19 Februari 2020

Resep Homemade Saus Peri-Peri


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT

Sudah hampir sebulan saya tidak membuka blog, walau resep selalu update di Instagram. Saya tetap memasak, tetap trial resep, tetap berjibaku dengan wajan dan panci, tetapi,  hanya ada satu tetapi, saya malas menulisnya di blog. Saya akui, blog memerlukan effort lebih besar untuk di post dibandingkan versi ringkas Instagram. Saya tahu apa yang harus ditulis, tapi jika mood sedang tidak oke, maka kata dan kalimat terasa susah mengalir. Akhir-akhir ini saya sedang berusaha menulis novel. Saya tak yakin ada penerbit yang bersedia mencetaknya, tak yakin juga setelah buku dicetak ada yang ingin membeli atau membacanya, tapi saya tetap nekat merangkai kata. Sudah lama, mungkin sejak jaman high school, saya bermimpi menuangkan semua fantasi crazy didalam kepala menjadi sebuah cerita. 

Ribuan novel berbagai genre telah saya lahap, entah berbentuk buku fisik,  ebook, atau buku online gratisan versi web yang banyak bertebaran. Saya tidak terlalu pilih-pilih tema bacaan, tapi kebanyakan buku pengarang asing dan berbahasa Inggris. Apapun temanya, mulai dari science fiction, horror, pembunuhan, percintaan,  roman picisan, paranormal, anything. Setiap sebuah buku selesai, alur ceritanya memuaskan bagi mood saya saat itu, gaya menulisnya fast and sharp, maka selalu ada rasa yakin saya bisa menulis cerita semenarik itu juga. Saya bahkan telah berpuluh kali membaca buku Stephen King on Writing, buku wajib bagi penulis pemula yang diharapkan mampu menuntun saya menulis cerita semenarik Stephen King (ngayal tingkat tinggi!). Tapi dalam kenyataannya, saya tidak memiliki semangat atau ketekunan atau kejeniusan selayaknya King. 


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT
Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT


Novel amatiran saya hampir semua berakhir di halaman ke-15, dan setelah itu mood berangsur turun, semangat melemah, dan akhirnya menghilang. Ujung-ujungnya berakhir dengan saya berganti ke tulisan dengan cerita lainnya, atau seringkali berakhir diatas kasur  melotot didepan handphone membaca novel hingga jam 2 pagi. Seperti tadi malam, dan tentu saja seperti malam-malam yang lalu sejak beberapa bulan ini. Pagi tadi saya bangun di pukul delapan pagi, bangun tertelat yang pernah saya lakukan kala hari kerja. Terpontang-panting saya lari ke kamar mandi, mencuci tubuh, hanya perlu lima menit mandi dan sepuluh menit mempersiapkan segalanya. Saya tiba di kantor menjelang jam sembilan. Thanks God ada MRT yang membuat saya tak perlu bermacet-macet dijalan.

Saya tak pernah menyelesaikan satu novel utuh. Tak pernah mampu duduk tekun, tenang dan menulis sehari 15 lembar. Sehari 15 lembar?! Lima belas lembar saya tulis dalam kurun waktu satu bulan.  Padahal, sebuah novel yang dirampungkan dalam kurun waktu satu bulan dengan tebal standar, at least ditulis sebanyak 15 lembar perharinya. Pantas saja jika JK Rowling menghabiskan harinya setiap hari dengan berkhayal dan menulis buku Harry Potter ketika masih bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang sekertaris hingga akhirnya dipecat dari pekerjaannya. Ketika duduk didepan laptop, bukannya berusaha merajut cerita yang sudah tercetak dikepala, saya justru hanyut dalam sebuah cerita yang dirajut seorang novelis. Dalam folder di laptop, ada banyak sekali novel berbagai judul yang saya tulis dan semuanya berakhir hanya sampai bagian prolog. Tobat, gubrak!


