15 Juli 2014

Tekwan a la JTT - Super duper yummy!



Entah sudah berapa lama seonggok besar ikan tengiri yang terbuntal di dalam kantung plastik mendekam di freezer rumah Pete. Mungkin sejak enam bulan yang lalu. Enam bulan?! Anda pasti menjerit mendengarnya. Tetapi yep begitulah kondisi yang sering terjadi pada saya akibat lapar mata dan seringkali membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi karena emosi dan greedy. Seingat saya, waktu itu saya membelinya karena harganya yang murah. Tidak tanggung-tanggung satu ekor ikan berpindah ke dalam kantung plastik dengan harapan aneka makanan khas Palembang bisa saya buat darinya. Tapi seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, rasa malas mendera dan bad mood yang melanda akhir-akhir ini membuat sang ikan pun hanya tergolek pasrah di lemari pendingin.

Nah libur weekend kemarin saya bersama aneka bahan dan peralatan membuat aneka kue kering yang ter-packing di dalam koper, meluncur ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang Prapatan. Kami memang telah berencana untuk membuat kue kering bersama sebagai oleh-oleh Lebaran yang akan diadakan di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. Tidak mau melewatkan kesempatan untuk berbuka bersama keluarga adik saya, maka saya pun mengosongkan isi freezer termasuk si ikan tengiri untuk saya bawa serta. Kali ini sepertinya nasib ikan beku ini akan berakhir di perut kami semua. ^_^



Makanan utama yang akan saya buat tentu saja apalagi kalau bukan pempek. Hidangan ini disukai oleh semua anggota keluarga, terutama Rafif, putra sulung Wiwin. Pempek yang telah direbus, awet disimpan hingga berbulan-bulan lamanya di dalam freezer. Walau berdasarkan pengalaman biasanya dalam waktu satu minggu sudah amblas tak bersisa. Keluarga kami pecinta berat ikan dan hidangan apapun yang terbuat darinya. Selain pempek, ada satu hidangan lainnya yang saya yakin mantap jika kami hidangkan saat berbuka puasa yaitu tekwan. Adonan pempek yang direbus kecil-kecil dan dimasak dalam kuah segar dengan jamur kuping dan wortel ini nikmat jika disantap panas-panas. Tekwan merupakan makanan a la Palembang favorit saya lainnya, walaupun sepertinya hampir semua makanan Palembang menjadi favorit saya! Sebenarnya tekwan akan lebih sedap lagi rasanya jika ditambahkan rajangan bengkuang dan bunga sedap malam kering di dalamnya, namun versi simple a la JTT kali ini tetap tidak kalah maknyus-nya.


Bagi anda yang bertanya-tanya mengenai ikan tengiri yang telah membeku enam bulan lamanya di freezer, maka saya yakinkan kondisinya baik-baik saja. Tentu saja makanan apapun akan terasa lebih sedap dan gurih jika menggunakan ikan segar, namun ikan beku seperti yang saya gunakan tetap menghasilkan tekwan yang sedap. Agar rasanya lebih spesial maka saya menambahkan udang giling ke dalam adonan, membuat tekstur tekwan menjadi tidak terlalu keras. Namun tentu saja anda bisa membuatnya hanya dengan menggunakan daging ikan giling saja tanpa perlu menambahkan udang ke dalamnya.

Jika anda merasa bumbu kuah tekwan yang saya pergunakan tidak sama dengan resep tekwan umumnya maka saya jamin versi ini lebih mantap dan segar, serta telah terbukti berkali-kali menjadi bumbu kuah yang spesial untuk bakso sapi andalan.

Berikut resepnya tekwan yang super mudah dan jos gandos rasanya ya! ^_^


Bakso Daging Sapi Spesial: Versi Lebih Mudah dan Tak Kalah Kenyal!


