21 Oktober 2016

Resep Kering Tempe Kacang Garing


Resep Kering Tempe Kacang Garing

Minggu lalu, kantor saya mengadakan acara syukuran, dan lagi-lagi kami disuguhi dengan tumpeng Ny. Hendrawan. Sepertinya kami sudah cinta mati dengan nasi tumpeng dan lauk-pauk yang sedap a la katering ini sehingga untuk acara kali ini pun tanpa berpikir panjang atau melirik katering lain, langsung menjatuhkan pilihan kesana. Seperti ulasan saya sebelumnya di resep Empal Suwir Daging Sapi yang pernah saya posting pada link disini, maka cita rasa masakan katering Ny. Hendrawan ini sangat saya sukai. Alasannya karena bumbu yang medhok dan rasa sedikit manis khas masakan Jawa. Sebenarnya semua lauk-pauk penunjang tumpeng sedap rasanya dan pas berkolaborasi satu dengan yang lain, namun ada dua masakan yang menurut saya spesial yaitu empal suwir daging sapi dan kering tempe yang renyah.  

Satu hari sebelumnya kami telah mendapatkan pengumuman mengenai acara makan siang bersama ini, artinya masing-masing karyawan tidak perlu repot-repot membawa bekal atau membeli makan di luar. Pengalaman tumpengan sebelumnya dimana dua buah tumpeng selebar 55 cm ternyata melimpah ruah dan luber maka untuk acara kali ini hanya disediakan satu buah saja.  Walau peserta sedikit kecewa karena berarti tidak bisa mengisi kotak makan untuk dibawa pulang, namun makanan gratis tetap harus disyukuri kehadirannya.^_^

Resep Kering Tempe Kacang Garing
Resep Kering Tempe Kacang Garing

Ucapan sepatah dua patah kata dari Direksi pun diakhiri dan dilanjutkan dengan doa singkat sesuai keyakinan masing-masing. Semua berdiri rapi mengelilingi tumpeng, anteng, tenang dan tidak menunjukkan gerakan-gerakan agresif, tapi kondisi ini tidak bertahan terlalu lama. Ketika kata amin diucapkan maka ketenangan itu pun pecah dengan hebohnya. Semua bergerak menyerbu lauk dan tidak mengacuhkan nasi kuning yang berdiri kekar. Puluhan tangan maju berbarengan dengan sendok masing-masing yang teracung gahar, dan seakan kapal keruk langsung menyendok empal suwir, udang balado dan ayam goreng rempah yang selalu, dan selalu menjadi target utama. 

Peserta yang berdiri di belakang hanya terbengong pasrah dan berdoa semoga masih ada remah-remah lauk tersisa. Sebagian berteriak-teriak meminta barisan depan segera berlalu dan sebagian lagi mengacung-acungkan piring kosong sambil berusaha merangsek maju. Saya sendiri cukup beruntung mendapatkan posisi di depan dan memanfaatkan tempat strategis ini untuk mengisi piring teman saya, Mba Fina, yang berdiri jauh dan terlihat pasrah. Tubuh Mba Fina yang kecil mungil memang tidak akan mampu melawan makhluk-makhluk kekar yang berjajar membentuk barikade di sekitar nasi tumpeng.   

Resep Kering Tempe Kacang Garing
Resep Kering Tempe Kacang Garing

Sibuk mengisi piring teman-teman lainnya membuat saya melewatkan potongan udang balado yang sekejap saja habis ludes dan hanya meninggalkan buntut udang plus beberapa lembar cabai merahnya. Mengingat harga udang yang mahal maka tidak heran jika porsinya tidak terlalu banyak. Tapi saya masih bisa tersenyum meriah karena seonggok empal suwir daging dan setumpuk kering tempe  favorit telah memenuhi piring makan, bergegas saya segera menjauhi nasi tumpeng yang sudah porak-poranda namun masih menjadi ajang pertumpahan darah. Untungnya walau hanya satu tumpeng namun cukup mampu mengenyangkan semua karyawan yang memang jumlahnya tidak terlalu banyak. Beberapa menu seperti udang balado dan empal suwir memang tidak bisa dinikmati oleh seluruh peserta karena habis diserbu 'tim kapal keruk', namun lauk-pauk lainnya yang luber cukup memuaskan taste bud dan perut seluruh karyawan. ^_^

