11 Januari 2017

Resep Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu


Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Berangkat ke kantor diatas jam tujuh memang menimbulkan banyak kekacauan, itu yang terjadi pada saya beberapa hari ini. Hujan deras yang mengguyur Jakarta di subuh dan pagi hari membuat tidur menjadi sangat nyaman dan rasa malas berangkat ke kantor pun menyerang. Jika tidak teringat sisa cuti yang sangat mengenaskan jumlahnya, ingin  rasanya saya menarik bed cover menutupi muka dan melanjutkan mimpi yang tadi terputus karena alarm handphone yang berdering nyaring. 

Tergopoh-gopoh mempersiapkan bekal makan siang dari bahan apapun yang tersedia di kulkas akhirnya pilihan mendarat di telur dadar dan tumis pare dengan teri yang membeku di freezer dalam bungkusan plastik kecil. Stok makanan beku untuk bekal makan siang di kantor sudah semakin menipis, saya seharusnya mulai berbelanja ke pasar dan menyetoknya kembali kala weekend lalu. Sayangnya semangat memasak saya masih di titik nol, jadi hingga saat ini saya berusaha bertahan dengan apapun yang ada. ^_^

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu
Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Hujan rintik-rintik menyentuh wajah kala saya berjalan ke tepian jalan FatmawatiHati ini memanjatkan doa semoga hujan tidak semakin deras karena payung andalan tertinggal di kantor. Metromini 610 datang dengan penumpang yang hampir penuh, saya pun berdiri disepanjang perjalanan ke Blok M yang hanya ditempuh dalam waktu sepuluh menit saja. Lima menit berikutnya saya sudah bersesak-sesakan bersama puluhan penumpang lainnya di halte TransJ. Berdasarkan pengalaman, jika jarum jam telah bergeser diatas jam tujuh maka penumang di terminal Blok M akan penuh sesak. Apesnya, walau hujan rintik-rintik namun suhu terasa panas membuat keringat berleleran di dahi dan leher saya.  

Beberapa hari belakangan ini TransJ di terminal Blok M cukup lama jeda waktu berangkatnya antar bis. Padahal ini adalah terminal utama artinya semua perjalanan bis akan berawal disini Saya sibuk melongokkan kepala berusaha melihat apa yang sedang terjadi dengan bis-bis yang berderet panjang di lorong, tak mengerti apa yang sedang mereka kerjakan hingga membiarkan kami, para penumpang,  gerah berdesakan dalam ruangan yang sempit. Saya bisa mengerti jika tak ada satu bis pun yang mangkal disana, namun kasus kali ini dan beberapa kasus sebelumnya selalu sama, bis berderet namun tak kunjung bergerak untuk berangkat. 

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Penumpang semakin membludak dan membentuk deretan panjang, dan saya pun mulai memaki-maki dalam hati. Apakah tidak ada standar dan prosedur yang mengatur jeda waktu antar bis berangkat dari terminal utama seperti ini? Haruskah menunggu hingga penumpang berbaris panjang, sementara seringkali saya melihat supir bis juga tidak melakukan apa-apa dibelakang setir? Akhirnya bis yang ditunggu pun bergerak dari diamnya, dan kami menyerbu dengan suka cita. Di sepanjang halte yang dilalui tumpukan penumpang berbondong-bondong masuk dan membuat bis menjadi penuh sesak. Walau terkadang waktu menunggu bis tiba cukup mengesalkan namun harus diakui TransJ yang memiliki jalur eksklusif mampu memangkas waktu perjalanan dengan sangat signifikan. Ketika mobil pribadi tampak berdesak-desakan di jalur cepat dan lambat, kami melenggang lancar tanpa hambatan sekalipun. 

