15 Juli 2020

Resep Ayam Panggang Kecombrang & Cerita Horor


Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Di kantor saya beberapa waktu lalu sempat heboh cerita horor. Cerita horor yang berhubungan dengan hal-hal gaib alias tidak kasat mata dan susah dinalar pakai science. Sebenarnya cerita horor sudah lama beredar tapi karena hanya kalangan tertentu saja yang bisa melihat dan merasakannya maka kita semua tidak terlalu peduli. Hal-hal mistis seperti ini memang percaya, tidak percaya. Kalau belum merasakannya sendiri memang umumnya tidak percaya, bahkan saya yang pernah mengalami kejadian aneh secara langsung pun terkadang hingga kini nalar masih susah untuk menerimanya. Tapi entah itu di Asia, atau belahan dunia manapun yang namanya kisah horor selalu ada. Bahkan di US, setiap rumah yang hendak dijual harus memasukkan kriteria 'berhantu' atau tidak, karena banyak kasus bermunculan dimana penghuni baru mengalami kejadian-kejadian supranatural.

Pada kasus di kantor saya, beberapa rekan yang sangat sensitif dengan hal ini, dan dikatakan memiliki indra keenam alias sixth sense, beberapa kali merasakannya di toilet kantor, terkadang di beberapa meja karyawan. Kejadiannya biasanya setelah senja dimana karyawan dikantor sudah tidak banyak jumlahnya. Saya tidak terlalu mengambil pusing dengan cerita-cerita ini, tidak berminat juga mengorek keterangan detail lebih jauh, karena buat apa menambah beban hidup dengan cerita horor bukan? Mendengarnya akan menimbulkan rasa takut dan akhirnya setiap kali ke toilet di malam hari jadi terasa ngeri-ngeri stres. 

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT
Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Pengalaman cerita horor saya sebenarnya lumayan banyak. Saya tidak memiliki indra keenam, tidak sensitif dengan keberadaan makhluk gaib, tidak pernah merasakan buku kuduk berdiri walau dalam situasi yang agak horor sekalipun, tidak suka berasumsi walau mendengar suara-suara aneh ditengah malam buta, tapi saya pernah beberapa kali mengalami kejadian lumayan menyeramkan. Perkenalan saya dengan hal mistis ketika masih duduk di kelas 4 sekolah dasar, kala masih tinggal di Paron, Ngawi. Waktu itu kami tinggal di rumah Mbah yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu alias gedhek. Rumah Mbah luas memanjang tanpa sekat, mulai dari depan hingga ke dapur di bagian belakang yang juga merangkap sebagai kandang ayam dan kambing. Sebagaimana rumah jadul lainnya, maka kamar mandi dan toilet terpisah dari rumah utama dan ditempatkan nuh jauh dibelakang, berdekatan dengan kebun pisang luas yang dimiliki Mbah. Mbah suka menanam aneka tanaman, halaman belakang bak kebon semi hutan ini dipenuhi dengan pohon pisang, kelapa, mangga, kluwih dan sirsak, serta semak belukar yang tak jelas bentuknya. 

Pengalaman pertama ini hingga kini masih fresh terekam dibenak, padahal sudah sekian puluh tahun berlalu, mungkin karena kejadiannya begitu berkesan atau begitu menakutkan. Saat itu kami semua selesai sahur di bulan Ramadhan. Biasanya selesai sahur untuk mengisi waktu, saya, Ibu dan Mbak Wulan, kakak saya, akan bermain monopoli di ruang depan, satu-satunya ruangan yang diterangi dengan lampu strongkeng yang cukup moncer sinarnya, sementara bagian rumah lainnya hanya diterangi lampu teplok dengan minyak tanah. Perut saya yang penuh dijejali nasi saat sahur tiba-tiba melilit, hendak ke toilet rasanya seram juga. Waktu menunjukkan pukul setengah empat subuh, dan kondisi masih gelap gulita. Ibu saya yang mendengar keluhan sakit perut saya hanya berkata, "Bulan puasa nggak ada setan. Semua hantu dikerangkeng, sudah sana pergi sendiri ke WC," dan saya dengan hati berat tetapi karena kebutuhan mendesak terpaksa pergi kebelakang sendirian. 