Resep Kering Tempe Kacang Garing
Resep Kering Tempe Kacang Garing

Terinspirasi dengan lauk kering tempe a la Ny. Hendrawan yang saya akui sedap maka minggu lalu saya pun mencoba membuatnya sendiri di rumah. Sebenarnya, masakan ini sudah pernah dicoba sebelumnya, namun hasilnya tidak memuaskan. Kering tempe yang dihasilkan kurang renyah terutama ketika lauk disimpan dalam waktu lama. Berdasarkan trial terbaru maka menurut saya kunci utama membuat kering tempe yang garing, renyah dan tidak mudah melempem adalah menggoreng potongan tempe hingga benar-benar garing. Untuk mempercepat proses menggoreng maka potonglah tempe menjadi berukuran kecil dan tipis, saya sendiri merajangnya seukuran korek api. Potongan tempe kemudian digoreng hingga garing di dalam minyak yang banyak.  

Tips Ibu saya selain menggoreng tempe hingga kering adalah menjemur potongan tempe di terik matahari hingga garing dan keras. Saya pernah mencoba cara ini namun hasil akhirnya adalah warna tempe yang menjadi coklat abu-abu, membuatnya sama sekali tidak terlihat menarik. Abu-abu mungkin terlihat oke untuk rok seragam tetapi bukan warna yang tepat untuk makanan. Selain itu, dengan hujan yang terus-menerus mengguyur Jakarta maka mustahil rasanya bisa menjemur tempe tanpa terkena gangguan cuaca.

Resep Kering Tempe Kacang Garing

Kunci penting lainnya untuk menghasilkan kering tempe garing adalah mencincang bumbu hingga menjadi serpihan kecil dan menumisnya hingga kering. Potongan bumbu yang masih sedikit basah akan membuat kering tempe menjadi lembab. Untuk menghasilkan bumbu kering maka minyak perlu diberikan sedikit lebih banyak dibandingkan takaran umumnya. Aduk-aduk dan tumis bumbu dengan api kecil saja agar tidak mudah gosong dan mampu kering sempurna.  Tips terakhir adalah gula merah yang banyak. Masakan a la Ny. Hendrawan memiliki ciri khas kuliner Jawa Tengah dan Jogja yang sedikit manis, dan kering tempenya yang sedap ini pun memiliki cita rasa tersebut. 

Saya menggunakan 100 gram gula merah yang saya sisir halus dan tumis bersama bumbu hingga mengental seperti karamel. Menurut saya porsi gula ini sudah sangat pas berkolaborasi dengan bumbu lainnya, namun jika rasa manis bukan favorit anda maka gunakan takaran gula sekitar 70 atau 80 gram saja. Perlu ditekankan bahwa gula merah yang cukup porsinya akan membuat kering tempe menjadi garing dan tidak mudah melempem. Ketika gula dimasak dan berubah menjadi karamel,  maka gula akan menyelimuti seluruh permukaan bahan, saat telah mendingin gula akan mengeras dan melindungi potongan tempe dari udara. Kondisi ini mencegah kering tempe menjadi mudah melempem bahkan ketika disimpan berhari-hari lamanya disuhu ruang sekalipun.  Bumbu yang kering dan balutan gula juga akan membuat lauk menjadi tahan lama, untuk kasus saya hingga resep ini ditulis kering tempe masih tetap oke walau 5 hari telah berlalu dan saya hanya menyimpannya di dalam stoples di meja makan.

