05 February 2012

Amatir Cooking Class dengan Tyas & Rahma: Brownies Kukus Pisang, tidak bisa diungkapkan kelezatannya ^_^


Sudah lama saya berjanji dengan teman saya, Tyas, meluangkan waktu berbagi satu-dua resep kue untuk dipraktekkan di rumah Pete. Namun baru hari Minggu ini kami bisa melakukannya, itupun dengan wanti-wanti dari saya bahwa Tyas harus datang sebelum pukul delapan jika ingin mencoba beberapa resep. Tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Tyas pun mengajak teman lama kami berdua, Rahma, yang entah mendapatkan wangsit dari mana tiba-tiba tahun ini mencetuskan resolusi untuk belajar memasak. Request utama mereka adalah siomay. Wokeh! Berbagi ilmu memang salah satu kegemaran saya, apalagi kepada mereka yang semangatnya menggebu-gebu dan rela bangun pagi-pagi sekali untuk bisa datang ke rumah Pete. Lagipula masakan yang mereka request tergolong mudah, dengan menggunakan food processor hanya butuh waktu 30 menit saja untuk membuatnya. ^_^



Tak tega hanya mempraktekkan satu resep saya kemudian juga berbagi membuat spaghetti Bologna yang kami sikat beramai-ramai untuk sarapan. Dilanjutkan dengan satu loyang pizza dengan topping sosis yang simple, dan ditutup dengan the big hit yaitu brownies pisang yang mantap ini. Kedua peserta cooking class amatiran ala saya terlihat puas. Saya pun happy karena waktu yang terbatas bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, apalagi kemudian mereka dengan semangat mencuci piring dan perabotan kotor yang digunakan. Hasil praktek kemudian dibagi tiga oleh Tyas, dan dibawa pulang untuk dipamerkan dan ditunjukkan ke Ibunda di rumah. "Waduh, Emak bisa menangis terharu melihat anaknya berhasil memasak kaya gini nih", komentar Rahma dengan mulut penuh dengan siomay. Hmm, benar-benar weekend yang bermanfaat sekali apalagi kemudian dengan menggunakan mobil Tyas, mereka bersedia mengantarkan saya hingga ke gerbang pintu les renang di Ragunan. ^_^


Okeh sekarang mari kita bahas si brownies kukus pisang ini. Resepnya saya ambil dari brownies broccoli, bit dan wortel yang pernah saya posting sebelumnya. Anda bisa klik disini untuk melihatnya. Resep aslinya brownies ini dipanggang namun kali ini saya melakukan modifikasi karena versi brownies kukus sepertinya lebih seru dan banyak yang suka. Jadi selain saya mengganti sayur-sayuran dengan pisang saya juga merubah proses memasaknya dari panggang ke kukus. Hasilnya adalah brownies yang super duper yummy! Sungguh! Legit, tidak terlalu padat namun juga tidak mekar seperti cake, sangat lembut, dan moist. Brownies ini benar-benar mantap! Saya tidak memiliki perbendaharaan kata-kata lagi untuk mengungkapkan kelezatannya, jadi sebaiknya anda mencobanya sendiri saja di rumah ya untuk membuktikan kata-kata saya. 


Sebagaimana brownies lainnya maka yang satu ini sangat mudah proses pembuatannya. Semua bahan cukup dicemplungkan menjadi satu dalam mangkuk besar, aduk rata, dan kukus hingga matang. Selesai! Kunci kesuksesannya adalah pada baking powder yang digunakan, pakailah yang double acting, dengan kondisi masih fresh alias tidak kadaluarsa. Jika anda mengikuti saran saya maka dijamin brownies lezat nan lembut ini yang akan hadir di rumah anda dan bukan versi dodolnya yang bantat. Yuk, kita coba membuatnya. 


Brownies Kukus Pisang
Resep diadaptasikan dari Web Family.go - Jessica Seinfeld's Deceptively Delicious Brownies 

Untuk 24 potong brownies menggunakan loyang ukuran 20 x 20 cm

Bahan: 
- 150 gram dark cooking chocolate/coklat hitam masak (resep asli 85 gram)
- 125 gram gula pasir (tambahkan jika kurang manis)
 
- 3 sendok makan mentega/margarine suhu ruang (resep asli 2 sendok makan)
- 2 sendok teh vanilla extract atau 1/2 sendok teh vanili bubuk (jika menggunakan vanili bubuk, ayak bersama tepung terigu)
 
- 300 gram pisang ambon/cavendish/raja (kira-kira 2 1/2 - 3 buah), haluskan dengan garpu
- 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
- 100 gram tepung terigu serba guna (saya pakai Segitiga Biru)
- 1/2 sendok teh baking powder, pastikan fresh, cek masa kedaluarsanya. Saya sarankan gunakan yang double acting.
 
- 20 gram coklat bubuk, gunakan yang berkualitas baik  
- 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:
Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm olesi dengan mentega dan alasi bagian dasarnya dengan kertas minyak. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam, aduk rata. Sisihkan.


Siapkan mangkuk tahan panas (kaca atau alumunium), letakkan mangkuk diatas panci berisi air mendidih. Masukkan coklat blok ke mangkuk, dan panaskan dengan api kecil menggunakan teknik double-boiler (tim) hingga coklat meleleh. Angkat dari api. 

Aduk coklat dengan spatula balon hingga smooth, tambahkan gula pasir, mentega/margarine, dan vanilla ekstrak, aduk hingga semua bahan larut dan menjadi halus. Jika terlalu kental panaskan sebentar di panci berisi air mendidih hingga menjadi agak lumer. 


Tuangkan coklat leleh ke dalam mangkuk yang agak besar, masukkan puree pisang ke dalamnya, aduk rata. Tambahkan telur kocok, pastikan coklat tidak panas saat menambahkan telur agar telur tidak matang. Aduk hingga adonan halus.

Masukkan tepung dalam tiga tahapan, aduk perlahan dengan spatula hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Masukkan ke dalam dandang kukusan yang airnya telah mendidih, tutup permukaan dandang dengan kain bersih yang menyerap air, tutup rapat dengan penutup kukusan. 


Kukus kue selama 45 - 50 menit atau hingga brownies matang dan tidak lengket saat di tusuk dengan lidi. Keluarkan dari dalam dandang. 

Note: Gunakan api sedang saat mengukus, kondisi dandang air terisi banyak sehingga cukup untuk mengukus selama 50 menit. Jangan membuka penutup kukusan selama kue dimasak.