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT

Wokeh lupakan struggle saya yang sedang bermimpi menjadi penulis novel dan bukan penulis buku resep masakan. Sudah lama sekali saya ingin mengeksekusi saus bernama peri-peri ini, tapi masih terkendala dengan ragu apakah rasanya akan mirip dengan saus peri-peri yang seharusnya. Nah ketika jalan-jalan ke Aussie beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mencicipi ayam panggang saus peri-peri di Nando's. Sayang, resto ini tidak ada di Indonesia, jadi ketika Nando's bertebaran dimana-mana di Australia, saya berjanji harus mencobanya. Kebetulan kakak saya, Mbak Wulan, setuju, dan yang lain pun bersemangat. Kami menyantap ayam panggang Nando's di daerah Broadbeach, Gold Coast. Perut lapar, aroma ayam panggang yang menyengat, dan cuaca bersahabat membuat semangat mengganyang ayam menjadi berlipat ganda.

Kakak saya belum pernah mencicipi ayam panggang Nando's, jadi ketika menu dibaca, fokus hanya pada satu ekor ayam dan kentang goreng tanpa melirik makanan lainnya. Ketika sedang menunggu pesanan ayam diantarkan, tatapan saya tertumbuk pada meja rombongan keluarga India yang kebetulan baru saja selesai bersantap di meja di sebelah. Butiran nasi berwarna kuning berukuran lebih besar dari buliran nasi Indonesia tampak berceceran di meja. "Eh, kok mereka ada nasi ya? Apa mereka beli nasi biryani di sebelah?" Tanya saya ke kakak sambil menunjuk restoran India disebelah Nando's. "Oh iya, mungkin mereka beli nasi disitu. Mau nasi biryani?" Ajakan Mbak Wulan kami sambut dengan suka cita. Siapa yang tak mau menyantap ayam panggang dengan nasi biryani bukan? Mana nendang perut Indonesia ini hanya diisi dengan kentang goreng saja. Kami kemudian memesan satu porsi nasi biryani di resto India, isinya lumayan banyak, bahkan cukup disantap berempat. Rasanya yang mantap, pas banget disandingkan dengan ayam panggang berlumur saus peri-peri.


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT

Tapi betapa terperanjatnya saya ketika membaca komentar seorang follower di Instagram yang mengatakan jika Nando's  juga menyediakan nasi pilaf berwarna kuning. Ternyata keluarga India disebelah meja kami bukan menyantap nasi biryani, tapi memesan nasi pilaf di Nando's. "Yah, aku juga gak tahu kalau Nando's menyediakan nasi. Untung saja kita gak ditendang dari restoran," kata kakak saya tertawa. Well, saya tidak menyesal menyantap nasi biryani, karena maknyus rasanya. Ayam panggang Nando's sendiri tidak terlalu besar ukurannya, jenis ayam negeri berukuran sedang. Bumbu ayam panggang meresap hingga ke seratnya, permukaan ayam diguyur dengan saus peri-peri berwarna oranye. Nah saus ini dominan asam, sedikit pedas dan swear saya suka dengan rasanya. Pas sekali buat menemani ayam panggang dan nasi. Saya berjanji setiba di tanah air akan segera mengeksekusi saus peri-peri yang cukup terkenal ini.

Peri-peri (dibaca piripiri terkadang pili pili ), sebenarnya mengacu pada sejenis cabai pedas bernama peri-peri yang banyak dibudidayakan masyarakat Mozambik oleh orang-orang Portugis yang menetap disana. Kultivar cabai ini kemudian juga  menyebar ke negara Portugis. Pili pili berasal dari bahasa Swahili yang artinya cabai. Saus yang terbuat dari peri-peri  biasanya dipakai untuk marinasi, originalnya berasal dari Portugis, kemudian menyebar ke negara Angola, Nigeria, Mozambik dan Afrika Selatan. Saus ini umumnya terbuat dari cabai pedas yang dihaluskan, lemon, bawang bombay, bawang putih dan oregano. 

