15 Juni 2015

Resep Kue Bawang Renyah


resep kue bawang yang renyah dan mudah dibuat

Bagi saya ada tiga camilan yang tidak pernah bosan untuk dikunyah, dan ketika telah dimulai maka mulut ini susah sekali untuk berhenti hingga makanan tersebut ludes tak bersisa. Yang pertama adalah kacang mete panggang,  yang kedua adalah kue bawang yang renyah dan yang ketiga adalah nastar. Ketiga makanan ini menjadi kudapan favorit yang jika tidak teringat dengan ukuran badan yang hampir setara dengan kulkas dua pintu maka ingin sekali rasanya saya menyantap sebanyak-banyaknya. Terkadang saya bahkan sering berkhayal betapa senangnya memiliki badan yang tetap ceking walau sering mengemil makanan high calorie sepuas-puasnya. Tentu saja khayalan tingkat tinggi itu tinggal mimpi semata, karena umumnya mereka yang bertubuh langsing memang tidak memiliki nafsu makan sebesar gajah seperti saya.

resep kue bawang yang renyah dan mudah dibuat
resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Contohnya lihat saja teman saya, Sintya, yang tidak pernah berganti ukuran baju. Sejak saya mengenalnya sekitar tujuh tahun lalu maka size pakaiannya selalu S.  Sintya tidak picky eater, dia menyukai segala makanan, hanya saja semua dalam porsi yang small. Ketika kami sedang 'kongkow' di restoran - saya biasanya gelap mata memesan segala macam masakan - maka hampir bisa dipastikan 70% makanan yang dipesan tersebut akan masuk ke perut saya. Ketika Sintya telah meletakkan sendok dan garpu tanda menyerah, saya masih sibuk memamah biak seperti sapi dengan mata jelalatan menatap  daftar menu lainnya yang layak dipesan.  

Saat dia sedang stress atau banyak tekanan pekerjaan di kantor maka ukuran pakaiannya turun menjadi extra small. Sementara ketika saya sedang stress, maka rasa-rasanya segala bentuk makanan yang bisa dimakan akan saya sikat dan ukuran baju pun naik menjadi extra large. Tobat! Tak heran saya telah lama mengubur mimpi membeli pakaian dengan size M. ^_^

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat
resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Kembali ke ketiga camilan favorit saya diatas, tentu saja mengemil kacang mete panggang dan nastar jarang saya lakukan. Alasannya pertama karena mahal, alasan kedua apalagi kalau bukan karena mahal, dan alasan ketiga ya karena mahal. Bayangkan saja, sekilo kacang mete mentah di pasar Blok A dibandrol dengan harga seratus dua puluh ribu rupiah sementara nastar yang laziz harus bermodalkan mentega Wijsman yang mampu merobek kantong. Jadi walau suka, saya pun tetap berpikir seribu kali. Namun berbeda dengan kue bawang, kue tradisional yang saya kenal sejak saya bisa mengunyah makanan keras ini murah meriah, dan mudah dibuat. Dengan hanya bermodalkan seperempat kilogram tepung terigu mampu menghasilkan setoples kue yang mantap untuk dikunyah kala sedang menonton film India kegemaran Heni di Anteve. 

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Nah weekend lalu saya pun kemudian mengajari Heni bagaimana membuat kue bawang yang renyah. Harapannya nanti jika Lebaran di kampungnya, Heni bisa membuatnya sendiri di rumah untuk keluarga. Tentu saja ini misi terselubung karena alasan sebenarnya adalah dalam rangka saya memuaskan kegemaran mengemil yang tak pernah usai. Seperti kita ketahui bersama, maka umumnya kue bawang memang sering hadir kala Lebaran tiba, biasanya bersanding dengan saudara tirinya yaitu si biji ketapang. Resep kue bawang ini sudah berkali-kali saya coba dan praktekkan di rumah dan hasilnya tidak pernah mengecewakan. Gurih dengan tekstur empuk, dua syarat yang sepertinya kudu dimiliki oleh kue bawang agar bisa menyandang kata sedap.

