06 April 2018

Resep Paru Bacem


Resep Paru Bacem

Anak-anak di kantor selalu punya cara-cara ajaib meminta traktiran dari Ibu Jane, Direktur kami. Jika hari Jumat telah tiba, dan melihat Ibu masih didalam ruangannya, kami berkasak-kusuk mencari akal agar siang itu bisa makan siang gratis, terutama jika tanggal sudah beranjak tua dan bekal makan siang mulai terasa membosankan. Bu Jane memang sering mengajak kami makan siang di mall disebelah, terutama jika beliau tidak membawa bekal dari rumah. Sepertinya makan siang sendiri di restoran membuat nafsu makan beliau menghilang. 

"Eh makan siang dimana nih?" Tanya Mbak Ani ke rekan-rekan disekitar yang tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda lapar. "De, lu bawa bekal makan nggak? Yuk makan!" Ajaknya ke Mba Ade yang masih khusyuk dimejanya, pekerjaannya sedang bermasalah siang ini. "Ah entar dulu deh, ini masih belum kelar," jawab Mbak Ade sama sekali tak menoleh. "Haduh kenapa semangat banget sih? Udah tahu hari ini kita bakalan tetap pulang malam, jadi siang ini mending kita nikmati saja di luar," rayu Mbak Ani, sayangnya teman yang diajak sama sekali tidak menggubrisnya. "Eh Bu Jane masih ada didalam ruangannya lho," kata Uci mengingatkan. "Wah bisa kita tanya, mau ditemenin buat makan siang apa nggak," sambut Mbak Ani tengil. Kami semua ngakak mendengarnya. 


Resep Paru Bacem
Resep Paru Bacem

Pucuk dicinta makan siang pun tiba,  tak diduga Ibu Jane yang tadinya masih berkutat di meja kerjanya tiba-tiba berjalan keluar dan mendekati meja divisi IT yang terletak tidak jauh dari kami. Beliau memberikan beberapa instruksi ke Ferry dan berdiri disana agak lama. Uci yang melihatnya segera berbisik ke Mbak Ani, "Tuh Mbak, Bu Jane ada di meja Ferry,"  Mbak Ani segera menyambarnya, "Bu, hmm Ibu sudah makan siang belum? Kalau belum kita semua bersedia menemani kok. Takutnya nanti kalau Ibu pingsan kan kita semua bingung." Kami semua langsung menunduk dan pura-pura sibuk ke pekerjaan masing-masing, padahal daun telinga dibuka selebar-lebarnya menunggu jawaban. 

"Lho pada belum makan ya? Ayo kita keluar, saya juga belum makan siang." Semua kepala yang tadinya tertunduk langsung terangkat dan bibir kami tersenyum lebar mendengar jawaban Ibu Jane. "Kita sebenarnya dari tadi memang nunggu Ibu lewat sih Bu," jawab Mba Fifi, dan semuanya ngakak tertawa. "Oh gitu, jadi dari tadi memang nungguin saya lewat buat ngajakin makan siang ya," kata Bu Jane tersenyum lebar. Akhir cerita kami semua berbondong-bondong ke mall di sebelah dan makan siang gratis di Sate Khas Senayan. Memang kalau lagi rejeki tidak akan jatuh kemana, 😄


Resep Paru Bacem

Menuju ke resep paru bacem kali ini. Setelah berhasil mengolah iso alias usus sapi beberapa waktu yang lalu, saya kini berani merambah ke bagian jeroan lain yaitu paru sapi. Seperti biasa, pemasok jeroan sapi andalan saya masih Mbak Fina, dia membelinya di pasar Cimanggis, Ciputat yang buka sejak malam hari. Di pasar tersebut daging sapi dan aneka produk jeroan lainnya masih fresh bahkan kadang terasa hangat ketika dipegang. Satu kilo paru sapi langsung masuk ke freezer, weekend lalu saya eksekusi menjadi  bacem paru. Sempat sebagian paru saya ceburkan ke dalam sayur asem iso, namun taste aneh khas paru masih terasa dan membuat perut saya bergolak, akhirnya semua paru berakhir menjadi bacem. 

Membuat bacem paru super mudah, sebenarnya sama seperti membuat bacem ayam, tempe dan tahu yang pernah saya post sebelumnya. Kali ini saya mengurangi porsi gula merah karena saya tidak menginginkan rasa bacem yang terlalu manis. Menurut saya rasa paru bacem haruslah sedikit manis, gurih dan asin. 


