18 Mei 2018

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom


Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

Keponakan saya, Fatih, putra bungsu adik saya, Wiwin, sangat menggemari sambal goreng kentang. Bahkan kegemarannya ini saya anggap sudah dalam tahap akut, artinya super maniak. Si kalem ini sanggup makan dengan lauk sambal goreng kentang setiap hari, berminggu, bahkan berbulan lamanya. Awalnya, Ibu saya yang selalu membawa sambal goreng kentang buatannya dari Paron, dan dari sekian banyak anggota keluarga hanya Fatih yang menghabiskan sambal goreng tersebut. Kemudian Fatih mulai request, "Umi, kalau kembali ke Jakarta jangan lupa bawa sambal goreng kentang kesukaan adik ya," dan mulailah Ibu saya setiap ke Jakarta secara rutin membawa makanan favorit cucunya ini. Karena sambal goreng kentang bukanlah makanan kesukaan saya, maka lauk tersebut tidak pernah saya cicipi sama sekali hingga Ibu sekarang mulai tinggal bersama adik saya, Wiwin, di Mampang.

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom
Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom


Ibu lantas mengajarkan resep sambal goreng andalannya ke Mbak Yati, asisten rumah tangga Wiwin. Setiap satu atau dua minggu sekali, saya menemukan sewajan besar sambal goreng kentang diatas kompor jika berkunjung ke rumah adik saya. Lama-lama saya pun dibuat penasaran, seberapa enak sih sambal goreng kentang hingga hampir setiap minggu selalu dimasak? Iseng saya pun bertanya ke Ibu resepnya. Resep sambal goreng kentang ini umum dimasak dikala acara hajatan di kampung halaman saya, Paron. Ibu saya bahkan selalu membuatnya kala mengadakan selamatan di rumah, entah sebagai pengisi nasi kotak atau dimakan bersama nasi uduk. Berbeda dengan sambal goreng kentang umumnya, beliau memiliki tips dan spesifikasi sambal goreng yang menurutnya sedap. 

"Kentang harus digoreng satu hari sebelumnya Nduk, dan dimasukkan ke kulkas semalaman. Jadi kentangnya bisa keras, 'menul-menul', nggak benyek," ini kata-kata Ibu yang saya tulis secara apa adanya. "Kalau kentangnya cuman digoreng saja, nggak dimasukkan ke kulkas, jadinya agak-agak lembab, basah, dan eneg kalau dimakan sama nasi." Hm, pantas saja saya suka bete dengan sambal goreng kentang penjual nasi uduk yang mangkal didekat kantor. Kentangnya lembab, benyek, dan memang saya akui membuat eneg, terutama jika disantap dengan nasi uduk yang berminyak. Berbeda dengan sambal goreng kentang dalam bungkusan takir nasi uduk selamatan yang pernah saya santap di Paron puluhan tahun yang lalu. 

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

"Bumbunya apa Ma?" Tanya saya penasaran. Sambal goreng kentang walau bukan menu favorit tetapi cukup sering saya masak terutama kala Lebaran tiba jadi saya mengira bumbunya tidak akan jauh berbeda dengan yang pernah dibuat selama ini. "Cukup cabai merah keriting, bawang merah dan bawang putih saja. Kalau mau bumbunya lebih banyak tambah 1 butir tomat merah. Mama kalau masak buat Fatih dibanyakin tomatnya dan pakai cabai merah besar yang dibuang bijinya. Jadi sambal gorengnya merah sumringah tapi nggak pedes," penjelasan Ibu membuat saya surprised. "Hanya itu saja bumbunya? Nggak pakai jahe, salam, lengkuas"? Saya bertanya setengah tidak percaya. "Bumbunya jangan macam-macam, nanti rasa dan aromanya jadi aneh. Udah itu saja, tinggal kasih garam, dan gula merah." Saya manggut-manggut sambil mencatat setiap stepnya di handphone. 

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom
Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

"Bagian penting lainnya bumbu harus ditumis sampai benar-benar matang. Jadi bisa kering, nggak nyemek-nyemek yang bikin kentang jadi lembek. Bumbunya dimasak agak lama, diaduk-aduk, kalau sudah matang matikan api kompor baru kentang sama daging dimasukkan dan diaduk. Kan bumbu udah matang duluan, jadi diaduk-aduk sebentar saja." Okeh, penjelasan Ibu membuat saya bersemangat membuat sambal goreng kentang sendiri. Beliau membagikan resep tersebut dua minggu lalu, saya pun langsung membeli kentang. Tapi hingga kentang tersebut akhirnya habis dipermak menjadi makanan lain sambal goreng kentang tak kunjung terwujud. Hari Minggu kemarin, saya membeli kentang lagi dipasar, dan kali ini langsung dieksekusi. Kentang goreng kemudian saya masukkan ke kulkas, baru tadi malam sepulang kantor saya masak menjadi sambal goreng. Rencana saya, sambal goreng kentang ini akan menjadi stok lauk sahur yang tahan lama.

