05 Februari 2012

Resep Brownies Kukus Pisang - Tidak bisa diungkapkan kelezatannya ^_^


Resep Brownies Kukus Pisang


Update 7 Juli 2015

Halo, saya tahu resep brownies kukus pisang  ini banyak penggemarnya dan mungkin banyak hal yang ingin anda tanyakan seputarnya. Namun sayang sekali kapasitas komentar di artikel ini sudah maksimal sehingga komentar baru tidak bisa lagi saya publish. Untuk pertanyaan seputar brownies ini, anda bisa email langsung ke saya di endangindriani@justtryandtaste.com atau melalui FB Just Try & Taste atau Twitter @justtryandtaste.com. Terima kasih.


Sudah lama saya berjanji dengan teman saya, Tyas, meluangkan waktu berbagi satu-dua resep kue untuk dipraktekkan di rumah Pete. Namun baru hari Minggu ini kami bisa melakukannya, itupun dengan wanti-wanti dari saya bahwa Tyas harus datang sebelum pukul delapan jika ingin mencoba beberapa resep. Tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Tyas pun mengajak teman lama kami berdua, Rahma, yang entah mendapatkan wangsit dari mana tiba-tiba tahun ini mencetuskan resolusi untuk belajar memasak. Request utama mereka adalah siomay. Wokeh! Berbagi ilmu memang salah satu kegemaran saya, apalagi kepada mereka yang semangatnya menggebu-gebu dan rela bangun pagi-pagi sekali untuk bisa datang ke rumah Pete. Lagipula masakan yang mereka request tergolong mudah, dengan menggunakan food processor hanya butuh waktu 30 menit saja untuk membuatnya. ^_^

Resep Brownies Kukus Pisang
Resep Brownies Kukus Pisang

Tak tega hanya mempraktekkan satu resep saya kemudian juga berbagi membuat spaghetti Bologna yang kami sikat beramai-ramai untuk sarapan. Dilanjutkan dengan satu loyang pizza dengan topping sosis yang simple, dan ditutup dengan the big hit yaitu brownies pisang yang mantap ini. Kedua peserta cooking class amatiran ala saya terlihat puas. Saya pun happy karena waktu yang terbatas bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, apalagi kemudian mereka dengan semangat mencuci piring dan perabotan kotor yang digunakan. Hasil praktek kemudian dibagi tiga oleh Tyas, dan dibawa pulang untuk dipamerkan dan ditunjukkan ke Ibunda di rumah. "Waduh, Emak bisa menangis terharu melihat anaknya berhasil memasak kaya gini nih", komentar Rahma dengan mulut penuh dengan siomay. Hmm, benar-benar weekend yang bermanfaat sekali apalagi kemudian dengan menggunakan mobil Tyas, mereka bersedia mengantarkan saya hingga ke gerbang pintu les renang di Ragunan. ^_^

Resep Brownies Kukus Pisang
Resep Brownies Kukus Pisang

Okeh sekarang mari kita bahas si brownies kukus pisang ini. Resepnya saya ambil dari brownies broccoli, bit dan wortel yang pernah saya posting sebelumnya. Anda bisa klik disini untuk melihatnya. Resep aslinya brownies ini dipanggang namun kali ini saya melakukan modifikasi karena versi brownies kukus sepertinya lebih seru dan banyak yang suka. Jadi selain saya mengganti sayur-sayuran dengan pisang saya juga merubah proses memasaknya dari panggang ke kukus. Hasilnya adalah brownies yang super duper yummy! Sungguh! Legit, tidak terlalu padat namun juga tidak mekar seperti cake, sangat lembut, dan moist. Brownies ini benar-benar mantap! Saya tidak memiliki perbendaharaan kata-kata lagi untuk mengungkapkan kelezatannya, jadi sebaiknya anda mencobanya sendiri saja di rumah ya untuk membuktikan kata-kata saya. 

Resep Brownies Kukus Pisang

Sebagaimana brownies lainnya maka yang satu ini sangat mudah proses pembuatannya. Semua bahan cukup dicemplungkan menjadi satu dalam mangkuk besar, aduk rata, dan kukus hingga matang. Selesai! Kunci kesuksesannya adalah pada baking powder yang digunakan, pakailah yang double acting, dengan kondisi masih fresh alias tidak kadaluarsa. Jika anda mengikuti saran saya maka dijamin brownies lezat nan lembut ini yang akan hadir di rumah anda dan bukan versi dodolnya yang bantat. Yuk, kita coba membuatnya. 

Resep Brownies Kukus Pisang

Brownies Kukus Pisang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 24 potong brownies menggunakan loyang ukuran 20 x 20 cm

Bahan: 
- 150 gram dark cooking chocolate/coklat hitam masak
- 150 gram gula pasir (tambahkan jika kurang manis)
 
- 3 sendok makan mentega/margarine suhu ruang
- 2 sendok teh vanilla extract atau 1/2 sendok teh vanili bubuk (jika menggunakan vanili bubuk, ayak bersama tepung terigu)
 
- 370 gram pisang ambon/cavendish/raja (kira-kira 2 1/2 - 3 buah), haluskan dengan garpu
- 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
- 100 gram tepung terigu serba guna
- 1/2 sendok teh baking powder, pastikan fresh, cek masa kedaluarsanya. Saya sarankan gunakan yang double acting.
 
- 20 gram coklat bubuk, gunakan yang berkualitas baik  
- 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:
Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm olesi dengan mentega dan alasi bagian dasarnya dengan kertas minyak. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam, aduk rata. Sisihkan.

Resep Brownies Kukus Pisang

Siapkan mangkuk tahan panas (kaca atau alumunium), letakkan mangkuk diatas panci berisi air mendidih. Masukkan coklat blok ke mangkuk, dan panaskan dengan api kecil menggunakan teknik double-boiler (tim) hingga coklat meleleh. Angkat dari api. 

Aduk coklat dengan spatula balon hingga smooth, tambahkan gula pasir, mentega/margarine, dan vanilla ekstrak, aduk hingga semua bahan larut dan menjadi halus. Jika terlalu kental panaskan sebentar di panci berisi air mendidih hingga menjadi agak lumer. 

Resep Brownies Kukus Pisang

Tuangkan coklat leleh ke dalam mangkuk yang agak besar, masukkan puree pisang ke dalamnya, aduk rata. Tambahkan telur kocok, pastikan coklat tidak panas saat menambahkan telur agar telur tidak matang. Aduk hingga adonan halus.

Masukkan tepung dalam tiga tahapan, aduk perlahan dengan spatula hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Masukkan ke dalam dandang kukusan yang airnya telah mendidih, tutup permukaan dandang dengan kain bersih yang menyerap air, tutup rapat dengan penutup kukusan. 

Resep Brownies Kukus Pisang

Kukus kue selama 45 - 50 menit atau hingga brownies matang dan tidak lengket saat di tusuk dengan lidi. Keluarkan dari dalam dandang. 

Note: Gunakan api sedang saat mengukus, kondisi dandang air terisi banyak sehingga cukup untuk mengukus selama 50 menit. Jangan membuka penutup kukusan selama kue dimasak.

Resep Brownies Kukus Pisang

Diamkan sejenak untuk menghilangkan uap panasnya, keluarkan brownies dari loyang dan potong-potong sesuai selera. Brownies kukus pisang siap untuk disantap. Top markotop! ^_^

Source:
Resep diadaptasikan dari Web Family.go - Jessica Seinfeld's Deceptively Delicious Brownies




271 komentar:

  1. hahaha, mb, kali ini postingannya begitu menggoda. Top Markotop ya mb. hahaha wajib dicoba ni...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woi, hola Jeng Chanti, hehehe sori emailnya belum sempat dibalas ya. Yup! yang ini emang enak banget, suerrrr gak boong. Saya makan habis 5 potong wakakakak.

      Hapus
  2. harus di coba ni;b{resepnya kaya nya enak... dan beruntung banget teman mba bisa praktek langsung pasti seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uuggh, yang ini memang top markotop jeng hehehehe. Ayo dicoba ^_^.

      Hapus
  3. mba,,,
    aku mau dong klo ada "kelas" dadakan lagi,,,web ini jd referensi u/ liat2 resep mantappphh...

    best regards
    dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Dini, hahaha... iya ntar kalo ada 'kelas' dadakan lagi ya. Thanks ya.

      Hapus
  4. Mba....ngilerrrr.....yg bronis BBW aja blon nyoba udah dipamerin yg ini,hiks....yg ini kyknya emang harus dicoba deh.Soalnya kukus (yg BBW ntar tak kukus wae pisan),segen kalo musti ng-oven.Ovenku tangkring,gede pula,kalo suami ga stenbey males banget gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, Mba Dian yang ini kudu dicoba, asli mantap. Saya hri ini bikin pakai tape sebagai pengganti pisang, mantap juga tuh hehehe. Fleksible banget! Ayo ayo... ^_^

      Hapus
  5. Salam kenal mbak dian. Waduh . . ,Trimakasih banget sama blog nya, aq suka banget. By tha way . . . . Brownis kukus pisangnya emang top margotop . . . !!!!!! safera

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Safera, salam kenal juga ya dan thanks atas komennya. Btw, nama saya Endang ya Mba, bukan Dian ^_^

      Hapus
  6. Mbak Endang, setelah sekian lama menjadi pemerhati blog ini, sambil mikir2 mau nyobain yang mana, akhirnya memutuskan buat nyobain resep ini sebagai resep perdana yang aku coba. Thank u yah mbak. Mudah dan jelas sekali petunjuknya. Yang niruin jadi seneng:D
    kalo soal rasa, sepertinya punya mbak pasti jauhhh lebih enak. Secara paling nggak pede bilang makanan sendiri enak, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Non Era, ayo hentikan hanya sebagai pemerhati saja hahaha, ayo ayo mulai terjun ke dapur dan coba. Gak bakalan nyesel kok dan soal rasa saya yakin sama lezatnya, asal takarannya sama ya.... hehehe. Itulah enaknya bikin kue, mau dibuat oleh siapapun dimanapun asal takarannya sama pasti rasanya sama enaknya. Gudluck ya! ^_^

