01 Maret 2017

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas & Yuk Gemar Membaca!


Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

'If you don't have time to read, you don't have the time - or the tools - to write. Simple as that' 
~ Stephen King

Seberapa gemar anda membaca? Membaca apapun entah dalam bentuk artikel informasi di buku, koran, majalah dan internat, atau membaca komik, buku cerita dan novel. Well, berdasarkan data Kantor Perpustakaan Nasional tahun 2015 menyebutkan bahwa hampir 90% masyarakat Indonesia tidak suka membaca buku. Fakta yang menurut saya sangat mengejutkan sekaligus memprihatinkan. Angka 90% ini menjelaskan bahwa masyarakat mulai dari usia 10 tahun keatas lebih menyukai menonton televisi dibandingkan membaca. Jika diperinci maka kebanyakan dari mereka hanya membaca maksimal 3 judul buku dalam satu tahun, ini pun hanya dilakukan oleh anak-anak berusia 10 tahun. Bandingkan dengan di negara maju dimana masyarakatnya rata-rata mampu membaca 20 hingga 30 judul buku pertahunnya.


Data Kantor Perpustakaan Nasional tersebut tentu saja perlu didukung dengan survey dan penelitian yang lebih detail lagi, namun dalam lubuk hati yang paling dalam (walau terasa 'mengenaskan') saya mempercayainya. Bahwa masyarakat kita memang tidak gemar menghabiskan waktunya dengan membaca. ^_^ 

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas
Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Contoh simple adalah sejak saya mengelola blog JTT maka cukup banyak pertanyaan yang diajukan yang seringkali jawabannya sebenarnya sudah tercantum pada tulisan yang disertakan di setiap resep. Contohnya seperti, "Berapa porsi jadinya untuk resep ini ya?" atau "Berapa derajat suhu oven kala memanggang?" Atau, "Adakah bahan lain yang bisa menggantikan bahan Z, B atau Q?" Dan yang paling banyak (kasus berulang) adalah menuliskan komentar di artikel resep yang sudah tidak bisa lagi ditambahkan komentar di dalamnya,  padahal di awal tulisan artikel sudah dicantumkan keterangan bahwa komentar tidak bisa ditambahkan lagi karena keterbatasan blogger dalam memuatnya. 

Walau demikian, semua pertanyaan yang masuk tetap saya jawab, karena saya mengerti tidak semua pembaca memiliki waktu untuk membaca seluruh artikel, atau tidak tertarik dengan isi artikel, atau memang tujuannya datang ke JTT hanya untuk melihat resep, proses step by step dan gambar, dan tidak terlalu peduli dengan keterangan yang diselipkan di artikel. Saya mengerti bahwa setiap orang memang memiliki kepentingan dan minat yang berbeda-beda. ^_^

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Bagi saya sendiri membaca merupakan kegiatan super penting yang selalu harus hadir dalam kegiatan harian. Jiwa saya akan merasa haus dan otak seakan menjadi tumpul jika dalam satu hari tidak ada informasi bermanfaat yang didapatkan. Terus terang saya tidak pernah memilih bentuk bacaan yang harus dibaca, mulai dari buku, komik, koran, majalah, cerpen, sepotong informasi dalam bentuk short article di internet, berita, atau apapun yang mengandung kata dan kalimat di dalamnya akan saya gasak. 

Selain itu saya juga tidak memilih tema tertentu yang harus dibaca, bukan berarti karena saya mengelola blog yang berisi tentang resep dan masakan maka hanya bidang ini saja yang diperdalam, bukan. Pekerjaan saya di kantor yang bergerak di bidang stock brokerage (jual beli saham) menuntut saya untuk mengetahui mengenai pasar modal, pasar uang, saham dan produk pasar modal lainnya, investasi, perekonomian secara global dan nasional, serta aneka tetek-bengek penunjangnya. Saya akan sangat bergairah jika berbicara mengenai produk investasi, tetapi juga akan penuh semangat berbicara mengenai UFO serta mengapa Stephen Hawking beranggapan bahwa jika alien mendarat di bumi maka justru lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya? ^_^

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas
Tarik tepi adonan kulit sepanjang mungkin agar tidak bersentuhan dengan isi kala dibentuk

Selain menambah wawasan dan tidak 'malu-maluin' ketika diajak berdiskusi tentang topik apapun, membaca juga merupakan kunci untuk bisa menulis. Bagi anda yang sedang belajar menulis, entah karena memiliki blog yang harus selalu dikelola, atau bercita-cita hendak membuat buku atau tuntutan pekerjaan di kantor, maka membaca merupakan kunci untuk bisa menulis dengan lancar. Banyaknya wawasan, tema dan kosa kata yang diperoleh dari membaca menjadi bekal dasar untuk bisa mencurahkan isi kepala ke dalam rangkaian kata. Terus terang, jika kita tidak suka membaca maka tulisan yang dihasilkan akan terasa garing, kaku dan tidak akan mengalir bagaikan air Menulis memang memerlukan latihan dan jam terbang, namun dengan bekal membaca yang 'segambreng' maka tidak memerlukan waktu lama untuk membuat kita cukup mahir merangkai aneka kata menjadi tulisan yang sedap dibaca. 