Diamkan sejenak untuk menghilangkan uap panasnya, keluarkan brownies dari loyang dan potong-potong sesuai selera. Brownies kukus pisang siap untuk disantap. Top markotop! ^_^

Source:
Resep diadaptasikan dari Web Family.go - Jessica Seinfeld's Deceptively Delicious Brownies

102 comments:

  1. hahaha, mb, kali ini postingannya begitu menggoda. Top Markotop ya mb. hahaha wajib dicoba ni...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woi, hola Jeng Chanti, hehehe sori emailnya belum sempat dibalas ya. Yup! yang ini emang enak banget, suerrrr gak boong. Saya makan habis 5 potong wakakakak.

      Delete
  2. harus di coba ni;b{resepnya kaya nya enak... dan beruntung banget teman mba bisa praktek langsung pasti seru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uuggh, yang ini memang top markotop jeng hehehehe. Ayo dicoba ^_^.

      Delete
  3. mba,,,
    aku mau dong klo ada "kelas" dadakan lagi,,,web ini jd referensi u/ liat2 resep mantappphh...

    best regards
    dini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Dini, hahaha... iya ntar kalo ada 'kelas' dadakan lagi ya. Thanks ya.

      Delete
  4. Mba....ngilerrrr.....yg bronis BBW aja blon nyoba udah dipamerin yg ini,hiks....yg ini kyknya emang harus dicoba deh.Soalnya kukus (yg BBW ntar tak kukus wae pisan),segen kalo musti ng-oven.Ovenku tangkring,gede pula,kalo suami ga stenbey males banget gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, Mba Dian yang ini kudu dicoba, asli mantap. Saya hri ini bikin pakai tape sebagai pengganti pisang, mantap juga tuh hehehe. Fleksible banget! Ayo ayo... ^_^

      Delete
  5. Salam kenal mbak dian. Waduh . . ,Trimakasih banget sama blog nya, aq suka banget. By tha way . . . . Brownis kukus pisangnya emang top margotop . . . !!!!!! safera

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Safera, salam kenal juga ya dan thanks atas komennya. Btw, nama saya Endang ya Mba, bukan Dian ^_^

      Delete
  6. Mbak Endang, setelah sekian lama menjadi pemerhati blog ini, sambil mikir2 mau nyobain yang mana, akhirnya memutuskan buat nyobain resep ini sebagai resep perdana yang aku coba. Thank u yah mbak. Mudah dan jelas sekali petunjuknya. Yang niruin jadi seneng:D
    kalo soal rasa, sepertinya punya mbak pasti jauhhh lebih enak. Secara paling nggak pede bilang makanan sendiri enak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Non Era, ayo hentikan hanya sebagai pemerhati saja hahaha, ayo ayo mulai terjun ke dapur dan coba. Gak bakalan nyesel kok dan soal rasa saya yakin sama lezatnya, asal takarannya sama ya.... hehehe. Itulah enaknya bikin kue, mau dibuat oleh siapapun dimanapun asal takarannya sama pasti rasanya sama enaknya. Gudluck ya! ^_^

      Delete
  7. mba, baking powder double acting tuh,, misalnya merek apa y? senang bngt bsa tw blog ini.. resep2 nya gmpng n cocok bwt yg ga pnya oven spti aku ini.. hehehe, kmrn dah cba brownies pandan keju, dan semua yg mam blgnya ENAAk!! (slnya tiap x klo aku bkin kue psti ada ja yg krg) tQ.. novi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Non Novi, saya hanya tahu 1 merk yaitu Hercules, so far nggak mengecewakan hasilnya. Bisa dibeli di toko bahan kue atau di Giant. Saya belum pernah melihatnya di Carefur. BP ini dikemas di kaleng warna merah, ada tulisan double acting. Saya sarankan untuk menggunakan double acting, saya nggak menyarankan yang jenis lain, daripada gagal kan ya, sayang bahan-bahannya hehehhe. BP double acting sedikit saja hasilnya sudah bagus jadi nggak merubah rasa makanan. Thanks atas komennya dan sukses ya!! ^_^

      Delete
  8. Salam kenal mba endang,, aq seneng bgt bs nemuin blog ne,, kmrn aq dah cb cake coklat kukus y,, dan berhasil,, Mba mao tny neh,, law coklat blok y cm 100 gr,, gmn y? Apa perlu di kurangin bhn yg laen y?
    Pisang y bs d ganti pk bahan yg laen gx mba?? Tengs mba:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo salam kenal juga ya, heehehe selamat ya atas keberhasilan cake coklat kukusnya! Saya senang mendengarnya. Coklat blok bisa dikurangi non, resep aslinya sebenarnya hanya 85 gram, saya double hehhehe. Bahan lain tetap sama tidak perlu di rubah. Pisang bisa diganti tape , ubi jalar, labu kuning, atau sayuran seperti brokoli, wortel dan beet yang dihaluskan. Tidak percaya? Coba cek di resep brownies BBW yang saya posting sebelumnya ya, itu mengggunakan brokoli, beet dan wortel dan rasanya yummy! Thanks ya dan selamat mencoba.

      Delete
  9. mbak Endang, resep yang ini ndak perlu pakai mixer ya? terus coklat blok di tim tanpa mentega, apa gak kental ya mbak? karena pengalamanku kalau ngetim coklat tanpa mentega ya aku gunakan untuk topping aja karena kan tidak berbentuk cair...mohon pencerahannya ya mbak guru Endang, hehehe....btw brownies kukus mbak Endang sudah bisa menambah penghasilanku nich...makasih banget yaaaa mbak.... oh ya mbak ujicoba brownies/kue kukus yang rasa kopi donk, nanti aku contek lagi dech...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, nggak kental kok. Panaskan sampai coklat lumer, ketika sudah lumer masukkan mentega dan gula, aduk rata. Memang dia tidak cair banget, kental pekat dan ketika dicampur bahan lainnya seperti pisang maka adonan yang terbentuk kental. Tenang, ini brownies gampang banget. pasti sukses kok dan rasanya enyak enyak enyak. Moga menambah penghasilan lagi ya. Thanks atas komentarnya.