Resep Paru Bacem

Untuk rasa bacem yang sedap maka perlu menggunakan air kelapa, jika tidak ada maka pakai saja minuman air kelapa kemasan yang sekarang banyak diperjualbelikan di supermarket, rasanya tetap sedap. Kunci penting lainnya adalah gunakan banyak daun salam dan lengkuas untuk aroma harum khas bacem sekaligus menghilangkan bau amis paru. Nah langkah penting lainnya kala memasak jeroan adalah selalu buang air rebusan pertama dan cuci paru hingga bersih sebelum direbus bersama bumbunya. Air rebusan pertama sebenarnya darah yang terebus dan mengapung, yang akan memberikan rasa amis pada masakan. 

Terus terang ini adalah masakan paru pertama yang saya buat sendiri di rumah, mengiris potongan paru mentah menjadi irisan tipis membutuhkan perjuangan dan agak susah dilakukan, saran saya buat potongan besar dan ketika paru telah matang baru dipotong menjadi ukuran yang lebih tipis.  Jika anda belum pernah memasak paru, mungkin agak sedikit heran ketika awal proses perebusan. Potongan paru menjadi mengembang dan kaku, tidak perlu khawatir, lanjutkan proses merebus hingga paru benar-benar empuk. Ketika telah empuk maka paru akan menyusut drastis dari ukuran semula, lemas dan lunak. Pastikan untuk merebus paru hingga benar-benar empuk, tes dengan mengiris paru menggunakan sendok. Jika belum empuk sementara air telah habis, tambahkan air dan rebus paru hingga benar-benar lunak. Paru bacem sedap dimakan begitu saja, namun saya lebih suka digoreng sebentar agar permukaannya menjadi kering namun bagian dalamnya masih lunak dan lembut. 

Berikut resep dan prosesnya ya.


Resep Paru Bacem

Paru Bacem
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 8 porsi

Tertarik dengan resep bacem lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Ayam Bacem dan Sambal Terasi Goreng
Bacem Tempe dan Tahu 

Bahan:
- 700 gram paru sapi mentah, potong tipis dan lebar
- 1 liter air kelapa
- 500 ml air
- 4 lembar daun salam
- 4 cm lengkuas, memarkan
- 3 sendok makan gula jawa, sisir halus
- 1/2 sendok makan garam
- 1 sendok makan air asam jawa yang kental
- 3 sendok makan kecap manis

Bumbu dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sendok makan ketumbar bubuk
- 2 cm kunyit 

Cara membuat:


Resep Paru Bacem

Siapkan paru yang sudah dipotong dan dicuci bersih. Masukkan ke panci, beri 1 liter air. Masak hingga mendidih. Tambahkan waktu merebus 15 menit setelah air mendidih. Matikan kompor. Buang air rebusannya dan cuci paru dan panci hingga bersih.

Kembalikan paru rebus ke panci, masukkan air kelapa, 500 ml air, daun salam, lengkuas, gula, garam, air asam jawa, kecap manis dan bumbu yang dihaluskan. Rebus hingga air habis dan paru empuk. Jika paru belum empuk tambahkan kembali air rebusan dan rebus hingga paru benar-benar empuk dan lunak ketika dipotong dengan tepian sendok.

Tiriskan paru dan goreng sebentar saja di minyak panas, angkat dan tiriskan. Sajikan dengan sambal dan nasi hangat. Super yummy!



10 komentar:

  1. Mbak, maaf itu parunya 700 gr kali ya ..
    Belum pernah makan paru selain berupa kripik. Saya dulu suka kripik paru tapi sekarang udah gak berani makan jeroan.

    Saya selalu suka dgn resep2 mbak Endang krn langkah2 nya jelas.
    Makasih udah berbagi ya mbak.

    -irene

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakka, bukan Mba, 700 gram saja. Belum pernah bikin keripik paru, keknya kudu goreng minyak banyak sampai kering. Ini pertama kali masak paru, menurut saya dibacem juga maknyus hehehe

      Hapus
  2. mbak endang ... mau dong postingan tentang merk saus yg dipakai hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. saus seperti kecap dll? kecap asin saya pakai lee kum kee, kecap manis pakai kecap benteng, SH, saus tiram pakai lee kum kee, minyak wijen pakai lee kum kee hehehe. Kecap inggris pakai lea and perrins. tapi kalau tanya halal, beberapa merk belum halal ya hehhehe

      Hapus
  3. Hanya ingin memberikam komen "Mba Endang is the Best".
    Thank you for sharing to the world ya mba...
    Love your story and most of all love your blog.

    Warm regards,
    Hanny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Hanny, senang JTT disuka, sukses yaaa

      Hapus
  4. Pakai Kecap khas Pati mbak dijamin Ketagihan, Kalo buat Kecap Meja enak yang merk 3 Keong kalo buat masak enak merk lele atau cap gentong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah di Jakarta dan sekitarnya yang terkenal kecap Benteng cap SH, ini made in tangerang, orang tangerang fanatik sama kecap ini hehhehe

      Hapus
  5. Mbak... masak paru mentah 700 gr matengnya memang jd menyusut ya gram barunya?

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...