Berbicara tentang membaca, adik saya, Wiwin, yang memiliki dua orang putra mempunyai pengalaman unik yang mungkin bermanfaat bagi kita semua. Dulu, ketika masih tinggal di Duri, Pekanbaru, kedua keponakan saya, Rafif dan Fatih, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lemah.  Penguasaan terhadap kosa kata menjadi dasar untuk mempelajari bahasa Inggris, dan kedua bocah tersebut memiliki perbendaharaan kata bahasa Inggris yang minim. Ketika pindah ke Jakarta, dimana mata pelajaran bahasa Inggris sudah dipelajari sejak kelas awal, adik saya dibuat pusing tujuh keliling ketika kedua putranya tertinggal di mata pelajaran ini. Ditambah lagi dengan penyesuaian di lingkungan baru membuat sekolah menjadi kegiatan yang menyiksa bagi mereka. 

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Kedua putranya tidak gemar membaca buku cerita tanpa gambar, karena itu Wiwin lantas membeli berpuluh-puluh buku komik bekas berbahasa Inggris di Blok M. Gambar yang menarik membuat Rafif dan Fatih bersemangat untuk mencari tahu isi cerita, bahkan men-translate sendiri kata-kata yang sulit di Google translate. Tanpa disadari, tidak memakan waktu lama, mereka pun menjadi lancar membaca literatur dalam bahasa Inggris, dan menyukai pelajaran ini. Saat ini keduanya sudah masuk sekolah di SMP favorit,  dan semua nilai pelajaran bahasa Inggris selalu mendapatkan angka 100. Mereka juga lancar membaca artikel-artikel berat di website asing, serta fasih berbicara dalam bahasa Inggris, dan semua itu diawali dari membaca komik bekas berbahasa Inggris. ^_^

Berdasarkan penerawangan saya, kegemaran membaca memang tidak terbit secara tiba-tiba. Well karena saya belum memiliki anak maka saya mengamati orang tua saya serta adik dan kakak saya dalam mendidik putra dan putrinya. Umumnya anak yang gemar membaca dimulai dari orang tua yang juga gemar akan kegiatan ini. Demikian pula orang tua yang gemar menonton televisi maka akan menciptakan anak-anak yang suka menghabiskan waktu di depan layar kaca. Dalam kasus keluarga saya sendiri, Ibu saya adalah pembaca kelas berat, sementara Bapak saya adalah penonton televisi. Dari lima orang anaknya, hanya kakak saya, Wulan dan saya yang gemar membaca, sedangkan lainnya tidak. Jadi, ingin agar putra-putri kita gemar membaca? Sepertinya harus dimulai dari diri kita sendiri ya. ^_^

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Wokeh, kembali ke resep postingan kali ini. Bakpau termasuk makanan yang cukup sering saya stok di rumah. Alasannya camilan ini cukup mudah dibuat, rasanya sedap dan mengenyangkan, serta tentu saja bisa disimpan di freezer dalam jumlah yang banyak. Satu resep bakpau dibawah bisa menghasilkan sekitar 10 buah bakpau dengan ukuran yang cukup besar, dan mampu membuat perut lapar terasa puas. Apalagi dengan membuatnya sendiri maka isi bakpau bisa disesuaikan dengan kesukaan, dan dengan rasa yang tidak sama seperti yang umum dijual oleh pedagang bakpau di tepian jalan. Isi  bakpau favorit saya adalah daging sapi cincang, namun suwiran ayam seperti resep bakpau kali ini dan yang pernah dihadirkan sebelumnya pada postingan disini, tak kalah sedap rasanya. 

Jika sebelumnya membuat bakpau selalu menggunakan tepung pau atau tepung hongkong yang memang khusus untuk membuat makanan ini, maka sekarang ini saya hanya menggunakan tepung terigu biasa. Tepung hongkong relatif sulit ditemukan di pasaran, dan biasanya hanya dijual di toko bahan kue saja, selain itu harga tepung pau jauh lebih mahal dibandingkan tepung terigu biasa. Membuat bakpau dengan tepung terigu, hasilnya tak kalah dengan tepung pau dan tentu saja biaya produksinya menjadi lebih murah.  Saya juga menambahkan sedikit tepung tapioka di resep, tapioka membuat tekstur bakpau sedikit lebih liat dan tranparan. ^_^

Berikut resep dan prosesnya ya.  