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Saya membawa sebuah lampu teplok kecil yang biasanya dipakai menerangi dapur. Pintu toilet saya buka lebar-lebar karena ngeri rasanya terkurung didalam toilet sendirian, walau itu berarti saya harus bertatapan dengan gelapnya malam dan bayangan pohon-pohon pisang yang daunnya seakan menari-nari dalam keheningan. Lampu saya cantolkan di sebuah paku kecil yang ditancapkan didekat pintu, api kecilnya menggeliat heboh saat dihembus angin tapi cukup menerangi seputar toilet. Sekitar 5 menit berlalu tanpa ada kejadian apapun, 5 menit terlama dalam hidup saja, dan 5 menit dimana saya berdoa super khusyuk. Berkali-kali batin saya menenangkan diri, bulan puasa tidak ada setan atau hantu. Hingga tiba-tiba jantung saya seakan rontok. Entah kapan bayangan itu muncul disana, yang jelas ketika saya menatap daun pintu seketika saya melihat sosoknya. Daun pintu toilet itu terbuat dari kayu, bercat putih, dan 5 menit sejak didalam toilet saya tak melihat apapun, namun kini saya melihat bayangan seseorang - itu pasti seseorang karena bentuknya mirip dengan orang yang sedang berdiri - tercetak jelas disana. 

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Mengira mengalami halusinasi, saya pejamkan mata dan buka kembali, berdoa sosok itu menghilang, namun apesnya tidak. Sosok ini sepertinya perempuan, karena rambutnya panjang hingga menyentuh kaki, beberapa helai rambutnya terbang terhembus angin. Jantung saja berdegup begitu kencang, bibir terasa kering, dan mata melotot nanar menatapnya. Bayangan yang saya bisa melihat bentuk lekukan wajahnya dengan jelas dari samping ini hanya diam, hingga saya mulai berasumsi itu bayangan pohon pisang, walau nalar mengatakan tidak ada pohon pisang satupun yang tumbuh didekat pintu toilet. Asumsi saya buyar seketika ketika tiba-tiba bayangan tersebut memunculkan tangan yang berjemari panjang dan kurus, dan mengusap rambut dikepalanya. 

Okeh deh kakak, it's done!  Tak perlu berasumi-asumi lagi! Gerakan bayangan tangan ini cukup membuat saya langsung kabur melarikan diri keluar toilet, pontang panting, tak peduli jika lampu teplok itu masih tertinggal disana dan tak peduli jika saya bisa saja langsung bertatapan dengan sosok tersebut kala keluar toilet. Untungnya saya tidak menemukan apapun, tak ada sosok apapun di luar toilet. Saya masuk ke rumah dengan wajah pucat pasi, mulut membisu dan jantung yang berdebaran. Sakit diperut hilang musnah, berganti dengan rasa takut dan panik yang membuncah. Ibu dan kakak saya hanya melirik curiga tapi tak berkomentar apapun, dan saya tak pernah menceritakan kejadian tersebut hingga akhir-akhir ini, saat rumah lama sudah dipugar dan direnovasi, dan saat kami semua sudah jauh dari Paron. Hingga kini hati saya masih penuh tanda-tanya dengan sosok misterius itu, apakah ini termasuk jenis Mbak Kunti, atau Mbah Sundel. Sebenarnya masih ada beberapa  kisah mistis lainnya yang pernah saya alami, mungkin akan saya ceritakan di lain waktu, yang jelas hal-hal mistis memang diluar nalar dan susah diterima akal sehat hingga kita mengalami kejadian aneh tersebut sendiri.

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT
Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Menuju ke resep. Terinspirasi dari menu serupa dari Pingoo Restaurant yang terletak di Jakarta Aquarium di Neo SOHO Mall, grilled chicken kecombrang ini sungguh maknyus rasanya. Memang apapun masakan yang menggunakan kecombrang didalamnya saya pasti suka. Bunga kecombrang alias kincung, kantan atau honje ini memang memberikan aroma harum khas yang menggugah selera. Masakan Batak dan Sunda sering menggunakan bunga ini, atau di Malaysia bunga kantan sering dipakai melezatkan kuah laksa Penang yang maknyus. Kecombrang mudah diolah didalam masakan, entah apakah itu tumisan, kuah, atau pepes, semua sedap. Banyak resep di JTT yang menggunakan bunga ini didalamnya, dan kebetulan saya tidak susah menemukannya di Jakarta. Toko buah All Fresh di sebelah kantor selalu menyediakan bunga kecombrang, kondisinya super fresh dan ukurannya besar, berbeda dengan versi di pasar yang kurus panjang. Kecombrang memang memiliki aneka jenis namun aromanya sama. Saya biasanya membeli agak banyak dan bekukan di freezer, kecombrang beku tahan hingga berbulan-bulan di freezer tanpa kehilangan aroma dan rasanya.