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Proses membuatnya sangat mudah dan bahan-bahannya cukup simple. Kunci utama kerenyahannya adalah pada santan dan margarine panas yang diguyurkan ke permukaan tepung. Adonan menjadi sangat fleksibel dan mudah diuleni, sama sekali tidak lengket di permukaan tangan. Satu kendala yang sering dikeluhkan kala membuat kue ini adalah hasil potongan adonan yang menempel satu sama lain ketika selesai digunting menjadi potongan kecil. Saya mengakalinya dengan menaburkan sedikit tepung pada permukaan potongan adonan sebelum menimbunnya dengan potongan berikutnya. 

Kendala lainnya adalah minyak yang berbusa kala dipakai menggoreng, busa ini akan menutup gorengan dan menyulitkan kita untuk melihat apakah kue telah cukup matang atau belum. Nah untuk masalah ini saya mengurangi busa dengan tidak menggoreng adonan dalam jumlah yang banyak dan selalu menggunakan api kecil agar kue matang merata hingga ke bagian dalam dan tidak mudah gosong walau digoreng dalam waktu yang lama. Hasilnya adalah kue yang renyah, mudah dikunyah tanpa menimbulkan sakit gigi dengan rasa yang gurih sedap. 

Untuk bentuknya, anda bisa memotongnya dengan gunting seperti yang saya lakukan, atau menggililingnya dengan penggilingan mie dan memotongnya panjang-panjang seperti cheese stick.   Berikut proses dan resepnya ya.

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Resep Kue Bawang Renyah
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 400 gram kue bawang


Bahan:
- 200 gram tepung terigu serba guna/protein sedang
- 100 gram tepung sagu/tapioka/kanji
- 1/2  sendok teh baking powde, optional
- 1 butir telur, kocok lepas
- 50 ml santan dengan kekentalan sedang
- 40 gram margarine
- 1 batang daun bawang rajang halus

Bumbu dihaluskan:
- 3 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh merica bubuk 

Cara membuat:

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, tepung sagu dan baking powder, aduk rata. Buat lubang di tengah tepung, masukkan telur. Aduk tepung bersama telur hingga tepung berbutir-butir. Sisihkan.

Siapkan panci kecil, masukkan santan, margarine, bumbu yang dihaluskan, panaskan hingga mendidih sambil diaduk-aduk. Tuangkan santan panas ke permukaan tepung.

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Aduk dengan spatula atau sendok hingga tercampur dengan baik. Masukkan irisan daun bawang, kemudian uleni dengan tangan hingga adonan kalis. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin. Bentuk adonan menjadi bulatan, tutup mangkuk dengan kain dan diamkan selama 15 menit agar adonan  rileks dan mudah di bentuk.

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Keluarkan adonan, gelindingkan di permukaan meja hingga menjadi batang yang panjang. Potong-potong adonan menjadi sekitar 15 - 20 bagian. Ambil satu bagian adonan, pipihkan sedikit dan gunting-gunting hingga menjadi potongan tipis.

resep kue bawang renyah dan mudah dibuat

Letakkan potongan adonan di permukaan wadah bertabur tepung, taburkan permukaan potongan adonan dengan sedikit tepung jika anda ingin menumpuknya agar tidak lengket satu sama lain.

Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga semua permukannya berubah menjadi kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Goreng hingga semua potongan adonan habis.

Letakkan kue bawang di wadah beralaskan tisu dapur, biarkan hingga mendingin baru simpan di dalam wadah tertutup rapat. Siap disantap.  Yummy!



76 komentar:

  1. Mbak, itu daun bawangnya dimasukkan sebelum atau sesudah santan ya? Soalnya ga ada di stepnya. Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, sudah saya betulkan prosesnya ya, masuk ketika adonan akan diuleni ya. thanks koreksinya

      Hapus
  2. Itu bntuk akhirnya jd ga tipis ya mb? Tp msh renyah kn ya, aku khwatirnya kk kemlothak gt, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. renyah ya, nggak kemlothak kok, memang gak terlalu tipis, karena ukuran segini yang enak heheheh

      Hapus
  3. Kreatif banget mbak Endang ini nulis prolognya sampe sayang kalo saya lewati, mesti ono wae ceritane, hehehe
    Anis saudah, penggemar setia

