14 Maret 2019

Sayur Bening Daun Katuk


Sayur Bening Daun Katuk

Beberapa kali menancapkan batang tanaman katuk di pot selalu gagal tumbuh, padahal tumbuhan ini seharusnya sangat mudah ditanam, cukup dari stek batangnya saja. Mungkin karena batang katuk yang saya pakai terlalu muda, sisa sayuran katuk yang dibeli dari pasar. Padahal dulu saya berhasil memperbanyak katuk ketika masih tinggal di Paron.  Daun katuk adalah salah satu sayur favorit saya, rasanya manis dan teksturnya kesat, mirip seperti daun kelor. Sayangnya katuk jarang dijual, tapi weekend lalu saya menemukan sayuran ini tergeletak disalah satu lapak tukang sayur langganan, hanya tersisa satu ikat. Agar lebih banyak volumenya saya lantas mengawinkannya dengan oyong dan jagung manis dalam sepanci sayur bening. Sejak dulu, hanya sayur bening saja cara yang diajarkan Ibu untuk mengolah daun katuk, kami belum pernah mengolahnya dalam resep lainnya. Beberapa menganjurkan memasak orak-arik dengan telur, saya belum pernah coba, hanya menurut saya versi sayur bening lebih segar dan tepat buat katuk.

Sayur Bening Daun Katuk
Sayur Bening Daun Katuk

Katuk (Sauropus androgynus), atau dikenal dengan nama lainnya yaitu cangkok manis, daun manis, star gooseberry adalah sejenis tanaman semak yang tumbuh didaerah tropis dan dikonsumsi daunnya sebagai sayuran.  Daun tanaman ini merupakan salah satu sayuran yang populer di Asia Tenggara dan Asia Selatan, dikenal karena rasanya yang lezat, kandungan gizinya yang tinggi, serta mudah ditumbuhkan dengan hasil panen yang melimpah. Pucuk mudanya bahkan sering dijual dengan nama asparagus tropikal. Di Vietnam, masyarakat lokal memasak daun katuk bersama daging kepiting, cincangan daging sapi/babi atau udang kering didalam sup. Di Malaysia, umumnya daun di goreng orak-arik dengan telur atau teri. Walau bunga dan buah mudanya juga bisa dimakan namun saya pribadi tidak pernah mengkonsumsinya, menurut saya aromanya lebih langu. Di Indonesia, daun katuk dikonsumsi oleh Ibu menyusui karena mampu meningkatkan produksi air susu ibu.

Sayur Bening Daun Katuk
Sayur Bening Daun Katuk

Daun katuk dipercaya merupakan sumber yang baik untuk vitamin K walau belum teruji secara ilmiah. Namun begitu, sebuah penelitian mengatakan konsumsi jus segar daun katuk secara berlebihan (di Taiwan pada tahun 90 an jus segar daun katuk dipercaya mampu mengontrol berat badan) dapat menyebabkan kerusakan paru-paru karena tingginya kadar alkaloid bernama papaverine. Daun katuk merupakan sumber yang baik untuk provitamin A carotenoids, terutama pada daun yang baru saja dipetik, selain itu sayuran ini juga tinggi kandungan vitamin B dan C, protein dan mineral. Semakin tua daun maka kandungan nutrisinya semakin tinggi.

Cara paling umum di negara kita ketika mengolah daun ini adalah memasaknya menjadi sayur bening.  Resep ini diajarkan Ibu saya, bersama resep sayur sop dan sayur asem ala Jawa Timuran ketika pertama kali saya belajar memasak, kira-kira saat kelas empat atau lima sekolah dasar. Komposisinya hingga kini masih sama, dan menurut Ibu, "Daun katuk itu punya rasa manis yang khas.  Menambah banyak bumbu dan rempah lainnya akan membuat rasa khas itu hilang," dan saya setuju dengan beliau. Terkadang simple justru yang delicious terutama jika bahan makanan yang digunakan sudah memiliki cita rasa unik nan sedap.

Sayur Bening Daun Katuk

Cukup irisan bawang merah, gula dan garam, terkadang tomat merah yang dimasukkan ketika masakan telah matang. Bawang merah goreng sebagai taburan juga akan membuat rasanya semakin mantap. Biasanya daun katuk hadir sendirian dalam sepanci sayur bening, tapi tambahan oyong dan jagung manis tidak akan mengurangi kelezatannya. Beberapa cara lainnya adalah menambahkan labu siam, labu kuning atau pepaya muda. Entah apakah menggunakan bayam, daun kelor, atau hanya oyong dan jagung manis, maka resep sayur bening ini akan tetap sama. Beberapa ada yang menyarankan menambahkan daun salam dan lengkuas, saya pribadi kurang begitu suka. Salam dan lengkuas menurut saya lebih identik dengan sayur asem ala Jawa Timuran dan bukan sayur bening.

Berikut resep simplenya ya.

Sayur Bening Daun Katuk

Sayur Bening Daun Katuk
Resep a la Ibu saya

Untuk 4 porsi

Tertarik dengan resep sayur lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sayur Besan
Sayur Godog Betawi
Gulai Daun Singkong

Bahan:
- 1 ikat daun katuk (300 gram), ambil daun dan pucuk mudanya
- 1 buah jagung manis
- 5 buah oyong / gambas muda ukuran kecil

Bumbu:
- 5 siung bawang merah, iris tipis
- 1000 ml air
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 2 sendok teh garam
- 1 buah tomat, belah menjadi 5 bagian
- bawang merah goreng untuk taburan

Cara membuat:

Sayur Bening Daun Katuk

Siapkan daun katuk, cuci bersih. Siapkan jagung manis, sisir dengan pisau. Kupas oyong / gambas, karena masih sangat muda, sebagian kulit saya biarkan. Potong ukuran 2 cm. Sisihkan.

Siapkan panci, isi dengan 1 liter air. Masukkan bawang merah, gula, garam dan kaldu bubuk (jika pakai). Rebus hingga mendidih.

Sayur Bening Daun Katuk

Masukkan daun katuk, rebus hingga daun benar-benar empuk. Tambahkan oyong dan jagung manis. Masak hingga semua bahan matang. Masukkan irisan tomat, aduk rata. Cicipi rasanya, sesuaikan asin dan manisnya. Taburi dengan bawang merah goreng, angkat dan sajikan hangat. 

Sumber:
Wikipedia - Sauropus androgynus




4 komentar:

  1. Saya jg nanem sayur katuk mba endang .. numbuh siy cm ga terlalu subur jrg ak siram jg cm termasuk tanaman yg kuat siy ga cpt mati.. mngkin cb di tanam lngsng ditanah jgn dipot mba endang.. krn saya menanamnya lngsng ditanah dgn cara distek jg.. ak jg klo masak dgn cara kuah bening bwng merah n putih aja.. hehe.. itu jg udah nikmat bgt..btw ditunggu ya mba endang resep2 simple kyk gini..mksh ya mba endang resep2 nya yg mantul..:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini saya lagi coba rendam dulu steknya di air Mba, sampai akarnya muncul baru saya tanam di tanah. Dah lama banget pengen punya katuk. thanks sharingnya yaa

      Hapus
  2. Sesimple itu, makan sepanci tanpa nasi pasti kenyang. Gak pake bawang putih mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah saya habis sepanci Mba Herlina wakkakakk, nggak pakai bawang putih Mba, aromanya ntar beda hehehhe

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...