05 Juni 2015

Resep Ayam Woku a la Ani


resep ayam rica-rica yang enak dan mudah dibuat

Teman kantor saya, Ani, memiliki Ibu yang jago masak. Masakan sederhana pun bisa terasa istimewa di tangan beliau. Salah dua racikannya yang sedap dan pernah saya hadirkan di JTT adalah Bolhar. Hidangan berkuah dengan bahan dasar daging sapi ini terasa segar, sedikit asam dan sangat pas disantap kala masih panas mengebul. Resepnya bisa anda lihat pada link disini. Makanan lainnya adalah tumis tempe gembus dengan leunca yang mampu membuat 'siapapun' yang menyantapnya berulangkali menambahkan nasi panas di piring. Ciri khas masakan beliau adalah bumbu yang 'medhok', takaran gula dan garam yang sangat pas dan rasa super pedas. Hm, saya suka itu!

Nah minggu lalu tiba-tiba Ani menunjukkan foto ayam woku yang dibuat oleh Ibunya ketika di rumah beliau sedang ada acara keluarga, beserta embel-embel berbau promosi, "Ayam rica-rica emak gue paling enak dah"! (ayam rica-rica yang dimaksud Ani sebenarnya adalah ayam woku belanga dari Manado ). Potongan ayam dalam gelimangan bumbu, irisan daun rempah, cabai dan tomat itu memang terlihat sangat menggoda, membuat saya langsung mengajukan request, "Bagi resepnya dong"! Sebenarnya saya pernah membuat ayam rica-rica sebelumnya dan rasanya pun sedap, namun jika ada resep lainnya yang nendang siapa yang bisa menolak bukan? Nah berbekal email berisi resep di tangan, weekend kemarin saya pun mengeksekusi ayam woku yang rasanya memang sangat laziz! ^_^

Update artikal: ayam rica-rica yang dimaksud Ani sebenarnya adalah ayam woku belanga dari Manado. Saya melakukan update judul resep diatas dari ayam rica-rica menjadi ayam woku setelah mendapatkan koreksi seorang pembaca. Mohon maaf atas informasi yang salah sebelumnya. 

daun kunyit untuk memasak ayam woku

Membuat ayam woku bukanlah pekerjaan sulit, bahkan bagi pemula sekalipun. Jika anda baru saja terjun di dapur dan pengalaman memasak baru sebatas sayur sup dan ayam goreng, saya sarankan untuk mencoba menu ini. Ayam woku selain sedap sebagai menu harian juga istimewa sebagai menu ketika anda sedang menyelenggarakan acara pesta di rumah. Rasanya yang kaya akan rempah, harum dan sedikit pedas tidak akan membuat kecewa siapapun yang mencicipinya. Kunci utama agar masakan ini terasa spesial adalah anda harus mempersiapkan aneka daun rempah yang sepertinya menjadi syarat utama ketika kita hendak membuat masakan Manado. Daun jeruk, kemangi, daun bawang, dan daun kunyit, keempat herbal aromatik inilah yang akan membuat ayam woku ini menjadi maknyus. 

Susah menemukan daun kunyit? Memang terkadang daun bumbu yang sering dimasukkan ke dalam masakan Padang ini sulit untuk ditemukan di pasaran. Nah agar pasokannya tetap terus mengalir dan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal comot maka saya pun menanamnya di kebun JTT. Dari sebuah rimpang kunyit sederhana kini tanaman itu telah membentuk rumpun yang sangat subur dan menyumbangkan berlembar-lembar daun dalam masakan. Jadi saran saya, anda pun bisa mencobanya di rumah. Benamkan sebuah rimpang kunyit yang segar di tanah dalam pot. Siram setiap hari dan anda pun akan memiliki rumpun kunyit yang banyak manfaatnya.