      Hapus
  7. mba, baking powder double acting tuh,, misalnya merek apa y? senang bngt bsa tw blog ini.. resep2 nya gmpng n cocok bwt yg ga pnya oven spti aku ini.. hehehe, kmrn dah cba brownies pandan keju, dan semua yg mam blgnya ENAAk!! (slnya tiap x klo aku bkin kue psti ada ja yg krg) tQ.. novi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Non Novi, saya hanya tahu 1 merk yaitu Hercules, so far nggak mengecewakan hasilnya. Bisa dibeli di toko bahan kue atau di Giant. Saya belum pernah melihatnya di Carefur. BP ini dikemas di kaleng warna merah, ada tulisan double acting. Saya sarankan untuk menggunakan double acting, saya nggak menyarankan yang jenis lain, daripada gagal kan ya, sayang bahan-bahannya hehehhe. BP double acting sedikit saja hasilnya sudah bagus jadi nggak merubah rasa makanan. Thanks atas komennya dan sukses ya!! ^_^

      Hapus
  8. Salam kenal mba endang,, aq seneng bgt bs nemuin blog ne,, kmrn aq dah cb cake coklat kukus y,, dan berhasil,, Mba mao tny neh,, law coklat blok y cm 100 gr,, gmn y? Apa perlu di kurangin bhn yg laen y?
    Pisang y bs d ganti pk bahan yg laen gx mba?? Tengs mba:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo salam kenal juga ya, heehehe selamat ya atas keberhasilan cake coklat kukusnya! Saya senang mendengarnya. Coklat blok bisa dikurangi non, resep aslinya sebenarnya hanya 85 gram, saya double hehhehe. Bahan lain tetap sama tidak perlu di rubah. Pisang bisa diganti tape , ubi jalar, labu kuning, atau sayuran seperti brokoli, wortel dan beet yang dihaluskan. Tidak percaya? Coba cek di resep brownies BBW yang saya posting sebelumnya ya, itu mengggunakan brokoli, beet dan wortel dan rasanya yummy! Thanks ya dan selamat mencoba.

      Hapus
  9. mbak Endang, resep yang ini ndak perlu pakai mixer ya? terus coklat blok di tim tanpa mentega, apa gak kental ya mbak? karena pengalamanku kalau ngetim coklat tanpa mentega ya aku gunakan untuk topping aja karena kan tidak berbentuk cair...mohon pencerahannya ya mbak guru Endang, hehehe....btw brownies kukus mbak Endang sudah bisa menambah penghasilanku nich...makasih banget yaaaa mbak.... oh ya mbak ujicoba brownies/kue kukus yang rasa kopi donk, nanti aku contek lagi dech...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, nggak kental kok. Panaskan sampai coklat lumer, ketika sudah lumer masukkan mentega dan gula, aduk rata. Memang dia tidak cair banget, kental pekat dan ketika dicampur bahan lainnya seperti pisang maka adonan yang terbentuk kental. Tenang, ini brownies gampang banget. pasti sukses kok dan rasanya enyak enyak enyak. Moga menambah penghasilan lagi ya. Thanks atas komentarnya.

      Hapus
  10. Bismillah. Sy udh cb ni resep dg rasa tak prcy diri soalnya sy emang bnr2 newcomer dlm hal masak2 n bikin2 kue. Mana tu adonan s4 pindh loyang 2x (loyang prtama gak muat didandang, kacian..) Alhamdulillah hasilny memuaskan, murah bahannya, mudh buatnya, yummy endingny,hehe, mo lg dong resep kyk gini. Jazakillah khoir y mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Yulita, thanks atas komentarnya ya, hahaha pengalamannya sama kaya saya, sok pede pakai loyang gak tahunya gak muat di dandang. Sedang berusaha mencari resep2 murah meriah, mudah dan enak hehee

      Hapus
  11. Pagi mbak endang..........ijin sharing hasil ublek ublekku semalem yach,,,,jam menunjukkan pukul 9 malam.Meski badan capek,dan belum benar benar fit karena sakit,saya tetap membulatkan tekad untuk berani membuat cake ini,tapi karena pisangnya ga ada,akhirnya saya skip... dan mulailah perjuangan pertama saya...... coklat blok nya saya lelehkan brsama mentega mbak,trus abis itu saya masukkan gula pasir,udah lumayan lama ngaduknya tapi kok ga bisa larut ya gula pasirnya?masih kasar......apa ini yang membuat cake jadi kenyal dan banyak lubang mbak? atau karena tepung terigunya kebanyakan karena saya hanya pake ilmu kira kira..hehehe....Oya mbak,semalem karena ketiduran cakenya dikukus sampe 2jam mbak,jam sepuluh masuk dandang jam 12 baru diangkat...hehehe.....hasilnya ada yang basah karena ketetesan air,,,
    cakenya ngembang dikit sich,agak kenyal kenyal,krenyes krenyes gimana.gitu.
    Tapi so far,gimanapun hasilnya tetep enak,coklatnya nggigit banget,,,,, awal yang baik menurut saya untuk melanjutkan perjuangan....hehehe.makasih ya mbak resepnya,,,, mohon pencerahannya.....^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Neny, hehehe, namanya bukan brownies pisang lagi dong ya. Cake kenyal karena porsi terigu yang banyak dan tidak mengembang sempurna bukan karena gula pasir, gula pasir tidak masalah jika tidak larut karena pada saat dikukus akan mencair dengan sendirinya. Porsi terigu, pisang, coklat dan bahan lain telah diukur sedemikian rupa agar cake mengembang dengan baik dan lembut. Next time sebaiknya jangan skip dulu bahan dasarnya ya. Atau jika ingin skip pisang, sebaiknya gunakan resep brownies lain yang memang tidak menggunakan pisang sebagai bahan dasar. Ayo lanjutkan ke tahap berikutnya ^_^

      Hapus
  12. mbak endang,,,,,akhirnya saya kemaren jadi bikin cake ini dan ga mau skip skip lagi(takut dimarahi yang punya resep.hihihihi).....
    cakenya enak,meskipun ga ngembang ngembang banget,,,saya pake loyang bolu yang berlubang tengahnya diameter 22cm,pas mateng tinggi cakenya sekitar 2,5 cm,,,,,,,klo kata ibuku nggak bantat,yang penting enak dan habis ludes......serumah pada suka............makasih mbak,,,ga sabar pengen bikin lagi yang lain......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Neny, wakakkak selamat yah cakenya berhasil, memang tidak terlalu mengembang tinggi karena semua bahan juga cuman di cemplung2 nggak dikocok hingga kembang.

      Hapus
  13. mbak, wktu masukin gulanya ke coklat yang sudha ditim itu, apa gulanya mau larut sampai tidak ada sisa bulir gulanya? soalnya pengalaman saya pernah coba resep yang masukin gula ke dalam coklat yang ditim (posisi masih diatas api kecil) kok gulanya enggak larut2, saya takut coklatnya malah gosong atau gimana gitu, karena hmpir 10 menit pun diaduk2 gulanya enggak larut2, tetep aja seperti ada butiran2 gulanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Jeng, gulanya gak larut gak papa kok nanti pada saat dikukus gulanya akan larut juga. Saya biasanya nggak sampai larut, jadi masih berbutir-butir tetapi ketika cake matang, gula mencair semua ^_^

      Hapus
    2. bismillah,
      salam kenal ya mb,
      tampilan baru ya mb,wah,saya ketagihan lo mb, pengen slalu buka blognya mb,hee
      saya yg kmrn nanya pemotong mie mb, alhamdulillah dah dapet, segera aja nyoba kue bawangnya, hehe,tp msh sisa adonannya ga keburu, sikecil dah merengek2,
      oya mb, saya jg dah nyoba brownies kukus pisang ini mb, tp ga pke BP yg doble acting, nyari2 ga nemu mb, padahal dah gatel pengen nyoba ini itu.walhamdulillah jadi mb,ga bantat mgkin krn bp nya ta lebihin ya mb,hee
      mksh byk ya mb, jazaakillahkhaira, seneng bisa nemu blog mb
      salam-yayuk

      Hapus
    3. Halo Mba Yayuk, salam kenal juga dan makasih sharingnya. Iya neh tampilan baru hahaha, yah biar rada segeran dikit blognya. Update isinya jarang malah tampilannya yang dipermak hahaha. Saya setelah beli alat pemotong pasta semangat mba bikin ini itu, setelah itu yahhhh alatnya cuman nganggurrr hehee. Sip Mba,senang mendengar uji cobanya sukses, senang bisa membantu. Salam buat si kecil ya.

      Hapus
  14. sebelumnya, terimakasih yaa mba Endang atas resepnya.. aku langsung dapet pencerahan setelah baca blog ini, hehe.. oya, aku mau nanya nih, aku pernah baca resep brownies yang lain nih, di resep itu penggunaan telur sampe 6 butir mba, nah kalo di resep ini apa ngga perlu telur sebanyak itu mbaa??
    maaf yaa kalo aku jadi kelihatan sok tahu, hehe..
    mohon commentnya mbaa-salam-Zulfiana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Zulfiana, nah malah bingung kan dapat resep dengan telur dikit hahaha, saya memang usahakan cari resep dengan telur sedikit tetapi dengan rasa nendang. Kalau resep dengan telur banyak, rata2 semua resep seperti itu hehehe. Yang ini telurnya cuman 2 Mba, dan rasanya enak kok hehe

      Hapus
    2. sy termasuk yg bingung (saking senengnya) dpt resep brownies telur dikit hehehe... yah dr td main2 di blog mb endang terus ga praktek2...
      pempek dos, miyam jamur, brownies pisang.. mgkn tahu telur ngawi aja dulu yg kyknya anti gagal...

      Hapus
    3. Yah jangan main2 saja, hehehhe ayo dicoba, kalau gak nyebur susah dapat chemistrynya Non.