      Delete
  10. Bismillah. Sy udh cb ni resep dg rasa tak prcy diri soalnya sy emang bnr2 newcomer dlm hal masak2 n bikin2 kue. Mana tu adonan s4 pindh loyang 2x (loyang prtama gak muat didandang, kacian..) Alhamdulillah hasilny memuaskan, murah bahannya, mudh buatnya, yummy endingny,hehe, mo lg dong resep kyk gini. Jazakillah khoir y mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Yulita, thanks atas komentarnya ya, hahaha pengalamannya sama kaya saya, sok pede pakai loyang gak tahunya gak muat di dandang. Sedang berusaha mencari resep2 murah meriah, mudah dan enak hehee

      Delete
  11. Pagi mbak endang..........ijin sharing hasil ublek ublekku semalem yach,,,,jam menunjukkan pukul 9 malam.Meski badan capek,dan belum benar benar fit karena sakit,saya tetap membulatkan tekad untuk berani membuat cake ini,tapi karena pisangnya ga ada,akhirnya saya skip... dan mulailah perjuangan pertama saya...... coklat blok nya saya lelehkan brsama mentega mbak,trus abis itu saya masukkan gula pasir,udah lumayan lama ngaduknya tapi kok ga bisa larut ya gula pasirnya?masih kasar......apa ini yang membuat cake jadi kenyal dan banyak lubang mbak? atau karena tepung terigunya kebanyakan karena saya hanya pake ilmu kira kira..hehehe....Oya mbak,semalem karena ketiduran cakenya dikukus sampe 2jam mbak,jam sepuluh masuk dandang jam 12 baru diangkat...hehehe.....hasilnya ada yang basah karena ketetesan air,,,
    cakenya ngembang dikit sich,agak kenyal kenyal,krenyes krenyes gimana.gitu.
    Tapi so far,gimanapun hasilnya tetep enak,coklatnya nggigit banget,,,,, awal yang baik menurut saya untuk melanjutkan perjuangan....hehehe.makasih ya mbak resepnya,,,, mohon pencerahannya.....^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Neny, hehehe, namanya bukan brownies pisang lagi dong ya. Cake kenyal karena porsi terigu yang banyak dan tidak mengembang sempurna bukan karena gula pasir, gula pasir tidak masalah jika tidak larut karena pada saat dikukus akan mencair dengan sendirinya. Porsi terigu, pisang, coklat dan bahan lain telah diukur sedemikian rupa agar cake mengembang dengan baik dan lembut. Next time sebaiknya jangan skip dulu bahan dasarnya ya. Atau jika ingin skip pisang, sebaiknya gunakan resep brownies lain yang memang tidak menggunakan pisang sebagai bahan dasar. Ayo lanjutkan ke tahap berikutnya ^_^

      Delete
  12. mbak endang,,,,,akhirnya saya kemaren jadi bikin cake ini dan ga mau skip skip lagi(takut dimarahi yang punya resep.hihihihi).....
    cakenya enak,meskipun ga ngembang ngembang banget,,,saya pake loyang bolu yang berlubang tengahnya diameter 22cm,pas mateng tinggi cakenya sekitar 2,5 cm,,,,,,,klo kata ibuku nggak bantat,yang penting enak dan habis ludes......serumah pada suka............makasih mbak,,,ga sabar pengen bikin lagi yang lain......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Neny, wakakkak selamat yah cakenya berhasil, memang tidak terlalu mengembang tinggi karena semua bahan juga cuman di cemplung2 nggak dikocok hingga kembang.

      Delete
  13. mbak, wktu masukin gulanya ke coklat yang sudha ditim itu, apa gulanya mau larut sampai tidak ada sisa bulir gulanya? soalnya pengalaman saya pernah coba resep yang masukin gula ke dalam coklat yang ditim (posisi masih diatas api kecil) kok gulanya enggak larut2, saya takut coklatnya malah gosong atau gimana gitu, karena hmpir 10 menit pun diaduk2 gulanya enggak larut2, tetep aja seperti ada butiran2 gulanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Jeng, gulanya gak larut gak papa kok nanti pada saat dikukus gulanya akan larut juga. Saya biasanya nggak sampai larut, jadi masih berbutir-butir tetapi ketika cake matang, gula mencair semua ^_^

      Delete
    2. bismillah,
      salam kenal ya mb,
      tampilan baru ya mb,wah,saya ketagihan lo mb, pengen slalu buka blognya mb,hee
      saya yg kmrn nanya pemotong mie mb, alhamdulillah dah dapet, segera aja nyoba kue bawangnya, hehe,tp msh sisa adonannya ga keburu, sikecil dah merengek2,
      oya mb, saya jg dah nyoba brownies kukus pisang ini mb, tp ga pke BP yg doble acting, nyari2 ga nemu mb, padahal dah gatel pengen nyoba ini itu.walhamdulillah jadi mb,ga bantat mgkin krn bp nya ta lebihin ya mb,hee
      mksh byk ya mb, jazaakillahkhaira, seneng bisa nemu blog mb
      salam-yayuk

      Delete
    3. Halo Mba Yayuk, salam kenal juga dan makasih sharingnya. Iya neh tampilan baru hahaha, yah biar rada segeran dikit blognya. Update isinya jarang malah tampilannya yang dipermak hahaha. Saya setelah beli alat pemotong pasta semangat mba bikin ini itu, setelah itu yahhhh alatnya cuman nganggurrr hehee. Sip Mba,senang mendengar uji cobanya sukses, senang bisa membantu. Salam buat si kecil ya.

      Delete
  14. sebelumnya, terimakasih yaa mba Endang atas resepnya.. aku langsung dapet pencerahan setelah baca blog ini, hehe.. oya, aku mau nanya nih, aku pernah baca resep brownies yang lain nih, di resep itu penggunaan telur sampe 6 butir mba, nah kalo di resep ini apa ngga perlu telur sebanyak itu mbaa??
    maaf yaa kalo aku jadi kelihatan sok tahu, hehe..
    mohon commentnya mbaa-salam-Zulfiana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Zulfiana, nah malah bingung kan dapat resep dengan telur dikit hahaha, saya memang usahakan cari resep dengan telur sedikit tetapi dengan rasa nendang. Kalau resep dengan telur banyak, rata2 semua resep seperti itu hehehe. Yang ini telurnya cuman 2 Mba, dan rasanya enak kok hehe

      Delete
    2. sy termasuk yg bingung (saking senengnya) dpt resep brownies telur dikit hehehe... yah dr td main2 di blog mb endang terus ga praktek2...
      pempek dos, miyam jamur, brownies pisang.. mgkn tahu telur ngawi aja dulu yg kyknya anti gagal...

      Delete
    3. Yah jangan main2 saja, hehehhe ayo dicoba, kalau gak nyebur susah dapat chemistrynya Non.

