02 Maret 2020

Resep Tumis Cuciwis


Resep Tumis Cuciwis JTT

Hari Sabtu, saya sudah berencana hendak membuat bacang ketan. Selama ini jika membeli bacang di tukang kue, selalu bacang nasi. Beberapa teman Chinese -  yang setiap perayaan Imlek selalu menghadirkan bacang ketan di rumah mereka - menggebu-gebu mendengar rencana saya. Bahkan berkata betapa sedapnya bacang ketan isi daging dan telur asin dibandingkan bacang nasi. Tentu saja komen-komen  itu membuat saya semakin panas. Hari itu saya lantas menonton aneka video di You Tube, cara membungkus bacang.  Satu kendala membuat bacang sendiri adalah daun bambu khusus bacang. Daunnya kudu lebar dan ukurannya lebih besar dari daun bambu umumnya. Untungnya, Pak Kustandi, rekan kantor yang tinggal di daerah pasar Jatinegara punya langganan tukang bacang. Saya lantas memesan segepok daun bambu yang kira-kira cukup untuk membuat 20 buah bacang.  

Daun bambu tersedia, talinya saya pakai benang kasur putih yang berukuran tebal. Nah hari Sabtunya saya berencana membeli ketan di pasar. Jika direndam sejak pagi maka malamnya bacang bisa dieksekusi. Tapi apa yang terjadi? Sejak pagi cuaca mendung, yang paling sedap dipakai tidur sampai siang. Disusul dengan hujan deras terus-menerus, yang paling sedap dipakai bermalas-malasan. Hingga hari Minggu, cuaca sangat tidak mendukung urusan perbacangan, dan akhirnya hingga hari ini daun bambu masih terbungkus kertas koran didalam kulkas. Saya kudu segera mengeksekusi si bacang, karena terlalu lama didalam kulkas akan membuat daun kering dan rapuh. Tapi apa daya, semangat membuat bacang telah lenyap. Tobat!

Resep Tumis Cuciwis JTT

Weekend lalu, sebagaimana weekend-weekend lalu, dan lalu, sejak hujan mendera Jakarta di bulan Februari ini, tingkat rasa malas saya meningkat tajam. Sebelumnya memang sudah malas, hanya saja cuaca akhir-akhir ini sangat mendukung kegiatan bermalas-malasan dan sifat pemalas yang memang ada dalam jiwa saya. Gubrak! Intinya, memang dasarnya pemalas. Kerjaan rumah menumpuk, pesanan endorse dari klien saya kerjakan last minute. Ketika lapar mendera, saya hanya membuka kaleng sarden, atau memanggang sepotong steak, atau telpon Go Food dan delivery makanan online. Jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak bergerak. Ketika piring kotor menumpuk setinggi gunung, baru saya berdiri cukup lama didepan kitchen sink, membersihkannya. 

Tanaman anggrek yang banyak saya gantungkan didepan rumah telah beberapa minggu ini tidak disemprot pupuk dan vitamin. Padahal bulan Januari lalu saya menggebu-gebu membeli bibitnya online. Untungnya hujan terus-terusan ini membuat saya tak perlu menyiramnya. Jika musim panas mungkin semua tewas dengan sukses. Dua batang pohon markisa yang saya tanam di tepian pagar,  bibit awalnya hanya setinggi 30 cm ketika saya beli, kini menjalar kemana-mana tak terurus. Saya malas mengikatnya ke pagar agar tertata rapi. 

Resep Tumis Cuciwis JTT
Resep Tumis Cuciwis JTT

Ketika Senin tiba, dan minggu itu waktunya semua pesanan endorse diserahkan ke klien, Selasa malamnya saya terpontang-panting mengerjakannya. Minggu lalu, ada 3 masakan yang harus saya eksekusi, dan baru selesai di pukul satu malam. Bagian terlama bukan pada memasaknya, tapi pada memotretnya. Apalagi jika produknya tidak eye catching, alias kurang photogenic untuk diabadikan di kamera, benar-benar membuat saya mati gaya. Membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menghasilkan gambar ciamik yang membuat saya puas, itupun kadang tidak puas juga. 

Minggu lalu, satu produk endorse yang diolah menjadi french pancake, susah payah dipotret, tapi hasilnya justru membuat tekanan darah naik. Isi produk belepotan kemana-mana hingga makanannya harus dilap berkali-kali dengan tisu yang telah habis berlembar-lembar. Ujung-ujungnya setelah foto diambil, makanannya saya buang ke tempat sampah, karena tidak layak dibawa ke kantor untuk dibagikan. Kadang memasukkannya ke tupperware akan berakhir berminggu-minggu juga di dalam kulkas dan pada akhirnya masuk ke tempat sampah juga. Jadi lebih baik dari awal dibuang. Tentu saja ini jarang terjadi, biasanya kalau bentuk makanannya begitu acak adul. 

Resep Tumis Cuciwis JTT

Wokeh menuju ke resep tumis cuciwis. Resep ini terinspirasi dari menu di resto Kopi Klothok di Kaliurang, Jogya, yang pernah saya santap bertahun nan lampau. Resto rumahan dengan pemandangan pedesaan dan suasana rumah jadul khas Jawa tersebut sangat ramai pengunjungnya. Makanannya biasa saja, makanan Jawa tempo dulu, rasanya dominan manis khas masakan Jogya. Tumis cuciwis ini salah satu menu sayur yang dihidangkan dalam panci-panci besar bersama aneka macam sayur lodeh. Cuciwis adalah tunas tanaman kol, ketika kolnya telah dipanen maka petani akan membiarkan batang tanaman bersama beberapa lembar daunnya tumbuh menghasilkan tunas-tunas muda disela daun. Tunas ini dipanen dan namanya adalah cuciwis. Rasanya tentu saja sama seperti kol, hanya biasanya cuciwis berwarna kehijauan, tidak seperti kol yang putih. Jadi kalau susah menemukan cuciwis,  bisa diganti dengan kol atau kailan yang tebal dan keras.

Berikut resep dan prosesnya.

Resep Tumis Cuciwis JTT

Tumis Cuciwis
Resep modifikasi sendiri

Untuk 5 porsi

Tertarik dengan resep tumis sayuran lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:

Bahan:
- 500 gram cuciwis
- 1 potong tempe (10x10 cm)

Bumbu:
- 1 sendok makan minyak untuk menumis
- 5 siung bawang merah, cincang halus
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 1 sendok makan ebi
- 3 cm lengkuas
- 3 lembar daun salam
- 3 sendok makan kecap manis
- 1/2 sendok makan gula jawa disisir
- 1 sendok makan air asam jawa
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh kaldu bubuk

Cara membuat:

Resep Tumis Cuciwis JTT

Siapkan cuciwis, masukkan kedalam air + 1/2 sendok makan garam hingga permukaan cuciwis tenggelam. Rendam selama 5 menit untuk mematikan ulat atau binatang lainnya yang suka berada disela sayuran. Tiriskan, cuci bersih. Rajang sehalus mungkin, sisihkan.

Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis  bawang merah, bawang putih, ebi, lengkuas dan daun salam hingga harum dan matang. Masukkan kecap manis, gula, garam dan kaldu bubuk, aduk rata.

Tambahkan tempe, aduk dan masak selama 2 menit hingga tempe matang. 

Resep Tumis Cuciwis JTT

Masukkan cuciwis, aduk dan masak hingga daun matang. Cicipi rasanya, angkat.  Sajikan dengan nasi hangat dan ikan cue goreng.




0 komentar:

Posting Komentar

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...