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 10 buah bakpau diameter 8 cm

Tertarik dengan resep roti lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Roti Kukus Isi (Chinese Steamed Bun)
Roti Tawar Tangzhong Tutti Frutti 
Roti Goreng Isi Fla Talas 

Bahan  dan bumbu isi:
- 1/2 ekor ayam, rebus hingga matang dan suwir-suwir dagingnya
- 1 butir bawang bombay, belah dua, iris tipis
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok makan saus tiram
- 1 sendok makan kecap manis
- 5 sendok makan saus sambal botolan
- 4 sendok makan saus tomat botolan
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok makan gula pasir
- beberapa butir cabai rawit cincang halus, jika suka pedas
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan roti:
Bahan starter/biang (A):
- 100 ml susu cair hangat, atau air biasa
- 2 sendok teh ragi instant, pastikan masih aktif
- 130 gram tepung terigu protein rendah

Bahan untuk adonan roti (B):
- 360 gram tepung terigu protein rendah
- 3 sendok makan tepung tapioka/tepung sagu
- 100 gram gula pasir
- 2 sendok teh baking powder, pastikan masih aktif, saya pakai double acting BP
- 3 sendok makan mentega/butter, atau margarine putih,  bisa menggunakan margarine biasa hanya saja adonan pau akan berwarna sedikit kekuningan.
- 1/4 sendok teh garam
- 100 - 115 ml susu cair atau air biasa

Cara membuat:
Membuat isi bakpau 

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Anda bisa membuat isi bakpau satu hari sebelumnya dan simpan di kulkas. 

Siapkan ayam rebus, suwir-suwir dan sisihkan dagingnya. 

Siapkan wajan, panaskan minyak. Masukkan bawang bombay dan bawang putih, tumis hingga bawang menjadi layu. Tambahkan saus tiram, kecap manis, saus tomat, saus sambal, gula pasir, merica dan garam, aduk rata dan masak dengan api kecil hingga mendidih.  Masukkan cabai rawit cincang (jika pakai), aduk rata.

Tambahkan ayam suwir, aduk rata dan masak hingga saus mengental dan kuah mengering. Semakin basah isi maka akan semakin sulit ketika proses membentuk bakpau. Cicipi rasanya, jika kurang asin tambahkan sedikit garam. Angkat dan dinginkan.

Membuat adonan roti
Starter/biang (A)

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan susu dengan suhu hangat kuku (jika jari kelingking anda dimasukkan terasa nyaman)  dan ragi instant, aduk rata hingga ragi larut.

Note: Pastikan susu jangan terlalu panas,  jika terlalu panas maka ragi akan mati.

Masukkan tepung terigu, aduk rata dengan spatula hingga menjadi adonan yang kasar. Tutup dengan kain dan biarkan selama 15 - 20 menit. Atau hingga starter mengembang dan ketika 'disibak' dengan spatula tampak membentuk lubang-lubang seperti sarang.


Membuat adonan 

Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung terigu dan tepung tapioka  yang telah diayak, tambahkan gula pasir, baking powder dan garam. Aduk rata. Masukkan adonan A (starter/biang saat ini terlihat mengembang dan ketika di buka adonan terlihat berongga-rongga). 

Tambahkan mentega dan susu cair. Aduk dan uleni hingga semua bahan tercampur baik.  Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit hingga adonan terasa lembab dan nyaman diuleni, jika kurang air maka adonan akan keras dan bakpau menjadi bantat.

Uleni adonan hingga kalis dan tidak menempel di tangan. Anda bisa memindahkannya ke atas meja bertabur tepung untuk memudahkan menguleni adonan. Uleni selama 20 menit.


Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Adonan yang terbentuk halus dan lentur. Bentuk menjadi bola yang mulus. Olesi permukaan mangkuk bekas adonan dengan sedikit minyak, letakkan bola adonan di mangkuk, tutup dengan kain dan istirahatkan selama 1 - 1 1/2 jam. Tunggu hingga adonan mengembang lebih dari 2 kali lipat.

Kempiskan adonan, uleni sebentar untuk menghilangkan gas yang terperangkap di dalam adonan. Bagi adonan menjadi 10 bagian, atau menjadi 20 bagian dengan ukuran yang lebih kecil. Bulatkan masing-masing potongan adonan. 

Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Mengisi bakpau:
Letakkan sepotong adonan diatas meja, gilas dengan kayu penggilas dengan ketebalan + 1 - 1,5 cm, pastikan bagian tengah lebih tebal agar roti tidak berlubang dan pecah saat diisi dengan isian ayam. Berikan 1 1/2 - 2 sendok makan adonan isi (porsi takaran tergantung besar kecilnya bakpau yang akan  dibuat).

Tarik bagian pinggir adonan ke tengah dan gabungkan hingga semua bagian tepi adonan berkumpul di tengah dan menutupi adonan isi. Tekan ujung adonan dengan jari agar rapat dan tidak terbuka saat dikukus. Letakkan adonan dengan bagian lipatan berada di bawah.


Note:
Isian bakpau mengandung minyak, karena itu hati-hati ketika menyatukan bagian tepi kulit bakpau, jangan sampai isi mengenai bagian pinggir adonan karena akan sulit menempel dan terbuka ketika dikukus. 

Semakin banyak isi maka semakin sulit kulit bakpau ditutup, dan kemungkinan cairan isi mengalir dan mengenai bagian tepi adonan semakin besar.

Pastikan isi dimasak hingga cukup kering agar tidak mengandung cairan berlebihan sehingga proses mengisi bakpau menjadi lebih mudah.

Ketika hendak membentuk kulit bakpau yang sudah diletakkan isi, pastikan untuk menarik tepi adonan sepanjang mungkin. Cara ini akan membuat bagian tepi tidak terkena isi yang berminyak dan adonan mudah ditempelkan satu sama lain.


Resep Bakpau Isi Ayam Suwir Pedas

Alasi setiap bagian adonan bakpau yang sudah dibentuk dengan potongan daun pisang atau kertas minyak. Lakukan hingga semua bagian adonan dan isi habis. Pastikan adonan selalu tertutup kain saat anda bekerja agar permukaan adonan selalu lembab. Tata adonan di atas meja/loyang, tutupi dengan kain bersih dan istirahatkan selama 15 menit.

Panaskan dandang kukusan hingga airnya mendidih, masukkan bakpau beserta dengan kertas minyak/daun pisang yang melekat di bagian bawahnya. Tata di dandang jangan sampai berdempetan. Bungkus penutup dandang dengan kain putih, dan tutup kukusan.
Kukus selama 15 s/d 20 menit, hingga bakpau matang.

Buka penutup kukusan, biarkan bakpau sejenak di kukusan agar sedikit mengeras. Bakpau yang masih panas sangat empuk sehingga mudah rusak saat diangkat. Letakkan bakpau di piring saji dan sajikan hangat-hangat.
Super yummy!

Note: bakpau tahan 3 bulan lamanya di freezer. Caranya mudah, cukup masukkan bakpau yang sudah matang terkukus dan telah didinginkan ke dalam plastik, ikat rapat dan masukkan freezer. Ketika akan disantap, diamkan bakpau di suhu ruang sampai lemas sendiri, atau kukus sebentar atau microwave selama 1 menit. 
 

TESTIMONI PEMBACA

Dina Rasyid
cihuyy resep baru...

  

Anita Mayssa
Siang mba endang..sy bru selesai eksekusi bapau nya..lembut banget..pedes ayam nya bikin selera makan..makasi ya mba endang..you are the best..Hehehe..ni sy kirim foto nya sebagai bukti hehehe


  



68 komentar:

  1. Terimakasih bnyk mbak buat waktu yg disempatkan utk selalu berbagi resep dan ilmu yg lain,sehat selalu dan tetap semangat ya mbak..
    Tentang gemar membaca,mmg hrs dimulai dr orgtua keknya mbak,kebetulan bapak dan mamak saya suka membaca,jd menurun ke anak2nya,dari kecil dulu kami itu udh langganan majalah bobo,kalau dulu hrs hompimpa dl siapa yg mau baca duluan,hahaha,jd ingat masa kecil mbak,skrg ya spt yg mbak blg,semua yg berbentuk kalimat dilahap,saya bisa melewati toko baju,tas dan sepatu tanpa tergiur membeli apapun,tp kalau sdh masuk toko buku,,suka kalap mbak,hahaha...

    Edisi curhat sm mbak endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mba Alvaro, haaa sama kaya waktu saya kecil suka rebutan bobo sama saudara. Kakak saya paling duluan baa dan yang nunggu betenya minta ampun, gak sabar hehehe. thanks sharingnya yaa, senang artikel jtt disuka. sukses selalu!

      Hapus
  2. Terima kasih resepnya mba Endang,

    kain yang dipakai kain lembab atau kain kering biasa?

