12 September 2013

Sambal Goreng Hati


 
Sambal goreng hati jelas bukan makanan kegemaran saya, rasa hati sapi yang aneh karena kandungan zat besi yang tinggi seringkali membuat perut saya bergolak naik. Tapi makanan ini merupakan menu wajib Lebaran, mungkin bukan bagi keluarga yang lain, tapi bagi keluarga adik saya, Wiwin, maka hati sapi yang dimasak dalam gelimangan bumbu merah merona seperti ini kudu wajib hadir di meja makan di hari yang fitri tersebut. Suaminya, penggemar berat makanan ini dan selalu request setiap tahunnya. Nah, masakan ini saya buat saat Lebaran bulan lalu. Momennya memang sudah basi, tapi resepnya tentu saja sama sekali tidak basi, karena mungkin ada banyak keluarga di luar sana yang berminat untuk membuat sambal goreng hati walau tidak dalam suasana Lebaran. 

Menurut Wiwin, sambal goreng hati yang lezat adalah jika memenuhi kriteria sebagai berikut: menggunakan hati segar (tidak beku sebagaimana yang banyak di jual di supermarket); bumbu yang super melimpah ruah; pedas dan menggunakan pete di dalamnya. Jadi sebagai kokinya, saya berusaha mewujudkan sambal goreng hati dengan syarat-syarat tersebut. ^_^


Membuat masakan ini super duper mudah, apalagi jika tugas anda dibantu dengan blender yang mampu menghaluskan bumbu dalam sekejap. Pada dua hari sebelum Lebaran, saya dan Wiwin, telah berkutat di dapur mempersiapkan semua bumbu yang akan dimasak. Bumbu opor, cek! Bumbu sayur godog, cek! Bumbu ikan bakar, cek! Bumbu sambal goreng hati, cek! Semua bumbu-bumbu ini kami masukkan ke dalam plastik kecil-kecil dan dibekukan di freezer untuk dipakai keesokan harinya. Misi kami adalah, "Jangan sampai kita masih berkutat di dapur saat takbir berbunyi"! Cetus adik saya. Untuk hati sapinya sendiri, Yuk Kati, asisten rumah tangga Wiwin, telah membelinya di pasar tradisional sebelumnya. Hati sapi ini sebelum diolah saya rebus terlebih dahulu dengan daun salam, daun jeruk, jahe dan serai dengan harapan semoga dengan cara ini bau amis dan bau yang aneh-aneh dari si hati bisa lenyap tak bersisa. Jangan terlalu lama merebus hingga hati menjadi terlalu keras, tujuan merebus hanya untuk menghilangkan bau amis dan membuat hati mudah untuk dipotong menjadi dadu kecil. 


Semua bumbu yang dihaluskan lantas ditumis hingga matang bersama daun-daun rempah. Saya sendiri suka memasukkan banyak rempah seperti daun salam, daun jeruk dan serai untuk membuat aroma masakan menjadi sedap. Jika bumbu telah matang maka hati dan petai bisa dimasukkan dan semua diaduk hingga tercampur menjadi satu. Done! Sewajan sambal goreng hati pun telah siap. Sangat mudah dan super cepat, jika semua bumbu telah anda persiapkan dengan baik. Saya bahkan membuat banyak masakan hanya dalam waktu setengah hari saja dan sisanya bisa saya manfaatkan sambil berleha-leha menunggu bedug tiba.

Sebenarnya selain hati sapi, anda juga bisa menggunakan cincangan daging sapi yang dibulatkan kecil-kecil dan digoreng, namanya sambal goreng kreni. Terus terang saya lebih suka sambal goreng versi yang ini. Tapi memang prosesnya menjadi lebih lama dan baru saja membayangkan saya harus berkutat menggelindingkan cincangan daging di telapak tangan telah membuat semangat saya terbang. ^_^

Yuk kita ikuti resep dan prosesnya.


Sambal Goreng Hati
Resep hasil modifikasi sendiri

Ingin tahu resep sambal dan olahan hati sapi lainnya? Klik link disini:

Bahan:
- 1 kg hati sapi, rebus bersama: 5 lembar daun salam, 3 lembar daun jeruk, 2 ruas jahe dan 1 batang serai dimemarkan
- 3 papan petai, kuliti dan rajang tipis
- 80 ml santan kental (saya pakai santan instan sachet)

Bumbu dihaluskan:
- 15 buah cabai merah besar, buang bijinya
- 1/4 kg cabai merah keriting
- 10 butir bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 2 ruas jahe

Bumbu lainnya:
- 5 lembar daun jeruk purut
- 5 lembar daun salam
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
- 2 ruas lengkuas, dimemarkan 
- 2 sendok makan gula merah disisir
- 1/2 sendok makan garam 
- 1 sendok teh kaldu bubuk instan
- 1 sendok makan kecap manis 
- 4 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat:
Siapkan hati sapi utuh, masukkan ke dalam panci, tambahkan air hingga hati terendam air. Masukkan daun salam, daun jeruk, serai dan jahe. Rebus dengan api sedang hingga hati terlihat mengeras permukaannya. Angkat dan tiriskan. Potong-potong hati ukuran 1/2 x 1/2 cm. Sisihkan.