      Delete
  15. sebelumnya, terimakasih yaa mba Endang commenta kemaren, hehe..
    aku mau nanya lagi nih mba, tapi seputar cookies dan muffin, dua kue itu kan pake dipanggang oven yaa mba, nah sedangkan ibuku punyanya oven yang pake kompor gas itu mba, hehe oven jadul.. nah yang aku bingungin nih mba, ngatur suhunya gimana yaa?? misalnya suhu 180 derajat nih, kalo pake oven kompor gitu apinya pake yang kecil, sedang atau besar yaa??
    mohon pencerahannya mba, maaf yaa kalo nanya" terus :((
    Salam-Zulfiana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba,

      Memang untuk oven tanpa suhu seperti ini harus menggunakan termometer yang bisa dibeli terpisah. Mungkin Mba Zulfiana bisa tanya ke toko perlengkapan baking mengenai termometer ini. Nah, kalau tanpa termometer maka jam terbang diperlukan. Artinya harus trial dan error Mba untuk tahu cara kerja maksimal si oven. Karena bisa berbeda2 caranya untuk memanggang cake, roti atau cookies. Saran saya mungkin sebaiknya gunakan api sedang hingga oven dirasa cukup panas, baru masukkan adonan yang akan di panggang, jika dirasa permukaan cake terlalu cepat matang sementara bagian dalamnya belum maka kecilkan api kompor. Saya pernah pakai oven ini di rumah adik, dari beberapa kali mencoba, api tidak boleh terlalu besar karena membuat cake cepat gosong.

      Delete
  16. oya, satu lagi mba, hehe.. aku mau nanya nih, sama ngga yaa kalo diayak dengan dimixer??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Zulfiana, mikser dan ayak sama saja, fungsinya adalah untuk membuat tepung remah, tidak menggumpal dan mengurangi kelembabannya. Tepung yang seperti ini akan membuat cake lebih kembang, cookies lebih renyah.

      Delete
    2. okee mba, makasih banget yaa pencerahannya.. aku seneng banget nemuin blog ini, jadi lebih semangat eksperimen bikin kue"nya, hehe..
      oyaa, hari ini aku sukses besar mba bikin brownies ini, serumah pada seneng semua :)) ngga kalah sama brownies A**nd*, hehe :))
      sekali lagi, terimakasih banyak yaa mbaaaa :**

      Delete
    3. Sip Mba, senang bisa membantu, wah orang rumah makin seneng ya kalau sering2 eksperimen bikin kue hehe

      Delete
  17. Kemarin saya akhirnya bikin brownies ini.
    Dark coklatnya saya ganti yg putih, tetap enyaaaak.
    Suami sampe nggak percaya itu saya yg bikin.
    Secara belum pernah nyoba bikin brownies sebelumnya.
    Thanks ya Mba atas resepnya.

    Salam,
    Ella

    ReplyDelete
  18. Halo Mba Ella, wah senang sekali browniesnya berhasil dengan oke. Memang brownies ini rasanya mantap habis hehehe.

    ReplyDelete
  19. Jeng Endang..
    Salam kenal yah...
    Mo nyontek resep nya nih...
    Kalo semisal coklat-nya di-skip, jadi hanya ada pisang-nya saja
    tetep bisa kan ya Jeng? Tetep jadi maksudnya... hehehe... karena di rumah gak terlalu suka coklat.

    Terimakasih banyak Jeng :)

    -Kiki-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Kiki, salam kenal juga ya. Coklatnya boleh skip kok kalau nggak suka. Adonannya tetap bisa jadi. Atau bisa pakai resep cake pisang zebra, ini linknya: http://www.justtryandtaste.com/2012/03/cake-kukus-pisang-zebra-hijau-coklat.html

      Moga sukses ya. ^_^

      Delete
  20. Hallo mbak Endang...ak br aja bikin brownies ini berhasil mbak tp kok permukaanny ada yg bergelombng ya mbak, jd bigung penyebabny apa pdhl ak pernak bikin cake coklat kukus mbak permukaany gak gt...oh ya mbak ada gak resep mbak yg tiramisu kukus?
    Tri
    bangka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Tri, hmm mungkin karena api yang dipakai terlalu besar waktu mengukus, gunakan api sedang saja ya. Belum ada tiramisu kukusnya Jeng, saya cari dulu ya heheh. Thanks ya.

      Delete
  21. mbak aku buat bronis pisangnya, mantap,dilidah lumer, coklatnya nendang, penampakan ciamik, cuma kalo dipotong trus diambil mudah belah mbak. biar teksturnya agak kompak ditambahin apalagi ya mbak ? mentega 3 sendok,loyang gk q kasih mentega & terigu, q ganti kertas roti, kertasnya kok "komoh-komoh" ya mbak ? apa kebnyakan mentega ? btw bronis pisangnya mak nyuss..., bikinnya eeezzzyyyy bgt. thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, thanks atas sharingnya ya. Kemungkinan mudah pecah saat dipotong karena over mixing saat mengaduk adonan, jangan lama2 dan terlalu kuat dalam mengaduk, kalau sudah tercampur segera hentikan. Faktor lain karena brownies dipotong saat masih panas, biarkan hingga benar2 dingin baru dipotong. Kertas baking memang menjadi basah tetapi nggak sampai komoh2, proses mengukus umumnya membuat kertas baking basah ya, nah kalau sampai kertasnya hancur saya bingung juga ^_^

      Delete
  22. salam kenal mbaq endang

    mbaq saya mau nanya kalo ngga ada pisang raja ato pisang ambon bisa diganti dengan pisang jenis lain ngga, mbaq

    makasih sebelumnya ya mbaq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo salam kenal, yep bisa ganti pisang lainnya, kepok, pisang emas, atau pisang hijau bisa, pastikan matang banget dan rasanya gak asam.