Bahan lain yang saya tambahkan di kering tempe adalah kacang goreng, saya menggunakan  kacang kupas karena kebetulan bahan ini telah mendekam lama di kulkas. Tentu saja perannya bisa digantikan dengan bahan lain seperti kacang tanah yang masih memiliki kulit ari, teri atau rebon goreng, jadi saya kembalikan ke selera anda masing-masing. Berikut ini resep dan prosesnya ya.   

Resep Kering Tempe Kacang Garing

Kering Tempe Kacang Garing
Resep hasil modifikasi sendiri 

Tertarik dengan resep tempe lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Stik Tempe Keju - Camilan Gurih & Renyah
Tempe Goreng Aromatik & Sambal Kecap
Tempe & Tahu Bacem a la My Mom 

Bahan:
- 600 gram tempe (1 papan tempe ukuran besar)
- 300 gram kacang tanah (saya pakai kupas)

Bumbu dicincang halus:
- 5 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 5 buah cabai rawit merah
- 5 buah cabai merah keriting

Bumbu lainnya:
- 2 cm jahe, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam, sobek-sobek kasar
- 80 s/d 100 gram gula Jawa, sisir halus
- 1 1/2 sendok teh garam (tambahkan jika kurang asin)
- 2 sendok makan kecap manis
- 1 sendok makan air asam jawa yang kental
- 50 ml minyak untuk menumis bumbu

Cara membuat:

Resep Kering Tempe Kacang Garing

Siapkan kacang tanah, bisa menggunakan yang sudah dikupas atau yang masih ada kulit arinya. Goreng kacang hingga matang. Angkat dan tiriskan.

Siapkan tempe, iris tipis dan potong setebal 3 mm (seukuran korek api), semakin tipis maka akan semakin mudah dan cepat kering ketika digoreng. 

Resep Kering Tempe Kacang Garing

Goreng potongan tempe dalam minyak yang banyak hingga garing, kering dan renyah ketika dikunyah. Aduk-aduk selama tempe digoreng agar kering merata. Sebaiknya gorenglah  tempe secara bertahap, terlalu banyak memasukkan tempe ke minyak akan membuatnya justru lama kering. Angkat tempe dan tiriskan.

Resep Kering Tempe Kacang Garing

Siapkan wajan, beri 3 sendok makan minyak panas bekas menggoreng tempe. Tumis bawang putih hingga kuning keemasan, masukkan bawang merah, dan cabai, tumis hingga bumbu terlihat mengering.

Tambahkan jahe, lengkuas dan daun salam, aduk rata, dan tumis hingga daun rempah mengering. Gunakan api kecil saat menumis bumbu dan aduk-aduk selama ditumis agar tidak mudah gosong. Bumbu yang kering akan membuat kering tempe tidak melempem.Tambahkan minyak jika bumbu mudah gosong.

Masukkan gula, garam, kecap manis, dan air asam, aduk dan masak dengan api kecil hingga tumisan kental, mendidih dan gula meleleh sempurna. Ketika bumbu mendidih, masak beberapa detik lagi agar air benar-benar menghilang dari dalam bumbu.

Resep Kering Tempe Kacang Garing

Masukkan kacang tanah dan tempe goreng, aduk hingga tercampur rata. Gunakan api kecil saat mengaduk tempe dan bumbu, wajan harus hangat selama bahan dicampur untuk menjaga gula tetap lumer dan mampu tercampur baik dengan bahan. Masak selama beberapa detik. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asinnya. Angkat. 

Note: 
* Saya menggunakan 100 gram gula merah, menurut saya porsi ini sudah cukup pas. Jika terlalu manis gunakan 80 gram saja. Gula yang kurang akan membuat bumbu sulit melumuri permukaan bahan dengan baik dan membuatnya mudah melempem. 

** Ketika telah mendingin maka kemungkinan besar kering tempe akan membentuk gumpalan, dengan menggunakan jemari tangan hancurkan gumpalan sehingga potongan bahan terpisah satu dengan lainnya. 