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

Sebagaimana penjelasan Ibu saya diatas, maka membuat sambal goreng kentang daging ini sama sekali tidak susah. Tekstur sambal goreng kering, tidak lembab dan sedap menemani nasi yang sedikit keras (remah) seperti tipe nasi uduk atau nasi lemak. Dulu, ketika adik bungsu saya, Dimas, masih berusia 5 tahun, dia juga menggemari sambal goreng kentang dan nasi uduk. Biasanya Dimas akan mencampurkan nasi dan sambal goreng, mengaduknya jadi satu bersama bihun goreng dan asem-asem buncis. "Enak Dim?" Tanya saya waktu itu sambil memandangi bocak kecil yang asyik duduk dilantai menyantap seporsi nasi dalam ceting yang campur aduk. "Enak!" Ah, saya ingin mengulangi momen tersebut bersama sambal goreng kentang buatan sendiri, walau minus nasi uduk, bihun goreng, dan asem-asem buncis.

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

Sambal Goreng Kentang a la My Mom
Resep diadaptasikan dari Ibu saya

Untuk 10 porsi

Tertarik dengan resep sambal goreng lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sambal Goreng Krecek dengan Kacang Merah
Sambal Goreng Hati

Bahan:
- 8 buah kentang ukuran sedang, potong dadu
- 350 gram daging sapi, potong dadu
- minyak untuk menggoreng dan menumis

Bumbu dihaluskan:
- 30 gram cabai merah keriting kering, atau 200 gram cabai merah keriting segar
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 buah tomat merah

Bumbu lain:
- 1 1/2 sendok makan gula Jawa sisir halus
- 2 sendok teh garam
- 1 1/2 sendok teh kaldu bubuk instan (optional)

Cara membuat:

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

Satu hari sebelumnya, siapkan kentang. Potong dadu dan goreng hingga matang. Tiriskan. Biarkan hingga dingin, masukkan ke dalam wadah dan simpan di kulkas selama semalaman. Cara ini membuat kentang akan menjadi keras, padat, kering dan tidak lembab didalam sambal. 

Siapkan daging, potong dadu. Masukkan daging ke panci, tambahkan air, 1/2 sendok teh garam. Rebus hingga empuk. Tiriskan dagingnya, sisihkan kaldunya untuk masakan lainnya. Goreng daging hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan. 

Resep Sambal Goreng Kentang a la My Mom

Rebus cabai kering hingga empuk (jika menggunakan cabai segar, skip step ini). Haluskan cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat. Saya proses semuanya di blender. Sisihkan.

Panaskan sekitar 3 - 4 sendok makan minyak diwajan, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Tambahkan minyak jika bumbu mudah gosong tetapi belum matang. Aduk-aduk tumisan bumbu selama dimasak. Step ini penting, bumbu harus benar-benar matang, agak kering dan berubah lebih gelap. Jika bumbu kurang kering maka sambal goreng akan lembab. 

Masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk instan (jika pakai), aduk hingga rata. Matikan api kompor. Masukkan daging goreng, aduk rata. Tambahkan kentang goreng yang telah disimpan semalaman di kulkas, aduk hingga rata.  Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asin dan manisnya. 

Hidupkan kompor, masak kembali sambal goreng dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga kentang panas. Angkat dan sajikan. Sambal goreng ini tahan 1 minggu di chiller dan berbulan-bulan lamanya di freezer. Super yummy!