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakaka Mba Anis, terkadang bingung juga mau balas apa, mau nulis resep sama caranya saj kok kesannya simple banget hhehhehe. thanks ya

      Hapus
  4. Akhirnya resep kue bawang muncul jg.. nah skrg bs lebih pede bkin sndiri, slama ini mama yg bikin, tp skrg mama duduk manis aja ya.. hehehe :D
    Ditunggu resep kuker yg baru ya mba ^^
    Klo dah bln puasa suka gila eksperimen kuker bwad lebaran, tiap taun sodaraku yg di sukabumi slalu bawain kuker, soalnya dia jualan roti n kuker disana, dan slalu dibanggain sm sodaraku yg lainnya :(
    Bln puasa taun lalu baru mulai blajar, taun ini dah lumayan berpengalaman berkat jtt, jd hrs bs lebih baik dr sodaraku itu..
    Soalnya aq terkenal paling gak bisa masak mbaa wakakkakaka malah sempet dapet predikat anti dapur :(
    Lebaran ini mau buat surprise bwad sodara2ku nanti klo si anti dapur udah berevolusi wkkwkw
    Eehh malah jd curcol >,<

    Thank you sooo much jtt n mba endang :-*

    Bella

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Bella, hahaha, semoga tahun ini berevolusinya benar2 mencengagkan ya, supaya predikatnya ganti jadi 'ratu dapur' hehehe.

      iya, ntar weekend mau eksperimen kuker yang resepnya belum ada di jtt, dah di list dan rencanaya mau belanja bahan2 kuker. moga gak loyo wakakak,

      Hapus
  5. Mbak,itu kalisnya kaya kita bikin roti atau cuma sampai tercampur rata aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba kita, sampai tercampur rata ya, jangan terlalu lama diuleninya, ntar keras

      Hapus
  6. sy baru tahu mba ada kue namanya kue bawang hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba raisa, waaah ini kue sangat terkenal banget hehehhe

      Hapus
  7. wakaaakakaka...msok sih mba endang segede kulkas dua pintu??? :D
    ini kalo di jogjaa namanya janagel.
    jd inget tugas masak wkt jaman klas 5 SD wkwkwk...
    siaapp dieksekusi di dapur!!!
    salam dr jogja -andit-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Andit, beneran udah hampir segede kulkas 2 pintu wakakak, makanya ini puasa mau benar2 mengurangi makan hehehe, tapi ini saja kepala isinya dah aneka masakan dan kuker yang mau dicob tobat dahhh

      Hapus
  8. Mb ak baru bikin kue bawangku yang tahun 2010 pa ya. Huaa capek nggilasnya secara ga punya gilingan mie (adonan blm selese sampe sekarang). Bedane apa mb sama yang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Miu, hampir sama hanya saja yang ini lebih lemas dan lebih mudah digilas dan dibentuk. Gak usah digilas mba, gunting saja supaya cepat hehehhe

      Hapus
  9. kalau kue bawang disini digiling tipis.. makasih resepnya mbak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, yep bisa digiling tipis atau dipotong pakai alat penggiling mie ya

      Hapus
  10. Mbak Endang....thank you resepnya pasti aku cobain. Oh ya mbak, punya resep kue kuping gajah itu ga ya? *ngarepbanget.com*
    Salam, Gayatri

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba gayatri, kuping gajah belum pernah coba, tapi penasaran juga, kalau ada waktu di weekend ini saya pengen coba hehehe

      Hapus
    2. Mbaaa, ak jg menunggu resep kuping gajahnya. Salah satu cemilan favoritku tuh mba, walopun yg namanya cemilan hampir semua ak suka wkwkwkwkwk

      Hapus
    3. wakakka, iya mba sugi, kuping gajahnya masih dalam angan2, belum sempat mba wkakkka

      Hapus
  11. Hola Mbak Endang.. seru banget kalau baca postingan mbak endang.. berasa baca cerpen trus resepnya semuanya kayaknya pny mantra anti gagal deh. udah gak terhitung aku cobain resep2nya. Btw mbak, posting resep putri salju dong.. sampe skr aku blm nemu nih resepnya yg endes bangett dan taburan gulanya yg mantap. Thank you :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mba savitri, thanks ya mba, senang sekali artikelnya disuka. Untuk putri salju memang belum coba dan sudah masuk list bulan ini kudu dicoba hehehe, ditunggu saja ya.

