09 Mei 2019

Resep Soto Ayam Goreng dan Kisah Soto


Resep Soto Ayam Goreng JTT

Soto, hidangan yang tak ada matinya. Masakan ini mungkin jenis hidangan yang menduduki posisi terfavorit di keluarga saya, disusul rendang dan ikan sambal. Di rumah adik saya, Wiwin, soto bahkan hadir setiap minggunya, terutama jika Ibu saya sedang berada disana. Bagi mereka yang berlatar belakang keluarga Jawa atau dibesarkan dengan cita rasa masakan Jawa, maka soto pasti disuka. Dulu, ketika masih tinggal di Paron, Ngawi, penjual soto dan gulai ada dimana-mana, sama banyaknya seperti penjual gado-gado yang ada disetiap sudut jalan di Jakarta. Warung soto yang merangkap kedai kopi selalu penuh pengunjung dan sama larisnya seperti warung nasi pecel. Entah apakah kondisinya masih sama saat ini. 

Tapi sejujurnya waktu itu soto ayam tidak masuk ke dalam list makanan yang saya suka. Warungnya memang bertebaran dimana-mana, tapi saya belum pernah menemukan soto ayam dengan cita rasa yang sedap di Paron. Kuahnya terasa hambar, rasa kaldu ayamnya sama sekali tak terasa, dan suwiran ayamnya begitu susah ditemukan diantara kol dan tauge segambreng yang ditimbunkan di mangkuk. Harganya yang super murah memang sepadan dengan rasa dan tampilannya. Tapi membuat pengalaman menyantapnya sama sekali tak berkesan.

Resep Soto Ayam Goreng JTT
Resep Soto Ayam Goreng JTT

Ketika kuliah di Jogya, saya baru menemukan arti lezatnya soto ayam. Salah satu warung soto ayam terkenal adalah soto ayam Pak Marto, kuahnya gurih dan sedap. Sayang jaraknya begitu jauh dari kos jadi selama tinggal di Jogya saya hanya dua kali menyantap sotonya. Tapi hampir setiap warung soto di Jogya menurut saya sedap rasanya, bahkan hingga soto gerobak yang lewat didepan rumah kos. Ada satu penjual soto langganan yang muncul setiap pukul sebelas siang, jam yang pas buat menyantap semangkuk soto segar dengan potongan tempe goreng diatasnya. Waktu itu, rasanya tidak ada yang lebih nikmat ketika kuliah pagi telah usai di pukul sepuluh, dilanjutkan nangkring di kamar kos menunggu tukang soto lewat. Apalagi jika didukung dengan cuaca mendung, diiringi dengan iringan musik dari Geronimo FM, saluran radio terpopuler saat itu. Saya biasanya membawa mangkuk sendiri, ukurannya jumbo agar kuah sotonya diberikan lebih banyak. Bersama nasi segambreng, makan siang terasa luar biasa mantap!

Resep Soto Ayam Goreng JTT

Sejak Ibu saya berhasil membuat soto ayam sendiri, saya katakan berhasil karena soto bukanlah masakan yang biasa dimasak beliau ketika kami masih tinggal di Tanjung Pinang, maka soto adalah hidangan yang kami santap dirumah. Jarang sekali kami membeli soto di warung. Selezat apapun soto di resto tetap tidak ada yang mengalahkan kelezatan soto buatan Ibu bahkan hingga saat ini. Lucunya, Ibu saya memasak soto dari resep yang dikira-kira sendiri, hampir semua bumbu diceburkan ke kuah. Mulai dari ketumbar, jintan, kayu manis, cengkeh, pala, kembang lawang, kapulaga, sebutkan saja. Semua ada. Saya bahkan belajar membuat soto dengan resep tersebut. Tapi apakah memang begitu resep original soto di Paron? Ternyata tidak. Walau rasanya menurut kami lezat, tapi sejak berkenalan dengan resep soto dari Mbak Ayu, maka resep Ibu mulai ditinggalkan. 