      Delete
  23. Aslkm.
    Akhirnya jd jg bikin brownies kukus pisangnya mbk endang..(blm jd bikin cake kukus pisang chocochips)
    tapii..tidak seindah & selezat punya mbk kyknya.. :(
    1. permukaan brownies ngembang kyk bukit bergelombang (gk bs rata&cantik)-padahal uda pake api kecil-sedang
    2. bagian dalam berongga gk bs padet legit spt brownies kebanyakan-over mixing paling y??habisnya takut klo terigu gk nyampur-pke BPDA hercules jg
    3. kemanisan :P trus berasa ada jejak pahitnya - saya pke pisang ambon yg uda "ndalu"(muateng)+coklat blok spesial coating colatta+coklat bubuk bendico+6 sendok makan gula pasir
    hiks..hiks..pengen berhasil bikin brownies...uda coba 3x kok blm bs memuaskan y..??
    makasi buanyak buat ilmu,sharing&pencerahannya ya mbk.. ^_^
    waslkm.
    nuril-bunda arai






    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Nuril, wah jangan patah semangat ya Mba, mungkin tips berikut bisa dicoba kalau next coba lagi:
      1. pakai ukuran yang sesuai resep;
      2. jangan over mixing, aduk perlahan, campur perlahan, bahan kering harus dicampur dulu (tepung, BP dan coklat) kalau perlu ayak untuk memastikan tercampur baik;
      3. kalau adonan sudah masuk ke loyang, ratakan permukaan adonan pakai spatula, kalau perlu ketukkan loyang perlahan ke meja, agar adonan rata.
      4. kurangi takaran BP-nya, kalau ingin brownies lebih padat agar adonan gak terlalu ngembang
      5. jejak pahit karena coklat yang digunakan, saya pakai bensdorp, so far hasilnya oke.

      Delete
  24. blm nemu coklat kiloan merk bensdorp..makanya pke seadanya.. :(
    trus adonan di loyang uda tak ratain+diangkat&dijatuhkan di meja..
    anwy makasi banyak buat tipsnya ya mbk endang yg rajin&baik hati..insyallah saya blm patah semangat meski uda 3x mbrownies tp blm jg memuaskan..hehe..
    salam "selalu semangat memasak"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, iya coklat merk bensdorp agak susah dicari, harus ke toko bahan kue, gak dijual bebas di supermarket. Haduh saya yang jadi terus mikir, bagian mana yang salah ya, pengennya brownisnya bisa berhasil. Tetap semangat ya Mba. ^_^

      Delete
  25. salam kenal ya mba endang... saya g hobi masak tp seneng browsing resep di inet dgn harapan suatu saat akan dicoba (nyatanya g pernah krna baca resepnya aja udah berasa ribet hehe)..tp pas ketemu ama blog ini saya seneng bgt karna resep2nya g pake ribet dan ada step by stepnya buat saya yg pemula ini g bingung.. sudah ada bbrp resep yg saya coba dan dari beberapa itu yg paling memuaskan ya cake kukus pisang ini.. rasanya enak bgt serasa buatan koki pro... makasi bgt mba endang resep2nya dan penjelasanya ditiap resep akhirnya saya jd ketagihan buat nyobain resep yg ada disini... :)

    ReplyDelete
  26. pagi mba Endang mau sharing sedikit nih semalam saya buat 2 resep sekaligus yaitu Brownies Pisang dan Cake kukus pisang & choco chips. Karena 2 resep sekaligus dan lihat resep dari hp, alhasil saya kelebihan takaran mentega pada resep Brownies pisang, karena yang saya ingat adalah takaran mentega untuk cake kukus pisang, jadi seharusnya mentega adalah 3 sdm, saya gunakan 120 gram. Sudah terlanjur nyemplung ke coklat blok, ya sudah show must go on kan ;). Akhirnya kedua adonan cake finish, dan saya kukuslah berbarengan menggunakan kukusan 2 tingkat dengan cake kukus pisang diletakan di tingkatan kedua. Ditunggu 1 jam tanpa dibuka-buka, ketika waktunya dibuka oalah ternyata cake kukus pisang yang di tingkatan kedua kebanjiran uap air, dan menggenang cukup banyak diatas cake,hikz :(. Mateng sih cakenya, hanya saja jadi mirip seperti kue pisang tradisional yang dibungkus dengan daun pisang, rasanya tetap enak hanya wujudnya saja yang berubah,hihi. Untuk browniesnya tidak mengecewakan, tidak kebanjiran seperti cake kukus karena tutup kukusan saya bungkus dengan kain, hanya permukaannya agak bergelombang saja.
    Mba Endang yang mau saya tanyakan adalah bila mengukus dengan 2 tingkat seperti itu bagaiman untuk mengakali agar kue yang di tingkatan kedua tidak 'kebanjiran' lagi? apakah bisa pada loyang ditutup dengan alu foil / plastic wrap saat dikukus?
    Yang kedua adalah bila memanggang apakah bisa dua loyang sekaligus? oven saya adalah oven tangkring, yang kapasitasnya bisa menampung 2-3 loyang (tersedia 3 tingkatan rak dalam oven tsb).
    Rencananya hari ini saya ingin mencoba membuat kue sus, yang sampai sekarang (sudah ke 5 kalinya) selalu gagal. Apakah adonan kue sus wajib dimikser ya? Saya belum pernah menggunakan mikser saat membuat adonan kue sus.
    Terima kasih ya Mba Endang untuk resep dan spiritnya dalam memasak dan berbagi cerita. Sori kepanjangan ya cerita saya kali ini, semoga ga bosen bacanya ya mba :D.
    Oiya, HAPPY (early) NEM YEAR! Wishing we all more success in the future!

    Salam,
    Phoenix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Phoenix, terus terang saya belum pernah memakai kukusan tingkat seperti itu, cuman mungkin untuk mengurangi uap air banjir bagaimana jika ditutup juga dengan serbet di permukaan kukusan bawah sebelum diletakkan kukusan diatasnya, jadi tekniknya sama seperti ketika menggunakan penutup kukusan.

      Mengoven sekaligus bisa dilakukan asalkan masing2 cake memerlukan suhu yang sama untuk memanggang, kalau pakai oven tangkring yang gak ada termometernya mungkin kudu sering di cek ya.