      Hapus
  12. Sepertinya enak, renyah dan gurih............ Mau coba ah. Tksh mbak Endang, Blognya bagus buanget....

    BalasHapus
  13. Terimaksih mbak endang. Resep2 nya sgt bagus dan sgt membantu bg saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks juga ya, senang sekali resep JTT disuka ^_^

      Hapus
  14. hai mbak E.... mau ingetin dikiit tentang minyak yang berbusa. aku pernah baca salah satu komen di post mbak E...untuk mengatasinya masukin mentega putih sekitar 3 sendok ke dalam minyak untuk menggoreng... ampuh lho mbak... aku udah membuktikannya kalo lagi goreng martabak mini.
    btw...lebaran ini aku pengen coba ah resep ini...secara udah dibeliin gilingan mi dari hubby... ^_^
    itu dulu yah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mb, wah makasih atas remindernya, hahaha saya suka lupa masukin mentega putih di minyak padahl saya punya di kulkas. Thanks sharingmnya yaaaa

      Hapus
  15. Bahannya gampang didapat ya mba..kalo lg ga repot sama anak..pengen.nyoba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mba kania, sangat mudah dibuat dan enak banget buat camilan hehehhe. Thanks sharingnya yaa

      Hapus
  16. Wahh patut dicoba nihh, bahannya mudah di dapat dan sepertinya cara buatnya juga simple... Makasih mb Endang resepnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ana, thanks sharingnya ya, silahkan dicoba ya mba, moga suka dengan resepnya yaaa.

      Hapus
  17. Santan kentalnya bole pake santan instant mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yepp, pakai santan instan saja, encerkan dikit denga air ya, kalau terlalu kental adonananya jadi keras susah diaduk

      Hapus
  18. Met sore mba endang, selamat hari raya idul fitri ya mba... Maafin saya klo ada salah2 kata di komen2 saya. Skrg saya jadi rajin komen nie mba, gara2 abis baca cerita mba endang klo mau nyoba satu resep di suatu blog baca dulu komen2 yg ada utk menilai resepnya. Udah saya niatin mau kasih komen di setiap resep masakan mba endang yg udah saya buat, siapa tau bermanfaat buat yg lain... Soalnya saya jga begitu sih klo mau nyoba resep. Maklum mba saya bener2 belajar sendiri dlm hal masak memasak, n baking membanking (halah bahasane ngawur)

    Kue bawang ini udah saya cba mba, saya bikin lsng 2 resep krn suami n anak saya memang hobi bgt ama kue bawang, saya buat lsng 2 resep, bumbu2 halus semua saya blender tapi saya ga pakai daun bawang mba, saya pakai daun seledri sedikit bereksperimen krn setiap makan kue bawang sepertinya ijo2nya itu dr seledri dan ternyata betul mba, rasanya lebih nampol hehehe... Hasilnya renyah bgt, adonannya jga cepet kalis, bener2 super duper gampang ini resepnya saya bikin dibantuin anak saya yg umur 4 thn bentuknya ga aturan ada yg tebal, tipis, lebar atw panjang tapi walaupun tebal2 tetap empuk mba...
    klo di bali ada namanya keripik ladarang hampir sama persis ama kue bawang begini, tapi rata2 keras bgt smp bikin gigi sakit hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Rita, selamat hari raya idul fitri juga ya mba, mohon maaf lahir dan batin. Maaf sekali lagi juga karena komentar2 baru bs sekarang saya balas satu persatu hahhaha.