      Hapus
  15. sebelumnya, terimakasih yaa mba Endang commenta kemaren, hehe..
    aku mau nanya lagi nih mba, tapi seputar cookies dan muffin, dua kue itu kan pake dipanggang oven yaa mba, nah sedangkan ibuku punyanya oven yang pake kompor gas itu mba, hehe oven jadul.. nah yang aku bingungin nih mba, ngatur suhunya gimana yaa?? misalnya suhu 180 derajat nih, kalo pake oven kompor gitu apinya pake yang kecil, sedang atau besar yaa??
    mohon pencerahannya mba, maaf yaa kalo nanya" terus :((
    Salam-Zulfiana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba,

      Memang untuk oven tanpa suhu seperti ini harus menggunakan termometer yang bisa dibeli terpisah. Mungkin Mba Zulfiana bisa tanya ke toko perlengkapan baking mengenai termometer ini. Nah, kalau tanpa termometer maka jam terbang diperlukan. Artinya harus trial dan error Mba untuk tahu cara kerja maksimal si oven. Karena bisa berbeda2 caranya untuk memanggang cake, roti atau cookies. Saran saya mungkin sebaiknya gunakan api sedang hingga oven dirasa cukup panas, baru masukkan adonan yang akan di panggang, jika dirasa permukaan cake terlalu cepat matang sementara bagian dalamnya belum maka kecilkan api kompor. Saya pernah pakai oven ini di rumah adik, dari beberapa kali mencoba, api tidak boleh terlalu besar karena membuat cake cepat gosong.

      Hapus
  16. oya, satu lagi mba, hehe.. aku mau nanya nih, sama ngga yaa kalo diayak dengan dimixer??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Zulfiana, mikser dan ayak sama saja, fungsinya adalah untuk membuat tepung remah, tidak menggumpal dan mengurangi kelembabannya. Tepung yang seperti ini akan membuat cake lebih kembang, cookies lebih renyah.

      Hapus
    2. okee mba, makasih banget yaa pencerahannya.. aku seneng banget nemuin blog ini, jadi lebih semangat eksperimen bikin kue"nya, hehe..
      oyaa, hari ini aku sukses besar mba bikin brownies ini, serumah pada seneng semua :)) ngga kalah sama brownies A**nd*, hehe :))
      sekali lagi, terimakasih banyak yaa mbaaaa :**

      Hapus
    3. Sip Mba, senang bisa membantu, wah orang rumah makin seneng ya kalau sering2 eksperimen bikin kue hehe

      Hapus
  17. Kemarin saya akhirnya bikin brownies ini.
    Dark coklatnya saya ganti yg putih, tetap enyaaaak.
    Suami sampe nggak percaya itu saya yg bikin.
    Secara belum pernah nyoba bikin brownies sebelumnya.
    Thanks ya Mba atas resepnya.

    Salam,
    Ella

    BalasHapus
  18. Halo Mba Ella, wah senang sekali browniesnya berhasil dengan oke. Memang brownies ini rasanya mantap habis hehehe.

    BalasHapus
  19. Jeng Endang..
    Salam kenal yah...
    Mo nyontek resep nya nih...
    Kalo semisal coklat-nya di-skip, jadi hanya ada pisang-nya saja
    tetep bisa kan ya Jeng? Tetep jadi maksudnya... hehehe... karena di rumah gak terlalu suka coklat.

    Terimakasih banyak Jeng :)

    -Kiki-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Kiki, salam kenal juga ya. Coklatnya boleh skip kok kalau nggak suka. Adonannya tetap bisa jadi. Atau bisa pakai resep cake pisang zebra, ini linknya: http://www.justtryandtaste.com/2012/03/cake-kukus-pisang-zebra-hijau-coklat.html

      Moga sukses ya. ^_^

      Hapus
  20. Hallo mbak Endang...ak br aja bikin brownies ini berhasil mbak tp kok permukaanny ada yg bergelombng ya mbak, jd bigung penyebabny apa pdhl ak pernak bikin cake coklat kukus mbak permukaany gak gt...oh ya mbak ada gak resep mbak yg tiramisu kukus?
    Tri
    bangka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Tri, hmm mungkin karena api yang dipakai terlalu besar waktu mengukus, gunakan api sedang saja ya. Belum ada tiramisu kukusnya Jeng, saya cari dulu ya heheh. Thanks ya.

      Hapus
  21. mbak aku buat bronis pisangnya, mantap,dilidah lumer, coklatnya nendang, penampakan ciamik, cuma kalo dipotong trus diambil mudah belah mbak. biar teksturnya agak kompak ditambahin apalagi ya mbak ? mentega 3 sendok,loyang gk q kasih mentega & terigu, q ganti kertas roti, kertasnya kok "komoh-komoh" ya mbak ? apa kebnyakan mentega ? btw bronis pisangnya mak nyuss..., bikinnya eeezzzyyyy bgt. thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, thanks atas sharingnya ya. Kemungkinan mudah pecah saat dipotong karena over mixing saat mengaduk adonan, jangan lama2 dan terlalu kuat dalam mengaduk, kalau sudah tercampur segera hentikan. Faktor lain karena brownies dipotong saat masih panas, biarkan hingga benar2 dingin baru dipotong. Kertas baking memang menjadi basah tetapi nggak sampai komoh2, proses mengukus umumnya membuat kertas baking basah ya, nah kalau sampai kertasnya hancur saya bingung juga ^_^

      Hapus
  22. salam kenal mbaq endang

    mbaq saya mau nanya kalo ngga ada pisang raja ato pisang ambon bisa diganti dengan pisang jenis lain ngga, mbaq

    makasih sebelumnya ya mbaq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo salam kenal, yep bisa ganti pisang lainnya, kepok, pisang emas, atau pisang hijau bisa, pastikan matang banget dan rasanya gak asam.

      Hapus
  23. Aslkm.
    Akhirnya jd jg bikin brownies kukus pisangnya mbk endang..(blm jd bikin cake kukus pisang chocochips)
    tapii..tidak seindah & selezat punya mbk kyknya.. :(
    1. permukaan brownies ngembang kyk bukit bergelombang (gk bs rata&cantik)-padahal uda pake api kecil-sedang
    2. bagian dalam berongga gk bs padet legit spt brownies kebanyakan-over mixing paling y??habisnya takut klo terigu gk nyampur-pke BPDA hercules jg
    3. kemanisan :P trus berasa ada jejak pahitnya - saya pke pisang ambon yg uda "ndalu"(muateng)+coklat blok spesial coating colatta+coklat bubuk bendico+6 sendok makan gula pasir
    hiks..hiks..pengen berhasil bikin brownies...uda coba 3x kok blm bs memuaskan y..??
    makasi buanyak buat ilmu,sharing&pencerahannya ya mbk.. ^_^
    waslkm.
    nuril-bunda arai






    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Nuril, wah jangan patah semangat ya Mba, mungkin tips berikut bisa dicoba kalau next coba lagi:
      1. pakai ukuran yang sesuai resep;
      2. jangan over mixing, aduk perlahan, campur perlahan, bahan kering harus dicampur dulu (tepung, BP dan coklat) kalau perlu ayak untuk memastikan tercampur baik;
      3. kalau adonan sudah masuk ke loyang, ratakan permukaan adonan pakai spatula, kalau perlu ketukkan loyang perlahan ke meja, agar adonan rata.
      4. kurangi takaran BP-nya, kalau ingin brownies lebih padat agar adonan gak terlalu ngembang
      5. jejak pahit karena coklat yang digunakan, saya pakai bensdorp, so far hasilnya oke.

      Hapus
  24. blm nemu coklat kiloan merk bensdorp..makanya pke seadanya.. :(
    trus adonan di loyang uda tak ratain+diangkat&dijatuhkan di meja..
    anwy makasi banyak buat tipsnya ya mbk endang yg rajin&baik hati..insyallah saya blm patah semangat meski uda 3x mbrownies tp blm jg memuaskan..hehe..
    salam "selalu semangat memasak"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, iya coklat merk bensdorp agak susah dicari, harus ke toko bahan kue, gak dijual bebas di supermarket. Haduh saya yang jadi terus mikir, bagian mana yang salah ya, pengennya brownisnya bisa berhasil. Tetap semangat ya Mba. ^_^

      Hapus
  25. salam kenal ya mba endang... saya g hobi masak tp seneng browsing resep di inet dgn harapan suatu saat akan dicoba (nyatanya g pernah krna baca resepnya aja udah berasa ribet hehe)..tp pas ketemu ama blog ini saya seneng bgt karna resep2nya g pake ribet dan ada step by stepnya buat saya yg pemula ini g bingung.. sudah ada bbrp resep yg saya coba dan dari beberapa itu yg paling memuaskan ya cake kukus pisang ini.. rasanya enak bgt serasa buatan koki pro... makasi bgt mba endang resep2nya dan penjelasanya ditiap resep akhirnya saya jd ketagihan buat nyobain resep yg ada disini... :)

    BalasHapus
  26. pagi mba Endang mau sharing sedikit nih semalam saya buat 2 resep sekaligus yaitu Brownies Pisang dan Cake kukus pisang & choco chips. Karena 2 resep sekaligus dan lihat resep dari hp, alhasil saya kelebihan takaran mentega pada resep Brownies pisang, karena yang saya ingat adalah takaran mentega untuk cake kukus pisang, jadi seharusnya mentega adalah 3 sdm, saya gunakan 120 gram. Sudah terlanjur nyemplung ke coklat blok, ya sudah show must go on kan ;). Akhirnya kedua adonan cake finish, dan saya kukuslah berbarengan menggunakan kukusan 2 tingkat dengan cake kukus pisang diletakan di tingkatan kedua. Ditunggu 1 jam tanpa dibuka-buka, ketika waktunya dibuka oalah ternyata cake kukus pisang yang di tingkatan kedua kebanjiran uap air, dan menggenang cukup banyak diatas cake,hikz :(. Mateng sih cakenya, hanya saja jadi mirip seperti kue pisang tradisional yang dibungkus dengan daun pisang, rasanya tetap enak hanya wujudnya saja yang berubah,hihi. Untuk browniesnya tidak mengecewakan, tidak kebanjiran seperti cake kukus karena tutup kukusan saya bungkus dengan kain, hanya permukaannya agak bergelombang saja.
    Mba Endang yang mau saya tanyakan adalah bila mengukus dengan 2 tingkat seperti itu bagaiman untuk mengakali agar kue yang di tingkatan kedua tidak 'kebanjiran' lagi? apakah bisa pada loyang ditutup dengan alu foil / plastic wrap saat dikukus?
    Yang kedua adalah bila memanggang apakah bisa dua loyang sekaligus? oven saya adalah oven tangkring, yang kapasitasnya bisa menampung 2-3 loyang (tersedia 3 tingkatan rak dalam oven tsb).
    Rencananya hari ini saya ingin mencoba membuat kue sus, yang sampai sekarang (sudah ke 5 kalinya) selalu gagal. Apakah adonan kue sus wajib dimikser ya? Saya belum pernah menggunakan mikser saat membuat adonan kue sus.
    Terima kasih ya Mba Endang untuk resep dan spiritnya dalam memasak dan berbagi cerita. Sori kepanjangan ya cerita saya kali ini, semoga ga bosen bacanya ya mba :D.
    Oiya, HAPPY (early) NEM YEAR! Wishing we all more success in the future!

