"Pagiiii
Mba Endang, apa kabarnya"? Dan pesan manis yang mucul di WhatsApp hari
itu mampu membuat saya blingsatan seperti cacing kepanasan. Saya tahu
ucapan selamat pagi ini akan segera disusul dengan pertanyaan
selanjutnya yang sedang saya hindari. Jadi sebelum pertanyaan itu muncul
saya pun langsung melancarkan tangkisan, "Mba Lidya, please jangan
tanya kapan saya akan mengirimkan semua resepnya. Karena hari ini pasti
akan saya selesaikan." Balasan itu membuat Mba Lidya, Editor Kawan
Pustaka, tertawa dan menjawab, "Ha ha ha, yah saya harus tanya apa dong
ya"?
Saya
tahu date line menyelesaikan semua gambar dan resep untuk buku ketiga
saya telah usai. Saya tahu, Mba Lidya juga harus bekerja ekstra keras
mempersiapkan lay out dan menyusunnya dalam waktu cepat karena beliau
hanya punya waktu yang terbatas. Saya tahu pekerjaan masih sangat
panjang hingga buku itu diluncurkan ke pasaran. Dan saya juga sangat
tahu kalau janji manis saya bahwa resep akan selesai dan dikirim pada
hari itu adalah palsu adanya. Karena walaupun telah mengambil cuti satu
hari plus 'nangkring' di depan laptop dengan mata melotot hingga jam dua
belas malam, 100 resep tersebut belum kelar juga! Tobat!

Diantara
semua jenis cake mungkin pound cake yang paling saya sukai, teksturnya
padat dan rasanya yang buttery menurut saya memiliki keistimewaan
tersendiri. Terus terang cake yang terlalu light dan fluffy seperti
chiffon kurang menjadi pilihan saya. Sebenarnya sudah cukup banyak jenis pound cake yang saya hadirkan di JTT, sebut saja chocolate pound cake, oil pound cake, marble pound cake, traditional pound cake, dan avocado pound cake. Tak heran jika variasi cake ini begitu banyaknya karena memang mudah dibuat dengan bahan standar yang ada dan rasanya pun sama sekali tidak mengecewakan.
Nah varian pound cake lainnya yang tak kalah sedap adalah cream cheese pound cake yang saya hadirkan kali ini. Cake ini saya buat beberapa minggu yang lalu untuk memanfaatkan sisa dari satu kilogram cream cheese yang masih 'ngendon' di kulkas. Walau cream cheese bisa disimpan di dalam freezer untuk memperpanjang masa simpannya namun kali ini saya lebih suka mempermaknya menjadi cake. Berhubung pada saat yang bersamaan saya juga membuat chiffon ketan hitam (resep menyusul), maka si pound cake lantas saya bungkus rapat dengan kertas baking dan plastic wrap kemudian saya bekukan di freezer. Cake ini sempat nangkring disana selama dua minggu lamanya, dan ketika saya cairkan dan panaskan sebentar di microwave teksturnya sama sekali tidak berubah. Tetap moist, dan lembut seperti foto di atas. ^_^
 |
| Cream cheese |
Selama ini saya selalu mengira bahwa saya tidak akan pernah kehilangan nafsu makan. Ketika ada teman yang mengeluh tiba-tiba appetite-nya akan makanan menghilang maka saya hanya terbengong, takjub, tak percaya dan langsung berkomentar, "Kok bisa sih? Gimana caranya"? Karena seumur-umur saya belum pernah mengalami 'fenomena' itu. Saya katakan fenomena karena bagi saya itu peristiwa yang luar biasa. Bahkan ketika saya sedang sakit pun (seperti beberapa minggu yang lalu saat terserang batuk parah), tetap saja nafsu makan saya tak berkurang sedikit pun. Mungkin doktrin yang diberikan alm. Bapak saya benar-benar manjur adanya, "Kalau sakit tetap dipaksakan makan supaya cepat sembuh. Biaya berobat kan mahal dan jangan sampai tidak masuk sekolah." Nah kata-kata petuah itu terus terbawa sejak saya kecil hingga dewasa.
Tapi minggu kemarin akhirnya saya mengalaminya juga. Saya kehilangan nafsu makan! Huray! Ini bukan karena saya sedang menelan pil diet yang ampuh, atau karena tersiksa sakit gigi yang akut, tetapi karena selama empat hari berturut-turut saya harus memasak begitu banyak aneka makanan. Rumah Pete pun sejak pagi hingga senja selalu berbau aneka bumbu, berganti-ganti dari aroma kari, tumisan bawang, hingga aroma cabai digoreng yang merangsang hidung untuk bersin berkali-kali. Kepala menjadi pening, perut terasa eneg dan tak sedikit pun saya berkeinginan untuk menyantap makanan yang bergeletakan di meja. Sambil tepok jidat saya pun membatin, "Masa sih saya harus estafet memasak puluhan makanan seperti ini supaya bisa mengalami kehilangan nafsu makan"? Tobat!