Tekwan a la JTT
Resep hasil moodifikasi sendiri

Untuk 10 porsi

Tertarik dengan resep a la Palembang lainnya? Silahkan klik link berikut ini:
Tekwan, Sup Bola Ikan a la Palembang

Membuat Pempek Kapal Selam
Lenggang, Pempek Panggang yang Sedap 

Bahan dan bumbu untuk tekwan
Bahan:
- 500 gram fillet ikan tengiri, bisa menggunakan ikan berdaging putih lainnya
- 400 gram udang kupas
- 10 sendok makan tepung sagu
 
Bumbu dihaluskan:
- 8 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh gula pasir
- 2 sendok teh garam, tambahkan jika kurang asin

Bumbu untuk kuah tekwan: 
- 6 siung bawang putih, cincang halus
- 6 siung bawang merah cincang halus
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya, rajang halus
- 5 lembar daun jeruk purut, robek batang tengahnya 
- 2 ruas jari jahe, belah memanjang menjadi dua bagian dan memarkan
- 2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok makan garam
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan lainnya: 
- 2 liter air
- 1 batang wortel, potong korek api
- 1 genggam jamur kuping
- 2 batang daun bawang, rajang halus
- 1/2 buah bengkuang, rajang korek api (saya tidak pakai)
- 1 genggam bunga sedap malam, simpulkan (saya tidak pakai)
- bihun secukupnya (saya tidak pakai)

- sambal cabai rawit

Cara membuat:
Membuat tekwan


Siapkan jamur kuping kering, rendam di dalam air dingin hingga semua bagian jamur tenggelam. Biarkan hingga jamur menjadi mengembang dan lunak. Tiriskan dan potong-potong sesuai selera.

Note: jika anda menggunakan jamur kuping segar maka jamur tidak perlu direndam, cukup dicuci hingga bersih saja. 

Siapkan fillet ikan dan udang kupas, haluskan dengan menggunakan food processor hingga benar-benar halus. Tuangkan ke mangkuk besar, masukkkan bumbu yang telah dihaluskan dan tepung sagu, aduk hingga rata.


Uleni sebentar adonan dengan menggunakan tangan sambil sesekali adonan dibanting hingga tercampur baik. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin. 


Siapkan panci, beri sekitar 2 liter air. Masak hingga air mendidih. Dengan menggunakan sendok kecil, ambil adonan tekwan dan masukkan ke dalam air mendidih. Lakukan hingga semua adonan habis. Masak hingga tekwan mengapung dan benar-benar matang, tiriskan tekwan tapi jangan buang air bekas rebusannya. Kita akan menggunakannya untuk membuat kuah tekwan. 


Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, serai, daun jeruk dan jahe hingga harum dan layu. Tuangkan tumisan bumbu ke kuah bekas merebus tekwan. Tambahkan garam, dan merica bubuk. Aduk rata.

Masukkan wortel dan jamur kuping, masak hingga wortel matang dan empuk. Tuangkan tekwan, masak hingga mendidih. Jika kuah dirasa kurang tambahkan sesuai selera.
Cicipi rasanya, sesuaikan garam jika kurang asin. Angkat. 

Sajikan tekwan panas-panas dengan sambal cabai rawit sebagai pelengkap. Yummy!



48 komentar:

  1. mba, kalo dirumah, adonan tekwannya sering ditambah putih telur, lebih mantul gitu. cobain deh :-D

    BalasHapus
  2. sueger ya mb tekwannya..

    ijin copas resep ya insyaAlloh kapan2 mau praktek..thanks

    BalasHapus
  3. Akhirnya publish juga resep ini. Makasih mbak endang ^^

    BalasHapus
  4. Mbak, kalu kuah tekwan itu nggak pake sereh, jahe, sama daun jeruk purut.
    Bumbu kuah nya cuma pake bawang putih, merica sama udang basah yang dihaluskan. (Salam Wong Kito Galo : Palembang City).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheheh, yeppp umumnya seperti itu ya, hanya saja kali ini saya coba yang versi berbeda dan rasanya sedap juga kok. Thanks yaaa

      Hapus
  5. pingin coba mba... pas banget dirumah ada wortel sama jamur kuping :)

    makasi resepnya ya

    BalasHapus
  6. Mba,, kok kuahnya dikasih wartel, sereh, jahe sama daun jeruk purut ya??
    itu gimana jadi rasanya??

