16 April 2018

Resep Butter Cake


Resep Butter Cake

Sabtu kemarin schedule saya seperti biasa berkunjung ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang untuk bertemu Ibu. Hari itu adalah hari Isra Mi'raj jadi kedua keponakan saya tidak ada yang berangkat les, ini artinya mobil yang biasa dipakai untuk anak-anak, bebas dipergunakan. Saya langsung kontak Mas Dul, supir Wiwin, yang super baik, sopan, dan ramah untuk menemani saya dan Ibu keluar berjalan-jalan. Wiwin sendiri sibuk dilantai atas mengajari Rafif yang duduk dibangku kelas 3 SMP, dan akan berjuang menghadapi UN di hari Seninnya. 

Planning saya hari itu adalah membeli media tanam untuk bibit cabai dan tomat yang sudah mulai menjulang tinggi. Saking 'kemaruknya' hendak berkebun, saya terlalu banyak menyebar benih, akibatnya kini banyak sekali bibit yang harus segera di pindahkan ke pot yang lebih besar.  Penjual media tanam langganan saya terletak di daerah jalan Antasari, jajaran penjual pot dan material lanskap memang banyak yang membuka tokonya disana. Susahnya berkebun di Jakarta adalah harga media tanam yang cukup mahal. Sekarung media tanam berupa tanah kebun bercampur kompos dan sekam bakar harganya sekitar lima belas hingga dua puluh lima ribu rupiah perkarungnya. Sayangnya tidak semua media tanam kualitasnya oke, dari sekian banyak penjual yang bertaburan didekat rumah maka si Bapak penjual di jalan Antasari lah yang menurut saya produknya paling bagus dengan harga yang cukup terjangkau. 

Resep Butter Cake
Resep Butter Cake

Sebenarnya jika mau dihitung-hitung, berkebun memerlukan biaya yang cukup besar dibandingkan membeli sayur langsung di pasar. Mulai dari benih dari online shop atau toko pertanian, media tanam, pot, hingga pupuk dan obat pembasmi hama organik, memerlukan uang untuk memperolehnya. Beberapa tanaman memang saya tanam dari sisa-sisa sayur di dapur, tapi jika menginginkan jenis sayuran yang lebih variatif seperti sawi, selada, jenis tomat atau cabai yang berbeda, maka mau tak mau benih harus dibeli juga. Mungkin jika tanaman langsung ditanam di tanah maka biayanya bisa lebih ditekan, tapi sayangnya halaman rumah Pete bertanah super tandus, keras, dan jika saya mau nekat menanam di tanah maka kompetisi dengan rumput dan gulma lainnya sangat tinggi. Belum lagi tikus yang merajalela, hewan ini gemar dengan semua jenis tanaman, bahkan beberapa bibit pepaya pun tidak selamat karena dilalap hingga ke pangkal batangnya. 

Walau penuh perjuangan dan tidak bisa dibilang terlalu sukses, namun ketika melihat tanaman yang selamat dan tumbuh subur (bisa dihitung dengan jari!), maka rasa puas yang terbersit didalam hati susah untuk dilukiskan.  Tiga pohon cabai tumbuh menjulang tinggi dengan bunga dan buah yang melimpah, tomat walau berkali-kali bunganya rontok namun beberapa putik yang selamat berubah menjadi buah yang tampak menggiurkan bergantungan di pohonnya. Daun basil yang segar dan harum bahkan sudah saya panen untuk membuat pizza beberapa waktu yang lalu. Well, memang semua hasil itu tidak sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan tetapi hati ini terasa happy memandangnya. 

