11 Januari 2018

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)


Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Tahun ini mimpi yang ingin saya wujudkan adalah membuat video memasak. Tidak terlalu muluk-muluk, hanya berupa video singkat dan ringan yang dishoot dari sisi atas dan cukup memperlihatkan bahan, piranti masak, dan sepuluh jemari tangan. Jenis video yang banyak dishare di Instagram. Masalahnya saya sedikit perfectionist, jika saya harus berbagi video setidaknya direkam dengan kamera yang memberikan kualitas gambar baik. DSLR yang dipakai sehari-hari untuk memotret makanan tentu saja bisa dipakai untuk keperluan tersebut, kendalanya ukurannya yang besar dan tobat beratnya membuat saya segan hendak mengoperasikannya. Target saya adalah memiliki sebuah kamera pocket dengan kualitas baik seperti jenis PowerShot atau mirrorless, sayangnya dengan banyak kredit yang harus dibayar setiap bulannya membuat saya susah menabung untuk membelinya.

Selain masalah kamera, saya juga tidak terlalu mahir editing video. Bukan berarti tidak bisa dipelajari, saya tahu jika sudah menceburkan diri kedalamnya maka sedikit proses basic setidaknya bisa dikuasai. Sayangnya, lagi-lagi saya berusaha mencari alasan, laptop dirumah terlalu lemot untuk dipakai melakukan proses editing (walau belum dicoba juga). Jadi saat ini saya sedang berusaha mencari akal untuk menaklukkan semua hambatan (yang saya cari-cari tersebut!), dan mati-matian meyakinkan diri bahwa bukan faktor malas yang membuat saya hingga sekarang belum membuat video memasak. Gubrak!

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)
Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Bicara tentang video, kala liburan ke Batam beberapa waktu yang lalu saya nekat merekam proses membuat pentol bakso yang sedang dilakukan oleh Lek No, suami Rup, asisten kakak saya. Selama ini kendala utama kala membuat bakso sendiri adalah permukaan bakso yang kurang mulus. Saya biasanya membulatkan adonan menggunakan dua buah sendok. Cara umum yang biasa dilakukan tukang bakso adalah dengan menggunakan jemari tangan. Adonan bakso diremas (digenggam) sehingga sebagian adonan keluar dari lubang genggaman. Adonan yang keluar ini berbentuk bulat yang kemudian disendok dan diceburkan ke panci berisi air panas. Lek No melakukannya dengan sangat cepat, tangannya yang cekatan mampu membuat setiap pentol bakso terlihat mulus membuat saya segera meraih handphone dan merekamnya. Dalam benak saya waktu itu hanya ingin berbagi proses membuat pentol bakso di Instagram, tidak ada keinginan lain, dan sepertinya video akan memberikan gambaran proses yang lebih jelas dibandingkan berjibun foto.

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Video abal-abal ini lantas saya edit seadanya menggunakan aplikasi editing di PlayStore, ditambahkan sedikit musik dan video berjudul 'Membuat Pentol Bakso' pun dipublish. Tanggapannya sungguh menggembirakan dan menyesakkan. Tidak berapa lama, video tersebut sudah berhasil mengumpulkan 19 ribu views dan komentar berjibun, diantara komentar tersebut saya baru menyadari beberapa hal yang fatal. "Mbaaa, kenapa kukunya panjang banget!" Sebuah kalimat  masuk diikuti emoticon menangis lebay. Komentar ini membuat saya langsung mengecek video dan baru menyadari jika Lek No memiliki kuku jempol sepanjang 1 cm. Satu sentimeter saudara-saudara! Saya mengerang seperti singa yang terluka (okeh itu terlalu lebay), tapi swear bagaimana mungkin saya tidak melihat kuku ibu jari yang begitu panjangnya saat merekam dan mengedit video tersebut? Sepertinya semangat saya hendak menghadirkan video pertama membuat mata menjadi tidak fokus. Ketika hal ini saya ceritakan ke kakak saya, Mbak Wulan, reaksinya adalah, "Kukunya beneran panjang? Satu sentimeter? Mengerikan!" Gubrak!