    Kalo kami bikin, bumbunya pake bawang putih, merica sama udang yang dihaluskan saja. Trus baru di tambahin irisan bengkoang, daun seledri sama irisan daun bawang. Kalu suka juga bisa dimasukkan jamur kuping dg bunga sedap malam. Salam kenal dari Wong Kito Galo (Palembang City)

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasanya super sedap, walau nyeleneh dari pakem bumbu kuah tekwan umumnya. Karena itu saya kasih judul a la JTT. Tapi patut dicoba loh karena super duper sedap wakakkakak

      Hapus
    2. Enaaaak bgtttt, mb Endang.Saya nyoba resep pada umumnya kurang cocok (tp klo beli di luar cocok, entah mengapa),coba resep mb Endang yg tekwan ala jtt ini, lebih enak versi lidah saya.
      -Dewi-

      Hapus
    3. Thanks Mba Dewi, senang resepnya disuka yaa. Sukses ya

      Hapus
  7. hi mbak....saya diane dari palembang,
    wah seneng banget pas baca mbak endang seneng banget ama kuliner palembang......
    apalagi klo hasil modifikasi resep dari mbak endang menambah maknyus rasa masakan ini hahaha.....
    terus terang blom cobain nih resep tekwannya mbak endang, tapi yg lain udah, paling suka ama nuget homemade ny....
    share mbak, klo di palembang tekwan kita gak pake wortel, jahe, dan daun jeruk....hehehe....asemnya sih nanti pas kita tambahin jeruk kunci/jeruk cui ya pas mo makan...
    sambel cocolannya bisa cabe rawit yang direbus, dan di ulek dengan sedikit garam...hmmmm maknyuuuuuusssss................

    salam kenal mbak ya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halow Mba Diane, salam kenal juga ya. Yepp, resep kuah tekwan yang ini memang beda, hasil modifikasi sendiri dan saya sering pakai kuah ini untuk bakso juga, rasanya mantap Mba, hehhehe

      Hapus
  8. Mba Endang kemana seeeh??? kok blog nya dianggurin? Mana nih kue kering bikinannya? # EmmA#

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Emma, maap maap telat balasnya. Saya cuti 3 minggu liburan dari sebelum lebaran dan baru balik minggu ini, selama cuti laptop gak dibawa jadi gak bs update apapun huaaaa. Banyak kue kering yang sudah dibuat tapi resep belum sempat dishare, lebaran dah lewattttt waaakkk.

      Hapus
  9. mmm, kayaknya nikmat banget nihhh :D
    dah lama ga makan tekwan, jd pinginn :D

    BalasHapus
  10. Mba itu kuahnya mmg gak pakai rebusan kaldu dr kulit udang ya ? Nies

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nies, saya gak pakai, kalau mba mau pakai silahkan yaaa, ini karena saya beli udang sudah dikupas

      Hapus
  11. mbak endang mohon maaf lahir dan batin..yani-bogor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow Mba Yani, mohon maaf lahir batin juga yaa Mba! Thanks yaaa. ^_^

      Hapus
  12. Mb klo ikanny di ganti sm kakap merh tw hitm bs gk y?
    Mksih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Riska, bisa ya, asalkan ikan dengan daging berwarna putih, hasilnya akan oke2 saja

      Hapus
  13. Mba, whr are you? Kangen aq dgn postingan barumu lagi :( Miranda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Miranda, hahhaha, saya baru balik ke Jakarta lagi minggu ini. Liburan 3 minggu. Soon, blog akan saya update yaaaa

      Hapus
  14. Iseng-iseng cari resep makanan, eh nemu blognya mbak endang yang pas di hati. Dan saya jadi jatuh hati dengan semua isi blog mbak endang yang bermanfaat dan jujur bkin saya ngiler lihat semua makananx.Dan saya putuskan untuk menjadi pembaca setia postingan-postingan mbak. Tetap semangat ya mbak dan terus menghasilkan resep -resep makanan yang super duper yummyy...Salam kenal Bayu dari Tarakan-Kaltara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mas Bayu, thanks sharingnya yaa, senang sekali bersedia menjadi pembaca setia JTT dan semoga resep2 JTT benar2 sukses kala dicoba ya. Sukses untuk Mas dan keluarga ya ^_^