Resep Butter Cake
Resep Butter Cake

Kembali ke resep butter cake kali ini. Butter cake merupakan jenis cake yang menurut saya sangat mudah dibuat. Selama kompisisinya benar dan proses mengocok mentega dan gula dilakukan dengan maksimal maka kue pasti berakhir sukses. Di JTT sendiri bahkan butter cake paling banyak saya buat dibandingkan dengan jenis lainnya karena alasan itu tadi, mudah dibuat dan pasti sukses. Untuk teksturnya, maka butter cake cenderung padat (bukan bantat), lembut, dan moist karena kadar menteganya yang tinggi. Satu kelemahan cake jenis ini adalah ketika telur dimasukkan ke dalam adonan mentega maka adonan cenderung mudah bergerindil, terutama jika kurang dikocok maksimal. Biasanya ini terjadi karena telur yang dimasukkan terlalu banyak sementara adonan kurang dikocok lama, akibatnya cairan susah menyatu dengan bahan padat (mentega). Walau kondisi tersebut tidak mempengaruhi kemampuan cake mengembang, namun biasanya kita suka 'geregetan' melihatnya. 😃

Resep Butter Cake
Resep Butter Cake

Karena bernama butter cake maka untuk hasil cake dengan cita rasa dan tekstur maksimal, gunakanlah mentega dan bukan margarine. Mentega akan memberikan rasa milky dan aroma harum pada cake yang akan mendongkrak kelezatannya. Walau margarin tentu saja tetap bisa digunakan, namun rasanya yang plain dan aromanya yang kurang harum akan membuat cake terasa kurang istimewa. 

Selebihnya membuat cake ini sangat mudah, dan lebih sedap ketika dikucuri dengan butterscotch sauce yang resepnya pernah saya share pada link disini. Berikut ini resep dan prosesnya ya.

Resep Butter Cake

Butter Cake
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk loyang bundt diameter 24 cm

Tertarik dengan resep cake lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:

Bahan:
- 225 gram mentega
- 150 gram brown sugar (atau ganti dengan gula pasir biasa)
- 100 gram gula pasir
- 4 butir telur
- 2 sendok teh vanilla extract
- 360 gram tepung terigu protein sedang/serba guna
- 1 1/2 sendok teh baking powder double acting
- 1/2 sendok teh garam
- 250 ml susu cair + 1 1/2 sendok makan air jeruk lemon

Cara membuat:

Resep Butter Cake

Siapkan oven, set disuhu 170'C, letakkan rak pemanggang ditengah oven. Siapkan loyang, saya pakai loyang silikon. Jika menggunakan loyang biasa, olesi permukaannya dengan campuran 1 sendok makan margarin + 1 sendok makan minyak goreng + 1 sendok makan tepung terigu. 

Siapkan susu cair, tambahkan air jeruk lemon, diamkan hingga mengental. Sisihkan.

Ayak tepung terigu, baking  powder, dan garam, didalam mangkuk, sisihkan.

Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega, brown sugar dan gula pasir, kocok dengan speed rendah hingga tercampur rata. Naikkan kecepatan menjadi tinggi dan kocok hingga pucat dan mengembang. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga telur tercampur baik. Pastikan satu telur telah tercampur baik, sebelum memasukkan telur berikutnya untuk mencegah adonan bergerindil.

Turunkan kecepatan mikser menjadi paling rendah. Masukkan tepung terigu dan susu cair berselang-seling hingga habis, kocok hanya agar bahan tercampur saja. Matikan mikser.

Resep Butter Cake

Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Panggang selama 55 - 60 menit atau tes dengan menusukkan lidi di tengah cake. Jika tidak ada adonan basah menempel di lidi maka cake telah matang. Keluarkan dari oven, diamkan selama 10 menit di loyang dan balikkan di rak kawat. 

Tunggu hingga cake benar-benar dingin sebelum dipotong atau kucuri permukaannya dengan saus butterscotch. Super yummy!



4 komentar:

  1. Mbak Endang aku biasanya cuma nyimak aja dan udah bbrpa kali praktik bikin kue nya...alhamdulillah berhasil smua...btw itu loyangnya lucu sekali...itu bahan loyangnya apa ya mbak?kayaknya di kota ku masih jarang yg ky gt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, saya pakai loyang silikon ya, banyak yang jual di online shop Mba.

      Hapus
  2. Loyang silikon ini gapapa ya mbak masuk oven? Udah lihat lihat di olshop tapi kok takut meleleh.. 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. loyang silikon didesign untuk menerima panas oven mba, aman digunakan. silikon beda sama plastik ya.

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...