"Mba, kenapa pakai tangan kiri sih mencetak adonannya? Ibu saya bisa marah-marah kalau lihat masak pakai tangan kiri," adalah komentar lainnya yang lagi-lagi membuat saya mengecek video. Sungguh bagaimana mungkin saat merekammya saya tidak melihat hal-hal yang anti dihadirkan kala kita merekam video memasak seperti ini? Okeh, saya memang amatir, tapi please, saya sudah melihat ribuan video memasak jadi seharusnya saya bisa membedakan 'do and don't' dalam sebuah video. "Halah, tangan kiri hal yang biasa dipakai buat masak. Apa masalahnya? Bagaimana kalau kidal? Tidak mungkin kita melakukan aktifitas hanya dengan tangan kanan saja kan!" Adalah komentar kakak saya berikutnya yang membuat saya manggut-manggut antara setuju dengan logikanya dan keinginan hendak menghadirkan video terbaik. Saya sendiri sering kali menghadirkan tangan kiri kala hendak menunjukkan tekstur satu masakan di JTT karena tangan kanan dipakai untuk memegang kamera. Tapi untungnya belum ada yang komplain atas aksi tersebut. 😂

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Komentar kemudian terus bermunculan banyak yang berterima kasih karena video tersebut namun banyak juga yang mempertanyakan masalah kuku dan tangan kiri, hingga akhirnya saya gave up. Keesokan harinya video tersebut saya hapus dari peredaran. "Hah, videonya kamu hapus Mbak Endang?" Adalah komentar adik bungsu saya, Dimas, yang juga ikut berlibur ke Batam waktu itu diikuti dengen ketawa ngakak yang membuat muka saya merah kuning hijau. "Menghapus video di sosmed itu fatal! Jarang dilakukan You Tuber kalau bukan karena videonya benar-benar parah dan kontroversial!" Saya mendengus kesal mendengarnya, walau setuju dengan kata-katanya. Akhir cerita, 'Cara Membuat Pentol Bakso' adalah video pertama yang saya publish dan delete sekaligus, entah kapan saya akan menghadirkan video lagi di Instagram. Mungkin hingga saya benar-benar siap secara mental dan fisik. Tobat!

Bagi penikmat berbagai macam video di You Tube atau sosmed lainnya, seringkali kita begitu kritis terhadap video tersebut tanpa peduli dengan konten yang hendak disampaikan. Hm setidaknya saya seperti itu. Walau seumur hidup belum pernah memberikan komentar di aneka video yang saya tonton tetapi seringkali membatin sendiri kala gambar menyajikan hal-hal yang kurang berkenan dihati. Jika itu video memasak maka mata saya justru disibukkan dengan hal-hal seperti piranti memasak, tangan si tukang masak yang berkuku panjang, berkutek atau gendut-gendut seperti jengkol, atau area dapur yang suram, dan permukaan kompor yang kotor. Menghadirkan video memang bukan pekerjaan sekedar shoot dan edit, tetapi juga harus memperhatikan detail yang seringkali terlupa dan terlewat oleh si perekam namun sama sekali tidak terlewat oleh mereka yang menyaksikannya. Mungkin terlalu berlebihan, tetapi konten terbaik adalah hal yang selalu ingin saya berikan bagi penggemar JTT. 

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Wokeh saya akhiri sesi curhat ini, menuju ke mac and cheese balls. Sudah sangat lama resep ini ingin dieksekusi, saya bahkan sudah merebus pasta makaroni dari bulan lalu namun sebagian justru saya berikan saus tomat dan santap sebagai makan siang kala weekend. Sisa makaroni sebanyak 600 gram ini saya masukkan ke freezer dan baru weekend lalu dipermak menjadi mac and cheese balls. Membuat makanan ini sangat mudah dan isinya pun bisa dimodifikasi sesuai selera. Tidak punya makaroni? Ganti dengan potongan spaghetti yang dipotong sepanjang 2 cm, atau pasta lainnya atau bahkan rebusan mi. Tidak ada daging sapi atau ayam? Bisa menggunakan kornet, bakso, sosis atau smoked beef. Sayurannya juga bisa disesuaikan dengan selera, wortel dan brokoli adalah sayuran yang selalu saya miliki di kulkas, namun buncis, kembang kol, jamur atau kacang polong bisa dijadikan altermatif lainnya. 


Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Poin penting membuat mac and cheese balls adalah sausnya. Saus ini merupakan saus putih dengan kandungan keju, atau biasa disebut dengan saus bechamel. Saus terbuat dari tepung terigu yang ditumis dengan mentega, agar tidak terasa mentah maka mentega harus digunakan agak banyak dan tepung ditumis hingga sedikit gelap warnanya. Susu cair dimasukkan bertahap sambil adonan diaduk dengan cepat dan kuat agar tidak bergerindil. Menggunakan spatula balon adalah alat terbaik, membuat adonan cepat mulus, namun karena saya menggunakan pan dengan coating keramik dan tak ingin permukaannya tergores, saya lantas mengaduknya dengan spatula biasa. Tapi karena saus ini hanya sebagai campuran dan akan diaduk bersama bahan-bahan lainnya, maka tekstur bergerindil bukanlah masalah. Jadi tidak perlu menjadi perfectionist untuk hal ini.

Adonan perlu dimasukkan ke kulkas agar mengeras, minimal 3 jam atau semalam suntuk. Jika masih terlalu lunak tambahkan breadcrumbs hingga adonan agak mengeras. Bentuk bulat adonan, gelindingkan ke breadrumbs dan goreng dalam minyak yang banyak. Jika mac and cheese umumnya dipanggang maka bola-bola yang digoreng ini memberikan permukaan yang garing dengan tekstur bagian dalam yang lembut. Yummy sebagai camilan bersama saus sambal dan bekal si kecil.

Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Mac and Cheese Balls 
(Bola-Bola Makaroni dan Keju)
Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 20 buah bola-bola mac n cheese

Tertarik dengan makanan sejenis lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:

Bahan:
- 500 gram makaroni yang telah direbus dan ditiriskan (kondisi makaroni sudah matang ketika ditimbang)
- 1/2 bonggol brokoli rebus, cincang kasar
- 1/2 batang wortel rebus, cincang kasar
- 1 sendok makan minyak untuk menumis
- 1/2 buah bawang bombay ukuran medium, cincang halus
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 150 gram daging sapi atau ayam cincang
- 1 sendok makan saus tiram
- 1 sendok makan kecap Inggris (Worcestershire sauce)

Bahan dan bumbu saus:
- 2 sendok makan  mentega/margarin
- 3 sendok makan tepung terigu
- 200 ml susu cair
- 80 gram keju cheddar parut atau mozarella
- 1/2 sendok teh garam
- 1 1/2 sendok makan gula pasir
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/6 sendok teh pala bubuk
- 5 sendok makan breadcrumbs atau tepung panir

Bahan lain:
breadcrumbs/tepung panir untuk melumuri adonan kala digoreng

Cara membuat:

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Siapkan mangkuk agak besar, masukkan makaroni rebus, brokoli dan wortel, sisihkan.

Siapkan wajan/pan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan agak gelap warnanya. Masukkan daging cincang, aduk dan tumis dengan api sedang hingga daging tidak berwarna pink lagi. Masukkan saus tiram dan kecap Inggris, aduk rata. Matikan kompor. Masukkan tumisan daging ke mangkuk berisi makaroni, sisihkan.

Resep Mac and Cheese Balls (Bola-Bola Makaroni dan Keju)

Siapkan panci kecil/pan (anti lengket lebih baik). Panaskan 2 sendok makan mentega/margarin hingga meleleh. Masukkan tepung terigu, aduk cepat dan masak dengan api kecil hingga tepung matang sedikit berubah kecoklatan. Masukkan setengah bagian susu cair, aduk cepat dan agak kuat hingga saus mengental.