Membuat saus ini sangat mudah, untuk warna merah bisa menggunakan paprika merah, di resep saya menggunakan sweet Italian pepper yang berukuran besar dan terasa manis, sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan paprika. Cabai tersebut saya dapatkan dari Ibu yang baru saya pulang dari jalan-jalan di Turki bersama keluarga adik saya, Wiwin. Resep saus piri-piri yang saya berikan dibawah adalah saus dasar, artinya bisa dipakai untuk memarinasi ayam atau seafood, tetapi jika anda hendak membuat saus peri-peri a la Nando's maka saus perlu dipermak lagi dengan bahan lainnya. Hanya saus peri-peri dibawah saja tidak akan memberikan rasa mirip ayam panggang dari resto tersebut. Resep ayam panggang saus peri-peri Nando's akan saya share di postingan berikutnya ya. 

Berikut resep dan prosesnya ya.


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT

Saus Peri-Peri
Resep modifikasi sendiri

Untuk sekitar 350 ml saus

Tertarik dengan resep saus lainnya?  Silahkan klik link dibawah ini ya:
Saus Telur Asin Keju
Saus Marinara
Saus Barbecue

Bahan:
- 3 buah paprika merah, saya pakai 4 buah cabai manis besar (sweet pepper)
- 1 buah bawang bombay, belah dua
- 4 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 10 buah cabai rawit merah
- parutan kulit jeruk lemon dari 1 buah jeruk
- 1 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 100 ml air
- 1 1/2 sendok teh  daun oregano kering
- 2 sendok teh  cabai bubuk
- 1 1/2 buah jeruk lemon, peras airnya
- 100 ml minyak zaitun atau minyak sayur

Cara membuat:


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT

Siapkan paprika, belah dua, bersihkan bijinya. Panggang diatas kompor hingga permukaan kulit paprika terbakar. Proses ini perlu agar paprika mengeluarkan aroma smoky. Angkat paprika, jika terlalu banyak permukaan yang gosong, bersihkan agar saus tidak pahit.

Panggang juga bawang bombay dan bawang merah hingga permukaannya terbakar. Angkat.

Rajang paprika dan bawang, masukkan ke food processor atau blender. Tambahkan bawang putih, cabai rawit, parutan kulit jeruk lemon. Proses hingga smooth


Resep Homemade Saus Peri-Peri JTT

Tuangkan ke panci, masukkan garam, merica, kaldu bubuk, gula dan air. Masak dengan api kecil hingga semua bahan lunak, smooth dan agak kental. Angkat, biarkan dingin.

Masukkan saus ke food processor, proses hingga smooth. Tambahkan daun oregano, cabai bubuk, air jeruk lemon dan minyak zaitun. Proses hingga saus halus dan tercampur baik, cicipi rasanya. Saus dominan asam. Jika terlalu asam dari selera, tambahkan sedikit gula pasir. 

Tuangkan saus ke botol bertutup, tahan hingga 1 minggu didalam kulkas atau bekukan di freezer hingga 3 bulan lamanya. Saus peri-peri sedap dioleskan ke ayam, seafood dan ikan panggang. 

Source:
Wikipedia - Peri-Peri




10 komentar:

  1. 😍😍😍
    HALLO MBA ENDANG
    selamat siang mba.. akhirnya muncul juga
    iwill try this recipe.....👍

    BalasHapus
  2. ... Miss you, Mba Endang... Muncul juga

    BalasHapus
  3. Mba, i knew u hv talent. Aku selalu menikmati cerita2 kamu di blog, wlo kadang ga nyambung banget ama resepmu, mba. :)


    Aku juga pembaca sagala, kebanyakan buku luar memang. Bukan sombong tapi lebih ke arah penulis indonesia belum banyak (tapi ada beberapa) yang kemampuan nulis dan fantasinya belum sebagus penulis2 luar.

    Aku yakin kamu bisa mba, aku mau baca klo kamu bikin buku. Semangat mba Endang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks yaaa, sayang sekali mood saya ini timbul tenggelam hiiks

      Hapus
  4. Gabung grup fb komunitas bisa menulis mba endang. Founder asma nadia, coba aja bikin cerbung siapa tau bisa terwujud lahir novel 😃

    BalasHapus
  5. Ya ampun mbakkkkk. Ini fav bingit. Taun lalu sampe nangis2 kepengin, lht suami marm ayam nandos lsg di gerainya. Inin simpan ya. Dan thanx before

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...