    BalasHapus
  3. Emang membaca itu hal yg sangat penting ya mba. Malu sbenarnya tadi baca resep buru2, keburu ketauan bocah mak nya pegang hp, ntar jadi rebutan��. Langsung cus coment di ig��, padahal semuanya udah dijelasin sama mba Endang. Tapi Ini saya udah baca semuanya koq mba. Maaf ya mba..terima ksih buat resep dan ilmu ilmu nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Its okay Mba Widya, kalau ada waktu pasti saya jawab pertanyaannya kok. Memang kalau anak2 lihat hape susah direm, keponakan saya semua begitu heeeh

      Hapus
  4. Wahhhh bsk mau coba resepnya selama ini tdk pernah pake sagu makasih byk mba endang resepnya .. aku sll baca kok mba dr awal sampai semua pertanyaan2 reader siapa tau yg aku pertanyakan sdh terjawab atau ada tips2 dr reader lain,aku mmg hobi baca sampai kemasan2 produk pun aku baca ^^ salam sukses sll ya mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mba Novi sharingnya ya, senang artikel dan resep jtt disuka. Saya senang membaca sharingnya, andai semua pembaca seperti mba Novi wakakkak. sukses yaaa

      Hapus
    2. Mudah2an semakin banyak reader yg belajar menjadi reader yg cerdas ya mba ..

      Hapus
    3. semoga mba Novi, tapi sepertinya perlu waktu yaa hehehhe

      Hapus
  5. Ya ampun cakep bgt bakpaonya mba. Pgn coba. Thanks resepnya ya mba. Sukses terus utk mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Harsi sharingnya ya, moga suka dengan resepnya yaa, sukses juga yaaa

      Hapus
  6. Hai mba Endang yg senang berbagi resep..Mba Endang klo bakpao isi kacang hijau yg warna nya hitam seperti penjual bakpao yg naik sepeda itu ada ga resepnya mba Endang?ibuku suka bakpao yg bgtu isinya...itu gmn bikinnya bs hitam ya?hehe..pngn buatin tp pas ak liat dijtt blm ada ya..hehe makasih lho atas respond nya MBA Endang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Fitri, itu pakai kacang hitam Mba, jadi kacangnya memang hitam ya.

      saya biasanya pakai kacang merah dan dikasih bubuk coklat supaya lebih gelap. Dimasak biasa kacangnya sampai empuk, ditiriskan tambah gula dan masak sampai kacang lumat, atau dihaluskan kacangnya.

      Hapus
  7. Mba Endang, terima kasih resepnya. Mau tanya kalo saya mau simpan di freezer, bakpau diisi daging dulu, langsung dimasukkan freezer? Terima kasih, gisela

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, kalau mau di freezer, bakpau dalam kondsi sudah dikukus matang. masukkan plastik saja dan bekukan, kalau mau dimakan taruh di suhu ruang sampai lemas, atau microwave bentar

      Hapus
  8. Semoga dengan artikel ini, pengunjung JTT bisa menjadi pengunjung berkualitas, tidak hanya membaca resepnya saja tapi juga membaca cerpen dan komentar yang masuk.

    Semangat, mba Endang. Sukses selalu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Sitti, semoga doanya terkabul, amin ^_^

      thanks sharingnya yaaa, sukses selalu juga!

      Hapus
  9. Mbak Endang yang baik,
    Terus terang, saya sangat menyukai cerita yang Mbak Endang selalu sertakan di hampir semua resepnya. Seringkali, cerita yang mengiringi resep tersebut jauh lebih menarik dari resepnya sendiri. Mbak Endang menceritakan kehidupan sehari-hari dengan cara bertutur yang mengalir sehingga enak dibaca.
    Terima kasih untuk cerita-ceritanya. Beberapa cerita tersebut membuat saya merasa 'gue bangeeeeeet'.
    O, iya. foto-fotonya juga semakin kereeen . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Idha, wah makasih ya sharingnya, senang sekali cerita di JTT disuka. Tidk semua suka membacanya dan saya bs mengerti. Sukses untuk mba dan keluarga yaa.