    Salam,
    Phoenix

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Phoenix, terus terang saya belum pernah memakai kukusan tingkat seperti itu, cuman mungkin untuk mengurangi uap air banjir bagaimana jika ditutup juga dengan serbet di permukaan kukusan bawah sebelum diletakkan kukusan diatasnya, jadi tekniknya sama seperti ketika menggunakan penutup kukusan.

      Mengoven sekaligus bisa dilakukan asalkan masing2 cake memerlukan suhu yang sama untuk memanggang, kalau pakai oven tangkring yang gak ada termometernya mungkin kudu sering di cek ya.

      Sebelum saya pakai resep kue sus dengan mikser, saya juga gak pernah mikser adonannya, hasilnya gak mau kembang Mba, tapi setelah adonan saya mikser susnya bisa mantep banget kembangnya. Kuncinya pada kekentalan adonan, adonan harus diaduk hingga benar2 menjadi kental, pekat dan sangat lengket, kalau pakai tangan membutuhkan waktu lama untuk membuatnya kental tapi dengan mikser membuatnya lebih mudah dan hasilnya juga oke. Moga membantu dan thanks banget atas sharingnya ya Non ^_^

      Hapus
    2. Saya biasa bikin Kue sus nya, ga lake mixer loh & hasilnya tetaplah mengembang & enak. Resep tanteku yg Jualan Kue sus :) .

      Hapus
    3. Wah mesti di share dong resep tante yang jualan kue sus ^_^

      Hapus
  27. selamat sore mbk Endang...,sebenernya hari ini saya lagi males buat kue,rasanya capek bgt. ehh,siang2 dapet kiriman pisang tapi agak ndalu dikit. klo digoreng kok terlalu nyerap minyak..,yah akhirnya browsing internet & woww...,saya nemu blognya mbk Endang. resepnya mudah bgt,ga perlu pake mixer tinggal ubleg2 & taraaa...,jadi deh. kata ibu saya..,enak mbk. wah bisa jadi referensi resep nih dri blog-nya mbk Endang.
    thx berat ya mbk...,HAPPY NEW YEAR!!
    Salam kenal...,tyaz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo salam kenal juga Mba Tyaz, happy new year juga ya. Thanks atas sharing kuenya ya, senang mendengarnya sukses dan keluarga suka. Memang pisang yang sudah sangat ndalu paling oke untuk dibuat cake. Sukses ya dan salam buat Ibunda di rumah ^_^

      Hapus
  28. Salam kenal Mba Endang.... gara2 gak sengaja nemu blognya mba, aku lngsung berburu alat2 n bahan2 yg aku ingin coba. padahal jujur sejujur2nya mba, aku paling gak suka bikin kue. Krn penasaran dg slogan mba yg only a beginner and for the begginers, dan setelah aku baca2 terutama yg gak pake mixer n oven,krn bener2 pemula banget n gak punya alat apa2 hahaaaaa.... dan kucobalah brownies pisang kukus ini (krn aku suka cake yg aroma pisang)... dan hasilnyaaaaaa WOOWWWW spt judulnya 'tdk bs diungkapkan' plus sesuai akhir kalimat dr resepnya 'TOP MARKOTOP'..... Ma ksh ya mba Endang, aku tunggu resep2 kukus no mixer selanjutnya
    -mama bila-

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mama Bila, salam kenal juga ya dan makasih atas sharingnya disini. wahh pengalaman kita sama, dulu saya juga gak suka bikin kue, soalnya selalu gatot hahah. Kuncinya karena saya gak pernah ikutin resep dengan benar dan gak punya alat2 standar membuat kue yang paling basic seperti alat ukur, karena kue/cake/roti sebenarnya lebih mudah dibanding memasak makanan lain karena semua terukur dengan jelas. Kunci lainnya adalah kalau gatot jangan menyerah tapi coba lagi hahhahah, kalau nyerah selesailah sudah. Tapi saya yakin semua bisa memasak dan bisa jago disini kalau ditekuni karena semua yang ahli pasti berawal dari PEMULA.Sukses selalu ya dan tetap semangat mencoba ^_^

      Hapus
  29. Selamat pagi. Akhir pekan kemarin saya coba resep ini, mbak. Biasanya kalau uji coba resep, saya selalu coba skala kecil. Namun, kali ini saya langsung coba 1 resep krn pede hasilnya oke. Dan... ternyata hasilnya memang memuaskan, moist. Mama saya tdk suka brownies, tapi wkt saya minta mencoba (tanpa kasih tahu kalo brownies), beliau bilang enak. Gulanya saya kurangi menjadi 100g krn saya nggak begitu suka manis. Terima kasih, sukses selalu!
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Sisca, yep memang rasanya manis banget ya, kayanya lebih pas kalau agak dikurangi. Thanks atas sharingnya ya Mba, sukses selalu juga dan salam untuk Mamanya ya ^_^

      Hapus
  30. lam kenal mbak..saya mu minta pertanggungjawaban atas gagalnya program diet q gara-gara coba resep brownies pisangnya.Rasanya GA ENAK mbak!!!klo makan sepotong, maunya tambah lagi..cuma kenapa bownies q 1/2 berpori tapi dari tengah ke bawah bantet ya mbak..anyway busway sepotong ta cukup mbak pa lagi atasnya dikasih serutan keju..hem mantap.Thx da kasih resep yang 3M mudah,murah n mantap.sukses selalu
    zatila-Bekasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Zatila, wkakkakak, pertama baca saya dag dig dug juga, waduh gagal nehhh, ternyata oh ternyata.... Brownies nggak kembang sempurna kemungknan karena baking powdernya kurang fresh ya, coba pakai double acting dan pastikan masih baik kondisinya. Sukses juga ya dan thanks atas sharingnya ^_^

      Hapus
  31. Haii..mba endang klo loyangnya gak d alasi pke kertas minyak krn gak pny jd ganti pke apa ya? Tx -clara-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb Clara, diolesi pakai margarine dan ditaburi dengan tepung saja secara merata ya

      Hapus
  32. Dear Mb Endang..
    Gak sengaja lho nemu blog mb,,waktu lagi rehat kantor Qpake ngenet nyari2 resep yang gampang, cz aQ ini hobi nyobain makan ditempat makan yang terkenal enak dan murah hehehee, tp aQ-nya gak bisa masak :) Pengen seh bisa masak kayak ibuQ, tapi rasa malas selalu menang kalau dah bayangin ribet dan lihat bahan resep yang buanyak macamnya.. Tapi gtu lihat bloq mb, pas yang brownies pisang ini, waaaah, jadi pengeen nyoba. Akhirnya pulang kantor langsung belanja n nyampe rumah praktek deh.. IbuQ sampe bingung hehee, apalagi gtu tahu hasilnya..SUKSEES beSArr...Alhamdulillah uenaakk,, suamiQ pe gak percaya..dan 1 jam berikutnya sodara2Q pada datang kerumah, bilang mo nyobain kue enak, eeeh ternyata ibuQ yang sms ke mreka, heheee ludes deh kuenya, aQ aja cm mkn sepotong :( .. Thanks a lot ya mb Endang..and blog mb Q infokan ke sodara2 n mantemanQ sebagai sumber resep TOP and ANTI GAGAL ^_*
    Regards,
    Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rina, thanks ya atas sharingnya. Senang sekali mendengar uji cobanya berakhir sukses dan semua suka. Wah itu berarti Ibunya Mba Rina bangga banget putrinya bisa membuat kue enak, soalnya sampai di bela2in semua di sms, hahaha. Sip, semoga suka dan sukses dengan resep yang lain ya Mba. Salam buat Ibunya dan sukses selalu. ^_^

      Hapus
  33. untuk dijual oke juga tuh...thank's ya mbak dah bagi2 ilmu...ditgg resep2 cake murah meriah manstap dan menjanjikan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, gud idea tuh, bisa buka bisnis sampingan hehehhe. Sukses ya. ^_^

      Hapus
  34. salam kenal mbak..saya rika,,td siang saya dah cb bikin resep ini, berhasil,,tp aromanya kurang menggiurkn ya..apa coklatnya yg salah,,aku pake colatta..atau coklat bubuknya,,
    sebaiknya pake dcc nya apa??
    bubuk coklatnya apa??
    margarinnya apa??
    trus gmn biar aroma cake atau brownies itu wangi..dan menggiurkn..
    mohon nasehatnya mbak..maklum pemula...kali aja bs menambah pundi2 :-D
    oya..satu lg...bagi resep macaroon dong mbak..yummy banget deh kyknya...
    makaci ya mbak sebelumnya...ehh brownies yg td enaaakkk cm kurang wangi aja..ditgg resep2 lainnya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rika, makasih sharingnya ya, kalau mau aroma cake lebih nendang memang pakai coklat bubuk yang berkualitas. Saya pakai DCC merk colata, coklat bubuk Bensdorp, biasanya pakai butter/mentega dibandingkan pakai margarine, plus pakai vanila ekstrak. Vanila ekstrak ini yang mmebuat kue, cake, cookies harum banget. Bentuknya cair seperti madu, tidak berasa, aromanya harum vanila yang kuat. Biasanya saya beli di Titan/Wilton, karena tidak dijual bebas ya. Macaroon saya sedang cari resepnya yang oke dulu ya hahahha

      Hapus
  35. Mbaa.... resepnya ajaib.. cuma diublek2 hasilnya ruarrrrr biasa enak... udah aku coba mba. Begitu siap langsung kandas dimasakan sama adk2 ku.. heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep, yang ini memang mudah dan enak, wah senang saya keluarga suka ya. Thanks sharingnya lho ^_^

      Hapus
  36. Mbaaaaa.... buat sekali ga nendang... jadi tadi aku buat lagiii... buat 2 loyang... hihihi yg 1 tetep pake pisang yang 1 aku pake durian... ni resep emang berdosa banget... menggoda org yg lagi diet ga jadi diet... mohon tanggung jawab mba..
    Nb: pake durian rasanya aduhaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii mbaaa... saya sampe nangis mikiri perut yg udah besesek buncit ga karuan. Tapi mulut ini kurang ajar banget nambo nambo melulu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak, yep benar sekali. Kemarin kakak saya datang kesini, saya buatkan cake coklat kukus yang simple itu, waaahh udah lama gak bikin sekali bikin saya sikat 3 potong hahaha. Padahal lagi mau diet, gagal deh. Apalagi ini pakai durian lagi wakakakkaka. Berattttt ^_^. Thanks sharingnya ya Mba.