28 komentar:

  1. Aku juga maniak sama sambal goreng kentAng ini mbak...mirip sama balado ya mbak Endang?
    Gimana tipsnya kl gak punya kulkas mbak?biar gak Benyek gitu...
    Selamat menjalankan ibadah puasa ya mbak Endang
    Nur_padasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. saran saya kudu masuk kulkas Mba, walau sambal dan kentangnya kering tapi tetap saja ini bukan kaya kering kentang ya, jadi bisa basi kalau gak masuk kulkas

      Hapus
  2. Hmmm enak... saya pernah bikin tapi basah gitu... jadi gak awet. Alhamdulillah dapat resep mbak Endang yang anti gagal... step2nya jelas jadi gampang ngikutin... posting terus ya mbak, masakan biasa tapi kalau pake kirologi (ilmu kira-kira) tetep gagal he he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Nina, tetap harus masuk kulkas juga sih, kalau saya masuk freezer malahan supaya lbh lama hehhee

      Hapus
  3. beda banget ya rasanya antara pake cabe kering sama cabe basah, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk rasa tidak terlalu, tapi warnanya saja yang berbeda, cabai kering lebih gonjreng ya

      Hapus
  4. Mba Endang, 8 buah kentang yang mba Endang pakai berapa kilo ya? Maaf pertanyaannya ga mutu, saya amatir bgt, jarang masak. Tapi saya pengen bgt eksekusi yang ini, soalnya saya suka sambal goreng kentang yang kering tidak basah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekitar 1 kilo seperempat keknya Mba, saya lupa nimbang wakakkaka.

      Hapus
  5. selama ini klo lebaran buat sambal goreng kentang, pakai bumbu lengkap mba segala macam dimasukin, tp resep ini simpel banget, mks mba Endang resepnya, salam buat ibu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya Mba, yep selama ini saya juga begitu, bumbu apapun dimasukkan wakkaka

      Hapus
  6. halo mba endang.. terimakasih resepnya, akan saya coba untuk bekal sahur dan berbuka di bulan ramadhan ini. mba, saya mau tanya, klo sudah masuk kulkas, cara menghangatkan nya bagaimana? d tumis d wajan? apa tidak akan semakin kering masakannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya sih masuk microwave Mba, kalau mau masuk ke rice cooker/magic jar saja kan cuman supaya hangat saja. kalau ditumis lagi kering jadinya mba.

      Hapus
  7. Waaah... Simpel banget bumbu nya. Selama ini Saya jrg bikin krn kebayang bnyaknya bumbu yg hrs dimasukin. blm lagi kentang yg lembek & minyak yg banyak. Harus segera di coba bikin nih, mba Endang. Salam hormat Saya buat ibu ya, mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Emilia, yep simple banget Mba, saya juga takjub wakkaka, enak juga rasanya hehhee

      Hapus
    2. Mba Endang... Hari ini saya bikin buat stok sekalian banyak & mumpung lagi ga puasa. Saya bikin pake ati sapi ynag direbus pake parutan bawang putih. Bumbunya beneran top banget. Simpel & Enaaak... 😊

      Hapus
    3. thanks Mba Emilia sharingnya yaa, senang resepnya disuka

      Hapus
  8. Alhamdulillah enak mba. Saya bikin ga sampai seminggu sudah ludes, cuman 2 hari habissss.. kata org rumah ENAAKKK.. terima kasih mba endang, semua resepnya selalu nendang

    BalasHapus
  9. Mba endang,,kalo daging nya mau diganti sm ati ayam atau sapi bisa? Harus digoreng dulu setengah matang atau gmn mba?

    BalasHapus
  10. Mba.. klo cabe keringnya gak direbus dulu apa ngaruh banyak mba?klupaan :(

    BalasHapus
  11. Betul sekali mbak..
    Saya sebelum liat resep ini bikin sambel goreng kentang..
    Krn capek, kentang yg udah di goreng saya simpen di kulkas.
    Baru saya,eksekusi besoknya..
    Beneran enak ya tnyata..
    Anak saya yg biasanya gk suka juga nambah2..

    Gak nyangka rupanya itu tips yg berguna bgt..
    Padahal awalnya krn badan udah cape..


    Thanx ya mbak atas resep n tips nya..
    Sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sharingnya ya Mba, yep memang kentangnya jadi keset dan gak lembek ya, hehehehe

      Hapus
  12. Mbak Endang, kalau saya pakai udang, udangnya diapakan dulu sebelum dicampurkan ke bumbu? Terima kasih banyak mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah bs digoreng dulu mba sampai matag, jadi tinggal diaduk ketika bumbu sudah ditumis.

      Hapus
  13. Mba kalo pake ati ayam dan ampela, td Uda baca komen, kalo ati bisa digoreng dulu. Nah kalo ampela? Baiknya direbus atau digoreng y supaya ga jadi keras, tapi tekstur empuk. Thanks mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. rebus, dan goreng sebentar mba, ampela ayam apalagi ayam negeri menurut saya nggak keras ya

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...