Halte Karet merupakan halte favorit dimana banyak penumpang yang turun disini termasuk saya. Kondisi bis yang penuh membuat cukup sulit untuk berjalan menuju pintu sementara penumpang yang 'nangkring' di depan pintu bertahan disana tanpa kesadaran diri untuk memberikan ruang sela. Saya tak mengerti kala seorang cewek tetap berdiri di tengah-tengah pintu bis sementara dari sisi kiri dua orang Ibu-Ibu bertubuh besar berusaha merangsek keluar, dan rombongan lainnya disisi kanan juga berusaha maju. Tak heran jika cewek ini kemudian terjepit dari dua arah, terdorong, tersenggol dan betapa terkejutnya saya ketika si Ibu berhasil melaluinya, dia mengejek dengan suara cukup keras, "Gendut! Gendut!". Kondisi terburu-buru dan bis yang hendak berjalan kembali membuat saya tak memiliki waktu untuk melihat wajah si cewek, dan Ibu yang diejek sudah berjalan jauh entah apakah beliau mendengarnya atau tidak. 

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Sungguh baru kali ini saya melihat dan mendengar tindakan kasar seperti ini yang dilakukan oleh penumpang di angkutan umum, terlebih lagi dilakukan oleh sesama wanita, pekerja kantoran yang memiliki nasib sama berdesakan di bis. Kejadian-kejadian kasar selama ini yang saya alami biasanya berhubungan dengan pengemis, pengamen atau pencopet. Jika saat itu kondisi sedang tidak terburu-buru ingin rasanya saya menegur cewek tersebut atas kata jahat dan tak sopannya. Melecehkan orang lain dalam bentuk apapun sangat tidak bisa diterima, apalagi melecehkan dimuka umum. Bagi saya tindakan cewek tersebut adalah sikap pengecut karena yakin apa yang dia lakukan tidak akan mendapatkan balasan, dan yakin bis akan membawa dia kabur dengan segera. 

Jika bumi makin banyak dihuni dengan orang-orang egois seperti ini maka apa jadinya dunia? Tak ingin terdorong dan tersenggol di angkutan umum maka gunakanlah kendaraan pribadi sendiri, karena dimanapun yang namanya angkutan umum berarti kita harus siap bersentuhan dan berbaur dengan penumpang lainnya. Tak ingin terdorong dan tersenggol di angkutan umum maka berdirilah di tempat yang aman, jangan menghalangi jalan dan berilah kesempatan mereka yang hendak keluar terlebih dahulu. Ketika saya berlibur ke Jepang beberapa bulan yang lalu, sepenuh, sesesak, seantri apapun kereta yang kami tumpangi, orang Jepang tetap berbaris rapi di kiri dan kanan pintu memberikan kesempatan mereka yang hendak keluar terlebih dahulu, dan mereka pun akan menepi dan memberikan jalan ketika penumpang lain hendak keluar dalam kereta yang penuh sesak. Kesadaran diri dan tidak egois dengan kenyamanan diri sendiri sepertinya sudah erat melekat dalam budaya mereka yang mungkin di Indonesia belum akan terjadi dalam kurun waktu seratus tahun lagi. Sungguh, betapa inginnya saya melihat masyarakat kita mampu mengadopsi budaya tertib dan menghargai yang sama seperti itu. Miris. 

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Sekarang kita ke resep lumpia isi ayam dan udang yang sebenarnya sudah lama saya buat namun belum sempat untuk diposting. Terus terang ketika semangat memasak sedang 'high' maka beberapa resep sekaligus mampu saya eksekusi, terkadang saya sendiri lupa dengan filenya dan baru teringat kembali kala malas melanda namun kewajiban update blog tetap harus dijalankan. Lumpia ini menggunakan kulit kembang tahu, resepnya terinspirasi dari salah satu menu dimsum di sebuah resto Chinese food yang saya lupa dimana pernah mencicipinya. Kulit tahu yang saya gunakan berbentuk lembaran tipis ukuran sekitar 50 x 50 cm, kulit tahu ini sangat lemas, lentur dan mudah sekali digunakan untuk membungkus adonan isi. Karena teksturnya sangat lemas, maka kulit tahu tidak perlu direndam air, cukup dipotong-potong saja dengan ukuran yang diinginkan. Saya membelinya di All Fresh, namun beberapa waktu yang lalu saya pernah melihatnya juga di toko bahan kue Titan. 

