04 Mei 2018

Resep Soto Daging Betawi


Resep Soto Daging Betawi

Indonesia memang negeri yang kaya ragam masakannya, namun soto sepertinya menempati masakan yang paling banyak jenisnya. Bayangkan saja, jika dikumpulkan dari Sabang sampai Merauke, berapa banyak jenis soto yang ada? Ketika beberapa minggu yang lalu diselenggarakan event kuliner di Kelapa Gading dan dikhususkan pada soto, saya sampai takjub melihat list nama-nama soto yang dicantumkan, sebagian bahkan belum pernah didengar namanya. Walau berbeda-beda, namun basic soto di masing-masing daerah hampir sama, berkuah bening atau santan, dengan bumbu light dan lebih ringan dibandingkan masakan seperti gulai, atau kari sehingga terasa lebih segar. Protein hewani yang digunakan bisa daging sapi, ayam atau jeroan. 

Saya termasuk penggemar soto, walau tidak terlalu maniak namun ada saat-saat tertentu dimana rasa kangen terhadap soto begitu menggelora. Di Paron, Ngawi, kampung halaman saya, soto adalah makanan sehari-hari.  Penjual soto bertebaran dimana-mana, dan soto di Paron adalah soto ayam berkuah bening. Resepnya pernah saya share sebelumnya yang bisa diklik pada link disini. Soto di Paron sangat simple, light dan segar, serta umumnya menggunakan ayam kampung sehingga kuahnya menjadi gurih rasanya. 

Resep Soto Daging Betawi
Resep Soto Daging Betawi

Tapi sejak di Jakarta, saya mengenal soto Betawi, pertama kali menyantapnya di Kedai Ria di Jakarta Pusat, beberapa tahun yang lalu. Boss saya yang doyan jajan merekomendasikannya. Kuahnya keruh, menurut saya dari susu cair karena tidak ada aroma santan terdeteksi disana, rasanya gurih, bumbunya ringan dengan sedikit aroma rempah yang menggiurkan. Potongan daging sapi goreng yang empuk membuat soto menjadi semakin sedap. Sejak itu saya tergila-gila dengan soto yang satu ini. Beberapa kali membuatnya hasilnya selalu mengecewakan, terlalu heboh dengan bumbu dan rempah, rasanya pun melenceng dari soto Ria yang menjadi idaman. Hingga satu hari rekan kantor saya, Pak Kustandi, memberikan resep soto Betawi andalan keluarganya. Pak Kustandi tinggal di kawasan Jatinegara, dimana disana banyak sekali warga keturunan Tionghoa yang jago membuat makanan dan kue basah tradisional termasuk soto Betawi. Resep soto Betawi ini diajarkan oleh Ibunya dan diturunkan ke anak perempuan di keluarga beliau, saya sangat bersyukur si Cici (kakak Pak Kustandi) bersedia menuliskannya. Sejak mengenal resep ini saya tidak pernah lagi berpindah ke lain hati. 

Resep Soto Daging Betawi
Resep Soto Daging Betawi

Dulu, saya selalu berpikir bumbu yang heboh dan aneka rempah 'medhok' akan membuat masakan menjadi lebih sedap, padahal itu tidaklah benar. Adakalanya sebuah resep memang sangat simple, seperti halnya soto ayam kampung a la Mbak Ayu yang pernah saya post disini, atau soto Betawi ini. Campur aduk rempah tidak selalu menghasilkan rasa yang spektakuler. Kembali ke proses membuatnya, satu keistimewaan soto Betawi adalah penggunaan susu cair, bisa diganti dengan santan atau campuran santan dan susu. Susu membuat rasa soto lebih gurih namun tidak berat selayaknya santan. Namun beberapa orang justru menyukai aroma dan harum santan yang unik, jadi penggunaannya dikembalikan lagi pada selera masing-masing ya. 

Soto Betawi umumnya menggunakan daging sapi atau jeroan seperti babat, dan paru. Ciri khas lainnya adalah daging/babat yang sudah direbus dalam kuah berbumbu ini kemudian digoreng hingga hingga garing permukaannya, dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam mangkuk berisi kuah ketika akan disajikan. Bahan pelengkap soto lainnya yang wajib ada adalah potongan kentang goreng, tomat dan emping melinjo. Bahan terakhir saya skip dari resep dan menggantikannya dengan kerupuk biasa. 

