02 Maret 2017

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas & Simple DIY Backdrop Untuk Food Photography


Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Jika keranjingan terhadap sesuatu maka walau harus bersusah payah untuk mewujudkannya saya tetap mati-matian berusaha. Contohnya ketika beberapa bulan yang lalu saya tergila-gila dengan food photography, tepatnya sejak membaca buku Plate to Pixel - Digital Food Photography & Styling karangan Helene Dujardin. Saat itu, detik itu, semua tips-tips 'segambreng' yang terdapat di buku ingin rasanya saya terapkan semua. Buku food photography yang banyak direkomendasikan oleh food blogger di luar ini pun membutuhkan perjuangan untuk memperolehnya, hampir semua toko buku impor di Jakarta seperti Kinokuniya, dan Periplus tidak memilikinya. Untunglah seorang teman yang sedang berlibur ke Singapura berhasil menemukannya, dan buku tersebut kini menjadi salah satu buku favorit yang selalu menjadi acuan saya belajar memotret makanan.  

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Nah salah satu hal yang krusial dalam food styling adalah propping. Jika melihat  artinya di kamus maka kata  'prop' berarti 'untuk menyangga; menahan supaya benda lain tidak jatuh; menyandarkan suatu benda'. Nah di food photography dan styling, propping berarti meletakkan objek foto di suatu wadah, alas, backdrop atau background dimana wadah atau background tersebut mampu membuat objek tampil lebih cemerlang. Dalam banyak buku mengenai food styling, propping dianggap sebagai element penting untuk membuat foto makanan yang kita hasilkan lebih menggugah selera. Walau tentu saja propping yang berlebihan atau propping yang salah justru membuat foto menjadi tidak menarik. Jadi semua kembali lagi ke balance

Nah salah satu tools propping yang sering saya pergunakan di JTT adalah backdrops atau background dari kayu yang telah berulangkali hadir di setiap foto di blog. Background ini saya buat sendiri melalui perjuangan yang penuh penderitaan. Mulai dari membeli bundelan kayu yang alamak beratnya, mengangkutnya dari Depok, hingga menyambungnya satu persatu menjadi backdrops tanpa bantuan siapapun. Saat leher bercucuran keringat, kaus oblong menjadi basah kuyup serta tangan sakit akibat terpukul oleh palu, maka saat  itulah saya benar-benar merasakan betapa beratnya menjadi seorang single fighter. Tobat! ^_^

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas
Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Sekarang bagaimana cara membuat wood backdrops? Untuk membuatnya maka kita memerlukan lembaran kayu. Saya menggunakan kayu bekas peti kemas yang sudah diserut sehingga mulus permukaannya. Disana-sini memang tampak lubang-lubang bekas paku tetapi itu semua justru menambah keunikan backdrops. Kayu peti kemas yang berasal dari pohon jati belanda ini memiliki alur dan motif mirip seperti kayu jati namun dengan bobot yang ringan dan lunak sehingga cukup mudah dipermak dan digotong kesana kemari. Tentu saja kita bisa menggunakan jenis kayu apapun, namun pilihlah kayu yang memiliki tekstur dan alur. Jenis kayu seperti ini sangat disarankan untuk menghasilkan backdrops yang lebih eye catching dan tidak monoton.

Jika anda tinggal di seputaran Lenteng Agung, Depok, atau pernah melalui jalan tersebut saat menuju ke Margonda, maka pasti pernah melihat jajaran tukang kayu peti kemas yang membuka lapaknya di kiri kanan jalan. Nah disanalah saya membeli kayu untuk keperluan backdrops ini. Ukuran panjang dan lebar backdrops sebenarnya disesuaikan dengan keperluan kita masing-masing, namun saya membuatnya berukuran sekitar 80 x 100 cm. Ukuran besar membuat saya mudah meletakkan aneka pernak-pernik diatas backdrops  yang memang diperlukan untuk menunjang propping yang menarik.  Untuk ukuran backdrops tersebut saya memerlukan empat lembar kayu peti kemas yang memiliki panjang masing-masing satu  meter.