      Kita berarti sama, belajar masak otodidak, salah betul ditelan sendiri hahhahaha, tapi memang ada manfaatnya membaca komentar pembaca yng sudah mencoba, jadi kita tahu tips2nya.

      memang kue bawang ini maknyuss kalau ditambah daun seledri, sayangnya saya suka gak pernah stok daun seledri wakakak, tapi daun bawang selalu ada di kulkas.

      pasti seru ya dibantuin si kecil waktu membuatnya ^_^

      thanks sharingnya ya mba, sukses dan sehat selalu yaaa

      Hapus
  19. Mbak endang semoga ilmunya barokah, berguna banget :) mba kalau kripik bawang ini saya kasih bubuk cabai sprti resep kripik ikan&udang bagaimana ya? Apa cocok? Terimakasih ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba safira, thanks yaa, yep dikasih bubuk cabai juga enak ya, kayanya sekrang banyak juga yang jualan camilan kue bawang berselimut bubuk cabai ini ^_^

      Hapus
  20. Pulang kuliah sekitar jam 9 nan, saya lanjut bikin ini. Tapi, waktu diuleni, terigunya jadi bergerindil. Saya pun menambahkan 1 telur lagi serta campuran mentega dan santan cair. Saat diuleni, lengket sekali. Faktor panik, saya pun menambahkan terigu sedikit demi sedikit sampai akhirnya adonan kalis. Deg-deg an takut kue jadi keras karena kebanyakan terigu.

    Kue pun matang, dan teksturnya renyaaah. Hanya saja potongan kue saya ada yang besar dan kecil. Ada yang sudah garing luarnya tapi dalamnya basah. Tapi gak apa-apa mba, karena kesalahan itu, saya jadi tau seukuran mana kue yang pas itu. hehehehe

    Enak tapi rasanya kurang asin, sepertinya margarine yang saya gunakan kurang baik. Mau ditambahkan garam takut terlalu asin, saya hanya menambahkan kaldu bubuk saja, tapi kurang kayaknya hehehe

    Mba, kalo kaldu bubuk atau garam disatukan saat campuran mentega dididihkan, bisa???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Risa, thanks sharingnya ya, memang awalnya terigu agak bergerindil tapi lama2 akan kalis kok. Paling enak sebenarnya kue ini digilas tipis pakai gilingan mie, jadi keteblannya seragam dan hsilnya renyah banget.

      adonan harus diicipi mba, supaya tahu pas gak garamnya, hehhe

      yep bisa kok kaldu bubuk, garam diaduk bersama mentega.

      Hapus
  21. Mba endang, kalau tepung terigu nya pakai yg protein rendah, bisa mba?

    BalasHapus
  22. Hai Mba Endang... saya penggemar blog mba nih. Resep kue bawang ini uda saya eksekusi kamis kemaren. Tapi hasil kue saya agak keras padahal saat ulenin kayaknya uda dikurangi. Atau masih kelamaan ya.. kira2 brp menit ya supaya pas? Rasanya sih mantap banget.. tapi ya hanya agak keras..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kurang empuk, mungkin perlu ditambah porsi margarine cairnya mba, dn harus dittuang saat masih panas ya

      Hapus
  23. hai mb endang, hari ahad kemarin saya eksekusi resep kue bawang ini...renyah dan gurih banget...makasih ya mbak, seolah kembali ke masa kecil...karena dulu kalau mau lebaran pasti sibuk buat kue bawang ini. dan baru kali ini nemu resep yang yummyyy bingit. sudah lama saya penggemar resep-resep mbak endang, tp silent reader ajhaa..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Arista, thanks ya mba sharingnya, senang resep JTT disuka, sukses selalu yaaa

      Hapus
  24. udah coba langsung bkin 4 resep...enaaak banget...bbrpa kali nyoba resep dri google dan fb..tapi yang ini yang sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Liss, thanks sharingnya, senang sekali resepnya disuka. Sukses selalu ya!

      Hapus
  25. Hai mba endang... Udah lama neh saya jd silent reader dan selalu praktekin resep mba..alhamdulillah berhasil.
    Cuma yg satu ini agak ada kendala..itu santan nya memang 50ml ya? Soalnya adonan jd seperti kurang air, ga bs menyatu, keras gt..
    Mohon pencerahannya..#maklum baru belajar memasak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mba Ratri, yep 50 ml ya, telur ukuran besar,dan kalau susah menyatu tambahkan santan sedikit2 saja.