      Hapus
  10. Mba Endang.. tambah keren poto2 nya. Resep nya seperti biasa selalu okeh. Selama ini saya bikin bapao pake resep roti sosis nya JTT ditambah sedikit air & di kukus. Isi bisa menyesuaikan stok kulkas. Kapan2 coba pake resep ini lebih mantep kayanya ya πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Emilia, thanks sharingnya yaa, senang resepnya disuka. Yep, bakpau sebenarnya basicnya roti ya, asal dikukus pasti jadi bakpau hehhehe. sukses yaaa

      Hapus
  11. Hai Mba Endang, mo nanya dong, untuk bakpau yang akan disimpan dalam frezzer itu apakah dalam keadaan setelah dikukus atau sebelumnya?
    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Mega, dalam kondisi sudah terkukus matang ya mba

      Hapus
  12. assalamualaikum selalu senang baca ceritamu mba end, anakku sejak umur 2thn sdh tak kenalin ke gramedia pokoknya ambil buku yg dia suka tetep dgn persetujuan maknya itu jd good habit sampai sekarang yg rempong klo lg ke gramed sm eyangnya tobat gantian maknya yg dtembak saking banyaknya buku yg dbeli wkwkwkwk... aku klo bikin pao slalu pake tepung biasa n margarin enak2 aja mba n sdh pernak coba pao kukus yg isinya pake saos meski nutup paonya pake acara bingung krn adonan pao klo kena saos gak mau nempel wkwkkk... tapi rasa juara mba lgsg ludes terimakasih mba endang --anni semarang--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam Mba Anni, wakakka bener ya, satu sisi kita pengen anak2 suka baca, sisi lain buku bacaan juga mahal harganya heheheh.

      thanks sharingnya mba, basicnya bakpau adalah adonan roti yang dikukus, jadi sebnrnya mirip2 satu sama lain hehehe. sukses yaa

      Hapus
  13. Selamat siang mbak Endang, wah harus saya Coba nih resep .. makin Keren fotonya sdh dipakaikan watermark ... Benar mbak untuk membacanya dgn membaca serasa bisa Pergi kemana2 Dan obat ngantuk yg afdol ... Smpi saat ini pun membaca msh menjadi Hal yg menarik bahkan untuk anak2 saya ... Sayang yah harga Buku makin Mahal Dan kadangkala isinya tdk begitu bagus.

    Mbak Endang sukses selalu terima Kasih untuk motivasi nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget! setuju, dengan membaca bisa berkhayal kemana2, bisa tenggelam dalam bacaan dan mengobati suntuk. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  14. Siang mba Endang.. Ak pengen coba resepnya. Kelihatannya enak. Tapi ak gak punya tepung terigu protein rendah. Kalau pakai yg sedang bisa gak mba? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai tepung terigu jenis apapun oke ya mba,tdk harus protein rendh ya

      Hapus
  15. Toss mb endang. Saya juga seneng main gasak. Apa aja dibaca. Sobekan bungkus cabe dari tukang sayur pun dibaca waakakak.....sedari kecil emang dibiasakan membaca oleh ortu. Dan bacaan saya pertama kali waktu SD kelas satu justru koran, bukan buku karena bapak langganan koran hihi.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap mba Rina! jaman dulu bacaan gak banyak kaya sekarang ya, jadi apapun digasak, mau koran atau majalah jadul oke2 saja wakakak. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  16. Cerita mbak Endang selalu menginspirasi... I love you mbak Endang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Love you too Mba Nina, thanks yaa. sukses selalu!

      Hapus
  17. Iya bun isian paunya berminyak jadi usahakan pada saat mengisi jangan kena adonan kulit rotinya nanti tidak bisa tertutup rapat

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali Mba Andri, agak musibah bagian membungkusnya hehhehe. sudah saya tambahkan di tips ketika membungkus adonan. Thanks sudah mengingatkan saya yaaa, sukses selalu!

      Hapus
  18. Akhirnyaaaa....resep yg kutungguuu...dr dl pngin bikin bakpau sndiri tp resepnya susah2...klo mbak endang sprti biasa, slalu super duper simple! Makasih ya mbak udh sharing2 d jtt, bsk lsg cus ah cobain, tinggal beli ayam krn ga ada stock nih. Sehat trus ya mbak endang...salam dr kluarga d bandung 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mba Deetya, moga resepnya sukses dicoba yaa. Salam manis dan sehat selalu yaa

      Hapus
  19. Mba endang.. Tanya dongg.. Klo pke tepung tang mien bisa ga?? Dimasukkan pas dimana yaa?,
    Aku pny tepung tang mien sayang klo ga dipake.. Makasi mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lina, ganti tapioka dengan tang mien mba, bs ditambahkan bbrp sendok makan lagi dan kurangi terigu bbrp sendok ya.

      Hapus
  20. mba bkin ngiler deh bakpaunya.. kirim2 atuh :D
    intermezzo jtt itu gak ngebosenin, sy seneng bacanya. andai mba endang bkin novel... hehehe bosen ya mba sy suruh bkin novel mulu ^^
    emg bener mba klo baca itu penting, klo skrg jaman internet jd baca artikel2 di internet.
    klo sy sih sampai ikut forum emak2 mba wkwkkw
    biar banyak pengetahuan, secara disini gak ada yg bisa diandalkan, jd mau gak mau harus nyari tau sendiri utk bekal nanti setelah lahiran.
    berguna bgt baca2 info dr yg udah berpengalaman dan dr pengalaman org lain.
    dan kyknya sy harus bkin ini bakpau utk stok, tp mba klo disimpan di plastik es biasa trus diikat pakai karet gitu gak bagus ya?
    mba pakai alat presnya yg pakai baterai atau yg colok listrik?