Masukkan sisa susu, aduk hingga rata. Masak dengan api kecil agar saus tidak gosong dan mengental didasar panci. Selalu aduk selama saus dimasak. Masukkan keju parut, aduk rata, dan masak hingga keju meleleh. Jika masih ada sedikit gumpalan biarkan. Masak hingga saus kental dan mendidih. Angkat.

Tuangkan saus ke mangkuk berisi makaroni, tambahkan garam, gula, merica dan pala bubuk. Aduk hingga rata. Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asin dan manisnya, adonan cenderung sedikit manis rasanya. Tambahkan breadcrumbs, aduk rata.

Tutup mangkuk dengan plastic wrap dan masukkan ke kulkas (chiller) selama minimal 3 jam agar adonan mengeras dan mudah dibentuk. Keluarkan dari kulkas, ambil 2 sendok makan adonan atau besar adonan sesuai selera. Bentuk bulat. 

Jika adonan masih lembek dan terlalu lengket tambahkan breadcrumbs. Adonan sedikit lengket tetapi tetap mudah dibentuk. Bentuk semua adonan menjadi seukuran bola pingpong. Gelindingkan ke piring berisi breadcrumbs. 

Goreng bola-bola mac and cheese di minyak yang banyak hingga permukaannya kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan saus sambal botolan. Super yummy!




34 komentar:

  1. Semoga impian mba Endang dan harapan semua pembaca JTT tentang video masak bisa segera terwujud. Aamiin.

    Mba Endang, saya baru dengar eh baca tuh kalo ada muka yang warnanya seperti pelangi, hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Mba Ima, moga terwujud, walau susah bener keknya, kemarin dicoba hasilnya parah wkakakka.

      Hapus
  2. Semangat mbak Endang dlm menyuguhkan hal yg terbagus sepantasnya dihargai...n jangan putus asa mbak Endang ..semoga Vidio pertama yg sdh dihapus mjd 'batu loncatan' kesuksesan berikutnya...
    Nur_padasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mba Nur, moga bisa berhasil, walau harus tertatih2 karena gaptek banget wkakaka

      Hapus
  3. Lho mbaakk, nggawe bakso nganggo tangan tengen yo malah kangelan, lha nyendoke dadi kidal. Aku jg selalu pakai tangan kiri. Aku malah belum pernah lihat orang nyetak adonan bakso pakai tangan kanan. Klo di youtube itu emang kudu kuat mental, nggak baperan, soale aaapaaa wae dikomentari karo penontone...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga mikir gitu, memang mudah membuatnya tangan kiri dan sendok tangan kanan, saya coba kebalikannya malah bentuk baksonya jadi belepotan wakkakak.

      Hapus
  4. yaaahh.. telat baca ini mah.. baru aja makaroninya dihabisin mba aku goreng aja jadi cemilan.
    btw mba sejujurnya aku kalo soal masakan lebih seneng baca blog sih daripada video, karena jd hemat kuota hehehe.. ngga deng soalnya tulisan mba endang menarik banget buat dibaca kyk baca novel gitu..meskipun memang video ngebantu banget sih spy lebih jelas step step nya ya..
    smangat terus mba endang .. salam dr aku dan anak2
    Alma - Bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Alma, thanks yaaa. Senang artikel JTT disuka.Bagi si gemar baca memang tulisan lebih menarik ya. Saya actually juga suka baca karena lebih jelas hehehhe.

      Hapus
  5. Aku pny video satu tidak pernah ada yg nonton mba ����. Itu mb Endang lgsung puluhan ribu viewers. Ayo mba bikin video aku mau liat. Mesti bagus hasilnya (kayak fotonya apik2). Mungkin tdk usah mirroless mba.. pake hp yg kualitas hd-nya bagus. Enteng pula pakenya.he3. Masalah komentar elek mahh kudu pasang muka tembok kok mb. Ha3. Habis memang bgitulah penonton.. kadang enggak pentingpun di komentarin. �� (ruth)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba Ruth masukannya, kemarin nyoba pakai DSLR hasilnya mayan tapi terlalu dekat jarak shootnya, tangan saya jadi gede2 kaya singkong wakakkaka