Note: jangan merebus hati sapi terlalu lama karena hati akan menjadi terlalu keras dan kurang sedap rasanya. 


Siapkan wajan, masukkan minyak goreng untuk menumis. Panaskan hingga minyak benar-benar panas. Masukkan bumbu halus, tumis hingga harum dan berubah warna menjadi tidak pucat lagi. Masukkan rempah-rempah lainnya (daun jeruk, daun salam, serai, lengkuas), aduk dan tumis hingga rempah layu dan bumbu menjadi matang. Tambahkan minyak jika bumbu susah matang dan gosong di dasar wajan. 

Note: memasak bumbu hingga matang merupakan poin penting membuat sambal goreng hati, agar bumbu yang dihasilkan tidak beraoma langu dan rasanya lebih mantap. Tambahkan minyak goreng sedikit demi sedikit agar bumbu mampu matang sempurna namun tidak membuat sambal menjadi jenuh minyak. 

Masukkan petai, aduk sebentar. Tambahkan santan, masak hingga santan tercampur dan bumbu mengeluarkan aroma santan matang. 

Masukkan gula, garam, kaldu bubuk instan dan kecap manis (kecap manis membuat warna sambal goreng hati lebih tua dan terlihat menarik). Aduk rata. Tuangkan hati rebus, matikan dulu api kompor. Aduk hati agar tercampur rata dengan bumbu. Hidupkan kembali kompor dan masak dengan api sedang hingga bumbu meresap dan menempel dengan baik di hati. Cicipi rasanya, tambahkan gula dan garam untuk menyeimbangkan rasa. 

Matikan api kompor, buang semua daun rempah, serai dan lengkuas. Tuangkan sambal di wadah dan siap disajikan dengan nasi hangat. Yummy!




45 komentar:

  1. hai, mba endang, punya resep gado-gado nda, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gado2 Jakarta saya belum pernah posting heheheh. Bumbunya gampang banget Mba, untuk 1 porsi pakai 1 siung bawang putih, 1 lembar daun jeruk, 2 cabai rawit, 1 sendok makan gula jawa, garam sedikit, 3 - 4 sendok makan kacang tanah goreng, 1 sendok teh air asam, diulek sampai halus. Bawang putih dan cabainya enaknya direbus bentar biar gak langu. Sayur dan isinya sesuai selera ya, biasanya kol rebus, kacang panjang, toge, tahu goreng.

      Hapus
    2. Kelupaan, ditambah air ya, agar bumbunya rada2 encer sehingga gampang diaduk bersama bahan lainya.

      Hapus
  2. sial, buka blog JTT jam segini. Liat postingan ini lsg kruyuukk...hemm bumbu merahnya menggoda iman *elus elus perut*
    susi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah, ini kek saya, malam2 suka buka u-tube mantengin masakan, jadinya malah kelaparan lebay.

      Hapus
  3. o, jadi rasa aneh itu karena kandungan zat besinya toh mba? Baru tau, kalo aku masih susah bilang enak untuk hati sapi/kambing, paling banter hati ayam ajah... Itupun cuma sedikit... Hehe...
    *inget asam urat...
    ***curcol...***

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep Mba LIna, samaa, hati ayam masih bisa masuk, kalau yang lainnya huaaaa lari terbirit2 lebay dot com.

      Hapus
  4. Mba, sambal goreng hati ini apa nggak tinggi ya kolesterol nya ?
    Mohon infonya.
    Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Selena, yep betul sekali, tinggi kolesterol ya, 1 serving sekitar 4 oz= 112 gram mengandung lebih dari 600 mg kolesterol, takaran ini 2 kali dari batas wajar kolesterol yang bisa kita konsusmi tiap hari. Ini linknya ya: http://www.livestrong.com/article/254787-beef-liver-nutritional-facts/

      Hapus
  5. Blog fav saiaa...^^ tp kerjanya msh cuma ngintip dan ngiler ujung2nya kerumah mama minta dimasakin sesuai resep just try and taste.hoho

    Salam kenal ^^v

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaak, mamanya yang jago masak dong ya mba, ayo sekali2 dicoba, kalau mengikuti resep dengan seksama pasti berhasil kok hehehe

      Hapus
  6. mba, klo pake hati ayam bisa?
    -anis-

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa ya mba, rebus sebentar saja karena hati ayam mudah empuk

      Hapus
  7. Bagai mana cara membuat sambal ati supaya tidak amis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba desi, hati sapi sebelum dibuat sambel goreng kudu direbus dengan rempah2 seperti jahe, langkuas, daun jeruk, daun salam, bawang putih dan serai.