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Selain lembaran kayu maka bahan lain yang diperlukan adalah paku, dan cat tembok dengan warna sesuai kesukaan.  Sebaiknya gunakan warna-warna netral seperti hitam, coklat, putih, krem, atau warna yang tidak mencolok seperti biru muda, karena kita tentu tidak ingin objek utama tenggelam di tengah warna semarak backdrops. Saya sendiri menggunakan warna putih, biru muda dan coklat gelap sesuai dengan sisa cat yang ada di rumah. Cat tembok atau cat kayu sangat disarankan karena tampilannya yang tidak glossy dan terlihat lebih natural. Jika semua bahan sudah tersedia maka kita cukup menyambungkan masing-masing lembaran kayu dengan menempelkan dua buah kayu reng yang telah dipotong dengan panjang selebar backdrops yang hendak dibuat. Saya menggunakan paku kecil untuk membuat kayu reng melekat dengan baik. 

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Ketika semua lembaran kayu sudah terpasang maka tahap terakhir adalah pengecatan. Di buku food styling dan artikel-artikel sehubungan dengan topik ini di internet biasanya menyebutkan mengenai 'distress'. Istilah ini mengacu pada perlakuan pada kayu atau furniture untuk membuatnya tampak tua dan seakan telah sering dipakai. Distress biasanya dilakukan dengan memukul- mukul permukaan kayu dengan palu, batu atau alat keras lainnya sehingga timbul goresan, cekungan dan tanda-tanda 'luka' kasar lainnya, atau dengan menyeret selembar kayu di permukaan tanah berbatu atau semen yang kasar. Tampilan kayu atau furniture setelah distress membuat backdrops terlihat natural seakan menunjukkan permukaan meja/furniture yang telah tua, aus dan sering dipakai berulangkali dalam waktu yang sangat lama.  Hasil foto dengan backdrops seperti ini memang terlihat lebih alami

Saya tidak melakukan distress, permukaan kayu bekas peti kemas yang saya pergunakan sudah cukup terlihat 'cacat' tanpa perlu memukul-mukulnya dengan palu. Jadi saya langsung ke proses pengecatan yang tentu saja jauh lebih mudah dibandingkan dengan menyatukan lembaran kayu yang memerlukan banyak tenaga. Untuk pengecatan, saya hanya menyapukan cat tipis-tipis ke permukaan kayu sehingga warna dasar dan motif kayu masih sedikit terlihat. Tidak perlu khawatir jika cat yang disapukan terlalu tebal, cukup ambil sebuah kain bekas yang dibasahi dengan sedikit air hingga lembab, dan sapukan kain ke permukaan cat basah, dengan cara ini sebagian cat akan terangkat dengan mudah. Jika semua lembaran backdrops telah dicat maka biarkan seharian hingga kering dan siap dipergunakan untuk pemotretan. ^_^

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Wokeh sakarang menuju ke resep ikan kakap saus asam pedas yang saya selipkan diantara artikel membuat backdrops. Proses membuat masakan ini sangat mudah, dan hanya membutuhkan waktu sekejap. Kuncinya adalah gunakan jenis ikan yang berdaging lembut seperti ikan kakap, bawal , gurami, mujair, atau nila. Ikan cukup dibumbui dengan sedikit garam, merica dan perasan air jeruk nipis, kemudian digoreng hingga garing baru kemudian disiram dengan saus yang terasa asam, pedas, dan manis. Nah sausnya pun sangat mudah dibuat, gunakan bawang bombay yang banyak untuk memberikan tekstur pada saus. Rasa saus yang pedas disumbangkan dari saus sambal dan cincangan cabai rawit, skip cabai rawit jika tidak suka pedas ya.