Resep Soto Daging Betawi

Satu keunikan soto Betawi dari Pak Kus (kami menyebut beliau dengan nama ini) adalah sambal yang menjadi pelengkap soto. Umumnya soto Betawi menggunakan sambal cabai merah biasa yang ditumis, namun di soto ini digunakan campuran kacang tahan goreng dan cabai yang ditumbuk kasar. Ketika kuah soto bercampur dengan sambal kacang rasanya menjadi dua kali lebih mantap, jadi usahakan jangan skip sambal dari resep ya.

Selebihnya membuat soto Betawi a la keluarga Pak Kustandi ini sangat mudah. Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Soto Daging Betawi

Soto Daging Betawi
Resep diadaptasikan dari resep keluarga Pak Kustandi

Untuk 5 porsi

Tertarik dengan resep soto lainnya? Silahkan klik pada link dibawah ini:
Soto Babat Daging Sapi
Soto Ayam Goreng
Tauto Pekalongan a la Just Try & Taste

Bahan:
- 500 gram daging sapi, potong ukuran 4 x 4 cm
- 3 butir kentang, kupas, potong menjadi 4 bagian
- 1 batang daun bawang, rajang halus
- 2 buah tomat merah, potong dadu
- 1 liter air
- 500 ml susu cair

Bumbu dihaluskan:
- 5 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sendok teh merica butiran

Bumbu lainnya:
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 3 lembar daun jeruk
- 2 batang serai, memarkan
- 1 batang kayu manis (+ 4 cm)
- 3 butir kapulaga jawa
- 2 butir kembang lawang/pekak
- 4 butir cengkeh
- 2 sendok teh garam
- 2 sendok teh gula pasir

Bahan sambal, haluskan jadi satu:
- 100 gram kacang tanah goreng
- 5 cabai rawit merah
- 3 cabai merah keriting

Pelengkap:
- emping
- kerupuk
- irisan jeruk nipis
- bawang merah goreng

Cara membuat:

Resep Soto Daging Betawi

Siapkan daging, cuci bersih dan tiriskan. Goreng kentang hingga empuk dan matang, sisihkan. Haluskan bumbu di blender, sisihkan. 

Siapkan wajan, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang, warnanya berubah lebih gelap dan tidak pucat. Masukkan daun jeruk, serai, kayu manis, kapulaga, kembang lawang, dan cengkeh. Aduk dan tumis hingga rempah layu. Masukkan daging, garam dan gula, aduk dan tumis hingga permukaan daging berubah warnanya lebih kecoklatan. Masukkan 1 liter air, masak hingga daging empuk dan matang, jika air habis namun daging belum matang, tambahkan air dan masak hingga daging benar-benar empuk. Matikan kompor. 

Tiriskan daging, goreng hingga kecoklatan dan garing permukaannya, angkat, tiriskan. Sisihkan. 

Resep Soto Daging Betawi

Tambahkan air jika kuah berkurang, air kaldu tersisa sekitar 1 liter, masukkan susu cair, masak dengan api kecil hingga mendidih dan matang. Aduk sesekali selama kuah direbus agar susu tidak pecah. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asin dan manisnya. Angkat.

Untuk sambal, saya memasukkan semua bahan sambal di blender dan proses hingga agak halus.

Resep Soto Daging Betawi

Penyajian.
Siapkan mangkuk, masukkan rajangan tomat, daging, siram dengan kuah, taburi daun bawang, bawang merah goreng dan sajikan bersama nasi putih dan sambal. Super yummy!




6 komentar:

  1. Mantap ini mba..Oia,ini memang ga perlu pake daun salam ya? bisa saya praktekkan untuk menu lebaran tahun ini.. makasih ya mba resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Nency, resep aslinya sih nggak pakai daun salam, saya ngikutin saja

      Hapus
  2. Ini soto kesukaan aku, sejak beberapa taun lalu mbak endang update resep ini, kayaknya udh dipraktekin lebih dari 20x hahahhaa 😋 Ini sama aja kan kayak yg dulu pernah diupload sblmnya mbak? Apa ada perbedaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakka, memang soto ini maknyuss, sama seperti postingan sebelumnya Mba Bella, hehehe

      Hapus
  3. mba klo susu cair nya di ganti susu bubuk ngaruh ke rasa ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mba Farah, nggak ngaruh ke rasa, tetap enak kok

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...