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Jika kulit tahu seperti ini sulit diperoleh, maka kita juga bisa menggunakan kulit kembang tahu jenis lainnya yang biasanya berbentuk kaku dan harus direndam air agar lemas dan bisa dipergunakan. Bisa juga menggunakan kulit lumpia, dan kulit spring roll. Untuk adonan isinya terbuat dari ayam giling dan udang cincang, beberapa jenis sayuran seperti wortel, kacang polong, daun bawang, dan brokoli juga bisa ditambahkan. Prosesnya sendiri sangat mudah, adonan cukup dibungkus dengan kulit tahu, diikat dengan seuntai potongan daun pandan dan digoreng. Apakah bisa dikukus? Yep, lumpia bisa dikukus terlebih dahulu baru kemudian digoreng, namun jika anda menggunakan kulit spring roll merk Finna atau TYJ yang super tipis maka hindari mengukus karena akan membuat kulit spring roll hancur. 

Lumpia yang sudah dikukus bisa dibekukan hingga 3 bulan lamanya, ketika akan disantap maka cukup dicairkan di suhu ruang dan digoreng. Untuk menghasilkan tampilan garing dan tekstur yang crunchy maka celupkan lumpia di kocokan telur sebelum digoreng, langsung menggorengnya akan membuat permukaan lumpia menjadi sangat berminyak. Berikut resep dan prosesnya ya.   

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Lumpia Ayam Udang Cincang dengan Kulit Kembang Tahu
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk sekitar 15 buah lumpia

Tertarik dengan resep sejenis lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Martabak Telur Mini Isi Daging Cincang
Vegetarian Lumpia dengan Saus Pedas a la Thai

Lumpia Goreng Isi Sayuran 

Bahan pembungkus:
- lembaran kulit tahu *)
- beberapa lembar daun pandan/daun pisang, potong panjang untuk mengikat lumpia 

Bahan isi: 
- 200 gram daging ayam giling/cincang
- 200 gram daging udang kupas, cincang kasar
- 20 gram oatmeal instan atau 2 lembar roti tawar rendam susu cair hingga lunak dan dihancurkan atau 3 sendok makan bread crumbs
- 1 butir telur kocok lepas
- 1/2 batang wortel serut kasar
- 1 batang daun bawang, rajang halus
- 2 buah cabai hijau besar, buang bijinya dan rajang halus (optional)
- 2 buah cabai rawit, rajang halus (optional)

Bumbu:
- 4 siung bawang merah, dihaluskan
- 3 siung bawang putih, dihaluskan
- 1 sendok teh merica bubuk
- 1/2  sendok makan minyak wijen
- 1 sendok makan kecap asin
- 1/2 sendok makan saus tiram
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh gula pasir 

Pelengkap:
- saus sambal botolan
- saus asam pedas manis, resep bisa dilihat pada link disini 

Note:
*) saya menggunakan kulit tahu yang lemas, tipis dan langsung bisa digunakan untuk membungkus adonan tanpa perlu harus di rendam air terlebih dahulu. Jika kulit tahu seperti ini tidak ada bisa menggunakan kulit kembang tahu kering yang direndam air dulu agar lemas, atau kulit lumpia/pangsit biasa

Cara membuat:

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Siapkan mangkuk, masukkan semua bahan isi, aduk hingga rata. Tambahkan semua bumbu ke dalam adonan ayam, aduk rata. Cicipi rasanya dengan menggoreng secuil adonan. Sesuaikan rasa asinnya sesuai selera. 

Siapkan kulit tahu, saya menggunakan kulit tahu berbentuk lembaran tipis dengan ukuran 50 x 50 cm. Kulit tahu ini lemas, lentur dan bisa langsung digunakan untuk membungkus tanpa perlu harus merendamnya dengan air seperti kulit kembang tahu umumnya. Potong kulit tahu dengan ukuran 10 x 10 cm.