      Hapus
  37. hai mbk Endang,

    sebenarnya udah lama aku baca postingan ini, cuma gak tahu kenapa kok aku gak tergerak utk coba, tapi kmrin saat aku inget kalo aku punya sisa stock pisang di kulkas yg hampir 3 hari tidak terjamah oleh siapapun, jadi aku memutuskan untuk cari resep makanan yg tentunya berbahan pisang donk. dan aku kepikiran deh mampir ke blogmu dan ubrak abrik resep disana hehehe. dan ketemu lagi sama resep ini. setelah aku baca dan aku ingat2 dengan stock bahan yang aku punya di rumah. ternyata semua bahan yang diminta, aku punya semua (jodoh kali ye..) jadilah pulang kerja kemarin, setelah melakukan aktifitas yg rutin aku lakukan (mandi, makan dengan anak2, dan temani mrk belajr, dll) wess kabeh !! akhirnya aku cari kesibukanku sendiri hehehe..smpat anak2 tanya ibu bikin makanan apa..aku hanya jawab "nanti aja yah" tapi mungkin mereka penasaran krn belum mendapatkan jawaban yg memuaskan dari ibunya. begitu aku buka kulkas dan aku ambil buah pisang yg suda berhari2 kedinginan di dalam. mereka tiba2 coment.."yahh..kok pisang seh..males ahh" aku gak mau. tapi aku gak menghiraukan, terus aja sibuk menyelesaikan adonan (anjing mengonggong kafilah berlalu) wkwkwkwk..whatever you say..lah aku bilang.gak sampai 25 menit aku sdh selesai bikin adonan dan tinggal masukkan kukusan. singkatnya setelah cake matang aku segera keluarkan dari kukusan dan aku dinginkan, itu aromanya coklat & pisang yg dominan memenuhi ruangan, bahkan mungkin seluruh rumah. spontan anak'ku berlari kedapur dan memberi coment lagi "hmmm baunya enakk minta buu.." kyaknya dia sdh lupa apa yg tadi dia lontarkan hehehehe.saat mau aku potong, aku inget kalo masih punya stock keju juga,(I think it more delicious) jadilah aku kasih parutan keju langsung diatasnya sampe "gondrong2" gitu kejunya. hmmm..mbk endnag pasti tahu reaksi anak'u saat melihat penampakan cake yang seperti itu. dia minta irisan yang tebel buat dia. puass deh. tapi aku blm sregg kalo aku gak nyicip sendiri cake itu. pertma ku coba yg plain tanpa keju..hmmm so yummy.Recomendedd !!! rasa coklat & pisang yg dominan. btw I just can say Thank you soooo muchhh for this receipe. ini akan jadi tambahan koleksi resepku mbak.
    sory yah share-nya panjanggggg banget. namanya juga cerita.

    salam,
    Yani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hola Mba Yani, matur suwun atas sharingnya disini, menyenangkan sekali membacanya, saya sudah bisa membayangkan betapa serunya krucil2 Mba yang sibuk berceloteh mengomentari kue yang dibuat Bundanya, indah sekali! Sampai sekarang, cake pisang coklat ini juga masih menjadi favorit saya dan selalu saya buat kalau ada kerabat atau teman berkunjung karena gak ada matinya memuaskan lidah, gak ribet, super gampang dan pasti sukses hhehehe. Moga suka dengan resep lainnya ya. Sukses untuk Mba dan keluarga, dan peluk cium untuk krucil2nya yang pasti lucu ^_^

      Hapus
  38. mba endang salam kenal,
    saya udah nyoba brownies ini memang rasanya endang bambang gulindang....top markotop deh...:), oiya ijin share resepnya ya n matur thankyu...:)
    atik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Atik, sip Mba silahkan di share ya, jangan lupa backlink ya hihihi. Sukses selalu ^_^

      Hapus
  39. Salam Kenal ya mbak Endang...
    Tertarik banget ma resep ni, kayaknya simple banget n yang jelas gak pake mixer, iya kan?jadi ngiler buat nyobain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, yep ini gampang banget, asalkan bahan dan proses sesuai instruksi pasti oke hasilnya, rasanya juga nyammm.

      Hapus
  40. halo mbak endang..
    entah ini resep keberapa yg sy contek dari blog nya mbak endang.. hasilnya oke.. makasi mbak... smoga sukses slalu :)

    cici ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Cici, thanks sharingnya ya, senang mendengar kuenya sukses. Sip, monggo dicoba yang lainnya ya. ^_^

      Hapus
  41. mb endaaaaang... ini broniss legit pisaaan... aw aw pdhl bikinnya udah hari rabu kmrn, dan skrg jgn tanya tentu udah ga ada jejaknya (pas tinggal irisan terakhir tuh berjuang banget utk ga melahapnya demi suami tercinta yg waktu itu msh di kantor jiaaa.. *lebay.com) ini resep mb endang yg ke 6 kyknya yg sy coba. ini sama roti ayam pedes tuh kyknya porsinya kurang banget, setelah abis masih pengen ^_^ hatur nuhuuun ya mbaak..
    btw sy msh punya pisang dan keju, pengen bikin cake pisang kukus, di blog ada bbrp, yg paling recommended yg mana mbak? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, heehehe, setiap kali balas komen resep ini saya pasti ngiler.com tobat dahhhhh. hehehe. Untuk cake pisangnya, saya bingung juga mba, wakakakak, semua enak kok ^_^. Thanks ya Mba atas sharingnya.

      Hapus
  42. enaaaaaaaaakkkkkkkkk....ini jadi resep andalan keluarga kami :)

    BalasHapus
  43. kalo yg pake durian, takaran nya brp ya?duuhhh...jd pengeeennnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayanya harus coba2 heheh, soalnya saya juga belum pernah pakai durian ^_^

      Hapus
  44. Hallo Mba, aku minggu kemarin nyoba bikin kue ini. My first cake..hahaha.. Bahannya ga ribet & mudah banget cara bikinnya, tapi karna kemarin aku pake dark chocolate nya kebanyakan dan ga ditambah gula, kata orang2 rumah kurang manis :D, tp overall enyaaaaaakkkkk..weekend ini nyoba bolu marmernya ahh :9

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Widya, thanks sharingnya ya. Sip silahkan dicoba resep lainnya. Moga suka ya ^_^

      Hapus
  45. hai hai mba Endang, saya pecandu JTT nomer kesekian :p mesti dh byk yg nyandu nih hihi... lagi nyobain resep brownies pisangnya nih, lagi dikukus. deg2an gatel pgn buka tutup dandang (eits..sabar sabar) XD kebetulan pakai pisang ambon, dcc collata, coklat bubuk bensdorp dan bos :p coba ntr jadinya gimana hehe :D
    susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hati2 bisa kecanduan brownis ini lho hihihhi

      Hapus
  46. mmhhh enaakkk bgttt browniesnyaa... tetangga,sodara,orang rumah pada nyicip n muji... *nyimpen beberapa potong untuk sendiri* XD kyaa
    susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Susi, thanks ya, yep setuju bronis ini memang mantap heheh

      Hapus
  47. ok banget dech resepnya mb endang,jadi pengen coba buat cake lagi... soalnya waktu lalu sempat gagal buat cake moist resep dari mb endang. entah sebabnya apa yang jelas tu kue ngga ngembang trus jadi lembut banget. tapi over all tetep bisa di ma'em he he he... dari ainun balikpapan

    BalasHapus
  48. waduh mb endang aku jadi pengen nyobain buat cake lagi nich gara2 liat resepnya, soalya waktu lalu sempat gagal buat cake moist dari mba... :( gak tau dech salahnya dimana... tapi tetep habis juga tanpa sisa he he he...

    ainun balikpapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ainun, kuncinya ada di baking powder ya, pakai yang double acting, yang lainya sih tinggal ikut istruksi saja, pasti jadi kok. Sukses ya!

      Hapus
  49. aku dah bikin ini 3x mbak, n msh pingin bikin lg, hihi.. wuenak mbak :) tp mo cerita, yg prtama tu gagal, kue q bantet mbak, n rasanya agak kemanisan mnrt lidah sy. sy emang ga bisa sukses bikin kue klo ga dimixer. yg kedua sy mixer n hasilnya memuaskan lah, pdhl pisang cm sisa 150 gram, dcc cm 85 gram, trnyt malah pas di lidah. yg ketiga sy coba pisang 200 gram, dcc 120, gula jg 120, trnyt agak manis lg. next time sy kurangi lg gula ma dcc. wuih, seloyang bisa hbis sndiri klo ga inget anak suami ma ttngga, hihi.. tengkyu resepe yo mbak :)
    -nur-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Nur, kalau pakai BP double acting tidak perlu di mikser pasti kembang, kalau pakai BP single acting memang kudu dimikser kali ya. Thanks sharongnya ya Mba. Sukses selalu untuk Mba Nur dan keluarga ya!

      Hapus
  50. baca blog mb endang ni refreshing bgt y, rasanya ga bosen di dapur terus nyobain resep demi resep dari blog mb endang, hampir tiap saat , bukan tiap hari lagi (hehe) selalu buka blog mb di tab hahahaha untuk nyobain resep2 baru, kali ini saya udah nyoba dan bener bener top margotop maknyussss
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Meidina, maaf sekali saya terlupa untuk membalas komentarnya hiiksss. Silahkan dicoba resep lainnya ya Mba, moga suka dan makin betah di dapur ^_^.