*** Ketika telah benar-benar dingin, masukkan kering tempe di dalam wadah tertutup rapat. Kering tempe aman disimpan di suhu ruang selama 1 minggu lamanya.  



36 komentar:

  1. Waah ini yg aku cari, walaupun cuma kering tempe tapi belum nemu resep yg pas. Makasih ya mba. Btw, gula merahnya kira2 berapa keping kecil ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, memang sepele ya, tapi susah bikin jadi kriuk2nya ya, selama ini bikin melempem terus hehehe. Mungkin sekitar 2 keping mb

      Hapus
  2. Alhamdulillah dapat tips, biasanya kalo saya bikin kering tempe, baru sehari sudah melempem...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba nina, walau tempe sudah digoreng garing hehehhe

      Hapus
  3. Ini lauk kesukaan saya, makasih tipsnya ya?? Bagus and manfaat banget buat saya.

    BalasHapus
  4. Pernah coba bikin tempe kering pake resep lain, jadinya malah tempe orek kering, ga bisa garing lengket2 gitu..huhuhu..Sekarang mau nyoba resep mba Endang ah, insya Allah sukses mantap! Makasi resepnya ya mbaa..love you always deh, emwahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, moga bisa garing yaaa, thanks sharingnya ^_^

      Hapus
  5. Saya lebih suka ceritanya, mba Endang. Soalnya belum boleh makan yang digoreng-goreng dulu. Nanti kalau udah boleh, baru balik ke sini nyari resepnya. Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha, thanks ya mba Sitti, moga bisa secepatnya menikmati gorengan yaa uuuppps, saya sendiri juga mati2an menghindri gorengn tapi iman kurang kuat hehhehe

      Hapus
  6. Wah jd tau nih gmana resep kering tempe yg oke, sering nyoba tapi kok ga garing ternyata byakin gula merah, kmrn aku udh nyobain resep ini hasilnya memuaskan minyaknya aku tiriskan dl sebelum disajikan hehehe jd tambah kriyuk kriyuk deh... Thanks ya mba endang resepnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Rizma sharingnya, senang resepnya disuka ya, sukses selalu! ^_^

      Hapus
  7. Ini favorit suamiku banget Mba.. Tapi aku selalu gagal bikin kering tempe yang garing gitu. :( Kenapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ikuti saja resep dan instruksi diatas mba Noni, moga berhasil kli ini yaa

      Hapus
  8. hai mba, apa kabar? semenjak mertua masak trus jd jarang masak, alhasil bagian belakang bengkel aq sulap jd dapur dadakan, biar bs ttp masak nyambi jaga toko.. hahah
    kadang suka kangen sm masakan sendiri, lebih pas seleranya, apalagi ttp pake resep2 jtt ^^
    mertua sering bikin kering tempe tp gak semaknyus di poto resep ini, jd tiap hari diangetin trus nyampe gosong wkwwk
    brarti klo udah ditaro di toples gak perlu diangetin lg ya mba? mau ditaro di dlm kamar aja gitu biar gak diangetin diem2 >,<

    Bella

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mb Bella, kabar saya baik mba, moga Mba dan keluarga tetap sehat selalu yaa. Wakakkak iya, walau kadang memasak itu bikin malas tapi lama2 kangen dengan msakan sendiri yang lebih pas selera yaa.

      yep kering tempe ini tdak perlu diangetin lagi, masuk toples rapat sja, awet dan renyah kok, di rumah udah seminggu lebih msih enak hehehe

      Hapus
  9. Mba Endang...mba Endang....lucu nya ceritamu...terpingkal-pingkal saya bacanya, mana perut keroncongan nunggu jam makan siang...cuma bisa bayangin rasanya...resep udang balado sama ayam goreng rempah nya nyusul ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. haaa, thanks Mama Farhan, senang ceritanya cukup menghibur hehhehe. Ayam goreng rempah sudah pernah ada mba, udang balado belum ya hehhehe

