18 April 2018

Resep Sambal Cabai Hijau


Resep Sambal Cabai Hijau

Jika berangkat ke kantor di pagi hari dengan waktu mepet, saya memilih menaiki taksi jenis konvensional. Terkadang Trans Jakarta yang walau memiliki jalur khusus, namun karena seringkali tidak steril, membuat perjalanan singkat menjadi super panjang. Suka duka saya bersama supir taksi sudah tak terhitung banyaknya, lebih sering sih suka, karena rata-rata saat ini supir taksi telah dibekali dengan pelayanan yang baik. Pengalaman saya, umumnya jika menaiki taksi dipagi hari, supir taksi lebih ramah dan bersahabat, mungkin karena masih fresh, belum stress terkena macet panjang dan masih penuh dengan semangat menyambut hari baru. Terus terang hingga saat ini saya jarang menaiki taksi daring, alasannya bermacam-macam, namun yang paling utama saya malas menunggu. Saya lebih suka menjemput bola, pergi ke tepi jalan, atau menghampiri supir taksi yang mangkal di jalan-jalan tertentu dibandingkan menanti supir datang ke rumah. Menunggu adalah pekerjaan yang sangat, sangat membosankan, dan penuh ketidakpastian. Well, seperti itulah yang saya rasakan. 😂

Resep Sambal Cabai Hijau
Resep Sambal Cabai Hijau

Selama dalam perjalanan bersama Bapak taksi, bermacam-macam percakapan bisa terjadi, walau banyak juga supir taksi yang diam seribu bahasa atau agak jutek. Dasarnya saya suka mengobrol, ketika bertemu supir taksi yang asyik, kami bisa bertukar pikiran dengan seru hingga tiba didepan lobi kantor. Umumnya supir taksi sangat berwawasan, dan positif, membuat perjalanan menjadi menyenangkan, apalagi jika terkena macet yang panjang. Terkadang saya terkagum-kagum dengan wawasan mereka yang luas dan up to date dengan berita terkini. Nah pada satu waktu, saya bertemu dengan Bapak supir taksi yang sedikit sepuh. Setelah bercerita ngalor-ngidul tentang politik dan kondisi DKI, kami terdampar ke kuliner, topik yang sepertinya sama-sama kami sukai. Sudah bukan rahasia lagi, jika memerlukan rekomendasi tempat makan enak, murah dengan porsi besar maka supir taksi bisa menjadi sumber yang terpercaya.

Resep Sambal Cabai Hijau
Resep Sambal Cabai Hijau

Awalnya si Bapak bercerita tentang harga semangkuk bubur ayam yang beliau makan di daerah Terogong, Fatmawati. "Tadi saya sarapan bubur ayam di Terogong, Mba. Masa semangkuk bubur ayam harganya tiga belas ribu. Kalau saya tambah tempe goreng jadi lima belas ribu. Saya makan bubur sajalah," keluhnya. "Wah mahal Pak, di belakang kantor saya saja harganya hanya delapan ribu. Enak dan banyak lagi porsinya," timpal saya sedikit kesal dengan si tukang bubur ayam yang belum pernah saya lihat batang hidungnya. "Mungkin karena dia mangkal didekat JIS (Jakarta International School), makanya jualannya mahal. Padahal sarapan bubur kan cuman numpang lewat, sebentar saja lapar lagi," lanjut si Bapak dengan nada sedikit sesal. 

"Mending makan di warteg ya Pak, dua belas ribu udah dapat nasi lengkap dengan lauk dan sayur," ujar saya membandingkan. "Atau nasi Padang Mba. Ada tuh penjual nasi padang didaerah Grogol, murah banget jualannya. Saya sebulan sekali mampir kesana makan siang. Nasinya dikasih dua mangkuk, pakai sayur lengkap dan peyek udang segede piring cuman lima belas ribu. Mana sambal ijonya bisa ambil sesuka hati lagi," air liur saya langsung menetes membayangkan sedapnya nasi Padang yang digambarkan si Bapak. "Warungnya ditepi jalan Pak?" Tanya saya penasaran. "Nggak, masuk ke gang kecil, cuman rumah biasa yang disambi membuka warung nasi. Ramainya tapi minta ampun, orang-orang kantoran banyak yang makan disana, habis murah. Makan berempat paling cuma sembilan puluh ribu." Sayang lokasi si warung nasi Padang jauh dari base camp, kalau masih seputaran rumah dan kantor bisa-bisa saya jabanin saat liburan.

