hingga menjadi serabut. Nah saat weekend kemarin sebenarnya saya telah berusaha mencoba membuat versi dengan menambahkan kuning telur. Karena tidak memiliki telur asin maka saya menggunakan kuning telur ayam biasa. Sialnya karena melakukan improvisasi maka ide ini kemudian menjadi bubar jalan, berhubung sisa adonan rendaman udang masih tersisa (dan dibuang sayang),  maka saya mencampurkannya dengan kocokan kuning telur. Tapi karena adonan udang goreng mengandung tepung maizena, maka alih-alih kocokan telur berubah menjadi serabut cantik, yang terjadi justru telur menggumpal seperti rempeyek, lengket dan sulit untuk diaduk. Terpaksa hasil eksperimen ini saya buang ke tempat sampah

Namun bagi anda yang ingin menambahkan rasa yang lebih spesial, harum dan asin ke dalam masakan, maka kocokan kuning telur asin yang digoreng dalam minyak yang banyak dan diaduk menjadi serabut bisa ditambahkan ke dalam tumisan bumbu siraman. Gunakan telur asin mentah ya, dan bukan telur asin yang telah direbus. 

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Untuk udang gorengnya, saya tetap mempertahankan kulit udang. Teksturnya yang crunchy dan kandungan kalsiumnya yang tinggi membuat si kulit udang ini (lagi-lagi!) sayang untuk dibuang. Namun jika anda merasa terganggu atau si kecil sulit mengunyahnya, maka buang saja kulitnya, sisakan bagian ujung ekor, belah punggungnya,  baru kemudian udang direndam dalam adonan tepung dan siap digoreng. Walau hidangan ini populer dengan menggunakan protein hewani dari udang namun sebenarnya bahan makanan lainnya pun sedap diolah dengan style ini. Fillet ayam, ikan, cumi-cumi, tahu, kerang, sedap dicelup dalam adonan rendaman dan digulingkan dalam tepung sebelum digoreng hingga garing. Sebagaimana makanan a la Chinese food lainnya maka hidangan ini sebaiknya disantap kala masih hangat dan baru saja keluar dari penggorengan. Saat itu udang dan bumbu siraman akan terasa garing dan renyah. 

Berikut resep dan prosesnya yang mudah.   

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 4 porsi

Udang goreng oatmeal ini sedap disantap bersama:
Tumis Kangkung Belacan
Ayam Goreng Bawang Putih
Sup Ayam Asam Pedas a laChinese  

Bahan untuk menggoreng udang:
- 15  s/d 20 ekor udang jerbung
- 2 sendok makan maizena
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh garam
- 1 butir telur

Bahan pelapis udang:
- 2 sendok makan tepung maizena
- 2 sendok makan tepung terigu serba guna

Bahan & bumbu tumisan oatmeal:
- 2 sendok makan mentega/margarine
- 2 sendok makan minyak goreng 
- 5 siung bawang putih, cincang halus 
- 5 buah cabai rawit merah, cincang halus
- 4 buah cabai rawit hijau, cincang halus
- 10 lembar daun kari (salam koja), ambil daunnya saja *)
- 2 sendok makan oatmeal instan atau rolled oat (oat utuh)
- 15 keping wafer Tango rasa susu vanilla, atau jenis merk wafer lainnya rasa vanilla susu
- 1 sendok makan susu bubuk full cream
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/ sendok teh garam     

Variasi lainnya:
2 buah kuning telur asin mentah, kocok lepas dan goreng dalam minyak yang banyak sambil diaduk-aduk hingga terbentuk serabut, campurkan ke dalam siraman bumbu yang telah matang ditumis.

*) Informasi tentang daun kari atau salam koja bisa dibaca pada link disini

Cara membuat:

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Siapkan udang, gunting ujung kepalanya yang tajam dan sungut panjangnya. Gunting punggungnya dan belah dengan pisau tajam, jangan sampai putus. Jika tidak suka dengan kulit udang maka kuliti udang, sisakan ekornya dan belah punggungnya. 

Siapkan mangkuk, masukkan udang, tepung maizena,  garam, merica bubuk dan telur. Aduk hingga rata, diamkan selama 10 menit di dalam kulkas. 

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Siapkan piring datar yang lebar. Aduk jadi satu tepung maizena dan tepung terigu. Ambil seekor udang dan gulingkan di tepung, tekan-tekan badan udang hingga tepung benar-benar melekat dengan baik di seluruh permukaan badan udang. Lakukan pada semua udang lainnya.

Siapkan pan datar anti lengket, beri minyak agak banyak dan panaskan. Goreng udang hingga matang, coklat keemasan dan garing. Angkat dan tiriskan. Sisihkan. 

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Siapkan plastik, masukkan wafer Tango. Hancurkan wafer dengan memukulnya perlahan dengan tangan hingga menjadi remahan kasar, jaga jangan sampai wafer berubah menjadi tepung. Masukkan oatmeal dan susu bubuk ke plastik berisi wafer, kocok hingga rata, sisihkan. 

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Siapkan wajan, beri margarine dan minyak. Panaskan hingga panas, masukkan bawang putih dan cabai rawit, aduk dan tumis dengan api kecil hingga layu dan matang. Masukkan daun kari, aduk cepat dan masak hingga daun menjadi kering dan crispy. Jika minyak kurang untuk membuat daun menjadi crispy, tambahkan sedikit minyak. Pastikan daun benar-benar kering tergoreng, tes dengan mencicipi sebuah daun untuk memastikannya. 