Note:
Jika kulit tahu seperti ini sulit ditemukan, gunakan kulit kembang tahu yang tersedia di pasaran, rendam agar lemas dan potong-potong sesuai ukuran yang diperlukan. Atau gunakan kulit lumpia/kulit pangsit/kulit spring roll siap pakai

Letakkan selembar kulit tahu, ambil 1 sendok adonan, letakkan di atas permukaan kulit tahu dan rapikan. Lipat kulit tahu seperti melipat amplop.  

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Lipat bagian kiri dan kanan kulit tahu sehingga adonan tertutup kulit, gulung dan rapatkan hingga menjadi gelondongan kecil. Ikat lumpia dengan sehelai daun pandan/daun pisang yang dipotong panjang seperti gambar diatas, agar kulit tahu tidak terlepas. 

Lumpia Isi Ayam Udang dengan Kulit Kembang Tahu

Lakukan hingga semua adonan habis. Siapkan wajan, beri minyak agak banyak dan panaskan dengan api sedang. Celupkan lumpia ke dalam kocokan telur, goreng hingga permukaannya kuning kecoklatan. 

Note: saya tidak mencelupkan lumpia ke dalam kocokan telur dan hasilnya adalah lumpia yang lebih berminyak karena kulit tahu sulit menyerap minyak. Jadi saran saya celupkan lumpia ke dalam kocokan telur, atau adonan tepung yang sangat encer. 

Lumpia siap disajikan hangat-hangat dengan saus sambal. Super yummy!



32 komentar:

  1. Mendengar cerita Mba Endang memang selalu membuat seru blog ini, disamping resep tentunya

    BalasHapus
  2. Memang mbak, kesadaran untuk antri masih memprihatinkan. Saya kerap juga menjumpai di mana-mana orang susah antri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, kadang saya semprot kalau ada yang nyerobot antrian hehehe

      Hapus
  3. Mbak endang kalau misal diganti dengan kulit lumpia/martabak, apakan adonan bisa langsung digoreng? dan isinya untuk ayam apa perlu dikukus terlebih dahulu seperti sosis solo.
    Terimakasih mbak.
    Salam manis dari Magelang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa langsung digoreng mba, sebaiknya bikin kecil2 dan isian tdk terlalu banyak agar mudah matang sampai ke dalamnya. Isi tdk dikukus, ayam mentah bersama bahan lain langsng dijadikan adonan isi

      Hapus
  4. Suka sama resep resepnya mbak endang yg selalu keliatan endess hihihi
    Mbak ada ndak rencana bikin aplikasi JTT di playstore/appstore?
    Jadi lebih enak kalo mau lihat resepnya JTT hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Aswinda, senang resepnya disuka ya. Hmm, sampai saat ini blm ada rencana bikin apps, mungkin nanti ya hehehe

      Hapus
  5. Kalau ini dikukus aja bisa ngga, Mbak? Soalnya saya lagi kurangi makan goreng2an... :)

    BalasHapus
  6. Mbk endang nama saya lala, saya suka sekali resep kali ini saat itu saya ke Penang, lumpia kulit tahu seperti ini disebut lorbak banyak hawker yang menyajikan cemilan ini dan harganya walau cukup tersangka tetap lebih tersangka jika kita bikin sendiri hahhaha pelit mode on
    Sebelum melihat resep mbak endang saya mencoba praktek dan ada dua kegagalan saya yang salah satunya sudah terjawab setelah membaca resep mbk endang yaitu sebelum menggoreng dicelupkan d telur kocak. Karena benar seperti kata mbak endang meminimalkan minyak yg mengendap saya sudah merasakannya sendiri
    Yang ingin saya tanyakan mbk endang bagaimana tips agar isian padat dan saat digulung tidak usah diikat?
    Terimakasih mbk endang resep di blog mu selalu dinanti
    Good luck selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Lala, salam kenal ya, thanks sharingnya ya.