      Sebelum saya pakai resep kue sus dengan mikser, saya juga gak pernah mikser adonannya, hasilnya gak mau kembang Mba, tapi setelah adonan saya mikser susnya bisa mantep banget kembangnya. Kuncinya pada kekentalan adonan, adonan harus diaduk hingga benar2 menjadi kental, pekat dan sangat lengket, kalau pakai tangan membutuhkan waktu lama untuk membuatnya kental tapi dengan mikser membuatnya lebih mudah dan hasilnya juga oke. Moga membantu dan thanks banget atas sharingnya ya Non ^_^

      Delete
  27. selamat sore mbk Endang...,sebenernya hari ini saya lagi males buat kue,rasanya capek bgt. ehh,siang2 dapet kiriman pisang tapi agak ndalu dikit. klo digoreng kok terlalu nyerap minyak..,yah akhirnya browsing internet & woww...,saya nemu blognya mbk Endang. resepnya mudah bgt,ga perlu pake mixer tinggal ubleg2 & taraaa...,jadi deh. kata ibu saya..,enak mbk. wah bisa jadi referensi resep nih dri blog-nya mbk Endang.
    thx berat ya mbk...,HAPPY NEW YEAR!!
    Salam kenal...,tyaz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo salam kenal juga Mba Tyaz, happy new year juga ya. Thanks atas sharing kuenya ya, senang mendengarnya sukses dan keluarga suka. Memang pisang yang sudah sangat ndalu paling oke untuk dibuat cake. Sukses ya dan salam buat Ibunda di rumah ^_^

      Delete
  28. Salam kenal Mba Endang.... gara2 gak sengaja nemu blognya mba, aku lngsung berburu alat2 n bahan2 yg aku ingin coba. padahal jujur sejujur2nya mba, aku paling gak suka bikin kue. Krn penasaran dg slogan mba yg only a beginner and for the begginers, dan setelah aku baca2 terutama yg gak pake mixer n oven,krn bener2 pemula banget n gak punya alat apa2 hahaaaaa.... dan kucobalah brownies pisang kukus ini (krn aku suka cake yg aroma pisang)... dan hasilnyaaaaaa WOOWWWW spt judulnya 'tdk bs diungkapkan' plus sesuai akhir kalimat dr resepnya 'TOP MARKOTOP'..... Ma ksh ya mba Endang, aku tunggu resep2 kukus no mixer selanjutnya
    -mama bila-

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Mama Bila, salam kenal juga ya dan makasih atas sharingnya disini. wahh pengalaman kita sama, dulu saya juga gak suka bikin kue, soalnya selalu gatot hahah. Kuncinya karena saya gak pernah ikutin resep dengan benar dan gak punya alat2 standar membuat kue yang paling basic seperti alat ukur, karena kue/cake/roti sebenarnya lebih mudah dibanding memasak makanan lain karena semua terukur dengan jelas. Kunci lainnya adalah kalau gatot jangan menyerah tapi coba lagi hahhahah, kalau nyerah selesailah sudah. Tapi saya yakin semua bisa memasak dan bisa jago disini kalau ditekuni karena semua yang ahli pasti berawal dari PEMULA.Sukses selalu ya dan tetap semangat mencoba ^_^

      Delete
  29. Selamat pagi. Akhir pekan kemarin saya coba resep ini, mbak. Biasanya kalau uji coba resep, saya selalu coba skala kecil. Namun, kali ini saya langsung coba 1 resep krn pede hasilnya oke. Dan... ternyata hasilnya memang memuaskan, moist. Mama saya tdk suka brownies, tapi wkt saya minta mencoba (tanpa kasih tahu kalo brownies), beliau bilang enak. Gulanya saya kurangi menjadi 100g krn saya nggak begitu suka manis. Terima kasih, sukses selalu!
    Sisca - Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Sisca, yep memang rasanya manis banget ya, kayanya lebih pas kalau agak dikurangi. Thanks atas sharingnya ya Mba, sukses selalu juga dan salam untuk Mamanya ya ^_^

      Delete
  30. lam kenal mbak..saya mu minta pertanggungjawaban atas gagalnya program diet q gara-gara coba resep brownies pisangnya.Rasanya GA ENAK mbak!!!klo makan sepotong, maunya tambah lagi..cuma kenapa bownies q 1/2 berpori tapi dari tengah ke bawah bantet ya mbak..anyway busway sepotong ta cukup mbak pa lagi atasnya dikasih serutan keju..hem mantap.Thx da kasih resep yang 3M mudah,murah n mantap.sukses selalu
    zatila-Bekasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Zatila, wkakkakak, pertama baca saya dag dig dug juga, waduh gagal nehhh, ternyata oh ternyata.... Brownies nggak kembang sempurna kemungknan karena baking powdernya kurang fresh ya, coba pakai double acting dan pastikan masih baik kondisinya. Sukses juga ya dan thanks atas sharingnya ^_^

      Delete
  31. Haii..mba endang klo loyangnya gak d alasi pke kertas minyak krn gak pny jd ganti pke apa ya? Tx -clara-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mb Clara, diolesi pakai margarine dan ditaburi dengan tepung saja secara merata ya

      Delete
  32. Dear Mb Endang..
    Gak sengaja lho nemu blog mb,,waktu lagi rehat kantor Qpake ngenet nyari2 resep yang gampang, cz aQ ini hobi nyobain makan ditempat makan yang terkenal enak dan murah hehehee, tp aQ-nya gak bisa masak :) Pengen seh bisa masak kayak ibuQ, tapi rasa malas selalu menang kalau dah bayangin ribet dan lihat bahan resep yang buanyak macamnya.. Tapi gtu lihat bloq mb, pas yang brownies pisang ini, waaaah, jadi pengeen nyoba. Akhirnya pulang kantor langsung belanja n nyampe rumah praktek deh.. IbuQ sampe bingung hehee, apalagi gtu tahu hasilnya..SUKSEES beSArr...Alhamdulillah uenaakk,, suamiQ pe gak percaya..dan 1 jam berikutnya sodara2Q pada datang kerumah, bilang mo nyobain kue enak, eeeh ternyata ibuQ yang sms ke mreka, heheee ludes deh kuenya, aQ aja cm mkn sepotong :( .. Thanks a lot ya mb Endang..and blog mb Q infokan ke sodara2 n mantemanQ sebagai sumber resep TOP and ANTI GAGAL ^_*
    Regards,
    Rina

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rina, thanks ya atas sharingnya. Senang sekali mendengar uji cobanya berakhir sukses dan semua suka. Wah itu berarti Ibunya Mba Rina bangga banget putrinya bisa membuat kue enak, soalnya sampai di bela2in semua di sms, hahaha. Sip, semoga suka dan sukses dengan resep yang lain ya Mba. Salam buat Ibunya dan sukses selalu. ^_^

      Delete
  33. untuk dijual oke juga tuh...thank's ya mbak dah bagi2 ilmu...ditgg resep2 cake murah meriah manstap dan menjanjikan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, gud idea tuh, bisa buka bisnis sampingan hehehhe. Sukses ya. ^_^