      Hapus
  8. Mba endang, mau tanya gula merah sama gula jawa itu sama atau beda ya? Masing2 bisa saling menggantikan gak (kalau trnyt berbeda) mksh 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb Nimas, sama ya, biasanya kita menyebut gula jawa dan gula aren dengan sebutan gula merah ya. Bisa saling menggantikan ya

      Hapus
  9. Mba Endang, ada yg pernah bilang supaya tetap empuk dan tidak amis, hati sapi segar sebaiknya direndam susu terlebih dahulu. Saya gak pernah coba, tapi mungkin Mba Endah lebih tahu. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Mas John, nah itu saya belum pernah coba hehehhe dan belum tahu juga, tapi kayanya bisa dipraktekkan. Thanks yaaa

      Hapus
  10. Mbak endang resep ini sudah sya eksekusi dan hasilnya perut melilit berhati hari karena takaran cabai yg tambahkan berkali lipat. Terus berbagi resep resepnya ya mbak endang, smoga sehat selalu ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba safira, thanks sharingnya yaa, wakakakka, tanpa ditambah cabai sudah pedas banget mba, biasanya untuk sambal goreng ati saya suka pakai cabai merah besar supaya bumbu melimpah, warna cantik tetapi gak trlalu pedas.

      Hapus
  11. Mba, merebus hati ayam tuh berapa menit ya supaya matang?

    BalasHapus
  12. mbak apa santannya kalau di skip mempengaruhi rasa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetap bs mba, hanya saja mmg lebih enak dengan santan ya

      Hapus
  13. mbak kalo hatinya diganti ceker bisa gak ya, aku pengen bikin variasi ceker yang pedas soalnya tx

    BalasHapus
  14. Merebus ati sapinya idealnya berapa lama mbak?kl terlalu cepat kadang di bagian tengah masih kemerahan,kl kelamaan malah jd keras...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba aryani, memang terkadang masih kemerahan mba, saya biarkan saja hehhehe, soalnya suka takut kalau kelamaan

      Hapus
  15. Hi mba endang,
    Saya mau buat resep ini. Apa bisa dimasukan ke freezer mba? Maksudnya mau di makan pas lebaran tp di buat dr sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mba, saya sering simpan di freezer, tinggal dihangatkan saja, sama saja rasanya

      Hapus
  16. Halo mba endang, mba sumpah aku ngefansssss banget sama blog ini. Aku udah ekseskusi beberapa resep dan selalu berhasil ! Yeyyy... resep sambel goreng ati ini pun sukses enak bangeeeettt rasanya kaya di acara2 hajatan yg pake catering ternama gtu hahahha.. mbaa ak pengen bikin yg versi gak pedesnya, kira2 cabe nya diganti apa ya mba? Makasih banyak ya mba endang my idol !! ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Dewi, thanks sharingnya ya, senang resep2 JTT disuka dan sukses dicoba. Pakai cabai merah besar yag dibuang bijinya mba, rasanya tdk terlalu pedas. Cabai memnag kudu banyak di sambal goreng ya. kalau diganti tomat rasnya kurang oke

      Hapus
  17. Halo mb Endang aq penggemar setiamu...kl bumbu bumbu disiapkan 2 hari sebelum lebaran,caranya gimana mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Yuli, kalau hanya sampai 3 hari gak papa disimpan di chiller mba. Jadi masukkan ke wadah tertutp dan simpan di kulkas. Kalau lebih dr 3 hari masuk ke freezer saja, kondisi beku bs sampai 1 bulan

      Hapus
  18. Halo mbak Endaang.. misalkan resep ini dipake buat bikin sambal goreng kreni yang daging sapi bulat bulat seperti yang mbak ceritakan di atas bisa ga ya mbak? saya pernah bikin sambal goreng kreni tapi rasa bumbunya kurang mantap. Terima kasih :)

    BalasHapus
  19. Hao mba endang, mau nany kalo rebus hati sapi itu brp lama ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya cuman sebentar mba, hanya supaya agak keras dikit saja, terllau lama direbus akan keras/alot

      Hapus
  20. Suatu kali bikin ini untuk acara keluarga, dan mertua pun jd nambah terus makan lauk ini. Dulu aku paling malas kalo udah liat resep dgn bumbu segambreng. Tp kalo dicoba dipraktekin, worth it banget! Makasih mba Endang utk resep mantulnya 😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Laksmi sharingnya ya, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  21. Mba endangggg... makasih mbaaa resep nya.. sdh coba dan ueenakkkkk

    BalasHapus
  22. Semoga blog ini selalu aktif ya Alloh.. jangan sampai ke suspend. Resep andalanku...kadang menu baru2 kateringku. Makasiiih mbaaa ilmunyaaa 🌸

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakkak, semoga Mba, thanks yaa, senang resep2nya disuka

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...