      Hapus
  51. Haloo Mba Endang,

    akhirnya bisa comment setelah internet ngadat beberapa waktu :(
    Mba, hiks hiks.. paczki ku gagal :'( tapi curhatnya ntar di tempat paczki aja :p sekarang mau crita keberhasilanku bikin brownies pisang kukus ini tadi pagi :D
    uenakkkk Mba, moist, nyoklat, ga cukup sepotong dah hihihi.. anakku sang pecinta cake & pisang abis 2 potong langsung. tapi tadi sempet ada insiden kecil sama coklatnya. Jadi ceritanya kemarin pas nitip Mama beli coklat blok, sama orang TBK nya dikasi yang model selai gitu tapi lebih pekat. Kata dia sama aja, ya udah dibeli sama Mama aku. Aku pikir sama aja kali ya ngelelehinnya, ternyata oh ternyata.. tadi pas ditim, dia tetep kekeuh ga mau leleh, waduh.. puter otak, dikukus deh. Jadi itu kukusan sebelum buat ngukus brownies buat ngukus coklatnya dulu. Tapi ya ampun Mba, itu coklat tetep tak bergeming dari wujud aslinya *elap keringet* Akhirnya nekat aku cemplungin margarinnya dengan asumsi bakalan leleh tuh margarin begitu kena panas. ntar ngaduk sama pisangnya dipikirin lagi gimananya :p Tapi trus kepikir gula pasirnya gimana donk.. ntar krenyes2 lagi kalo ga dilarutin dulu. Lalu inget lagi sama muffin yang gulanya cuma diaduk sama telur pun jadi. Ya wes dah, nekat. Ehhhhh pas margarin masuk, tuh coklat langsung leleh. Ya elaaah tau gitu dari tadi aja yah, dan selanjutnya berjalan lancar kaya jalan tol jakarta pas libur lebaran :D Sampe suami bilang : jualan aja nih. Wahahaa.. ngelelehin coklat aja masih amatiran mau jualan. Sekian curhatnya, trimikisiiii buat resep2 mantabnya. Jangan bosen2 ya Mba denger curhatku :)

    Indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Indah, maaf banget saya lupa balas komentarnya. Saya sudah baca ketika komentar dikirim dan ngakak2 trus saya pikir ntar saya bales ehhh malah kelupaan, maklum nenek2 pikun hiiiiiks.

      Saya setuju sama suami, ayo jualan kue saja. tester andalan di rumah saja bilang enak kan wakakkak. Wah saya belum pernah nemu jenis coklat seperti itu, kenpa susah banget leleh ya? Bisa lap keringet juga saya kalau udah dipermak aneka cara gak leleh hahhahha.

      Sip, senang mendengar cerita serunya! Moga suka dengan resep lainnya ya ^_^. Salam buat keluarga, sukses selalu ya Mba.

      Hapus
  52. Dear mba Endang, Monic lg neh..aku cb bronis kukus pisang ini..cm aku pk cup..nah waktu tuang ke cup ngerasa ada yg kurang tp ga ngeh apa..eh waktu sdh matang br nyadar kl telurnya ketinggalan..he he..jdnya bronis eggless ya..tp tetep enak..thanks ya resepnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Monic, waaakk tanpa telur tetep enak ya, lebih sehat pastinya ya Mba. Mantep! thanks sharingnya ya ^_^

      Hapus
  53. Saya sudah coba mbak,,rasanya mantabh , .... :)

    BalasHapus
  54. Mbak Endang, di rumah ada stok pisang tanduk yg sdh matang. Kepikiran bikin brownis pisang resep ini. Bisa nggak, mbak? Kalo bisa, segar atau dikukus dulu? Mohon saran dan terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Sisca, asalkan pisang lembek dan bisa dihancurkan oke2 saja kok Mba, jangan dikukus ya, langsung pakai saja.

      Hapus
  55. Ok mbak, saya akan coba. Nyobanya jadi mantep nih setelah dpt jawaban mbak Endang. Terima kasih.
    Sisca - Surabaya

    BalasHapus
  56. Mb Endang, makasih sharing resep murmernik (murah meriah nikmat)nya ya. Dah cobain bikin ni, buat buka puasa nanti. Tampilannya yahud dan pasti rasanya jos gandos jg. Mb, mo nanya nih, kalo pisang diganti tape, trus mo pake keju, apa tetep pake coklat? Ukuran tape dan kejunya brp ya? Maaf ya mb, banyak nanya.
    -Ida, mama DheaDhena-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ida,aaaahh siap2 ketagihan, yang ini jos gandhos hehhehe. Bisa diganti tape, saya belum pernah coba, nah takarannya ini kudu trial error juga. Skip saja coklatnya kalau gak mau rasa tape coklat tapi menurtu saya tape coklat juga enak kok wakakka. untuk takaran saya rasa sama ya Mba,

      Hapus
    2. Iya ni, mb. Joss gandos tenan. Smuwah memuji, jadi blushing terus ni dari tadi#LebayDing. Tp bener, enak bener, pdhal telornya cuman 2 ya.
      Smakin krasan ni berselancar di blognya mb Endang.
      Tks bgt pokoknya ya, mb.-ida-

      Hapus
  57. mbak, beneran inih ga peke mixer? maklum saya anak kosan :D mau coba2 bikin di kos, kalo berhasil saya mau praktekkin buat reunian pas lebaran besok, trimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Anis, pakai BP nya yang double acting ya, untuk prosesnya yep memang gak pake mikser ^_^

      Hapus
  58. hai mbak endang...ketemu lagi nih. Apa kabar? Rencananya brownies ini mau dibuat untuk antaran lebaran nanti. mbak, resep brownies ini bisa dipanggang di double pan happy call ngak? Soalnya pernah saya buat brownies gluten free pake pan tersebut, hasilnya bagus dan matangnya cepat. Cuma tipsnya apinya harus kecil spy tidak hangus...
    BTW, terima kasih atas resepnya yang uenak2 semuanya. Terus berkarya dan semangat yaaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Vero, kabar baik Mba. Semoga Mba dan keluarga juga sehat selalu ya. Saya belum pernah coba pakai double pan, tapi saya rasa bisa kok. brownis ini bisa dipanggang di oven jadi saya rasa pakai happy call juga bisa. Yep, pakai api kecil ya. Moga sukses yaaa. thanks! ^_^

      Hapus
  59. Hi Mba Endang,
    Happy ketemu blog ini, kbtln baru resign jd banyak waktu di rumah, hari ini percobaan bikin keik pertama and pilihan jatuh ke resep ini :D
    Masalahnya ak tidak berhasil dapat kertas minyak/roti, kalo loyang dioles margarine and tepung kira2 masalah ga ya ?
    Maap pertanyaan pemula banget, it's my very first experience ^^

    Regards,
    Citra

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Citra, salam kenal ya. Thanks komentarnya disini. Olesi saja loyangnya dengan margarine + tepung, gak papa kok hehhehe. Sukses ya! ^_^

      Hapus
  60. Mbak..saia kmrn bkin ini g bs mekar..hiks..padahal udh hmpr 1 jam ngukusnya....apa krn baking pudernya yhaa mbak..aku pake royal....tq.before...dian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dian, menurut saya faktor BP ya, pakai yang double acting ya, saya belum pernah pakai merk royal. Pastikan BP aktif dan fresh.

      Hapus
  61. Salam mbak,
    Ini resep ke 2 yang saya ambil di JTT. Tadinya saya pikir gagal karna di kukus 45 menit dan kayanya terlalu basah. Suami pulang nyicip katanya "mammamia...è spectacolo" sampe2 dia minta di bawain ke kantor pengen temen2nya nyicip dan katanya temen2nya pada suka. ini bukan lebay ya mbak, tp resep ini lulus uji mertua dan tetangga saya disini lho, pokoknya cucok sala lidah italiano. :) 2 jempol deh buat JTT

    Restu - Naples.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Restu, salam kenal ya. wah senang resepnya cocok sama lidah Italiano wakakka, jadi bukan hanya pizza saja mereka sukanya sekarang ya ehhehheh. Sip! Thanks sharingnya ya Mba, moga trial berikutnya dengan resep JTT juga sukses ya! ^_^

      Hapus
  62. Halooo mb..salam kenal...akhirnya setelah sekian lama menjadi silent reader sy memberanikan diri utk ikut komen, maaf ya mb sebelumnya, suka contek resep2nya apalg klo sdh mentok nda tau mau masak apa...
    Bermula dr browsing resep tongseng daging sapi akhirnya sy nyemplung ke sini dan akhirnya jatuh cinta pada pandangan pertama...hehehe...
    Sejak itu tiap cari resep pasti pertama yg dituju pya mb Endang...
    Sampai akhirnya beli food processor buat nyoba bakso..
    Tapi mmg bener resep2nya mb Endang anti gagal...
    Dan krn seringnya buka2 resep cake nya mb Endang, yg kyknya gampang dan bikin aku penasaran, akhirnya aku beli oven juga...haduhhh...saking pengennya bisa bikin kue/cake..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooow, salam kenal juga Mba Rachma, wah makasih sharingnya yaaa, senang sekali resep2 di JTT bisa membantu di dapur. saya ikutan senyum2 bacanya. Beli food pro gak rugi kok karena bnayk banget manfaatnya, apalagi buat makanan2 krucil2 ya, kaya nugget atau bakso, lebih sehat dan terjmin kualitasnya.

      tetap semangat memasak ya ^_^

      Hapus
  63. Waduhhh...blm selesai komen sdh kepencet...
    Dannnn...barusan aku coba oven baru sy itu pake resep brownies pisang kukus ini, krn sy lebih suka brownies panggang drpd kukus, hasilnyaaa...taraaaa....berhasil Mba...haduhhhh senengnyaaaa...kyk klo anak sy hbs menang lomba mewarnai (biarpun cm juara 3) jadi senyum2 sendiri terusss..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah, saya juha senyum2 sendiri kok bacanya, tapi yang satu ini memang juaranya, mudah enak mantap dahhhhh

      Hapus
    2. alhamdulillah mba rachma udah nyoba versi pangganganya, baru aja qu mw tanya ke mba endang pa brownis ini bisa dipanggang juga.
      pengen nyoba juga deh, moga sukses sperti mba rachma.. hehe

      Hapus
  64. Halahhh...kepencet send lg...
    Wahhhh, pokoknya seneng banget mb brownies pisangnya berhasil...percobaan pertama buat cake berhasil...(brownies msk kategori cake bukan ya)...
    Makasihhh byk ya Mba...sdh berhasil membangkitkan semangat masak plus bikin cake...keep posting ya mb...you're my inspiration'

    BalasHapus
    Balasan
    1. brownies semi cake dan bread ya, makanya padat cenderung bantat heheheh. sip, moga saya tetap bisa menyajikan makanan enak, sehat dan murah hehhehe. thanks yaaa! ^_^

      Hapus
  65. enak, sehat dan murah.. asiikkk.. horeee...