Saya cukup beruntung ketika beberapa tahun lalu berbelanja ke pasar Blok A dan menemukan seorang Bapak tukang tanaman memanggul keranjang berisi aneka tanaman hias. Dalam gerombolan tanaman-tanaman tersebut saya melihat sebatang tanaman jeruk purut menyembul. Batangnya terlihat kecil dengan hanya beberapa gelintir daun menyertainya. Tanaman hasil okulasi seperti ini menurut pengalaman saya biasanya tidak akan terlalu sukses jika ditanam, namun si jeruk purut ini berbeda. Dia seorang pejuang sejati! Saya menanamnya di dalam pot, beberapa kali hampir KO karena saya lupa menyiramnya, namun kini tumbuh dengan luar biasa subur, berdaun banyak dan bahkan berbuah! Pohon ini pun telah banyak berjasa mengharumkan aneka masakan yang resepnya saya posting disini.

Ah saya begitu bersyukur hidup di negeri ini ketika hampir semua tanaman mampu tumbuh sepanjang tahun, terutama tanaman-tanaman yang diperlukan untuk mempersedap masakan yang saya buat di rumah. Dan yang membuat saya happy adalah semua tanaman ini hanya memerlukan air dan sinar matahari, dua hal yang cukup melimpah di halaman saya. I love Indonesia! ^_^


Sudah memiliki semua bumbu rempah dan bahan di tangan? Wokeh sekarang kita mulai mengeksekusi resepnya. Anda bisa menggunakan ayam kampung, tentu saja ini pilihan yang paling enak, atau ayam negeri seperti yang saya pergunakan kali ini. Pilih ayam yang segar, pasar tradisional bahkan memiliki ayam yang terasa masih hangat ketika disentuh, artinya masih fresh karena baru saja disembelih. Saya suka memotong ayam menjadi ukuran agak kecil, agar bumbu mampu masuk sempurna hingga ke tulang-tulangnya dan mengusir bau ayam potong yang sering mengganggu. 

Selain menggunakan bumbu yang banyak, maka cara untuk mengusir bau ayam lainnya adalah dengan garam dan air jeruk nipis atau cuka. Remas-remas potongan ayam dengan air jeruk nipis atau cuka dan garam yang agak banyak. Hingga terasa lendir dipermukaan ayam lenyap dan daging terasa kesat. Nah potongan ayam bergaram ini harus didiamkan dulu sekitar dua puluh menit baru kemudian di cuci hingga bersih dan siap untuk diolah. Cara ini cukup ampuh untuk membasmi bau amis di ayam. 


Jika semua rempah telah dirajang, semua bumbu halus telah digiling (saya menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu), maka sepertinya 50% pekerjaan membuat ayam woku telah usai. Step selanjutnya bisa anda lanjutkan dengan mata terpejam, artinya super mudah. Seperti biasa bumbu halus dan rempah harus ditumis hingga harum dan matang, tandanya warna bumbu menjadi tidak pucat lagi. Agar matangnya maksimal maka anda mungkin harus menambahkan sedikit minyak lagi di tumisan. Tentu saja jika anda tidak keberatan dengan kalori minyak yang dalam satu sendok makannya mencapai 120 kCal. ^_^

Ketika bumbu telah harum dan matang maka potongan daging ayam pun masuk. Aduk hingga semua potongan ayam terselimuti oleh bumbu dan biarkan hingga warna ayam menjadi pucat tidak berkilau mentah. Baru kemudian air panas bisa ditambahkan, tutup panci dan masak dengan api kecil saja hingga semua kuah menyusut habis. Ayam akan mengeluarkan air cukup banyak ketika direbus dalam bumbu, jadi jangan terburu-buru menambahkan air terlalu banyak, lagi pula masakan ayam woku biasanya hadir dengan kondisi 'nyemek-nyemek' alias tidak berenang dalam kubangan kuah.


Lantas bagaimana dengan daun bawang dan daun kemangi? Ah duo aromatik ini dimasukkan terakhir saja ketika ayam telah matang sempurna dan kuah menyusut. Karena tidak membutuhkan waktu lama bagi daun bawang dan daun kemangi untuk layu, dan matang. Lagipula aroma mereka yang sedap akan terasa maksimal ketika dimasak dalam waktu yang tidak telalu lama. 