      Delete
  34. salam kenal mbak..saya rika,,td siang saya dah cb bikin resep ini, berhasil,,tp aromanya kurang menggiurkn ya..apa coklatnya yg salah,,aku pake colatta..atau coklat bubuknya,,
    sebaiknya pake dcc nya apa??
    bubuk coklatnya apa??
    margarinnya apa??
    trus gmn biar aroma cake atau brownies itu wangi..dan menggiurkn..
    mohon nasehatnya mbak..maklum pemula...kali aja bs menambah pundi2 :-D
    oya..satu lg...bagi resep macaroon dong mbak..yummy banget deh kyknya...
    makaci ya mbak sebelumnya...ehh brownies yg td enaaakkk cm kurang wangi aja..ditgg resep2 lainnya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Rika, makasih sharingnya ya, kalau mau aroma cake lebih nendang memang pakai coklat bubuk yang berkualitas. Saya pakai DCC merk colata, coklat bubuk Bensdorp, biasanya pakai butter/mentega dibandingkan pakai margarine, plus pakai vanila ekstrak. Vanila ekstrak ini yang mmebuat kue, cake, cookies harum banget. Bentuknya cair seperti madu, tidak berasa, aromanya harum vanila yang kuat. Biasanya saya beli di Titan/Wilton, karena tidak dijual bebas ya. Macaroon saya sedang cari resepnya yang oke dulu ya hahahha

      Delete
  35. Mbaa.... resepnya ajaib.. cuma diublek2 hasilnya ruarrrrr biasa enak... udah aku coba mba. Begitu siap langsung kandas dimasakan sama adk2 ku.. heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, yang ini memang mudah dan enak, wah senang saya keluarga suka ya. Thanks sharingnya lho ^_^

      Delete
  36. Mbaaaaa.... buat sekali ga nendang... jadi tadi aku buat lagiii... buat 2 loyang... hihihi yg 1 tetep pake pisang yang 1 aku pake durian... ni resep emang berdosa banget... menggoda org yg lagi diet ga jadi diet... mohon tanggung jawab mba..
    Nb: pake durian rasanya aduhaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii mbaaa... saya sampe nangis mikiri perut yg udah besesek buncit ga karuan. Tapi mulut ini kurang ajar banget nambo nambo melulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakak, yep benar sekali. Kemarin kakak saya datang kesini, saya buatkan cake coklat kukus yang simple itu, waaahh udah lama gak bikin sekali bikin saya sikat 3 potong hahaha. Padahal lagi mau diet, gagal deh. Apalagi ini pakai durian lagi wakakakkaka. Berattttt ^_^. Thanks sharingnya ya Mba.

      Delete
  37. hai mbk Endang,

    sebenarnya udah lama aku baca postingan ini, cuma gak tahu kenapa kok aku gak tergerak utk coba, tapi kmrin saat aku inget kalo aku punya sisa stock pisang di kulkas yg hampir 3 hari tidak terjamah oleh siapapun, jadi aku memutuskan untuk cari resep makanan yg tentunya berbahan pisang donk. dan aku kepikiran deh mampir ke blogmu dan ubrak abrik resep disana hehehe. dan ketemu lagi sama resep ini. setelah aku baca dan aku ingat2 dengan stock bahan yang aku punya di rumah. ternyata semua bahan yang diminta, aku punya semua (jodoh kali ye..) jadilah pulang kerja kemarin, setelah melakukan aktifitas yg rutin aku lakukan (mandi, makan dengan anak2, dan temani mrk belajr, dll) wess kabeh !! akhirnya aku cari kesibukanku sendiri hehehe..smpat anak2 tanya ibu bikin makanan apa..aku hanya jawab "nanti aja yah" tapi mungkin mereka penasaran krn belum mendapatkan jawaban yg memuaskan dari ibunya. begitu aku buka kulkas dan aku ambil buah pisang yg suda berhari2 kedinginan di dalam. mereka tiba2 coment.."yahh..kok pisang seh..males ahh" aku gak mau. tapi aku gak menghiraukan, terus aja sibuk menyelesaikan adonan (anjing mengonggong kafilah berlalu) wkwkwkwk..whatever you say..lah aku bilang.gak sampai 25 menit aku sdh selesai bikin adonan dan tinggal masukkan kukusan. singkatnya setelah cake matang aku segera keluarkan dari kukusan dan aku dinginkan, itu aromanya coklat & pisang yg dominan memenuhi ruangan, bahkan mungkin seluruh rumah. spontan anak'ku berlari kedapur dan memberi coment lagi "hmmm baunya enakk minta buu.." kyaknya dia sdh lupa apa yg tadi dia lontarkan hehehehe.saat mau aku potong, aku inget kalo masih punya stock keju juga,(I think it more delicious) jadilah aku kasih parutan keju langsung diatasnya sampe "gondrong2" gitu kejunya. hmmm..mbk endnag pasti tahu reaksi anak'u saat melihat penampakan cake yang seperti itu. dia minta irisan yang tebel buat dia. puass deh. tapi aku blm sregg kalo aku gak nyicip sendiri cake itu. pertma ku coba yg plain tanpa keju..hmmm so yummy.Recomendedd !!! rasa coklat & pisang yg dominan. btw I just can say Thank you soooo muchhh for this receipe. ini akan jadi tambahan koleksi resepku mbak.
    sory yah share-nya panjanggggg banget. namanya juga cerita.

    salam,
    Yani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola Mba Yani, matur suwun atas sharingnya disini, menyenangkan sekali membacanya, saya sudah bisa membayangkan betapa serunya krucil2 Mba yang sibuk berceloteh mengomentari kue yang dibuat Bundanya, indah sekali! Sampai sekarang, cake pisang coklat ini juga masih menjadi favorit saya dan selalu saya buat kalau ada kerabat atau teman berkunjung karena gak ada matinya memuaskan lidah, gak ribet, super gampang dan pasti sukses hhehehe. Moga suka dengan resep lainnya ya. Sukses untuk Mba dan keluarga, dan peluk cium untuk krucil2nya yang pasti lucu ^_^

      Delete
  38. mba endang salam kenal,
    saya udah nyoba brownies ini memang rasanya endang bambang gulindang....top markotop deh...:), oiya ijin share resepnya ya n matur thankyu...:)
    atik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Atik, sip Mba silahkan di share ya, jangan lupa backlink ya hihihi. Sukses selalu ^_^

      Delete
  39. Salam Kenal ya mbak Endang...
    Tertarik banget ma resep ni, kayaknya simple banget n yang jelas gak pake mixer, iya kan?jadi ngiler buat nyobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, yep ini gampang banget, asalkan bahan dan proses sesuai instruksi pasti oke hasilnya, rasanya juga nyammm.