    Bella

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Bella, wah lagi nunggu babynya hadir yaa, moga sehat selalu baby dan Ibu dan lancar proses melahirkannya ya.

      Saya juga pengen suatu saat bikin novel, cuman lagi membasmi peyakit bosanan dan gak konsisten susah bener wakakkaka.

      Bsa kok masuk plastik dan ikat, sebaiknya jangan karet ya, mending di staples saja. saya pakai alat pres colok listrik.

      Thanks sharingnya yaa, sukses selalu!

      Hapus
  21. Assalamualaikum mba.. salam kenal ya, sy silent readernya JTT semenjak Ramadhan tahun lalu. tepatnya saat sy nyari resep cookies utk lebaran.. berkat resep yg mba tulis dgn detail dan teknik-tekniknya yg mba jelaskn dgn rinci, cookies ala JTT sy banjir pujian dr family. pdhl itu pertama kalinya sy bikin kue lebaran. (thanks ya)
    semenjak itu, sy jd seneng masak. dan semua resep JTT yg sy coba eksekusi selalu berhasil dgn rasa yg enak.. apa lg skrg anak sy 2 thn sdh mulai mkn makanan dewasa, JTT byk bntu sy dlm menyediakan makanan homemade buat si kecil. resep favorit d klwrga kecil kita skrg adalah es krim, sorbet alpukat/pisang, nugget dan brownies pisang ala JTT.
    trims ya mba, share resep, pengalaman masak, dan cerita-cerita mba sgt membantu ibu muda sprt sy..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb Siti, salam kenal dan thanks sharingya ya. Senang sekali membaca resep2 JTT bs membantu menyediakan menu yang disukai keluarga. Sukses selalu untuk Mba dan keluarga yaaa

      Hapus
  22. Halo mba endang, saya gagal fokus malah tertarik dengan pemgantar mbak ttg membaca. Saya suka membaca mbak, dan sepertinya gaya tulisan kita dipengaruhi juga ya dengan apa yg kita suka baca. Saya gabung di co*kpad, ehh saya baca tulisan saya sndiri kok agak2 mirip tulisannya mba endang ya wkwk yaa tpi masih jauh bgt mba, pnya saya berantakan πŸ˜‚
    Tulisan mbak enak banget dibaca, ngalir, gak buat bosen, natural, dan to the point bgt kyak mmbaca tulisannya Nh. Dini.
    Terimakasih ya mba, semoga ilmu yg mba sebarkan di blog ini membawa berkah dunia akhirat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Izzy, thanks sharingnya ya, memang gaya tulisan terpengaruh sm bacaan ya. Tulisan saya juga berantaakan, masih perlu banyak belajar dan latihan. Sukses yaaa

      Hapus
  23. Halo Mbak Endang,,selama ini jadi silent reader aja nih,,sekali-sekali mau komen hehehe.
    Saya dulu pernaha bikin bakpao,,tpi teksturnya agak sedikit keras klo tidak panas :(. Kalo untuk resep ini gimana mbak teksturnya setelah dingin ?
    Thanks ya Mbak Endang udh mau sharing segala macam resep beserta step by step nya. Gk pernah bosen untuk mengikuti resep2 dan cerita2nya

    Sukses selalu ya Mbak Endang,,ditunggu resep2 lainnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mb Rizki, bakpau ini tetap lembut meskipun dingin ya.

      thanks sharingnya, senang resep2 JTT disuka, sukses yaa

      Hapus
  24. Saya seneng baca cerita tambahan di setiap resep mbak Endang, sangat menarik. koment2nya jg saya baca sampe akhir. Untuk bakpao ini, kalau margarin diganti dengan minyak sayur boleh gak? Kalau boleh takarannya sama gak? Makasih. Sukses terus utk mbak Endang & JTT ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lusy, thanks sharingnya ya, senang resep2 dan cerita JTT disuka. Bs pakai minyak sayur ya Mba, takaran menurut saya sama ya.