Membuat ayam panggang kecombrang ini super mudah. Fillet dada ayam bisa diganti bagian paha, atau ikan pun mantap. Sementara sambalnya mirip-mirip dengan sambal matah ala Bali, hanya kalau biasanya minyak panas diguyurkan ke bahan sambal, versi ini saya tumis agar tidak terlalu banyak menggunakan porsi minyak. Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Ayam Panggang Kecombrang
Resep modifikasi sendiri

Untuk 4 porsi

Tertarik dengan resep menggunakan bunga kecombrang? Yuk klik link resep dibawah ini:
- 2 potong dada ayam (berat 400 gram)
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok makan minyak zaitun
- 1 sendok makan air jeruk nipis

Bumbu:
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya, cincang halus
- 10 buah bawang merah, iris tipis
- 5 bawang putih, cincang halus
- 5 buah cabai rawit hijau, iris tipis
- 5 buah cabai hijau keriting, iris tipis
- 5 buah cabai rawit merah, iris tipis
- 2 lembar daun jeruk, iris tipis
- 1/2 buah kecombrang, cincang halus
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan air jeruk nipis
- 1 sendok makan gula pasir
- 1 sendok makan kecap ikan (optional), atau 1/4 sendok teh terasi
- 1 sendok teh kaldu bubuk

Pelengkap:
- nasi hangat
- telur mata sapi

Cara membuat:

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Siapkan dada ayam, iris melebar tipis masing-masing potongan dada ayam hingga menjadi 4 potong. Lumuri permukaannya dengan garam, merica bubuk, minyak zaitun dan air jeruk nipis. Sisihkan.

Panaskan 1 sendok makan minyak di pan anti lengket, panggang ayam di pan hingga satu sisinya kecoklatan, balikkan dan panggang sisi lainnya hingga matang. Angkat, sisihkan.

Resep Ayam Panggang Kecombrang JTT

Tambahkan 1 sendok makan minyak di wajan bekas memanggang ayam. Tumis serai, bawang merah, bawang putih, cabai dan daun jeruk hingga harum dan matang. Masukkan kecombrang, garam, air jeruk, gula, kecap ikan dan kaldu bubuk. Aduk dan tumis selama 1 menit hingga kecombrang layu dan matang. Cicipi rasanya, sesuaikan asinnya, angkat.

Tata nasi di mangkuk. Iris tipis dada ayam, letakkan di permukaan nasi. Taburkan bumbu tumisan di permukaan ayam, letakkan telur mata sapi. Sajikan.




14 komentar:

  1. Ya ampun mbak.....
    Kalo sy yang ngalamin kejadian horror kayak yg mbak ceritain itu, sy gak bisa kabur.... yang ada saya pingsan...!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakkaka, saya pingsan enggak, tapi rontok jantung hampir terjadi

      Hapus
  2. Sssseeerrremmm...
    Teringat rumah mbahku di Kertosono, waktu aku masih TK-SD, WC nya juga jauh di kebon, tapi untung KM nya mepet rumah. Untungnya pas aku nginep di sana, gak pernah malem2 kebelet BAB. Apalagi wkt itu listrik belum ada.
    Waktu itu, kalo pas di sana tuh, kalo habis magrib, aku gak berani keluar rumah sendirian. Jarak satu rumah dg rumah lain sangat jauh, sekitar 30-50 meteran, sekitar rumah banyak pepohonan tinggi dan semak2. Jauh di belakang rumah, ada barisan bambu yg membatasi dg lahan tetangga.
    Kalo malam2 mau pipis,harus minta antar, karena harus membuka pintu teras belakang dulu baru masuk KM.
    Waktu aku kelas 5 SD, baru listrik masuk, dan mbah juga udah dibikinkan KM-WC yg bisa masuk dari dalam rumah.
    Sampe skrg aku gak tau apa yg harus dilakukan kalo ketemu kawan2 dr dunia gaib itu, soalnya memang gak pernah ngalamin...
    Yuli, surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang sereeem, sampai skrg masih stress sendiri kalau ingat. Tobat rumah jaman dulu ya, mau ke toilet saja kudu uji nyali.

      Hapus
  3. Terus terang mbak, saya selalu menunggu resep terbaru dan cerita2 mbak Endang. Kali ini perut saya sakit gara2 tertawa membayangkan mbak Endang lari terbirit2��

    BalasHapus
  4. Bismillah..mbak endang ..berkali2 saya baca ceritanya dan berkali2 saya harus tertawa sdr mbak...top wis.resepnya mak yuss

    BalasHapus
  5. saya sampe terbahak-bahak bacanya..seruuu..mba endang emang top dah..top resepnya top juga cerita pengantarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks Mbak, banyak pengalaman masa kecil yang dulu perasaan penuh penderitaan, skrg jadi lelucon

      Hapus
  6. haduh mba.. ikutan tegang saya,.. saya pernah ngalamin pas lembur sampai hampir maghrib di kantor sendirian di ruang kerja, bukan melihat langsung sih cuma kok tiba-tiba bulu kuduk berdiri, langsung dah beres-beres pulang.. dan setelah itu ga berani lagi lembur sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakka, disini anak2 yang ngelembur suka ngerasain yang aneh2, saya termasuk tim teng go, jadi gak pernah ngalami hal2 unik

      Hapus
  7. Seru mbak Endang ceritanya... cerita lagi ya...

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...