Masukkan campuran wafer, oatmeal dan susu bubuk ke tumisan bumbu, tambahkan garam dan merica

Resep Udang Goreng Oatmeal a la Singapore JTT

Aduk rata dan tumis dengan api kecil hingga oatmeal matang dan berubah warnanya menjadi kuning coklat keemasan dan teksturnya berubah menjadi crispy. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin.  Masukkan udang goreng, aduk dan masak selama beberapa detik hingga udang menjadi panas kembali. 

Angkat dan sajikan di piring datar. Taburi daun bawang di permukaannya jika suka. Santap bersama nasi hangat sebakul.  Super yummy!



36 komentar:

  1. waw, saya biasanya digoreng tepung aja udah enak apalagi ditambah bumbu2 lain dan oatmeal pasti tambah luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Kania, thanks sharingnya ya. Moga suka resep ini yaa

      Hapus
  2. Semakin suka dengan blog mbak Endang. Fotonya keren.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hlo mba, thanks sharingnya ya, senang sekali resep JTT disuka. Sukses selalu yaaaa ^_^

      Hapus
  3. WAAAAH... AKU BACANYA SAMBIL BAYANGIN SEDAP-SEDAP CRISPY GITU..... PENGIN COBA DI RUMAH JADINYA.... KEREN DECH MBAK ENDANG.... TKS YA RESEPNYA.... CECIL, SURABAYA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah, iyaaa, enak dan sedap pakai nasi hangat. Thanks yaaa

      Hapus
  4. mbak... aku baca sambil ngiler ini... hayoo mbak endang tanggung jawab... huhuhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakka, saya balas komennya jadi teringat masakannnya dan ngiler lagi hahhaha

      Hapus
  5. kalo gak ada daun kari, diganti apa ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai daun jeruk purut disobek2 kasar juga enak mba

      Hapus
  6. Mba endang, kalo improvisasi ganti daun kari dng daun jeruk purut yg wangi itu bisa kah? Mksh^^

    BalasHapus
  7. Mba Endang keliatannya menggoda banget resep udang oatmealnya. Mba mau tanya untuk oatmeal harus pake yang whole oatmeal begitu atau bisa pake yg instant sejenis quack** oat ? terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Sashy,

      bs pakai oat instan ya, yg penting pakai wafer supaya crunchy

      Hapus
  8. Wow mantap nich mbak Endang patut di coba secepatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sumiaty, thanks sharingnya ya, senang sekali resep JTT disuka. Sukses selalu yaaaa ^_^

      Hapus
  9. Ah, aku pengen jadi tetangganya tante endang biar bisa cicipin maemannya :"D
    Habis itu surih cuci wajan dan piring gapapa kok, asal boleh icip2 ehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakkakaka, bagian cuci2 dan bersih2 dapur gak enak banget loooh hahhaha

      Hapus
  10. Mbak..diposting dong cara bikin telur serabutnya itu. Ak dr dulu penasaran bgt,dan gk ad bygn sm skli cara memasaknya.tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, ada yang pakai kuning telur asin rebus dihancurkan dan digoreng di minyak agak banyak, kemudian disaring supaya miyaknya gak terlalu basah, baru dicampur ke tumisan bumbu ya.

      Hapus
  11. Uh keren resepnya,,,bikin aku smangat blajar masak😁

    BalasHapus
  12. Sdh lama ga stalking blog ini, wow tampilannya berubah, foto nya lebih keren dan hasil tulisan nya lbh profesional namun ttp asik dg gaya khas nya bu endang. Oia mau tanya, resep ini pakai 9 buah cabe rawit yg diiris. Cita rasa akhirnya memang pedas ya?? Please reply ya bu, aku ga sabar eksekusi resep ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ayu, tidak terlalu pedas buat saya hahhahha. Tapi kalau mau aman kurangi saja cabainya ya. Thanks ya sharingnya. Senang sekali resep JTT disuka, sukses selalu ya! ^_^

      Hapus
  13. mantaaap *sluuurp
    klo ga pake wafer nanti mempengaruhi rasa ga ya mba?

    irfi-jkt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Irfi, yep, kurang oke kalau tanpa wafer karena wafer menambah sensasi manis gurih hehhehe

      Hapus
  14. Mbak endang, ini mbak pakai kulit udangnya ya buatnya? Atau dibuang kulitnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pakai kulit udangnya, kalau mau dibuang juga gak msalah ya

      Hapus
  15. Mbak Endang,... Ini kelihatannya enak bangett, jd gk sabar ingin nyoba bikin. Terimakasih sudah sharing resepnya, semoga kebaikan mbak dibalas oleh Allah SWT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sharingnya ya mba, memang sedap banget dan bumbunya enak dimakan dengan nasi panas, moga suka ya

      Hapus
  16. Sudah aku coba resep nya mba..mantappp enakk..rasanya sama persis dengan yang aku makan di resto walau tdk pakai nestum..ko bisa kepikiran pake wafer mba? Ditunggu sharing berikutnya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mba Iva, senang resepnya disuka, soalnya ketika saya makan nestum menurut saya sama rasanya kek wafer ^_^

      Hapus
  17. Hai mbak Endang, aku fans berat resep2 mbak endang. mau bertanya aku lihat di foto terakhir ada jeruk nipis. itu di gunakannya saat kapan ya mbak? makasiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Nia, thanks ya sudah menyukai resep2 JTT. Jeruk nipis saya kucurka ketika udang aka disantap mba, saya suka ada sedikit rasa2 asam hehehe

      Hapus
  18. Mbak, kalo proteinnya diganti sama fillet ayam atau ikan ngolah goreng tepungnya tetep sama kaya udang di atas ga mbak? Makasih ya mbak..
    Asta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Asta, yep bs ya, sama saja, bs ganti proteinnya pakai yang lain ya.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...