Gula, garam? Hm, masakan Manado anti dengan gula di dalamnya, jadi anda cukup memasukkan garam saja sesuai selera. Trala! Ayam woku pun siap disantap bersama nasi hangat. Jangan salahkan saya jika masakan ini membuat program diet anda berantakan ya, karena saya sendiri menyalahkan Ani untuk resepnya yang maknyus. Semoga teman saya, Ani, tidak membaca postingan ini dan menimpuk saya dengan bakiak di bawah kolong mejanya. ^_^

Thanks untuk Ani dan Ibunya atas resepnya yang nendang! Berikut ini resep dan prosesnya.


Ayam Woku a la Ani
Resep diadaptasikan dari resep keluarga Tri Handayani

Untuk 6 porsi

Tertarik dengan resep masakan ayam lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Ayam Panggang Kecap nan Spicy
Ayam Wijen Saus Oriental
Ayam Kuluyuk a la Just Try & Taste 

Bahan:
- 1 ekor ayam, potong dengan ukuran sesuai keinginan (saya menggunakan ayam negeri yang dipotong menjadi 12 bagian) + 1 sendok makan garam + air perasan jeruk nipis dari 1 butir jeruk
- 1 buah tomat merah belah menjadi 8 bagian
- 3 - 4 ikat kecil kemangi, ambil daunnya saja
- 2 batang daun bawang, rajang halus
- 2 - 3 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 ruas jari kunyit
- 2 ruas jari jahe
- 5 butir kemiri, sangrai
- 4 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit

Bumbu lainnya:
- 3 batang serai, ambil bagian putihnya dan memarkan
- 5 lembar daun jeruk, sobek batang tengahnya
- 3 lembar daun kunyit, rajang sehalus mungkin
- 10 buah cabai rawit merah, biarkan utuh (optional)
- 2 sendok teh garam 
- 200 ml air panas mendidih

Cara membuat:


Siapkan ayam, cuci hingga bersih, tiriskan. Tambahkan garam dan air jeruk nipis, aduk dan remas-remas hingga merata. Diamkan selama 20 menit, cuci hingga bersih. Sisihkan.

Siapkan panci atau wajan, panaskan dua sendok makan minyak. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Tambahkan serai, daun jeruk, daun kunyit, dan cabai rawit utuh, aduk rata dan tumis hingga daun bumbu menjadi layu dan bumbu matang, tandanya bumbu menjadi berwarna lebih gelap. 

Masukkan ayam, aduk rata dengan bumbu dan masak hingga ayam berubah warnanya menjadi pucat. Masukkan air panas mendidih, dan garam, aduk hingga rata dan tutup panci. 


Masak dengan api kecil hingga air menjadi menyusut dan ayam matang hingga ke tulang. Tambahkan daun bawang, aduk rata dan masak hingga daun bawang layu. Tambahkan tomat dan daun kemangi, aduk hingga rata dan masak sebentar hingga kemangi layu dan tercampur dengan baik bersama bahan dan bumbu.

Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya. Angkat. Sajikan dengan nasi hangat. Super yummy!



49 komentar:

  1. Mba Endaaang... duh ngeces saya lihat resep diatas ngebawangin makan siang pake ayam rica sama nasi panas beeeeuuuhhh antep bgt kayaknya mbaaa... bawaannya pengen cepet-cepet eksekusi weekend besok...tapi lagi mikir keras nih mba kira-kira nyari daun kunyit dimana coba ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di rumahku banyak mba Gita hehehehe
      Kebetulan di halaman kantor juga ada pohon jeruk purut, ntar pulang mo disikat daunnya ah buat besok nyoba resep ini. Ak malah ileran sama perabotannya juga, perasaan skrg pernak-pernik fotonya makin cakep aja neh bikin mupeng wkwkwkwkwkwkwkwk