      Hapus
  6. Saya juga termasuk penggemar tulisan Mbak Endang. Disamping resep, cerita pembukanya selalu dinanti krn menarik dan sering bikin ngakak :D
    Semoga impiannya lekas tercapai ya Mbak. Semangat!
    Btw, cheese ballnya sblm dipanir tdk perlu dilapisi kocokan telur lagi ya Mbak?
    -Estu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Estu, thanks yaa, senang cerita dan artikel JTT disuka. Tidak perlu dilapis telur Mba, karena adonan sudah lengket ya

      Hapus
  7. hahaha ku ngakak, netijen memang teliti mba endang. Makanya everything kudu perfect gitu. Selalu suka cara tutur mba endang menulis, :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mba, iyaaaa hadoooh maksudnya apa yang diperhatikan malah lainnya. Berat memang bikin video

      Hapus
  8. Halo mbak Endang... ^^
    Akhirnya saya juga melakukan sesuatu untuk pertama kalinya, berkomentar di sini, setelah mencoba banyaak resep dari blog ini sejak beberapa tahun yang lalu.
    Ini adalah blog memasak favorit saya dan sudah saya rekomendasikan ke mana-mana, hehe... Makasiih.
    Nah, sekarang jadi gak sabar makan Mac and Cheese Balls dari dapur sendiri. Kelihatannya mudah dan enak pasti!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba Anita, thanks yaaa, senang resep2 JTT disuka bahkan direkomendasikan kemana2, happpy banget membacanya!

      sukses yaaaa ^_^

      Hapus
  9. " mau bikin video di mana mbak? Kalo youtube bakal langsung saya subscribe haha, kalo insta kayanya saya bikin akun insta buat mantengin jtt doang heheh..sukses terus mbak En.. ❤ "

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin video di IG wakkaka, video 45 detikan begitu. Kalau oke baru masuk you tube, secara di you tube pemirsanya brutal bo hahhahha

      Hapus
  10. Mbak endang remake cheesetart dong yg ala ala hokaido..aku kalo beli terua mahal hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Saviria, semoga dalam waktu dekat, saya udah beli cream cheesenya tapi belum sempat hiks

      Hapus
  11. Curhatnya malah seru lho mbak. Walau saya bingung antara baca curhatannya atau nonton foto masakannya yg keliatan enak hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh, thanks Mba Chacha, senang curhat dan resepnya disuka hehhehe

      Hapus
  12. mba endang mau nanya, di kalimat "Tambahkan breadcrumbs, aduk rata.Jika adonan masih lembek dan terlalu lengket tambahkan breadcrumbs" itu berarti tepung panirnya ditambahin ke adonannya ya? plus tepung panirbuat melumuri pas mau digoreng?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yep tepung panirnya siapin agak banyak, kalau di resep saya kasih 5 sdm buat adonan (diluar buat melumuri kala akan digoreng ya), nah bisa tambah lagi kalau teksturnya masih lembek

      Hapus
  13. Semangat, Mbak e. Saya nggak pernah komen di sini, tp kalo butuh2 resep selalu blog ini yang tak inceng duluan. Nemu blog ini pas masih manten anyar dan nggak bisa masak. Nggak bisa tanya ortu karena waktu itu jauh dari hometown dan males kalo belajare mung via ngobrol di telepon, ya minimal ada foto step by stepnya. Seneng banget sama gaya bahasa dan cara menjelaskan cara masak samen yang gak ribet dan bisa dimengerti emak2 males rempong kayak saya. Ayo Mbak, semangat bikin vlog. Sedikit kurang di sana sini tak apa wong konten samen apik buanget. Kupasti akan rajin menonton. Hihihhihihihi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Fely, thanks sharingnya ya, senang resep JTT disuka dan membantu didapur. Heheheh, belum berani nge vlog Mba, kalau video cooking simple saat ini sedang belajar hehehe. Thanks yaa, sukses selalu

      Hapus
  14. mbak mau tanya, kalau mau disimpan di freezer biar bisa digoreng sewaktu2 gmn bisa ga, maksudnya biar bisa dibuat bekal anak tiap pagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. seharusnya sih bisa ya, tapi saya belum pernah coba mba