      Hapus
  15. mb Endang,slam knal dri Elmi,wrga Solo,hehehe.lama gak share resep,tak kirain bru nikah,hehehe.pny wajan kuwalik ndak mb?
    Dah lama mau nawarin tepung leker ndak jadi2.resepnya mb Endang dah bnyk yg tak coba,mak lege ndeerr,hihi,plg srg bkin tongseng ayamnya.scra gak pke santen,di ngat nget tmbh wookeeh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal Mba Elmi, iyaa, saya dah lama banget gak posting yaa, wakakak. sayangnya saya gak punya wajan kwalik Mba, sudah lama juga dengar mengenai wajan ini hehhehe.

      wah tepung leker itu apa ya Mba? wakaka, saya belum pernah tahu jenis yang ini.

      thanks sudah mencoba resep di JTT dan senang sekali resepnya disuka. Sukses untuk mba dan keluarga di Solo ya! ^_^

      Hapus
  16. halo mbak apa kbr?kangen ma mbak endang...maaf mbak saya cuma mau tanya, ada grup masak yg saya ikuti, salah satu member or adminny"kurang paham"menampilkan resep brownie skukus ny liem..yg saya agak heran itu adalah resep yang mbak endang tulis, krn dari fotonya saja saya tau itu punya mbak endang pokokknya"copas"tspi tdk mencantumkan link sama sekali, apakah yg bersangkutan sdh minta ijin ke mbak, krn sebagai orang yang mengikuti blog mbak saya sangat sedih kalo ada yg menggunakan hak milik mbak tanpa ijin..terimakasih..yani-bogor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yani, kabar saya baik Mba, memang sudah lama vakum gak posting karena kemarin libur panjang wakakka. Thanks ya Mba Yani atas informasinya, sayangnya tidak ada grup masak yang meminta ijin ke saya untuk menampilkan foto2 di JTT di grup mereka, dan yang seperti ini terus terang memag banyak mba.

      awalnya saya memang mencak2 kalau menemukan model beginian tapi lama2 saya cuman bisa mendoakan semoga mereka diberi hidayah oleh Allah SWT dan dibukakan mata hatinya saja, Thnaks ya Mba Yani, saya terharu dengan kebaikan Mba bersedia menyampaikannya ke saya. sukses selalu ya mba!

      Hapus
  17. Salam kenal ya mbak..baru x ini ikut nimbrung padahal sy dah cukup banyak nyontek resep2 JTT tuk sy praktikkan. makasih ya mbak resep2nya banyak membantu sy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo salam kenal juga ya Mba, thanks sharingnya yaa, saya ikut senang resep JTT disuka ^_^

      Hapus
  18. Salam kenal mbak...
    Saya dian dari bintaro.saat ini lagi di melbourne kuliah lagi. Mbak endang tinggal di mana?udah setahun ini saya jadi pengikut setia resep2 di sini tapi baru sempet nimbrung sekarang. Saya suka masak2 juga dan baru mau belajar bikin roti.hehe.blog ini sangat membantu saya. Trimakasih ya mbak:-)
    Salam kenal dari kami sekeluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Dian, salam kenal juga yaa. Saya stay di Jakarta. Thanks sudah setia mengilkuti JTT yaa, semoga banyak resep di JTT yang sukses dicoba. ^_^

      Hapus
  19. Hai mbak endaaang.... salam kenal yakkk...
    Kalo ikan tengirinya diganti, pake ikan apaan yak.... bisa gak pake ikan tuna...? Soale di sini susah dapetin ikan tengiri... hikz....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba mitha, bisa pakai ikan jenis apa saja asalkan yg berdaging putih. pakai ikan tuna bisa kok.

      Hapus
  20. mba, jd intinya tekwan itu sama kyk adonan pempek? cm bedanya gak digoreng cm direbus trus pk kuah gt ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba bella, yep mirip, bedanya hanya dikasih kuah saja ya

      Hapus
  21. Barusan aku coba... Seperti biasa resep tekwannya muaaaaantaaaappp mbaa....

    BalasHapus
  22. Dalam kenal mba endang, resepnugget selalu jadi referensi sy utk masak memasak☺️. Mba tekwan ini bisa dibekukan ga, tahan brp lama klo di frezer

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal Mba, bs dibekukan ya, bs sampai 3 bulan di freezer mba

      Hapus
  23. Mba.. sy ingin sekali buat ini, tp sy alergi udang, kira2 udangnya bisa diganti pakai apa y mba?.. trima kasih mba, sukses selalu.. Zaynab

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...