28 Februari 2020

Resep Sambal Bawang Teri Petai


Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT

Di seputar kompleks rumah saya yang berdekatan dengan pasar, banyak warung makan bertebaran. Salah satunya warung ayam goreng dan pecel lele yang dimiliki seorang ibu paruh baya. Dulu, saat berangkat ke kantor saya sering singgah dulu ke warungnya yang telah buka sejak pagi. Saya membeli bihun goreng dan ayam goreng untuk bekal di kantor. Bihun gorengnya sedap, kering, dan harganya murah, hanya dengan empat ribu rupiah saja segambreng bihun goreng kenyang mengganjal perut hingga jam 2 siang.  Daripada harus memasak sendiri, ribet dan menghabiskan waktu. Ayam gorengnya memiliki potongan besar, saya biasanya memesan bagian dada. Ayamnya selalu ditemani dengan sambal bawang kehijauan yang super pedas, tapi sangat sedap rasanya. Saya selalu penasaran bagaimana membuat sambal bawang yang digoreng seperti ini. Selama ini sambal bawang yang biasa saya buat, resep turun temurun Ibu saya, hanyalah bawang putih, cabai, dan garam yang diulek kasar dan diguyur dengan minyak panas bekas menggoreng ikan asin. 

Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT
Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT


Hendak bertanya resepnya, rasanya tak enak hati. Bertanya resep pada warung makan sama saja berdiri ditengah rel kala kereta hendak lewat. Alias very deadly! Jadi saya tak pernah bertanya, hanya mengamati seksama  serpihan bahan di sambal. Tentu saja bahan-bahan yang dilumat menjadi satu ini susah terdeteksi komponennya. Jadi saya tak pernah bisa menebaknya. Untungnya, satu hari ketika singgah diwarung agak pagi, saya menemukan si Ibu warung baru saja menggoreng bahan-bahan sambal dan meletakkannya di cobek besar. Belum dihaluskan, jadi bahan-bahannya bisa dilihat dengan mudah. Ternyata sama sekali tidak ribet, tapi juga tidak se-simple sambal bawang ala Ibu saya.  Besoknya sambal bawang tersebut saya eksekusi, tentu saja dengan tambahan lain yaitu petai dan teri sehingga mirip dengan sambal bawang kemasan botol yang banyak dijual di medsos. Rasanya mantap!

Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT
Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT

Sambal ini tentu saja bisa dimodifikasi sesuai selera, bisa ditambahkan serpihan ikan roa asap yang aroma smoky-nya akan membuat sambal lebih lezat. Atau bisa juga ditambahkan suwiran ikan cue yang digoreng kering dan disuwir-suwir. Bisa juga ditambahkan ebi atau rebon goreng. Semuanya sedap, dan akan memberikan cita rasa berbeda pada sambal.  

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT

Sambal Bawang Teri Petai
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 300 gram sambal

Tertarik dengan resep sambal lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sambal Tumpang / Sambal Lethok
Sambal Terasi
Sambal Pecel ala My Mom

Bahan dan bumbu:
- segenggam teri ukuran kecil
- 200 gram cabai rawit merah, potong kasar (bisa dicampur cabai rawit hijau)
- 3 buah cabai hijau besar, potong kasar
- 3 buah cabai hijau keriting, potong kasar
- 8 siung bawang merah, potong kasar
- 3 siung bawang putih, potong kasar
- 2 papan petai, kupas dan belah dua
- 1 1/2 sendok makan gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh kaldu jamur/kaldu bubuk
- 1 sendok makan  air jeruk nipis
- minyak yang banyak untuk menumis

Cara membuat:

Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT

Siapkan petai, kupas kulitnya dan belah 2 bijinya, sisihkan. Siapkan cabai, potong kasar agar cabai tidak meledak kala digoreng. Sisihkan. Goreng teri hingga matang, angkat, tiriskan dan sisihkan.

Panaskan 4 sendok  makan minyak di wajan. Tumis cabai, bawang merah dan bawang putih hingga matang. Aduk-aduk selama ditumis agar matangnya merata. Angkat, tiriskan dari kelebihan minyak. Biarkan hingga mendingin, masukkan bumbu ke blender dan proses hingga halus atau haluskan dicobek seperti biasa. Sisihkan.

Resep Sambal Bawang Teri Petai JTT

Masukkan sambal ke wajan kembali, tambahkan 4 sendok makan minyak, petai, garam, gula, air jeruk nipis dan kaldu jamur, aduk dan masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga sambal berubah warna lebih gelap. Tambahkan teri, dan minyak jika sambal kurang moist. Aduk rata. Cicipi rasanya sesuaikan asin, manisnya. Angkat. 

Tuangkan ke botol atau wadah tertutup, jika sambal benar-benar tanah dan minyak menumis cukup maka akan tahan selama 1 minggu di suhu ruang dan 3 minggu di kulkas. 




5 komentar:

  1. Mba.. aku tuh sampe google "Tire " itu jenis bahan/bumbu apa coba.... keluarnya ban mobil hahaha.. trus baru sadar itu typo nya teri.
    ini bahaya nih mba .. nasinya bisa sebakul ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak..akuoun bingung ini bahan apa tire ..eh iya typo aja kali ya, krn judulnya teri 😁

      Hapus
    2. wakakka, iya typo yaaa. sudah dibetulkan

      Hapus
  2. liat ini pas jam makan siang, ngillleerrr...
    mau banget eksekusi ini, mbak endang mohon sarannya donk itu terinya biar gak digoreng, dipanggang di ovenkah? kolesterol nih hehe...
    thati, Kendari

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dipanggang Mbak Tati, yang penting teri bs garing ya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...