    BalasHapus
  66. mba pisangnya bisa diganti pisang tanduk ga?trus mba punya resep dari pisang tanduk yg lain ga bosen di goreng terus.makasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pisang tanduk cenderung keras ya, pastikan menggunakan pisang yang sangat matang dan lembek, saya jarang pakai pisang tanduk Mba, tapi mungki bisa dibuka2 didaftar resep JTT berbahan pisang ya Mba.

      Hapus
  67. Halo Mbak Endang.. Tadi sore, saya sudah mengeksekusi resep ini. Separuh adonannya saya kukus, dan separuhnya lagi saya panggang. Hasilnya? Dua-duanya muaaanntaap abisss... Bagi penggila coklat seperti saya, rasanya satu loyang itu maunya untuk saya sendiri.. hehehe.. Semuanya seperti yang Mbak Endang gambarkan. "tidak terlalu padat, tapi tidak juga mekar seperti cake".. Benar-benar tekstur brownies yang saya sukai.. Rasanya pengen tralala..trilili ala penari balet di dapur saking senangnya sudah berhasil.. Makasih banyak atas sharing resepnya ya Mbak.. Will definitely make this again... ^_^

    Salam,
    Yunita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yunita, wah senang sekali membaca sharingnya, saya senyam senyum sendiri hehhehe. saya akui yang satu ini memang maknyusss hehehhe ^_^

      Hapus
  68. mbaa....aku praktek langsung berhasilll duhh senangnya :) makasih ya mba ilmunya semoga berkah.... aminn.. TOP deh resep2 mba endang .minta ijin aku share di blog aku ya mba,tentunya kucantumkan blog mba juga ,makasih sebelumnya mba :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Indria, thanks sharingnya ya, senang berhasil baik. Silahkan di share ya Mba, moga bermanfaat buat lainnya.

      Hapus
  69. Dear Mba Endang,

    Seneng banget nemu resep ini, krn nyari2 resep kue yg ga pake mikser n oven agak susah. Alhamdulillah minggu kemarin udah praktekin, hasilnya... wow bgt! Apalagi coklatnya sy lebihin dr resep, krn sy pake co*atta, isinya kan 250 gr, disekat 6, saya pake 4 potong :). Yummy, legit, lembut.. Sampe tersipu2 saya ketika anak n suami bilang "enak banget nih, lagi dong..., kita jual yuk". :)
    Semoga ilmu yg dibagi2kan jd pahala amal jariyah ya Mba.. Amin..

    -Muslikhah-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Muslikhah, wah senang sekali membacaanya, membuat kue tidak susah asalkan resep dan proses diikuti dengan seksama ya. Sipp, moga suka resep2 lainya ya Mba. Salam dan amin atas doanya. ^_^

      Hapus
  70. Oh iya Mba, kemarin saya pakenya BP Hercules yg kecil, ga ada tulisannya "double acting", waktu itu mikirnya semua BP yg merk itu double acting. Pas td ke Giant lg br ngeh klo di rak paling atasnya ada yg kemasan kaleng n tulisan double acting. Beli deh.. Brarti yg saya pake kemarin single acting yah? Tp yg kmrn jg udah OK bgt kok.. Next time pake yg baru beli ah..
    Btw, klo ditambahin keju di toppingnya sblm dikukus, enak ga yah? Gak akan tenggelam kan Mba? Trus kalo pake coklat putih kira2 hasilnya gmn ya?
    Makasiiih atas jawabannya Mba..
    -Muslikhah-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, yep BP double acting pasti ada tulisannya begtu, kalau nggak berarti itu single acting ya. Kalau pakai single udah sukses maka pakai double gak ada was2 lagi, pasti sukses hahahha.

      sulahkan pakai keju parut, taburkan keju saat cake akan dikukus jadi gak ada waktu buat tenggelam, saya belum pernah coba pakai coklat putih Mba, jadi mungkin harus ditrial sendiri ya.

      Hapus
  71. mb aku dah coba pake cetakan 20x10 tp brownisenya mekar..apa kelamaan mengukus ya..kurleb 50 mnt dikukus mba...rasanya sih enak mba..emang top cuma ya itu tadi kenapa jadi mekar d tengahnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin apinya kebesaran Mba, biasanya kalau api gedhe, suhu terlalu tinggi, permukaan kue cepat merekah.

      Hapus
  72. Mba Endang ... aku dah coba resep brownies kukus pisangnya ... enakkk bangeeddd ... saya suka saya suka ...*kecup kecup mba Endang ..
    Mba ... aku ijin copas di blog ku yah ... terima kasih ya mba sudah mau berbagi ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Muti, thanks sharingnya yaaa, senang sekali brokus pisangnya disuka. silahkan di share di blognya ya ^_^

      Hapus
  73. Mbak Endang i loph u puuulll dipuji bunda karena brownisnya enyakk bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloow, sippp, senang sekali membacanya. thanks sharingnya yaa ^_^

      Hapus
  74. mba...makasih utk resepnya....sebelumnya dah bikin tapi dibilang gagal ga juga sih krn loyangnya kelebaran jadi tipis..rasanya mantab....barusan nyoba di panggang..malah makin ueeenaaakk....thanks thanks..my princess sukaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dian, thanks sharingnya ya, senang sekali resepnya disuka yaaa.

      Hapus
  75. Bismillah mbak Endang..resep ini apa bisa untuk dipanggang? Pingin bgt coba tp blm punya kukusan nih. Makasiiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Anne, yep bisa dipanggang ya, silahkan dicoba.

      Hapus
  76. Mb...aq dah coba..rasanya mak nyussssa..


    Topp

    BalasHapus
  77. Hari senin saya menemukan blog ini, sejak itu stiap buka internet pasti mampir lihat resep di blog ini. Akhirnya habis magrib maksa suami ke giant untuk beli bahan2 kue. Tapi BP herculesnya habis, terpaksa deh beli BP yg merk kupu2. Nyampe rumah langsung nyiapin peralatan dan bahan, saking penasaran nyoba resep brownies kukus pisang. Ehh taunya saya lupa beli mentega, pengen nangis rasanya karena saya benar2 dah ga tahan nyobain nih resep (ngebet bgt hihihii). Pas bongkar2 isi kulkas ada sisa mentega 1 sendok ya sudah seadanya saya pakai. Sekarang sambil nonton Indonesian Idol, saya nunggu hasil kukusan brownies pisang. Semoga rasanya sesuai dengan yg mba Endang bikin. Oh ya sampai lupa, thanks banget resepnya ya mba endang.

    --Henni--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Henni, salam kenal ya dan thanks sharingnya disini. wah semoga cakenya tetap oke walau pakai single acting BP ya, kalau BP nya masih fresh banyak juga yang berhasil pakai jenis yang ini. Sukses yaaa

      Hapus
  78. Mbak aku sudah bikin...(sayang yah gak bisa masukin foto buat pamer hihihi) berhasil sih, tapiiii...enggak bantet tapi juga enggak ngembang banget, apa karena over mixing juga ya? soalnya api sudah kecil - sedang, pakai BPnya si Hercules juga, resepnya plek-plekan ku coba. Meskipun rasanya enak ,tapi pas mateng agak cracking sedikit (apa-apa atau gak apa-apa ya itu??). Tapi over all seperti komen yang lain, kuenya JUARA lah.....!! pisangnya ku ganti pisang mas (adanya cuma yang mas-mas aja soalnya eheheh). Makasih ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Irha, kalau diikuti resep dan prosesnya dengan seksama hasilnya akan sama seperti bronis yang saya buat diatas. Bronis memang gak ngembang lebay, namanya juga bronis ya bukan cake. Jadi teksturnya agak padat.

      Hapus
  79. Mba Endang ijin copy resepnya ya ... kebetulan lagi banyak pisang di rumah ... terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Sashy, silahkan mba, moga suka dengan resepnya yaa

      Hapus
  80. Hai mba endang... saya senang sekali dg Blog ini... saya sampai cerita ke suami kli saya nemu blok yg oke banget... resepny disertai step by step dan juga tips n trik kalau mau ganti bahannya or menemukan kendala apapun... jadi membantu banget buat para pemula seperti saya..

    Saya newbie dlm dunia baking mba... setelah punya anak saya harus resign utk menjaga si kecil... lalu skrg sedang mikir utk mulai usaha... kasian liat suami kerja keras demi saya dan buah hati hehehe oleh karena itu saya pgn bs pandai dlm baking..
    Sekian perkenalan dr saya mba endang hehe ^^
    Mohon bimbingannya ya mba...hehehe

    Oh ya...pagi ini saya ga sabar buat post comment ini krn saya kepikiran dr semalam...
    Jadi semalam saya coba bikin brownies ini... hasilnya bagus mengembang dan rasanya jg enaaaaaak... (suami saya suka, bahkan pagi ini dibawa buat bekal ngantor ^^)

    Hanya saja saya agak bingung dengan adonan sebelum dikukus... setelah semua adonan tercampur.. adonan saya agak padat dan terasa sedikit berat pd saat diaduk... apa memang spt itu ya? Krn saya lihat foto adonan mba endang terliat lbh halus dan soft...
    Makanya pada saat adonan tercampur saya sedih..saya pikir "aduh pasti gagal nih" dan dag dig dug menunggu matangnya...eh ternyata hasilny tetap enak bangettt...
    Oh ya mba saya ngukusny jg lebih dr 50menit...krn ketika sudah 50menit saya tes tusuk masi ada yg menempel...kenapa ya? Apa api kekecilan?
    Oh ya saya pakai loyang bundar diameter 18cm krn kukusan saya kecil hehe... sisa adonan saya masukkan ke cetakan cupcake..
    Utk sisa adonan saya kukus setelah cake pertama matang... dan mengembang dengan sempurna bahkan ngakak ..hihi jadilah bolu brownies kukus... pdhl menunggu lama di suhu ruang tp tetap mengembang dengan baik...
    Saya jg menggunakan BP hercules (BP ini saya baru tau setelah membaca blog mba endang...selama ini saya cm tau koepoe2)

    Sekian mba comment saya...maaf ya kepanjangan...^^

    Tks

    Juna ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Juna, salam kenal ya dan thanks sharingnya. Wah saya ikutan senang resepnya disuka ya. Untuk resep diatas adoannya memang berat seperti itu, ini karena adonan cuman dicemplung2 saja ya, gak pakai mikser2an. Asalkan pakai BP double acting mah pasti jadi kok wakkakaka, Thanks ya! Sukses selalu!