Saus terasa asam, asin, manis dan pedas, serta sedikit kental, untuk mengentalkannya saya menambahkan sedikit tepung maizena yang diencerkan dengan air. Masakan ini sebaiknya dihidangkan mendadak ketika akan disantap, saat itu kondisi ikan masih garing, renyah dan saus pun terasa fresh. Kondisi tersebut tentunya sangat sesuai dengan prosesnya yang sangat mudah dan cepat. Jadi tunggu apalagi? Yuk dicoba di weekend ini. ^_^

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Kakap Siram Saus Asam Pedas
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 2 porsi

Tertarik dengan resep ikan yang simple lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Bahan:
- 1 ekor ikan kakap, berat sekitar 300 gram, bisa menggunakan jenis kakap merah atau putih
- 1/4 sendok teh merica
- 1/4 sendok teh garam
- 1/2 buah jeruk nipis

Bumbu:
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 1 1/2 cm jahe, cincang halus
- 2 butir cabai rawit merah, cincang halus
- 1/2 buah bawang bombay, iris melintang tipis

Bumbu lainnya, aduk jadi satu:
- 1 sendok makan saus tiram
- 1 sendok makan soy sauce (kecap asin)
- 3 sendok makan saus tomat
- 2 sendok makan saus sambal
- 1 sendok makan gula jawa sisir halus
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh merica hitam tumbuk
- 300 ml air
- 1 sendok teh maizena, encerkan dengan 3 sendok makan air

Cara membuat:

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Siapkan ikan kakap,  siangi, cuci bersih dan kerat-kerat badannya.  Lumuri permukaan dan rongga perut ikan dengan merica, garam dan jeruk nipis hingga rata. Sisihkan.

Siapkan wajan, beri minyak agak banyak dan panaskan. Goreng ikan hingga kering dan matang. Angkat dan tiriskan.  Letakkan ikan di piring saji, sisihkan. 

Resep Kakap Siram Saus Asam Pedas

Tuangkan sisa minyak dan sisakan sekitar 2 sendok makan minyak di wajan bekas menggoreng ikan. Tumis bawang putih dan jahe hingga harum, masukkan cabai, tumis sebentar. Tambahkan bawang bombay, tumis hingga bawang setengah layu. 

Masukkan semua bumbu yang diaduk, masak hingga saus mendidih dan mengental. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asin dan asamnya. Angkat dan siramkan saus ke permukaan ikan di piring. Siap disantap. Yummy!


TESTIMONI PEMBACA

Kartika Dewanty Sitepu
BAWAL SIRAM SAUS ASAM PEDAS
Yuukk cobain olahan ikan dengan bumbu2 minimalis tapi enaknya kayak lauk di resto2 sana. Simpel dan praktis.

Habis dari kuali langsung cepat2 diboyong demi potret cekrek2, sebelum terdengar teriakan dari barisan pembawa nasi yang biasanya udah antri di belakang si lauk hahahha

Resep yang selalu juara dari mbak endang Justtryandtaste Blogspot^_^





18 komentar:

  1. Terimakasih ya mbak, sekarang aku lg hamil muda. Jadi apa apa gak mau, udh nyobain beberapa resep mbak, sampe terakhir nyobain resep mie ayam semuanya manteb, dan next kayaknya ngiler liat ini, mbak boleh request gak mbak? Penasaran banget sama resep mie aceh beberapa kali nyoba gak ada yg nampol. Hihi terimakasih ilmunya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Dyah, mie aceh belum pernah coba, so far makan mie aceh kok belum pernah sreg sama rasanya. Keknya pakai bumbu bubuk kari instan mba supaya rasanya lebih nendang.

      thanks sharingnya yaa, senang resep2 jtt disuka

      Hapus
  2. Kebayang deh, tiap selesai satu langkah cekrek, langkah kdua slesai cekrek lg, blm klo fotonya ga sesuai, jd hrs d ulang lg...smntara kita kn klo masak rasanya pngin cpt slesai, iya kn mbak...hahahhaaa. sprti biasa resep ini simple bgt tp worth to try...smoga slalu sehat ya mbak endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakkaa, betul banget mba Deetya, kamera saya sampai buluk banget apalagi kalau pas bikin adonan roti, tobat daaah.