      Hapus
    2. Hhaha, di rumah saya juga banyak Mba Gita, hasil nanam setahun lalu.Skip saja mba kalau nggak ada, tetap enak kok, asalkan rempah lainnya ada ya.

      thanks ya Mba Sugi, gak sia2 saya berleleran keringat moto makanan wakakkak

      Hapus
  2. Fotonya tambah bagus mba bikin ngiler, saya kok jadi penasaran pasar blok A yang berkali - kali di singgung di sini karna saya taunya pasar blok A ya pasar baju di Tanah Abang. Kalau boleh tau daerah mana ya pasar Blok A nya maba Endang.



    Lis

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini pasar Blok A yang dekat Panglima Polim deh kayaknya, di daerah yang banyak toko-toko material itu. Heheh..

      Hapus
    2. Thanks ya Mba Lis.

      hahahha, iyaaa, pasar Blok A dekat Panglima Polim, dekat toko2 material.

      Hapus
  3. Ayam rica, pamipis tongkol, ayam betutu adalah makanan perusak program makan saya. Wong lauk sekilo sm nasi se magic jar ludes dilahap dalam sejam

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep, setuju banget! lauk yang benar2 berbahaya hahahah, thanks sharingnya yaaa

      Hapus
  4. Mba Endang, melihat dr bahan dan cara memasaknya, sepertinya ini namanya ayam woku belanga? Krn oma ku sll masak spt itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba Vicka, yepp betul banget koreksinya, ini ayam woku, sudah saya ganti judul dan cantumkan koreksi di artikel. Ayam rica lebih merah warnanya dan bumbuya gak sebanyak woku ya.

      Thanks ya! ^_^

      Hapus
  5. hai mbak.. hmmm.. udh kebayang slurrrpppp...kalo pake ayam tanpa tulang bisa ya mbak, cuman mungkin ga usah ditambah air lagi ya ?
    mbak btw, belakangan saya sering beli ayam negeri di toko ayam "B**mart".. ga berlendir ayamnya.. sedangkan kalo beli di pasar, emg bener - di bawah kulitnya suka banyak lendir2 gitu..
    kecuali kalo ayam kampung, belinya di tukang potong ayam di belakang rumah tante saya... :) :)
    ** bukan promo, bukan sales apalagi karyawan toko tadi lho ya.. **
    Cuman kalo masak ayam, tetap selalu saya rendam air jeruk (jeruk apa aja yang lagi ada), gara2 liat tips salah satu kontestan Masterchef US season 1 yang bilang kalo ayam direndam air jeruk - dagingnya moist bin juicy dan empuk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Maria, yep bisa kok pakai ayam tanpa tulang, kalau mau benar2 kesat tanpa kuah tidak perlu pakai air, kalau mau seidkit nyemek2 nih tambahkan sedikit air tetap enak kok

      sebenarnya saya lebih memilih ayam kampung, cuman di pasar ayam kampungnya kecil2 dan mahal, akhirnya ke ayam negeri lagi hiiks.

      thanks sharingnya yaaa

      Hapus
  6. duh nikmatnya mba ... saya ngk punya daun kunyit tapi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih tetap enak kok mba sashy, walau tanpa daun kunyit hehehe

      Hapus
    2. Mba endaaanggg... tadi pagi aku udah praktekin ayam woku ini walau tanpa daun kunyit.. ga sempet difoto udah ludes duluan :(
      Makasii resepnya ya mbaa... maknyuussss 👍

      Hapus
    3. Halo Mba Eci, thanks sharingnya, senang sekali resepnya disuka. Sukses selalu ya!