      Hapus
  81. Mba, salam kenal. Saya Tita. Udah nyobain resep ini. Rasanya benar-benar enaaaak. Tapi cake sy permukaannya belah gitu. Padahal apinya kecil....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba tita, thanks sharingnya ya, mungkin loyang terlalu kecil ya dan mengukus terlalu lama, cake ini juga gak boleh diaduk terlalu lama.

      Hapus
  82. haloo mbak enn,, pagi ini aq udah coba resepnya,, dan bener yummie anakq suka banget
    makasih banyak yah mbak resep resepnya aduhai tutorialnya juga mantebb
    jadi rajin ke dapur nih

    sukses buat mbak endang dan di tunggu launching bukunya yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba rara, thanks sharingnya ya mba, senang sekali cake ini disuka, bukunya pasti akan diumumkan di jtt kalau sudah terbit yaaa

      Hapus
  83. Salken mbak. Curious bgt nih pgn cpt2 praktekin resepnya. Kira2 klo pisangnya diganti sama buah yg mengandung air semisal apel atw strawberry bisa ga ya mba? thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya belum pernah coba ya, teksturnya saya rasa akan berbeda tapi bukan berarti gak bisa.Saya pernah buat brownis brokoli, bit, wortel hasilnya sih tetap enak yaa.

      Hapus
  84. Halo mbak ... aku udh nyobain resepnya loh .. enakkk
    Tp pas ngukus lama bgt lebih dri 50 menit, kayanya 1 jaman krn dalemnya msh basah pas di cek pake tusuk sate hehehe
    Btw klo dipanggang gmn y mba rasanya? Enak g y mba?
    Mksh mba

    -widhy-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba, waktu mengukus memang sekitar 45 - 1 jam ya. Tergantung besar kecil api kompor. saya biasanya suka pakai waktu 1 jam, supaya pasti matangnya hanya saja harus pakai dandang gede supaya air gak habis. Dipanggang saya rasa tetap enak ya dan lebih wangi aromanya.

      Hapus
  85. Mb endang aku udh.bikin ini td sore rasanya enyaaaakkkk..mb cake ini ga ngembang lebay khan sukses sih mb tp jdnya ga tinggi soalnya loyangnya agak kegedean hehe mb aku mau nanya diafonanku kok jdnya ga bgt kental kyk dgmbrnya mb endang ya aga semi encer sih tp ga terlalu salahku dmn yah mb semuanya sama plek wes kecuali coklat.bubuk aku ga pake soalnya stok abis firumah jd aku pake coklat blok.collata 200gr..tp dr rasa ok bgt mb..wah besok2 eksekusi mn lg yah hmmm ketagihan nih mn pingin nyoba ini itu hihihi oh ya mb buku gmn kbrnya kpn nih loncingnya mb
    makasih ya mb sukses selalu GBU
    yeni sby

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adonan harusnya kental ya, kalau jadi semi encer saya bingung juga wakkaka, tapi kalau hasilnya oke sih pastinya gak masalah ya.

      mungkin pisangnya terlalu halus banget saat menghancurknnya. kalau coklat bubuk atau blok saya rasa gak ngaruh ke tekstur adonan, hanya ke rasa ya. thanks sharingnya ya mba, sukses selalu juga ya!

      Hapus
  86. hallo mbak, saya pernah nyoba bikin brownies pisang pake pisang tanduk tapi pisang, telor, dan menteganya dimixer, jadinya bantet seperti dodol. nanti mau nyoba yang resep mbak ini. itu pisangnya cukup dihancurin pake garpu asal hancur aja atau perlu sampai benar-benar halus?
    makasih infonya ya mbak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Tri, yep pisangnya hancurkan pakai garpu saja, tidak sampai halus ya. Saran saya pakai BPDA bukan baking powder biasa supaya berhasil kembang dengan baik,

      Hapus
    2. mbak... resep browniesnya nendang banget, cuma kenapa ya hasilnya kok pecah seperti gunung meletus gitu? jadi gak cantik lagi walopun rasanya legit banget.. mohon pencerahannya ya mbak...

      Hapus
    3. Mungkin apinya terlalu besar, pakai api kecil saja Mba supaya gak pecah permukaanya

      Hapus
  87. Nah, kalo yang ini saya baru aja bikin kemarin sore dan rasa nya si saya sukses.. ^^ (entah ini perasaan karna bangga bikin kue pertama kali ato karna beneran sukses) hehehehe.. Makasi bgt Mb Endang, smg selalu sehat biar bisa posting resep enak, mudah dan menginspirasi.. ^^ Salam, Lili

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lili, thanks sharingnya ya, senang sekali cake nya disuka, Sukses juga untuk Mba dan keluarga ya

      Hapus
  88. BP di skip bisa gak, mbak? trimakasih... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ya Mba Annie, saya khawatir akan bantat ya

      Hapus
  89. mbak, kl baking powdernya bukan yg double acting gmn? apa tetep bisa pake baking powder yg biasa? hasilnya berbeda dr segi apanya?

    thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, selama ini saya selalu gagal pakai single acting ya, kalau mba biasa pakai single acting dan sukses bisa digunakan BP itu saja.

      Hapus
  90. Waaahh, resepnya mbak Endang itu emang top markotop ! Udah coba beberapa, & gak pernah gagal. Tapi tadi di rumah adanya pisang Nggolo (belum ketemu apa bahasa Indonesianya), jadinya kelewat manis, but still ok ! Thank you for inspiring me ya, mbak Endang ! Ditunggu terus resep2 berikutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba chris, thanks ya sharingnya. pakai pisang apa saja oke kok, justru makin matang dan lembek makin oke. moga suka dengan resep2 lainnya yaaa ^_^

      Hapus
  91. Salam kenal mbak endang.. mbak vanilla ekstraknya merek apa? kalo susu bubuknya diganti m*lo boleh ga ya na hasilnya gmn? hihi stok drumah adanya cuma itu.. terimakasih banyak mbak
    Zahara

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba zahara, saya beli vanila ekstrak eceran ya, jadi tidak ada merknya. susu bubuk boleh diganti mi**lo ya.

      Hapus
  92. Mba endang, salam kenal ya. Aku pertama kali nemuin mba rabu kmren. Resep yg pertama kali aku coba resep donat. Trus nagih deh, pagi ini aku coba buat brownies ini..endesss banget hasilnya mba. Gak sabaran buat cobain resep lainnya.
    Makasih ya mba buat sharing resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba betti, salam kenal ya. thanks sharingnya dan senang resep JTT disuka. ^_^

      Hapus
  93. mba endang, maaf nih oot hehe. rumah pete maksudnya apa si mba?
    oiya mba mau tanya lagi, kalo mau kocok telur mentega sampai ribbon stage itu kira2 berapa menit yah?
    terus ada lagi mba, di resep ini kan pakai coklat bubuk juga, saya belum ketemu deh coklat bubuk yang kualitasnya oke, kalau di skip aja gimana mba? atau saya harus tambahkan komposisi cokelat blok nya yah? udah segitu aja. :D maaf mba silly question banget nih, masih newbie :D jadi malu wakakak
    thank you mba ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Devi, rumah pete itu rumah di jalan pete mba, kebetulan jalan didepan rumah saya adalah jalan pete dan gang di daerah tersebut menggunakna nama sayuran ya. ^_^

      ribbon stage kira2 8-10 menit tapi tergantung mikser ya, beda mikser bisa beda waktu, karena itu saya selalu menganjurkan untuk melihat tekstur adonan bukan waktu.

      coklat bubuk boleh skip cuman memang rasanya akan kurang nyoklat. coklat blok yang saya pakai sudah jauh lebih banyak dr resep asli, takutnya kalau ditambah akan membuat adonan berat gak naik ya.

      Hapus
  94. Hai mbak endang.... :)
    udah sy cobain resepnya dikukus dan dipanggang,,,hasilnyaaaaaa,,,taraaaaaaaa......jd "brodol" brownies dodol,,,adik sy bawa ke t4 les,,temannya malah nanya : ''ini dodol rasa apa?"....hahhahahaha...malu2in...

    gak rela terima kegagalan,,sy buat lg utk ke-2 kalinya,,hasilnya enakkk...kluarga dan teman pada suka,, ^_^ sy panggang mbak,tp metodenya sy ubah,,pake metode sponge cake....hehheee gpp ya mbak agak beda dr cara mbak,,,n thanks a lot for the wonderful recipe from JTT....sukses selalu JTT....


    Salam,
    Desi # sy yg pernah praktek n comment cassava cake :) #

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Desy, kuncinya pada baking powder double acting mba. kalau pakai BPDA saya yakin akan mengembang dengan baik, gak perlu pakai kocok2 mikser hehhehe.

      tapi kalau gak ada BPDA memang sebaiknya di kocok ya telur dan gulanya sampai ribbon stage. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  95. Mbak endang,,sy dtg lg....sy praktek lg buat brownies ini,,tp skip pisang....hasilnya,,rasanya sih enak,nyoklat,,,,tp teksturnya kasar bgt mbak..beremah byk,dan sangat rapuh....

    Apa itu dikarenakan pisangnya diskip shingga kelembabannya jd hilang??atau waktu pemanggangan yg terlalu lama (sy pakai otang,api gk trlalu gede,45 menit..sedangkan brownies pisang yg sukses waktu itu sy panggang 55 menit)?atau penggunaan mentega yg trlalu sdikit dibandingkan komposisi tepungnya mbak?? h e l p m e . . . . .




    Salam,
    Desi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Desi, sebaiknya jangan pakai resep brownies ini kalau mau buat brownie biasa ya, karena ini kan browies pisang jadi kalau pisang diskip pasti berpengaruh sama hasilnya.

      Pakai resep brownies lainnya saja ya mba

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...