      Hapus
  26. mba endang saya penggemar mba looh,kalo aq cari resep pst belakang nya pake justtryandtaste oh ya mba udah pernah cb kue bawang khas pekanbaru punya resep nya kah,aku mau cb buat tp g ada resep nya maksh mba endang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Ninu, thanks ya sudah menyukai JTT. Resep kue bawng PKU sya belum pernah buat Mba, jadi maaf nggak bs membantu ya. salam

      Hapus
  27. Mb Endang..saya br saja coba resepnya tp skip telur + santannya ditambah...hasilnya renyah, gurih, tidak keras^^ trimakasih resepnya (titis)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Titis, thanks ya sharingnya. Senang sekali resep JTT disuka, sukses selalu ya! ^_^

      Hapus
  28. Halo Mba Endang. Baru pagi ini saya coba resep kue bawangnya. Tapi santannya diganti dengan krim, karena lagi ga ada stok di rumah. Tanpa daun bawang juga. Tapi hasilnya enak banget mbaa! Lumer di mulut. Temen-temen dari Belanda, Rwanda, dan Indonesia (tentunya) suka banget. Ga berhenti ngemilin hehe. Bahkan minta resepnya hehe.

    Oya, pernah coba resep tahu crispy cabe garamnya juga. Enaaak, temen-temen dan keluarga suka.

    Salam dari negara kompeni :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Mira, thanks sharingnya ya, senang resepnya berhasil dicoba ya. Pakai krim pasti lebih sedap ya, Sukses selalu yaa.

      Hapus
  29. Mbak end, q dah nyoba ini rasanya enak gurih banget tp kelotakan :D,, kira2 kenapa ya...apa karena gorengny pke api keciiil banget???

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kurang tahu juga mba, mungkin memang kita beda kesukaan dengan tekstur kue bawang. kalau mau yang empuk pakai resep kue bawang lainnya saja ada di JTT, googling saja 'kue bawang JTT' . goreng pakai api sedang saja mba dan jangan terlalu coklat

      Hapus
  30. Mba Endang, udah saya coba resep kue bawang ini. Enak, renyah dan gurih. Tapi lumayan pegel juga ya harus dikit2 gorengnya krn berbusa, pas udah jadi langsung dicemil dan gak kerasa udh mau abis..hehhehe. tengkyu ya mba. Ajeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba Ajeng, thanks sharingnya ya, senang kue bawangnya disuka, berbusa karena pakai kuning telur, ada yang sarankan skip kuning telur dan pakai putih telur yang dikocok, saya belum pernah coba tapinya

      Hapus
  31. Assalamualaikum, Mba Endang. Mba, saya mau nanya dong. Adonan kue bawang ini lengket ga, Mba? Saya pengen bikin ini tapi digiling-giling pake tangan seperti bentuk snack keju renyah yang pernah Mba bagi resepnya. Makasih sebelumnya ya Mba. Semoga puasa dan ibadah Mba yang lain di bulan puasa ini dilancarkan dan mendapat ridho Allah SWT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba, nggak lengket ya adonannya. hanya saja tidak serenyah snack keju ya. Selamat puasa juga ya mba, semoga ibdah puasanya diterima oleh Allah SWT.

      Hapus
    2. Kemaren akhirnya bikin kue bawang ini juga. Capek ngulenin adonannya ya hahahaha. Padahal saya berniat bikin snack keju setelah bikin ini. Tampaknya niat itu terbang setelah proses menguleni wkwkwkwk. Dari telapak tangan sampe lengan dan punggung langsung pegel-pegel.
      Adonan setelah diuleni memang bergerindil ya Mba? Seperti ga menyatu. Akhirnya itu adonan ga jadi saya bentuk kayak snack keju deh. Saya ambil sejumlah adonan, digiling bentuk lonjong/bulat, trus dipipihkan dan dipotong pake gunting.
      Hasil jadi kue bawang ini renyah bagi saya, tapi bagi Ibu saya keras. Kalau dari segi rasa, saya dan Ibu sepakat ini keasinan. Maklum Mba, sehari-hari kita masak pake garam paling cuma 1/2 - 1 sdt, bahkan sering hambar hehe. Saat merasa keasinan, saya cek lagi resepnya. Next time, takaran garam akan saya kurangi karena sudah ada margarine yang menyumbang rasa asin. Namun, itu next time entah kapan. Bener-bener ga kuat menguleninya.

