04 Maret 2014

Sambal Bunga Kecombrang - Harumnya membuat nafsu makan bertambah!



Dua bulan terakhir ini merupakan bulan yang tersibuk dalam hidup saya, mungkin terlalu 'lebay' untuk diucapkan demikian, tapi memang itu lah yang saya rasakan. Mulai dari project di kantor yang berbarengan deadline-nya - semuanya berhubungan dengan implementasi sistem baru di kantor - membuat saya harus masuk setiap hari Sabtu; Adik saya Tedy yang sedang melakukan proses pindah rumah dari Bekasi ke Bogor dan memerlukan satu atau dua perabot rumah Pete untuk di angkut. Hingga terakhir minggu lalu adik saya, Wiwin mengirimkan pesan panik lewat WA, "Ndang, si Yuk dan Septi sakit panas demam dan pulang kampung semua hari ini, huaaa." Dua nama di dalam pesan Wiwin merupakan asisten rumah tangga yang telah bekerja bertahun-tahun lamanya bersama adik saya. Membayangkan Wiwin yang yang harus membagi waktu antara bekerja di kantor dan mengurus rumah beserta dua bocah lelaki berusia 9 dan 11 tahun membuat saya tak tega juga. Hari Sabtu dan Minggu yang lalu bersama dengan Bulik Sopiah yang tinggal di Depok kami pun hijrah sejenak ke rumah Wiwin di daerah Mampang Prapatan. 


Seperti biasa saya pun menceburkan diri ke dapur dan memasak lauk yang bisa tahan lama di chiller dan freezer, jadi adik saya tinggal memanaskannya sebentar di kompor kala akan menyantapnya. Nah apalagi kalau bukan ungkep daging dan ayam kuning, dua menu andalan Ibu saya yang juga menjadi andalan kami semua untuk menyiapkan lauk dengan cepat. Cing, cing, cing sebentar maka potongan daging sapi dan ayam yang telah diungkep matang pun saya simpan di dalam dua wadah tupperware besar. Ayam goreng dan ungkep daging merupakan kegemaran krucil-krucil keponakan saya, Rafif dan Fatih.  Sementara saya lebih memilih ikan bandeng goreng yang disantap dengan sambal bunga kecombrang yang kali ini saya posting. 

Tahukah anda bunga kecombrang sedap untuk dikreasikan menjadi aneka masakan? Bunga yang luar biasa harum dan memiliki rasa sedikit asam segar ini cocok dicampurkan ke dalam bumbu pepes ikan, sayur asam Jakarta, arsik ikan mas, atau gulai ikan dengan kuah santan. Harumnya mampu membasmi bau amis pada ikan dan daging-dagingan serta membuat nafsu makan menjadi bertambah. Untuk tahu lebih lanjut mengenai bunga ini anda bisa klik di link postingan saya disini. 


Nah hasil aksi bongkar-bongkar saya di kulkas Wiwin menghasilkan 3 kuntum bunga kecombrang. Sepertinya jika ditumis pedas dengan bawang bombay akan pas disantap dengan ikan bandeng kegemaran saya.  Ide sambal kecombrang pun langsung terlintas. Rajangan bunga lantas saya tumis dengan irisan bawang bombay, cabai merah yang dihaluskan dan sedikit petai. Rasanya mantap! Anda juga bisa menambahkan rajangan tempe yang dipotong kotak kecil, saya yakin sambal ini tetap laziz. Sayangnya bunga ini tidak selalu ada di pasaran, selain toko buah All Fresh, saya biasanya mendapatkannya di pasar Blok A. Seorang Ibu menjualnya bersama sayur-sayuran khas Batak lainnya seperti terung telunjuk dan  lokio atau bawang batak. 

Tidak ada yang sulit membuat makanan ini, jadi jika anda kebetulan melihat kecombrang di pasar tidak ada salahnya untuk mencoba resep sambal ini dan jangan heran jika berpiring-piring nasi pun pindah ke perut. ^_^


Sambal Bunga Kecombrang
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 6 - 10 porsi

Tertarik dengan artikel yang berhubungan dengan kecombrang lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Segudang Manfaat Bunga Kecombrang
Arsik Ikan Mas - Rasanya Juara 
Penang Asam Laksa

Bahan:
- 3 - 4 kuntum bunga kecombrang belah dua dan rajang halus, sekitar 300 - 400 gram
- 1 buah bawang bombay, belah dua dan rajang tipis
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 10 buah cabai merah keriting, haluskan
- 10 buah cabai rawit, haluskan
- 2 sendok teh terasi dibakar
- 1 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh garam
- 3 sendok teh gula pasir
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat:


Siapkan wajan, panaskan 2 sendok makan minyak. Tumis bawang bombay dengan api sedang hingga harum, transparan dan berubah menjadi kecoklatan. Masukkan bawang putih cincang, tumis sebentar hingga harum dan matang.


Masukkan cabai  yang telah dihaluskan dan terasi bakar, tumis dan masak hingga cabai matang dan harum. Tambahkan petai dan irisan kecombrang, aduk dan tumis hingga bunga layu. Masukkan merica, garam, gula pasir dan kaldu bubuk jika pakai. Aduk rata dan masak hingga bunga matang dan empuk. Cicipi rasanya dan angkat. 

Sajikan dengan nasi putih hangat, yummy!



18 komentar:

  1. mbak alternatif bunga kecombrang apa ya????

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayanya nggak ada ya Mba, susah cari pengganti untuk kecombrang, bau dan aromanya khas banget

      Hapus
  2. kecombrang ini salah satu favoritku jg mbak...
    masak asem pade pake ini enak.. ada sensasi segar

    BalasHapus
  3. lagi nyidam kecombrang eh ada resep ini... tapi masalahnya di tarakan kalimantan utara di ubek2 ga ada yang jual kecombrang... jd natap2 aja lah postingan mba endang ini , salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah susah memang cari kecombrang, di jakarta juga musiman mba hehehhe

      Hapus
  4. Mbak kalo ditambah pake teri medan enak gak yaa....

    BalasHapus
  5. Kecombrang makanan favorit kalo pulAng kampung di cilacap. Dulu nanem di belakang rumah.. gampang tumbuh di tempat lembab.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mas Slamet sharingnya ya, sayang tanamannya gede banget ini, pengen nanam jadi ragu2 hehhehe

      Hapus
  6. kalau lihat makanan nih bikin ngiler aja yah, apalagi pas bulan puasa kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget, kynya nafsu bs ngabisin nasi sepanci ya hiks

      Hapus
  7. Yg dipakai hanya kelopaknya ajanya mba? Tengahnya yg putih-putih itu perlu dibuang atau bisa dimasak juga?
    Dan hanya bunganya ya? Batangnya harum juga, gak bisa dipakai utk masak kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua bagian bunga dimasak ya mba, kalau saya bunga dibelah dua dan dirajang tipis semua bagiannya. Batang tdk ya, karen keras, tapi kalau buat campuran sayur asem bs dimasukkan untuk menambah aroma

      Hapus
  8. apakah yg bisa dimasak/dikonsumsi adalah yang masih kuncup ya? kalo sudah mekar gak bisa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa2 saja, hanya saja kalau sudah mekar jadi keras teksturnya

      Hapus
  9. Kalo di bali namanya sambel bongkot mba..tapi matah..engga digoreng. Cobain deh mba
    (Ayu)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waahh ngeces saya Mba Ayu hahahhaha. thanks yaa, akan saya coba

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...