      Hapus
  7. Ayam woku emang enak, karena rempah aromatiknya yang harum. Seperti halnya cumi asam garam resep mbk Endang, resep ayam woku mbk juga jadi favorite keluarga sya, tapi mencoba resep baru tidak ada salahnya kan, apalagi daun kunyit segar banyak yang jual di pasar tradisional di kota saya. Thanks ya mbk resepnya... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Oka, thanks yaa, yepp saya suka banget sama ayam woku ini, kemarin baru buat sepanci gede, dipanasin bolak balik buat dimakan berhari2 hahahha, ketahuan malasnya.

      thanks sharingnya yaa

      Hapus
  8. ini masakan dr aku kecil kebetulan aku lahir di Manado tp skrg sudah berpindah hehe.... Resep versi mamaku pake daun pandan juga mba tp gak diiris ya utuh gitu, daun kunyit juga biasanya utuh gitu, trus gak pake bawang putih. Trus daun kemanginya biasanya dicincang halus biar aromanya keluar. Dan gak pake cabe keriting hny pake cabe rawit saja, biar lebih nendang pedesnya hehe... itu versi mamaku yahh :) Trus biasanya ayam woku ada versi pake santan dan tanpa santan, dua2nya enakkk.... dan dicoba deh pake ayam kampung lebih enak lagi (tapi rebusnya lama atau kalau mau cepat bisa dipresto)...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Stevany, thanks sharingnya ya, yep biasanya ada yang suka memasukkan daun pandan juga, pastinya lebih harum aromanya ya. thanks sharingnya ya, next time pengen coba saran2nya hehhehe

      Hapus
  9. Mbak endang saya hampir desperado nyari resep ini, krn pernah baca dulu tagnya ayam rica ..hihi...alhamdulillah ketemu n siap terjun ke dapur...irmi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha Mba Irmi, iyaaa saya ganti judulnya, drpd menyesatkan hehehhe. thanks yaa, monggo dicoba ^_^

      Hapus
  10. Sudah d eksekusi dan siap d santap buat sahur nanti,entahlah ini udah resep mba endang yg keberapa dan sukses semua, makasih y mbaaaa...

    Dila

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sharingnya ya mba Dila, moga sukses ayam wokunya saat sahur yaa hehhehe

      Hapus
  11. Aq udh nyobain buat buka puasa td..enaaaaak pake bangeettttt..ayamnya pake ayam jantan..lemaaak niaaan..tengqyu mbae..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba meri, waaak pakai ayam jantan semakin sedap! thanks sharingnya yaa, senang resepnya disuka

      Hapus
  12. Mbak Endang...kalo daging nya di ganti dengan daging sapi, bisa gak yah...maksud Gue tastenya bisa jadi weird gak yah....thanks a lot

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, bisa kok, woku bisa diterapkan ke semua jenis daging (sapi, ayam) dan ikan ya, semuanya tetap lezat ya

      Hapus
  13. Halo mba endang...makasih udh share resepnya ya... pasti berhasil n anti gagal nih.. :-) sukses ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip, thanks ya sharingnya. Senang sekali resepnya disuka ^_^. sukses juga yaa

      Hapus
  14. Ayam woku yang resep lama uda coba, barusan coba yang ini. . .
    Sama sedapnya, sama lezatnya mba. . . :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Risa sharingnya, sepertinya tidak terlalu berbeda rasanya ya hehheh

      Hapus
  15. udah coba barusan.
    mantabbbb bingits rasanya mba!
    bakal ngetem disini terus deh nyobain resep hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya Mba sharingynya, senang sekali resepnya disuka yaa, sukses ^_^

      Hapus
  16. Mbak Endang, saya mau bikin pake ikan makerel. Pertanyaan saya, ikannya apakah perlu saya bumbui dulu? Dan perlu sy goreng dulu kah? Td saya dapat ikan makerel murah di pasar 3kg cm €5. Trimakasi banyak kalo Mbak Endang berkenan menjawab. Salam dari Belanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ria, bisa pakai ayam atau ikan apapun jenisnya ya. Saya pernah post ikan woku. ini resepnya ya:
      http://www.justtryandtaste.com/2015/08/resep-ikan-tongkol-masak-woku-belanga-JTT.html

      pakai mackerel saya yakin pasti enak banget, sayang disini ikan ini mahal hiiikss