      ~Siti

      Hapus
    3. hai mba Siti, thanks sharingnya ya. Saya malah bingung kok adonannya keras ya? Adonan kue ini lembek dan mudah banget diuleni mba, kalau keras coba tambah santannya sedikit2 sampai adonan mudah diuleni tapi tidak lengket. Kalau kurang renyah coba tambah mentega atau margarine beberapa sendok makan ya.

      Hapus
    4. Iya Mba, masih bergerindil-gerindil gitu. Ga mulus kayak adonan cireng isi keju JTT yang pernah saya coba. Nanti kalau saya bikin lagi, akan saya coba tambah takaran susunya (saya ga pake santan, pakenya susu). Kalau margarine saya tambah, berarti garam harus saya kurangi. Soalnya, makin banyak margarine yang ditambahkan, bisa-bisa keasinan lagi kayak kemaren hehe. Kalau sekali lagi keasinan, kayaknya saya bakal beralih membuat kembarannya si kue bawang ini aja, si biji ketapang ^_^o

      Hapus
    5. skip saja garamnya, dan pakai unsalted butter kalau margarine terlalu asin

      Hapus
  32. Salam kenal Mba Endang. Terima kasih karena selalu berbagi resep, lengkap dengan langkah-langkahnya. Benar-benar bermanfaat untuk saya. Saya dahulu cuma bisa memasak makanan biasa saja (nasi, mie, tumis sayur, puding), tapi setelah menemukan JTT, saya mulai berani masak kue. Saya jadi percaya diri setelah berhasil mengeksekusi resep Cake Coklat Kukus. Setelah itu, banyak resep di JTT yang saya praktekkan, walaupun tidak semuanya berhasil wkwkwk. Tapi kita ga boleh menyerah, betul kan Mba? Yang sekarang pintar masak juga dulunya ga bisa masak. Ah jadi ngalor ngidul kayak gini. Pokoknya, I Luv U Full Mba #cium pipi Mba Endang.
    Oh ya Mba, saya pengen nanya tentang resep snack bawang ini. Boleh tidak 50 ml santan itu saya ganti dengan susu cair plain? Soalnya kalau beli santan instan di toko, kemasan kecilnya aja 65 ml dan itu kental banget. Kalau pake setengah aja trus diencerin, setengahnya lagi belum tentu saya pakai dalam waktu dekat. Jarang masak pake santan soalnya Mba hehe. Mungkin pengaruh ke rasa nanti ya Mba? Soalnya susu ga segurih santan.

    --Ayie, Banjarmasin--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mb Ayie, salam kenal ya. Thanks ya sharingnya dan senang sekali resep2 JTT disuka dan bs membantu memasak di rumah.

      Yep, santan bs dignti dengan susu cair ya mba, silahkan ya. Untuk rasa yang penting bumbu lainnya sesuai, gak masalah kok. sukses selalu yaa

      Hapus
  33. Haii..mba Endang.
    Saya sudah coba beberapa resep dari mba endang. Alhamdulillah jadi menambah keinginan saya untuk terjun ke dapur.^_^
    Mba, saya mo nanya nih, ini resep kue bawang rencana mo saya coba minggu besok. Nah, penggunaan tepung tapioka/sagu/kanji pada resep ini fungsinya untuk apa ya mba...?
    Maklum mba, masih pemula.
    Hihi..^_^

    Salam

    - RiRi ~ Pekanbaru -

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Riri, thanks sharingnya ya, senang resep JTT disuka. Tepung sagu fungsiya untuk membuat renyah di kue ya karena tidak mengandung gluten.

      Hapus
  34. mbak endang..kalo misal tepung kanjinya diganti pakai maizena bisa nggak ya mbak?

    BalasHapus
  35. Mbak, santannya begitu mendidih langsunh dituang ke adonan atau harus nunggu sebentar?

    BalasHapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...