Mbak Ayu adalah mantan asisten rumah tangga adik saya, Wiwin, dan suaminya seorang penjual soto ayam di Paron. Resep sotonya telah diturunkan dari keluarga suaminya selama beberapa generasi. Ketika Mbak Ayu menghidangkan soto pertamanya kami langsung takjub dengan rasanya. Kuahnya yang gurih dengan rasa yang lebih fokus (tidak bercampur aduk antar rempah) terasa benar dilidah dibandingkan soto buatan Ibu yang mirip percampuran antara gulai atau opor tanpa santan. "Ma, ini baru benar rasa sotonya. Gurih tapi rempahnya gak kuat banget," komentar saya ketika menyeruput kuah soto di rumah Wiwin. "Iya, ternyata bumbunya gampang saja ya," jawab Ibu saya. "Memang Mama dapat resep soto yang kita suka bikin itu dari mana?" Tanya saya penasaran. "Nggak ada yang kasih, Mama karang sendiri saja," jawaban enteng Ibu membuat saya ngakak. "Tobat Ma, itu resepnya sudah aku share di blog lho!"

Resep Soto Ayam Goreng JTT

Di belakang kantor saya, penjual soto pun berjibun banyaknya. Tapi ada satu penjual soto yang agak jauh jaraknya dari kantor, kami semua menyebutnya dengan  nama 'soto Bu Galak' karena memang si Ibu penjual soto tobat galaknya.  Warung soto ini menyediakan jenis soto daging dan ayam dengan kuah bening atau santan, saya akui cita rasanya memang enak. Kuah soto terasa light tapi tidak hambar, potongan dagingnya lumayan banyak dan harganya pun tidak mahal. Pas untuk orang kantoran macam saya yang maunya membeli makanan dengan rasa enak, porsi besar, harga murah. Alasan saya tersebut sepertinya disetujui oleh banyak karyawan lainnya, terbukti setiap hari warung sotonya selalu penuh, jika telat sedikit saja maka satu kursi pun tidak ada yang kosong. 

Jika kemudian si Ibu mulai semena-mena dalam berjualan seperti menampilkan muka jutek dan merengut, bertanya dengan nada membentak, kami hanya mengurut dada dan tak mengambil pusing. Jikalau ada sakit hati, dua hari kemudian rasa sakit itu hilang dan kami datang lagi membeli sotonya. Pernah ada seorang Mbak membayar soto dengan uang seratus ribu, komentar pedas si Ibu membuat si Mbak salah tingkah, "Makan soto semangkok saja uangnya seratus ribu. Nggak ada kembaliannya!" Bentak si Ibu dan dia tidak menghiraukan uang yang diulurkan si Mbak yang kemudian bingung mencari tukaran. Terakhir kali saya makan siang dengan beberapa rekan kantor, kami terkena damprat ketika tidak hafal harga seporsi soto daging. Sejak itu teman saya bahkan mencatat harga masing-masing jenis soto di hapenya. 😅

Wokeh menuju ke resep soto ayam goreng kali ini. Resep sotonya menggunakan versi dari Mbak Ayu hanya kali ini saya menggunakan ayam negeri (bukan ayam kampung seperti yang selalu dipakai Mbak Ayu). Ayam kemudian digoreng garing dan disajikan kala menyantap kuahnya. Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Soto Ayam Goreng JTT

Soto Ayam Goreng
Resep diadaptasikan dari Mbak Ayu

Untuk 10 porsi

Tertarik dengan resep hidangan berkuah lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Soto Banjar
Soto Daging Betawi
Soto Mie

Bahan:
- 1 ekor ayam, potong menjadi 12 bagian
- 1500 ml air

Bumbu dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 10 butir kemiri, sangrai
- 2 cm kunyit

Bahan dan bumbu lain:
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 3 cm jahe, memarkan
- 4 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- 1 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok makan garam
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 1 1/2 sendok teh kaldu jamur, optional

Pelengkap:
- bihun / soun rebus
- rajangan kol
- rajangan seledri dan daun bawang
- sambal rebus cabai rawit
- bawang merah goreng
- irisan jeruk nipis

Cara membuat:

Resep Soto Ayam Goreng JTT

Siapkan ayam, gosok permukaan dan rongga badannya dengan 1 sendok makan garam. Cuci bersih, potong menjadi 12 bagian atau sesuai selera. 