      Hapus
  10. Mbak endang mau nanya dong, kalo kering tempe disimpen di kulkas trus jadi melempem tempe n kacangnya, bisa dibikin renyah lagi ga ya? huhuw..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya nggk ya mba, hehehhe. soalnya dr awal sudah melempem mba

      Hapus
  11. Mbak Endang, kering tempe ini kegemaran saya. Menurun dari alm. Eyang Kakung. Lucunya hanya kami berdua yg tergila-gila dengan kering tempe. Kalau yg saya bikin biasanya saya tambahkan rajangan halus daun jeruk purut jadi ada sensasi wangi daun jeruknya. Kering tempe pernah saya perkenalkan kepada teman-teman vegetarian di Brisbane, wah mereka suka sekali dan sangat berterima kasih atas resep kering tempe 😃.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks ya Mba Dina sharingnya. Yep pakai daun jeruk purut pasti akan lebih sedap ya.

      Hapus
  12. Mba Endang nanya ya, kalau bumbu yg dicincang halus itu di ulek gimana menurut mba?
    ~Selfy~

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba Selfy, menurut saya hasilnya beda mba, bumbu cincang lebih remah dan tdk menggumpal ketika ditumis, sehingga mudah kering, dan sanggup rata tercampur dengan baik bersama bahan

      Hapus
  13. Mba..saya udah bikin, enak..tp kynya ada yg kurang mba...air asem jawa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haa, yep benar Mba,akan saya tambahkan di resep. Saya lup hehehhe. Thanks yaa

      Hapus
  14. Haloo mba endang..

    Wah kebetulan nih, pas suami request eh pas Baca resepny mb endang.
    Btw mba, lebih baik abis udah mateng gitu ditirisinnya biar dingin itu mending d panci ny aja atau d taroh d tempat yg lebih lebar mba sblm d masukin k toples?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Azizah, saya hanya diamkan saja di wajan sampai dingin, kemudian saya masukkan ke stoples.

      Hapus
  15. Kering tempe bikinan Simbah saya juga bisa garing begitu mbak.. tapi bedanya, bawang merah dan bawang putih nya di goreng dulu. Cairkan gula Jawa dengan sedikit air di wajan, dimasak sampe mengental. Simbah suka pakai gula Jawa banyak2. Masukin cabe merah iris,bamer baput goreng, dantempenya..gak pake kecap.. karena menurut Simbah kecap bikin kering tempe nya jadi basah.. jaman kecil dulu, makan gitu doang udah enak, bikinnya sekaligus banyak, bisa buat berminggu2,, jadi kangen Simbah ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba Perry sharingnya, sukses selalu yaa

      Hapus
  16. Hai mba Endang.. Wah pas bgt sebentar lagi mau ada pesanan nasi kuning..request lauknya yg sederhana sih, cuma kering tempe dan telur dadar yg diiris tipis..tp aku sama sekali blm pernah masak kering tempe..hihihi..jd lgs cari resep kering tempe jtt, alhamdulillah ketemu jugaa, secara plg gampang dan enak kl ngikutin resep2nya mba Endang.. Besok mau nyoba bikin dulu nih.. Terimakasih resepnya.. Doakan berhasil ya mba Endang.. Hihihi
    -eva-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Eva, silahkan dicoba resepnya ya, moga berhasil dan pesanan nasi kuningnya sukses yaa.

      Hapus
  17. Knp klo Mba Endang yg buat kok bagus hasilnya.. Nah, knp kok saya yg bikin malah jadi batu.. Hiks.. Hiks...
    😭😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, mungkin masaknya kelamaan yaa, memang ketika dingin akan menggumpal, hancurkan saja gumpalannya nanti akan buyar dan remah

      Hapus
  18. Hoo-ray!
    Baru aja selsai di coba, berhasil, enak pake banget dimamam pake nasi putih anget. Thanks mba endang :-*

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mba amira sharingnya, senang resepnya disuka yaa

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...