      Hapus
  17. hai mba endang..udah lama nih aku baca-baca resepnya tapi gak pernah eksekusi. maklum lom bisa masak. tapi sabtu kemarin aku baru ajah nih coba resep ayam woku ini. hasilnya enyaaaak..kata kakakku aku lulus untuk buat masak lagi berikutnya hahaha. tapi mba aku bingung kok sepertinya masakanku kemarin bumbunya kurang meresap ke daging ayamnya yaa??soalnya didaginya ky gak ada rasa bumbunya,jadi makannya harus dibarengin sama bumbunya itu. pengaruh gak yah sama garam yang ditabur untuk menghilangkan lendir di ayam lalu didiamkan selama 20 menit??soalnya step itu ke skip, aku cuma pake air perasan jeruknya ajah sih. mohon pencerahannya yah mba endang..

    terima kasih..sukses terus yaa JTT dan semoga aku bisa eksekusi resep selanjutnya nih..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba, thanks sharingnya ya,

      ayam kurang meresap biasanya memang karena kurang lama diungkep/direbus bersama bumbu. pakai api kecil dan masak ayam bersama bumbu sampai ayam benar2 empuk dan bumbu meresap.

      Hapus
  18. Mba endang, makasih bangt loh resep ayam wokunya, tadinya banyak org meragukan kemampuan masak aku, begitu aku masak ayam woku ala ani ini, terus mereka nyicip mereka langsung diam, katanya enak bangt, sampe tanya aku resepnya apa, makasih yah mba, mba endang punya grup gak, aq mw lebih banyak belajar masak dari mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Gita sharingya, senang resepnya disuka yaa. Sya tdk punya grup ya mba, ada fanpage FB, twitter, dan IG. @justtryandtaste

      Hapus
  19. Hai mba endang..
    Ayam wokunya enak bgt.. biasanya klo bikin ayam psti digoreng ajj.. klo g ayam goreng tepung, ayam goreng telur ato ayam goreng kuning hahaha.. tp krn ada jtt jd bisa bikin ayam woku yg enak bisa abis berpiring2 nasi.. kakakku sampe ketagihan. Abis bikin bsoknya mnta dbikinkn lgi. Biar g terlalu ayam(?) kutambahin tahu deh.. n enak juga tahunya.. tempe gembus goreng dmkn pke bumbunya ayam woku jg enak.. oh ya pas prtama kali bikin aku salah liat kukira utk 1kg ayam.. krn dsini ayam seekor hmpir 2 kilo jd bumbunya kukali dua.. n jdinya enak berbumbu bgt.. hihihi.. aku pernah mkn ayam yg mirip nmanya ayam palekko ala bugis cm g pke kemangi n daun kunyit jg tomat. Klo aku pribadi lbh suka ini. Maaf komentarnya kpnjangan. Thanks alot resepnya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mba Ayu sharingnya ya, senang resepnya disuka.

      Hapus
  20. tara..... aku td udah nyoba low bumbu sama tp ayamnya buat 1 kg .ach.... manteb rasanya endes bgt.walaupun cm di ksh nilai 7 ma suami karna g suka daun kemangi#jahat....aku coba jg bikin bakwan jagungnya cm aq tambah 1 telur.uenak rasanya...oya mba endang itu 1 ruas itu umuran nya apa se?aku malah ke ruas jari.jd aku ukurnya pake jari.hahahaha efek g bisa masak .thx berat dah pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mba sharingnya ya, senang resepnya disuka. Yep, 1 ruas maksudnya 1 ruas jari tangan kita ya.

      Hapus
  21. Thanks mba resep ayam wokunya pertama x nih suami sya masakin masakan menado hehe Alhamdulillah lidahnya ga kaget malah suka bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks sharingnya mba Rosi, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  22. Mbak Endang...uenak ini resepnya sdh sy praktekkan. Trima kasih 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Novi sharingnya ya, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...