      Hapus
  3. Setelah tergila gila dengan buku tersebut, penampakan foto mba Endang keliatan ada hasilnya. Standar food photography yang keliatan bagus dan enak dilihat cukup terasa. Berbeda dari sebelumnya yang terkesan asal jepret. Top mb endang. Lanjutkan ya mbak...

    Btw berapa duit bukunya Helen Dujardin mbak ? Jadi pingin punya juga. Udah lama tau tapi maju mundur mulu mau belinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mba Rina. Harga buku sekitar 300 ribuan mungkin ya, saya juga lupa, soalnya pakai dollar sing.

      Hapus
  4. Mbak endang, top abis penjelasan backdropsnya. Kebetulan saya stok kayu bekas peti kemas juga, tapi bingung ngecatnya. Kalau yang coklat tua ada bercak2 apakah itu dengan dua cat mbak? Mohon bantuannya ya mbak. Makasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, thanks ya sharingnya. Yang coklat bercak2 karena saya ngecatnya gak sama rata wakkakka, jadi ada yang tebal dan tipis hiiks

      Hapus
  5. Mbaaakkk...salut abis dah sama mbak. Beli kayu sendiri, bikin sendiri, ngecat sendiri...habis itu masak sendiri dan foto sendiri. Top abis! Semangattt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba Shane sharingnya, ini susahnya jadi single fighter huaaa

      Hapus
  6. Mbak kalo boleh tau pake app apa buat bkin watermark fotonya soalny kok bagus dan transparan gt ya?

    Oiya mbak kalo di daiso suka lihat semacam tempelan atau remake sheet yang gambarnya kaya kayu2 gt ada warna biru, coklat, putih bisa dijadikan background foto juga buat yang dananya terbatas kaya saya hehehe cuma memang yg asli pasti lebih bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Fenda, pakai aplikasi online di Canva.com Mb, silahkan cek disana ya, ada banyak sekali model sign seperti ini.

      Iya, kemarin ke daiso saya juga lihat, cuman kurang natural ya hehehhe

      Hapus
  7. Iya setuju sama komentar di atas, mba Endang TOP abis. Ngerjain semuanya sendiri, hhhhmmmm.... Benar-benar multi talenta, mba yang satu ini. Dua jempol buat, mba Endang.

    Terimakasih banyak ya, mba. Artikel ini sangat membantu. Saya tunggu tips berikutnya. Heheheh...

    Saya juga pengen bikin sendiri tapi kok ribet banget ya Sepertinya? Malas tepatnya, mba. Akhirnya nemu orang jualan alas foto murah dari kertas, ya udah langsung beli aja, heheheh...
    Makanya salut banget buat perjuangan mba Endang.

    Sukses selalu ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaa, ini bukan masalah top abis mba, ini masalahnya memang gak ada yang bantuin, hiiks. Mau pakai tukang ogah bayar biayanya hehheheh.

      Thanks sharingnya yaa, senang artikelnya disuka. Sukses juga buat Mba Sitti yaaa

      Hapus
  8. Mbak Endang, beli kayu peti kemasnya berapaan ya harganya? pengen coba buat juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Indah, wah saya lupa mba hehehhe, sudah lama banget, saya beli dalam 1 ikatan isi beberapa lembar kayu. tdk terlalu mahal kok.

      Hapus
  9. Ehh ada poto bawal siram pedasku..makasih mbak endang udh diupload di sini..kangen dengan resep2 di jtt. Btw, saya belum punya buku terbaru mb endang lho hehehhe, buku hadiah pemenang give away yg pertama masih selalu disayang2 hehehhe
    Sukses ya mb endang
    Makin berkah..aamiinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halow Mba Kartika, thanks sharing fotonya yang keren di FB ya, sayang banget kalau tdk di share disini heheheh.

      Sukses juga untuk Mba yaaaa ^_^

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...