      Delete
  40. halo mbak endang..
    entah ini resep keberapa yg sy contek dari blog nya mbak endang.. hasilnya oke.. makasi mbak... smoga sukses slalu :)

    cici ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Cici, thanks sharingnya ya, senang mendengar kuenya sukses. Sip, monggo dicoba yang lainnya ya. ^_^

      Delete
  41. mb endaaaaang... ini broniss legit pisaaan... aw aw pdhl bikinnya udah hari rabu kmrn, dan skrg jgn tanya tentu udah ga ada jejaknya (pas tinggal irisan terakhir tuh berjuang banget utk ga melahapnya demi suami tercinta yg waktu itu msh di kantor jiaaa.. *lebay.com) ini resep mb endang yg ke 6 kyknya yg sy coba. ini sama roti ayam pedes tuh kyknya porsinya kurang banget, setelah abis masih pengen ^_^ hatur nuhuuun ya mbaak..
    btw sy msh punya pisang dan keju, pengen bikin cake pisang kukus, di blog ada bbrp, yg paling recommended yg mana mbak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba, heehehe, setiap kali balas komen resep ini saya pasti ngiler.com tobat dahhhhh. hehehe. Untuk cake pisangnya, saya bingung juga mba, wakakakak, semua enak kok ^_^. Thanks ya Mba atas sharingnya.

      Delete
  42. enaaaaaaaaakkkkkkkkk....ini jadi resep andalan keluarga kami :)

    ReplyDelete
  43. kalo yg pake durian, takaran nya brp ya?duuhhh...jd pengeeennnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya harus coba2 heheh, soalnya saya juga belum pernah pakai durian ^_^

      Delete
  44. Hallo Mba, aku minggu kemarin nyoba bikin kue ini. My first cake..hahaha.. Bahannya ga ribet & mudah banget cara bikinnya, tapi karna kemarin aku pake dark chocolate nya kebanyakan dan ga ditambah gula, kata orang2 rumah kurang manis :D, tp overall enyaaaaaakkkkk..weekend ini nyoba bolu marmernya ahh :9

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Widya, thanks sharingnya ya. Sip silahkan dicoba resep lainnya. Moga suka ya ^_^

      Delete
  45. hai hai mba Endang, saya pecandu JTT nomer kesekian :p mesti dh byk yg nyandu nih hihi... lagi nyobain resep brownies pisangnya nih, lagi dikukus. deg2an gatel pgn buka tutup dandang (eits..sabar sabar) XD kebetulan pakai pisang ambon, dcc collata, coklat bubuk bensdorp dan bos :p coba ntr jadinya gimana hehe :D
    susi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati2 bisa kecanduan brownis ini lho hihihhi

      Delete
  46. mmhhh enaakkk bgttt browniesnyaa... tetangga,sodara,orang rumah pada nyicip n muji... *nyimpen beberapa potong untuk sendiri* XD kyaa
    susi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Susi, thanks ya, yep setuju bronis ini memang mantap heheh

      Delete
  47. ok banget dech resepnya mb endang,jadi pengen coba buat cake lagi... soalnya waktu lalu sempat gagal buat cake moist resep dari mb endang. entah sebabnya apa yang jelas tu kue ngga ngembang trus jadi lembut banget. tapi over all tetep bisa di ma'em he he he... dari ainun balikpapan

    ReplyDelete
  48. waduh mb endang aku jadi pengen nyobain buat cake lagi nich gara2 liat resepnya, soalya waktu lalu sempat gagal buat cake moist dari mba... :( gak tau dech salahnya dimana... tapi tetep habis juga tanpa sisa he he he...

    ainun balikpapan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ainun, kuncinya ada di baking powder ya, pakai yang double acting, yang lainya sih tinggal ikut istruksi saja, pasti jadi kok. Sukses ya!

      Delete
  49. aku dah bikin ini 3x mbak, n msh pingin bikin lg, hihi.. wuenak mbak :) tp mo cerita, yg prtama tu gagal, kue q bantet mbak, n rasanya agak kemanisan mnrt lidah sy. sy emang ga bisa sukses bikin kue klo ga dimixer. yg kedua sy mixer n hasilnya memuaskan lah, pdhl pisang cm sisa 150 gram, dcc cm 85 gram, trnyt malah pas di lidah. yg ketiga sy coba pisang 200 gram, dcc 120, gula jg 120, trnyt agak manis lg. next time sy kurangi lg gula ma dcc. wuih, seloyang bisa hbis sndiri klo ga inget anak suami ma ttngga, hihi.. tengkyu resepe yo mbak :)
    -nur-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nur, kalau pakai BP double acting tidak perlu di mikser pasti kembang, kalau pakai BP single acting memang kudu dimikser kali ya. Thanks sharongnya ya Mba. Sukses selalu untuk Mba Nur dan keluarga ya!

      Delete
  50. baca blog mb endang ni refreshing bgt y, rasanya ga bosen di dapur terus nyobain resep demi resep dari blog mb endang, hampir tiap saat , bukan tiap hari lagi (hehe) selalu buka blog mb di tab hahahaha untuk nyobain resep2 baru, kali ini saya udah nyoba dan bener bener top margotop maknyussss
    salam

    ReplyDelete

Heloooo! Terima kasih telah berkunjung di Just Try & Taste dan meluangkan waktu anda untuk menulis sepatah dua patah kata. Walau terkadang saya tidak selalu bisa membalas setiap komentar yang datang, namun saya senang sekali bisa menerima dan membacanya.

Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen anda dalam mencoba resep-resep yang saya tampilan. Semua komentar baik di posting lama maupun baru sangat saya nantikan. ^_^

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan di artikel karena saya menggunakan setting moderasi, namun jangan khawatir, begitu saya kembali ke laptop maka hal utama yang saya lakukan adalah mengecek dan mempublish komentar anda.

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membalas komentar, pertanyaan maupun sharing yang anda berikan. Walaupun saya sama sekali bukan ahli dibidang ini namun saya akan berusaha untuk mencari alternatif solusi berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang masuk. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ternyata saran atau solusi yang saya berikan justru membuat eksperimen anda menjadi gagal.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try & Taste. Untuk mengajukan pertanyaan dan komentar, anda juga bisa langsung email ke saya di justtryandtaste@gmail.com

Saya tunggu komentar, feedback, email dan sharing anda ya. Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Salam sukses!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...