      Isian ini padat mba, seperti adonan bakso, kalau mau menghindari ikat mengikat sebaiknya goreng lumpia dengan posisi lipatan dibawah, atau kukus lebih dahulu saja, dijamin tetap bs terbungkus rapi.

      Hapus
  7. Kali ini aku lebih tertarik dengan ceritamu Mba dari pada resepnya. hahahaha. Kalau di kereta mungkin Mba2 itu sudah dimarahi ibu2 yang mau turun. Tapi tetap thanks buat share resepnya Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhha, iya mba dewi, teman kantor sy yang biasa naik kereta ketika saya ceritakan hal ini bekomentar yang sama hehehhe

      Hapus
  8. Mbaa tanya dong merk apa ya kembang tahunya? Hrgnya brp mba klo beli diall fresh?

    Makasi mba

    Salam lina

    BalasHapus
    Balasan
    1. harganya sekitar 25 rb mba lina, tapi saya lupa nama merknya, jarang ada di toko/supermarket lain, so far hanya ketemu di all fresh dan pernah lihat di titan saja

      Hapus
  9. Selalu suka cerita dan resepnya mba...

    BalasHapus
  10. Betul mb endang. Kebetulan saya CS sebuah bank. Dan saya fanatik sama yg namanya "budayakan antri". Paling dongkol udah kalo ada nasabah atau siapa pun itu gak antri. Bahkan di pom bensin kalau ada roda empat yg datang setelah saya dan langsung dilayani sama petugasnya, itu pasti saya omeli. Biarin. Dengan antri kita belajar menghargai orang lain. Duh jadi curhat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sharingnya mba Fitri, yep saya suka kesel sama penyerobot antrian, bahkan pernah saya semprot mas2 yang nyerobot beli rokok di alfa mart, mentang2 benda kecil main serobot saja. haaa, saya juga jadi curhat ehhehe

      Hapus
  11. Hai Bu Endang... Boleh dong dishare pakai artikel khusus soal Bu Endang dan meal preps bekal ke kantornya?
    Menu apa aja dan memanaskannya begitu ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya semua masakan bs dibekukan kecuali salad tentu saja hehehe, saya bekukan semua sayur tumis, kuah dan semua lauk, bahkan nasi, ubi rebus, juga saya bekukan wakakka. Saya panaskan di microwave di kantor mba

      Hapus
  12. Digulung pakai kol terus dikukus kayaknya enak juga ya,buat yg lg diet (kayak saya). Hehehe... tetap semangat ya mbak... walaupun Jakarta semakin "panas"

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep Mba Devy, kukus juga enak kok, dan bs disimpan di freezer juga hehhehe. Iyaaa, jakrta gak kondusif banget yaa

      Hapus
  13. Mba endang saya klo beli kulit kembang tahu yg lemes itu terlalu asin mba beli dipasar dekat rumah selalu ada. Klo yang mba endang beli di alfres itu asin ga mba? pengen cari yg ga gitu asin mba..infoin yah merknya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb, sya beli di all fresh sih gak asin ya, kalaupun ada rasa maka asinnya juga gak terlalu kuat, standar saja.

      Hapus
  14. Kalau dulu, saya diejek gendut masih berasa sakit hati. Saat SD, tepatnya pada pelajaran olahraga, teman-teman setim saya dalam bermain bola kasti menyalahkan saya yang gendut. SMP lain lagi. Anak-anak cowok mengatai saya "Dasar gendut!" waktu saya lewat di depan mereka yang sedang bermain bola. Kalau sekarang, saya hanya menulikan telinga saja kalau dapat ejekan seperti itu. Toh memang kenyataan saya gendut hehe. Tapi hinaan yang saya dapat pada masa itu masih tetap membekas sampai sekarang, yang berakibat saya menjadi orang yang rendah diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba, memang bullying itu selalu membekas dihati yaa, walau kejadiannya sudah lama. Thanks sharingnya ya Mba, tetap semangat yaaa ^_^

      Hapus
  15. Kalo isinya ikan yg dicincang gimana mba? Soalnya ada sisa ikan tenggiri masih banyak.

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...