Siapkan wajan / panci, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang, aduk-aduk selama bumbu ditumis agar tidak gosong. Tambahkan minyak jika bumbu mudah gosong namun susah matang. Masukkan serai, lengkuas, jahe, daun salam dan daun jeruk, aduk dan masak hingga daun rempah layu dan harum.

Resep Soto Ayam Goreng JTT

Masukkan ayam, aduk hingga bumbu melumuri ayam, masak selama 5 menit hingga ayam berubah warnanya. Tuangkan 500 ml air, merica bubuk, garam, gula dan kaldu bubuk. Aduk rata dan ungkep hingga ayam lunak dan matang.  Matikan kompor dan tiriskan ayam.  Siapkan wajan penggorengan, panaskan minyak agak banyak. Goreng ayam hingga garing, coklat keemasan. Angkat dan tiriskan.

Tambahkan sekitar 1200 ml air panas kedalam kaldu bekas merebus ayam hingga kuah cukup untuk soto. Masak hingga mendidih, cicipi rasanya, sesuaikan gula dan garamnya sesuai selera. Angkat.

Penyajian. 
Siapkan mangkuk saji, tata soun / bihun, kol, siram dengan kuah dan tata potongan ayam diatasnya. Sajikan dengan nasi panas, sambal, taburan daun seledri, daun bawang, bawang merah goreng dan kucuran jeruk nipis.



12 komentar:

  1. Mbak endang 😍😍😍 aku padamu mbak..
    Alhamdulilah sekarang bisa share resep setiap hari..
    Mbak endangku yang dulu datang kembali 😆😆😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Sefri, diusahakan untuk share wakakka, walau memang butuh perjuangan

      Hapus
    2. Haha soalnya ditahun 2013 awal awal merantau dan hidup meriiihhh banget, buka blog mbak endang bikin enak makan walau makan cuma pakai tempe goreng sambel goang juga berasa enak banget 😁😁

      Hapus
    3. sampai sekarang tempe penyet dengan sambal gowang is the best, apalagi kalau tempenya semangit, ngabisin nasiiiii

      Hapus
  2. hallo mba endang....resep yang ini harus saya coba... soalnya saya sering sekali klo ada acara masak soto ala just try yang "soto kudus hujan hujan kita nyoto yuk" ibu mertua suami anak anak pada muji muji klo kuah sotonya enak sekali terima kasih mba endang 😊😊❤❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya, soto kudu itu juga enak, tapi belum saya recook ulang lagi hahahha

      Hapus
  3. Setelah sekian lama berkelana dgn soto, akhirnya aku melabuhkan hati pada soto kudus yg light mba, mungkin kunci sedepnya di bawang putih goreng dan tumpukan tauge y. Mbok coba sesekali di share resep soto kudus mba Endang. (Ah, kok jd kangen pecel sayur,urap, mie kuning, mangut lele, semua jajanan di depan pasar beringharjo..)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah pernah share soto kudus Mba, resep lama awal ngeblog. Tapi saya sendri sudah lupa rasanya hehhehe

      Hapus
  4. Mba Endang saya sudah coba resep sotonya, enak rasanya mirip soto lamongan nan simple yg jg sdh sy coba. Saya suka resep ala mom's nya mba sdh pasti enak yg sdh jd andalan saya antaranya lodeh, rawon, bumbu pecel,opornya lebih mirip rasa kari ngga mblenger ky opor biasanya. thanks
    Lis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba Lis, yep mirip lamongan ya, karena simple bumbunya.

      Hapus
    2. Mba endang, ak sering pake resep soto Lamongan ya, setiap ak masak soto Alhamdulillah pada suka. Eh sekarang ada resep baru.. ak harus coba bikin nih . 😋

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...