      Hapus
    2. Pake minyak sayur kulit bakpaonya keriput. Bagusnya pake mentega putih

      Hapus
    3. coba pakai api kecil saja mba, dan jangan berlebihan mengukus

      Hapus
  25. Mb Endang maaf OOT. Mau nanya microwave yg bagus dan awet menurut mb merk apa ya? Yg bisa juga dipakai bikin mug cake atau makanan2 simple pakai microwave spt yg ada di youtube itu. Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. panasonic/mational oke kok mba, di kantor saya pakai merk ini dan masih oke2 saja walau dah lama dipakai.

      Hapus
  26. Gemar membaca ! Jd inget jg jmn kecil, kk pd rebutan baca Bobo, kl loper koran dtg bak kesengat lebah lgsg pd lari ke pagar rmh, berhub saya msh msh TK jd ya jth plg terakhir. Usia SD bacanya bobo,komik elexmedia, koran poskota (cerita bergambarnya aja) pas SMP bacanya gadis, intisari & kartini, pas SMA mulai kompas (weekend aja) dan novel sidney sheldon, john grisham, agatha kristie...stlhnya apa aja dibaca...hahaha. Ahhh, mbak En bikin kangen baca2 lg krn sjk punya anak dah gak prnh baca novel & mjlh, bacanya artikel parenting & marriage...wkwkwkwk.
    Maaf ya, komen kali ini skip bahas resep paonya krn lgsg nostalgia baca membaca.
    Thanks, mbak En utk semua resep plus prolog di tiap resep yg menyenangkan dan bikin akrab wlpn gak prnh kenal lgsg...GBU

    Na

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Na sharingnya ya, kasusnya samaa, Bobo itu kemewahan banget jaman dulu yaa hehehheh

      Hapus
  27. Halo Mba Endanng. Mohon info, kemaren saya buat sesuai resep ini,tetapi kulit bakpaunya tidak mulus ya walaupun tetap lembut. Ada saran? Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. bebrapa tips mengatakan margarine (mentega) putih bs bikin kulitnya mulus mba.

      Hapus
    2. api yang terlalu besar dan terlalu lama dikukus juga membuat permukaan bakpau berkerut ya

      Hapus
  28. Halo mba endaang, sering banget baca blog mba endang tapi jarang nyoba maklum anak kosan hehe. Penasaran sama resep ini. Mba aku mau tanya kalo disimpan di kulkas (buka freezer) bisa kah? Makasih mbaa terus menginspirasi yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Theresia, thanks ya sudah menyukai resep2 JTT. Bs simpan di chiller, tapi gak boleh lama2 ya, maksimal 3 hr dalm plastik tertutup, lebih dari itu bakpau kering dan keras ya.

      Hapus
  29. Apa cuma saya disini yang setiap buka Resep disini trus nyobain resepnya tapi gak pernah gagalπŸ˜‚πŸ˜‚im so happy thanx mbak endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mb Mutia sharingnya yaaa, senang resep2 JTT disuka, sukses yaa

      Hapus
  30. Sore mba endang, aq mau nnya aq dah coba buat sesuai resep tapi ko untuk adonan setelah di kukus ko berubah warna jd agak coklat gitu ya, apa yang salah ya mba, aq dah coba 2x dengan tepung beli ditoko yang beda, tp hasil tetep warna bakpao nya agak coklat , penasaran banget mba apa kenapa yah,salah dimana, nuhuun mba endang buat jawaban nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ninu, mungkin kain penutup kukusannya berwarna ya? saya juga pernah bikin haslnya bintik2 coklat krn kain penutup kukusan luntur

      Hapus
  31. Hai mba endang,saya udh coba resep bakpaunya. Entah knp mba tiap saya bikin bakpau seringnya bantet? Saya coba resep ini tp ada yg ga sama step bkinnya krn ga liat stepnya teliti. Pas buat starternya saya campur langsung terigu,ragi plus air hangatnya. Sm tepungnya ga diayak dulu. Itu pengaruh ga ya mba? Soalnya pas diuleni adonannya ga kaya buatan mba endang yg teksturnya lembut,kalau saya malah jadinya adonan kasar dan agak kering makanya saya tambahin air hangat lg. Tp adonannya tetep mengembang 2x nya. Cm pas saya bentuk bola2 kecil ga langsung saya giling n isi. Tp didiemin lg krn ada krucil yg merengek. Apa itu jg berpengaruh mba? Makasih mba sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, tdk ada pengaruh sama starter apakah tepung diayak atau nggak. kalau adonan kering masukkan air atau susu cair sedikit2 sampai adonan lembab. Lebih baik adonan lembek dibandigkan kering. Kalau adonan mengembang 2 kali lipat berarti tdk ada masalah mba. Cuman setelah itu dikukus jadi bantet saya bingung juga. Mungkin air kukusan mengenai bakpau, coba jangan isi air terllau penuh,

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...