      Hapus
  15. Wah, aku kudu gawe IG Ki Ben iso nonton vidio ne Mb Endang masak..
    Mb, Alhamdulillah aku berhasil gawe brownies kukus coklatnya, pake ¾ resep & pake SKM.hehehe.. soale panci kukusane cilik.dadine tumbas loyange Yo sing cilik.. Greeniesnya Yo berhasil, cream cheesenya tak ganti keju parut.tp koyone kakean keju po Yo Mb, rasane pertama sedikit asin ��.hihihi..
    Matur nuwun sangeet ya Mb Endang mpun nyaosi ilmu.. semangat untuk buat videonya ya..
    ima-Jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mba Ima, wakakkaka belum mba, masih kutak katik dan belum tahu kapan akan upload videonya. Baru sebatas wacana hahahahha.

      thanks sharing browniesnya Mba, senang resepnya disuka, sukses yaa

      Hapus
  16. hai mbak Endang, pertama kali nemu food blogger gini, jadi demen mantengin trus loo..
    simple, gampang ngerti, banyak tips nya juga..

    nah saya baca ini resep gampang" gmna gtu, alhasil saya coba buat.. adonan juga tidak terlalu lembek, lengket nya juga pas.. nah oas goreng itu laa ada sdkit msalah, entah knpa adonan malah pecah yaa?? itu knpa?? mngkin ada jwban kiranya, apa adonan saya masi kurang oke kah..
    makassii :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya karena saus perekatnya kurang (pasta terlalu banyak). saus perekat ini yang membuat adonan tidak buyar. Gorengan jika tidak boleh dibalik2 jika satu sisi blm matang.

      Hapus
  17. Mbak saya sudah ikuti takaran dan step by stepnya persis sis tapiiii....ambyar waktu digoreng... mungkin takaran makaroninya perlu dikurangi sedikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mba ria, ini kayanya ada faktor juga dengan tingkat kematangan makaroni, makin lembek akan makin mudah menggumpal. Kalau makaroni teksturnya standar, coba masukkan bertahap supaya sausnya cukup melumuri. Paling gampang kalau diaduk masih buyar maka bakalan buyar juga ketika dibentuk

      Hapus

PEDOMAN BERKOMENTAR DI JTT:

Halo, terima kasih telah berkunjung di Just Try and Taste. Saya sangat menghargai feedback yang anda berikan, terutama mengenai eksperimen dalam mencoba resep-resep yang saya tampilkan.

Komentar yang anda tuliskan tidak secara otomatis ditampilkan karena harus menunggu persetujuan saya. Jadi jika komentar anda belum muncul tidak perlu menulis komentar baru yang sama sehingga akhirnya double/triple masuknya ke blog.

Saya akan menghapus komentar yang mengandung iklan, promosi jasa dan penjualan produk serta link hidup ke blog anda atau blog/website lain yang anda rekomendasikan yang menurut saya tidak relevan dengan isi artikel. Saya juga akan menghapus komentar yang menggunakan ID promosi.

Untuk menghindari komentar/pertanyaan yang sama atau hal yang sebenarnya sudah tercantum di artikel maka dimohon agar membaca artikel dengan seksama, tuntas dan secara keseluruhan, bukan hanya sepotong berisi resep dan bahan saja. Ada banyak info dan tips yang saya bagikan di paragraph pembuka dan jawaban di komentar-komentar sebelumnya.

Satu hal lagi, berikan tanda tanya cukup 1 (satu) saja diakhir pertanyaan, tidak perlu hingga dua atau puluhan tanda tanya, saya cukup mengerti dengan pertanyaan yang diajukan.

Untuk mendapatkan update rutin setiap kali saya memposting artikel baru anda bisa mendaftarkan email anda di Dapatkan Update Via Email. Atau kunjungi Facebook fan page Just Try and Taste; Twitter @justtryandtaste dan Instagram @justtryandtaste.

Semoga anda menikmati berselancar resep di Just Try & Taste. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...