Resep Sambal Cabai Hijau
Resep Sambal Cabai Hijau

"Itu sambal ijonya gimana ya bikinnya? Enak  banget! Pakai teri kecil-kecil, petai dan rasanya tidak pedas. Gurih!  Si Uda-nya juga baik banget, ambil banyak-banyak sambal nggak perlu tambah bayar." Oke deh Bapak, penjelasannya mengenai sambal cabai hijau buatan si Uda membuat saya langsung berjanji untuk mengeksekusinya di hari weekend. Cabai hijau adalah jenis sayuran dan bumbu favorit saya, entah mengapa setiap kali melihat cabai keriting hijau dipasar pasti tangan saya gatal hendak membelinya. Mungkin karena warnanya yang hijau, tampilannya yang segar dan terlihat crispy, serta permukaannya yang kemilau membuat saya ingin mengunyahnya saat itu juga. 

Cabai hijau keriting di pasar selalu ada setiap hari, jadi membuat sambal cabai hijau bukanlah masalah besar. Saya menambahkan tomat hijau yang banyak sehingga rasa sambal menjadi sedikit asam dan porsinya lebih banyak. Plus irisan petai dan teri Medan yang gurih, sambal cabai hijau ini menjadi juara rasanya. Membuatnya sama sekali tidak sulit, saya rebus cabai, tomat, bawang putih dan bawang merah terlebih dahulu untuk menghilangkan aroma dan rasa yang langu, walau nantinya sambal tetap ditumis namun merebusnya terlebih dahulu akan memberikan rasa berbeda. Sambal ini tahan lima hari didalam kulkas, dan sedap untuk menemani aneka lauk seperti tempe/tahu goreng, ayam goreng atau bakar dan ikan. Tapi saya paling suka mencocolkan irisan timun ke sambal sebagai pengganti saus salad umumnya, rasanya maknyus! 

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Sambal Cabai Hijau

Sambal Cabai Hijau
Resep hasil modifikasi sendiri

Tertarik dengan resep sambal lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Sambal Lethok (Sambal Tumpang) a la Paron
Sambal Terasi
Sambal Pecel Ngawi a la My Mom: Mantep Tenan! 

Bahan:
- 150 gram cabai hijau keriting, potong kasar
- 50 gram cabai rawit hijau
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 200 gram tomat hijau, rajang kasar
- 50 gram teri Medan
- 1 papan petai, kupas, rajang kasar
- 2 sendok teh garam
- 1 sendok makan air asam jawa
- 1 sendok makan gula pasir
- 3-4 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat:

Resep Sambal Cabai Hijau

Masukkan cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat ke dalam panci. Tambahkan air hingga bahan terendam. Rebus hingga mendidih, tambahkan waktu merebus selama 1 menit setelah air mendidih. Angkat dan tiriskan. Tumbuk kasar. Saya memasukkan semua bahan rebusan ke dalam chopper dan proses hingga hancur. Sisihkan.

Panaskan 3 sendok makan minyak di wajan, masukkan teri, tumis hingga warnanya berubah agak keemasan. Masukkan petai, aduk dan tumis selama beberapa detik. Tuangkan bahan sambal yang sudah ditumbuk, aduk dan masak hingga warnanya berubah lebih gelap. Tambahkan minyak jika sambal terlalu kering. Masukkan garam, gula dan air asam jawa. Masak sambal hingga matang. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya. Angkat dan sajikan. Super yummy!



16 komentar:

  1. Mbaa.. Makasih banyak resepnya yaa. Ini ajib bgt. Aku selalu stock teri nasi. Jadi ngileerr liat resep ini. Aku mau coba bikin ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa saya juga selalu stock teri nasi hahhaha, habis apa2 enak kalau dikasih teri ya, jadi gurih.

      Hapus
    2. Bangeett.. Nasgor, dicabein pake pete, digoreng kering. Ah mantap lah teri nasi itu

      Hapus
  2. Mba Endang terima kasih, ini resep yang aku tunggu-tunggu Mba. Aku belum bisa bikin sambel hehehe. Terima kasih Mba Endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Aulisa, silahkan dicoba yaa, bikinnya sangat mudah dan sedaapp, swear hehhehe

      Hapus
  3. Gampang banget, nggak perlu ngulek ini. Asyik dicoba ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeep, pekerjaan paling menyebalkan kan ngulek yaa hehhee

      Hapus
  4. Wah buat menu arisan keluarga nanti akhir bln ini. Dr kemaren bingung mau masak menu apa. Makasih mba endang.

    BalasHapus
  5. mbak endang.. saya mau coba resep sambel ijonya, tapi saya salah beli teri nasi yang basah. kira2 gimana ya mbak solusi nya?? maaf ya mbak saya masih pemula 🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, goreng saja teri basahnya sampai agak kering, dan campur ke sambal yang sudah matang

      Hapus
  6. Hi mbak, kalau mau simpan lama..bagaimana ya? In a fridge or just put outside normal temperature?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa 2 minggu dalam kulkas, sy tdk pernah simpan di suhu ruang

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...